Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku

Dewa Itu Adalah Patungku

8.6 / 10.0
Melinda kecil yang polos menemukan sebuah patung beruang di jalanan dan memutuskan untuk membawanya pulang. Ia merawat benda itu dengan penuh kasih sayang tanpa menyadari identitas aslinya. Tak disangka, patung tersebut merupakan inkarnasi sosok pria muda yang perkasa. Hingga Melinda tumbuh menjadi gadis cantik, wujud beruang itu tetap bertahan sampai muncul ketegangan yang mengubah segalanya. Akankah hubungan unik antara manusia dan dewa ini berakhir bahagia?

Dewa Itu Adalah Patungku Bab 1

Suatu malam suasana sepi dan diiringi suara petir yang menyambar di sana-sini disusul suara hujan deras di luar rumah. Sebuah pisau penuh darah mengalir dari titik ke titik ke lantai. Beberapa bekas darah terlihat di lantai rumah. Sementara seorang pria sasa berukuran sedang membawa pisau dengan kepalan tangan penuh hasrat dan dendam, seorang wanita yang ketakutan mencoba menjauh dari pria itu dalam keadaan di mana kakinya ditikam parah di paha.

Napas terengah-engah wanita itu jelas menunjukkan sisi cemasnya mendengar suara langkah kaki pria yang membawa pisau ke dalam rumah. Rupanya, pria yang kehilangan kendali itu baru saja datang dari luar rumah dengan rambut dan baju yang basah kuyup karena hujan, namun berhasil menusuk paha wanita itu setelah pintu dibuka dari dalam. Apa yang mendorong dia untuk membawa nafsu yang ekstrim untuk membalas dendam?

Pria itu tersenyum sinis saat melihat seorang wanita ketakutan duduk dengan luka parah di ruang tamu. Dia mendekat perlahan dengan pisau di tangannya. Wanita itu mulai menatapnya dengan daya tarik.

“Tolong jangan bunuh aku… aku mohon…” pinta wanita itu dengan berlinang air mata. Pria itu mengabaikan permintaannya.

"Kamu ingin aku melepaskanmu setelah apa yang telah kamu lakukan pada hidupku?! Aku bersedia ... mengutuk diriku sendiri untuk membunuhmu! Kamu tidak pantas hidup seperti yang kamu inginkan!" geramannya penuh dengan balas dendam untuk wanita itu. Dengan perasaan marah, ia langsung bertindak menusuk perut wanita itu berulang kali dengan 5 tusukan. Rambut basahnya yang masih mengalir menetes beberapa kali ke lantai. Suara petir mengiringi hatinya yang digelapkan oleh seribu dendam. Akhirnya, tubuh tak bernyawa wanita itu jatuh ke lantai dengan mulutnya memuntahkan darah. Puas dia melihat kematian malang wanita di lengannya.

Begitu dia berhasil menebus dendam yang bersembunyi di dalam hatinya, dia berjalan keluar sambil melepaskan pisau berdarah di tangannya. Wajahnya tampak tanpa emosi setelah membunuh wanita itu. Namun siapa sangka, sosok misterius berbaju hitam dan menyeramkan bertemu dengannya di depan rumah. Hujan yang masih deras di luar mengaburkan pandangannya tentang seseorang yang berdiri di depannya.

"Bersumpahlah padaku ... sesukamu." katanya, berlutut di depannya. Tubuhnya bisa merasakan hujan deras di luar rumah.

'Kamu akan menerima pembalasan karena melanggar perintah sebagai dewa pelindung. Tunggu kedatangan bunga untuk menjemputmu dan merawatmu seperti kamu merawat yang lain sebelumnya..' sebuah suara berdengung memperingatkan dia yang ada di pangkuannya lutut kesal. Dia menutup matanya dan menyerah pada makhluk itu.

***

100 TAHUN LALU....

Suara bel sekolah menggema menandakan waktu pulang sekolah. Masing-masing diundang oleh orang tuanya yang sangat mewah dan ada juga yang berani pulang bersama teman-temannya. Melinda, seorang putri lugu, berjalan pulang tanpa diundang oleh orang tuanya dan juga tanpa ditemani oleh teman-temannya. Melinda tumbuh bersama neneknya yang semakin hari semakin tua. Sementara itu, ibu ayahnya meninggal akibat kecelakaan di jalan. Kehidupan Melinda tak kalah sepi meski memiliki nenek yang akan merawatnya.

Saat Melinda berjalan murung menuju rumahnya, dia tiba-tiba melihat patung beruang yang kotor dan rusak tertinggal di saluran pembuangan. Dia segera melihat patung beruang dengan mata bingung. Dia ragu-ragu untuk membawa patung itu kembali dalam keadaan kotor seperti itu.

"Haruskah aku mengambilnya?" katanya berbicara sendirian.

Dengan hati tertarik pada patung itu, dia bahkan meraihnya dari dalam selokan setelah melirik ke kiri dan ke kanan di area tersebut. Area pejalan kaki yang tenang di sana. Jarang ada orang yang lewat. Patung beruang coklat dengan jelas menunjukkan kotorannya di seluruh permukaan ditambah efek sobek juga terlihat jelas. Melinda sambil tersenyum membawa patung itu ke rumahnya. Pahami bahwa gadis-gadis seperti dia sama tertariknya dengan patung. Dia pun tanpa ragu mengambil patung itu dengan hati yang senang.

****

TAK TAK TAK TAK

Suara mesin jahit menggema di seluruh ruang tamu seiring kesibukan neneknya menjahit baju. Pekerjaan neneknya hanya di rumah dengan menyelesaikan jahitan yang dipesan oleh pelanggannya setiap kali mereka datang. Pantas saja neneknya tidak sempat menjemput Melinda di sekolah.

Daun pintu terbuka dari luar membangunkan neneknya kepada Melinda yang baru saja tiba di rumah. Langkah kecil Melinda terhenti setelah neneknya memanggilnya begitu dia masuk ke dalam rumah.

"Kamu baru saja lewat seperti ini? Kemana kamu pergi ahh?!" nenek tua itu memarahinya. Melinda tanpa ragu mendekati sang nenek sambil membawa patung beruang itu. Mata patung beruang itu indah bulat hitam.

"Nenek, aku lapar ..."

"Lapar? Hekkk.. masak sendiri. Aku bukan nenekmu. Kamu hanya anak haram karena ibumu berselingkuh dengan pria lain sebelum menikahi putraku. Jika aku tahu dari awal, aku tidak akan menerimamu tinggal di sini."

Ternyata nenek tuanya sama sekali tidak bersahabat dengannya. Akibat cerita masa lalu hubungan ibu Melinda yang sulit. Siapa anak kecil ini yang baru saja menjadi korban ketika dia tidak bersalah?

"Itu... patung apa itu? Apa kamu memungut sampah?!"

"Aku baru saja menemukan patung ini di luar..."

"Singkirkan sampah itu sekarang. Aku tidak suka sampahmu diambil dari luar. Kamu seperti sampah itu."

Betapa kejamnya neneknya berkata demikian. Melinda yang masih kecil berusia 9 tahun hanya menunduk. Ia merasa kasihan dengan perlakuan buruk neneknya terhadapnya. Tanpa membuang waktu dan perasaan, Melinda bergegas naik ke kamar tidurnya. Ia menangis tersedu-sedu di tepi ranjang. Patung yang dibawanya diletakkan di atas tempat tidur. Air mata mengalir di pipinya saat dia melihat patung beruang kotor di depannya. Namun tanpa disadari, mata patung beruang itu membiru. Bukankah patung beruang itu memiliki mata hitam?

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Dewa Itu Adalah Patungku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly adalah siswi berprestasi yang mengidap galaktorea, sebuah kondisi hormon yang membuatnya memproduksi ASI meski belum pernah hamil. Suatu hari, rasa sakit akibat penumpukan cairan itu tak tertahankan hingga ia terpaksa meminta bantuan gurunya di sekolah. Kejadian tak terduga di ruang guru tersebut lantas mengubah segalanya. Berawal dari rahasia medis yang memalukan, hubungan mereka berkembang menjadi jalinan asmara yang rumit dan penuh risiko.
Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali menuntut cerai untuk ke-99 kalinya. Namun, Laurence Andrews justru mengusirnya dari mobil demi mengangkat telepon mantan kekasihnya, Rosalie Harris. Laurence terus merendahkan Josie dan yakin istrinya takkan sanggup pergi. Dia tidak menyadari bahwa pengabaian berulang ini telah mencapai batasnya. Di balik layar, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie untuk segera berpisah dan meninggalkan negara ini selamanya.
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan mobil, punggungku hancur oleh luka bakar. Selama empat tahun masa komanya, aku setia merawatnya. Namun setelah sadar, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat aku diserang preman. Baginya, aku hanyalah beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi dan meninggalkan segalanya menuju bandara.
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Demi melindungi nyawa buah hati yang tidak berdosa, Neva Zetrix terjebak dalam situasi yang sangat memilukan. Ia terpaksa menekan harga dirinya dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson setiap hari. Perjuangan hidup Neva ini didorong oleh kasih sayang seorang ibu yang rela melakukan apa pun demi sang anak. Di tengah tekanan dari sosok Brian yang dominan, Neva harus bertahan dalam dinamika hubungan yang penuh dengan pengorbanan batin.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Pasca kehilangan Rizal, Sonia pindah ke apartemen kecil bersama dua anaknya, Alif dan Hana, demi lari dari duka. Di sana, ia bertemu Yudha, seorang duda karismatik yang membesarkan putrinya, Mira, sendirian setelah tragedi serupa. Meski sama-sama terluka, pertemuan di lorong apartemen itu memicu percikan emosi. Kini, mereka harus memilih: tetap terbelenggu kenangan pahit masa lalu atau meruntuhkan dinding ketakutan demi menyambut cinta baru yang hadir di depan mata.
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Seorang pria terjebak dalam kengerian Hutan Gondoriyo setelah tersesat saat menjelajah. Di tengah fenomena ghaib kendaraan yang raib, ia bertemu pasangan lansia misterius di sebuah pondok terpencil yang memberinya peringatan. Meski berhasil pulang, rasa penasaran membawanya kembali, namun hutan itu seolah lenyap. Hubungan gelap antara kecelakaan bus di jurang dan misteri hutan ini mulai terkuak, memaksanya mempertaruhkan nyawa demi mengungkap kebenaran yang menghantui.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan