Sampul Novel One Chance without Change

One Chance without Change

9.0 / 10.0
Dalam One Chance without Change, seorang protagonis terjebak dalam siklus kematian tragis. Novel fantasy dengan unsur mystery dan horror ini mengungkap perjuangan bertahan hidup dari takdir kelam. Baca webnovel ini untuk menyingkap misteri di balik penderitaan yang tak kunjung usai.
Ringkasan One Chance without Change
Dalam sebuah kisah yang menyelimuti misteri dan kengerian mendalam, muncul sebuah pertanyaan penuh keputusasaan mengenai batas penderitaan manusia. Tokoh utama terjebak dalam situasi yang sangat menyiksa hingga ia mempertanyakan apakah ada bentuk kematian yang jauh lebih menyakitkan daripada apa yang sedang ia alami saat ini. Keadaan ini memicu ketakutan luar biasa di tengah dunia fantasi yang kelam, di mana rasa sakit menjadi inti dari eksistensi.
Baca Selengkapnya

One Chance without Change Bab 1

Ayah... ibu... maafkan.. aku, tidak! Aku tidak ingin mati!! Siapa saja tolong aku! Tuhan... aku, ingin tetap hidup..'

Dengan pandangan yang mulai buram serta kesaradan yang mulai menghilang, Niel hanya mampu mengingat hal terakhir yang paling membuatnya bahagia. Ia terus berucap jika dirinya tidak ingin mati, bayangan ayah, ibu dan saudara-saudarinya terlintas. Begitu pula teman-teman yang telah lama menemaninya, namun ia juga tak bisa menentang takdir.

Niel Astankova, seorang siswa Sma yang sedikit tomboy itu meninggal di usia sangat muda akibat bukan ulahnya sendiri, harus berusaha mengubah hal-hal yang akan menentukan dirinya bisa di selamatkan dan kembali ke kehidupannya sebelum kematian atau tidak. Harus merasakan berbagai cara kematian yang beragam dari yang benar-benar menyedihkan hingga tidak bisa terlintas di pikiran saking konyolnya. Belum lagi berbagai misi yang harus ia selesaikan untuk mengisi sebuah tabung yang memerlukan nilai-nilai yang akan ia kumpulkan nantinya guna kembali ke kehidupannya yang tenang. Mampukah Niel melakukan misi yang harus ia jalani nantinya?

'Tidak adakah kematian yang lebih menyedihkan daripada ini?!'

***

Senin siang, pukul 15.00

Suara kendaraan berlalu-lalang di sebuah jalan metropolitan penghubung antar kota, juga merupakan sebuah kawasan elite di mana letak sekolah Libri Stary di bangun.

Para siswa tingkat akhir terlihat telah meninggalkan gedung sekolah, entah yang pulang dengan sepeds atau hanya berjalan kaki semata. Kota G memang masyarakatnya lebih banyak menggunakan sepeda dan juga angkutan umum di bandingkan mobil pribadi ataupun motor, itulah sebabnya tempat ini menjadi sebuah kota yang asri dan bebas dari polusi udara berlebih.

"Hoshh.. hoshh! Niel! Tunggu!!"

Seorang remaja dengan masih mengenakan seragam khas dari sekolah Libri Stary atau yang biasa di singkat dengan Libstar itu terlihat berlari dengan nafas yang tersengal, dadanya naik turun berusaha menetralkan nafas yang berlomba-lomba untuk mengisi paru-parunya. Sedangkan sang empu nama hanya berjalan santai sambil menikmati makanannya yang ada di tangan.

"Cepatlah Ab, atau kau akan ku tinggal." Gumam Niel yang tak menghiraukan jalanan dan masih mengunyah makanannya.

"Jalanmu terlalu cepat! Sudah ku bilang untuk menungguku.. hoshh… di depan pagar bukan," ucap pemuda yang di panggil Ab tersebut dengan nafas yang tersengal.

'Grepp!'

Sebuah tangan meraih pergelangan tangannya yang ia masukan kedalam saku jaketnya, perempuan yang baru saja menghadiri upacara penerimaan siswa baru itu mengernyitkan dahinya. Seragam putih dengan rok di atas paha berwarna abu-abu itu begitu kontras dengan cara jalannya yang tak jauh berbeda dari preman pasar yang biasa meminta setoran kepada para pedagang. Wajahnya tertekuk tanda tak suka tepat di atas jebra cross, Abraham berhasil meraih lengannya dan menghentikan langkah sang teman kecil dan berbalik mendengarkannya. Tak perduli jika mereka tengah berada tepat di atas zebra cross yang begitu rawan akan bahaya.

"Kau ini, bla bla bla bla..."

Niel hanya bisa menjilati jemarinya tanpa mendengarkan ocehan pemuda pirang tersebut, ia memilih untuk menatap sekitar.

Tak jauh dari tempat di mana mereka bertengkar, sebuah lampu lalu lintas khusus pejalan kaki mulai berubah warna menjadi kuning lalu beransur memerah. Niel dan Abraham masih berada di sana sebelum dari arah kanan tepat membelakangi Abraham, sebuah mobil kontrainer melintas dengan kecepatan penuh berulang kali membunyikan klakson mobilnya. Namun kedua anak itu tidak juga menyingkir dari tempat itu, keadaan sekitar yang mulai sepi juga mendukung calon pelaku untuk menjadi pelaku tabrak lari.

Tapi berbeda dengan Niel,

“Kau harus ingat nanti jika pulang untuk,-”

‘brukk!!’

Sebuah tangan mendorong tubuh sang pemuda menjauh, membuat tubuh pemilik surai pirang tersebut menghantam pembatas jalanan dan sukses pantatnya mencium jejeran rapi batu bata yang mengisi jalanan tersebut.

“Niel!! Kau ini, di saat seperti ini masih sempat-sempat… nya, bercanda..”

Suaranya terhenti di tenggorokan, matanya sukses membola dengan apa yang ada di hadapannya kini. Begitu cepat hingga otaknya tak mampu mengolah kejadian yang ia lihat di depan matanya sendiri, bahkan posisinya belumlah berpindah dari ubin jalanan.

Tepat di hadapannya, tubuh perempuan yang tadinya ia omeli kini telah terpental jauh beberapa meter di depan. Dengan sebuah truk yang terlihat terus melaju dengan sedikit oleng tanpa henti,

“N-Niel…”

Tubuhnya tak bisa bergerak dengan getaran hebat, air matanya telah terkuras tanpa bisa memastikan keadaan. Abraham berusaha mendekati tubuh Niel yang jauh terpental dari posisi awal, tak ads gerakan di sana.

“Niel.. jangan bercanda, ka-kau bercanda kan?! Benarkan??!!”

Ujung sepatunya berusaha menyentuh tubuh perempuan itu sebelum darah mulai menggenangi sepatunya itu. Terlihat jika seragam putih di sana telah basah akan noda merah nan pekat, dari sana Abraham mulai menyimpulkan meski otaknya menolak untuk itu. Jika Niel Astankova telah meninggal dalam tabrak lari, lebih-lebih itu karena menyelamatkan dirinya.

“NIELL!!!”

***

Manik itu membuka perlahan dengan pandangan yang sedikit mengabur, ia memegangi pelipisnya yang sakit namun sesaat setelahnya tersadar akan apa yang telah ia lewati.

“ughh, apa yang terjadi..-Abraham!?”

Ia lirik sekitar, namun tak ada apapun di sana selain interior merah dengan aksen keemasan. Warna ruangan tersebut berwarna putih dengan barang-barang mewah lainnya menghiasi tiap sudut ruangan terasebut.

“tunggu, ini… di mana?!”

‘Cklekk!’

“Tuan Niel, anda sudah bangun? Saya membawakan sarapan,” ucap seorang pelayan yang masuk dengan troli makanan sesaat setelah bunyi pintu bergeser itu di buka.

Sang empu nama hanya menjawab sang pelayan dengan kernyitan dahi tak mengerti, ia benar-benar tidak paham dengan apa yang telah terjadi kini. Sebelum seberkas ingatan dari tuan tubuh membuatnya harus memijit pelipisnya kembali karena rasa sakit yang benar-benar tidak nyaman.

‘tunggu, apa ini?!’

Seketika yang ia lihat adalah gambaran masalalu dari sang pemilik tubuh yang ternyata telah mati tepat beberapa jam yang lalu setelah ia berpindah tubuh ke tubuh orang ini, namun Niel Astankova masihlah belum mengerti dengan apa yang kini ia alami.

Sebelum sebuah suara membuatnya tersentak dan mencari asal suara tersebut,

‘Selamat datang di permainan. Aku Ios, Artifisial intelegent yang akan membantumu untuk menyelesaikan permainan ini.’

Seekor tupai berwarna putih muncl entah dari mana, sebagai seorang normal tentu saja Niel tidak paham atas apa yang terjadi sebelum ia menatap ke sekeliling yang benar-benar terlihat berbeda dari sebelumnya.

Sebuah singgle sofa empuk lalu layar monitor besar yang memperlihatkan dirinya yang tengah di tangisi oleh pemuda berseragam yang paling ia kenal terpapar jelas sejelas-jalasnya di hadapannya. Sontak saja mata itu membola tak percaya akan apa yang telah ia lihat di depan sana,

“Ti-tidak mungkin, aku… sudah mati?!” ucapnya tanpa sadar sebelum menatap sekeliling dan juga tupai terbang yang terlihat begitu serius tak jauh dari tempatnya duduk.

‘Apa ini? Apa yang terjadi sebenarnya?!’

Bersambung.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi One Chance without Change

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel BENIH PEWARIS TUNGGAL TUAN MUDA
9.5
Sofia, gadis 19 tahun, terpaksa menikahi keponakan rentenir bernama Yesaya demi melunasi utang mendiang ayahnya. Yesaya ternyata pemimpin mafia yang kejam. Ketakutan setelah melihat Yesaya membunuh, Sofia yang sedang hamil pun melarikan diri. Berbulan-bulan sembunyi, mereka bertemu kembali saat Sofia hendak melahirkan bayi kembar. Meski Yesaya mencoba berubah demi cintanya, Sofia yang telanjur benci justru berbohong bahwa anak itu adalah darah daging pria lain.
Sampul Novel CRAZY RICH MENIKAHI GADIS POLOS
8.8
Havva, gadis 17 tahun asal desa kecil di Ankara, terpaksa menikahi Irlan demi membiayai pengobatan ibunya dan meringankan beban ayahnya. Irlan yang kaya raya jatuh hati pada kecantikan alami Havva saat berlibur di penginapan tempat ayah Havva bekerja. Namun, pernikahan ini menjadi mimpi buruk karena Irlan sudah beristri. Bilqis, sang istri pertama yang modis dan sinis, terus mengintimidasi Havva. Mampukah gadis polos ini bertahan di tengah tekanan istri tua?
Sampul Novel Dipaksa Menjadi Boneka di Hadapan Istri Palsu
9.5
Sakti nekat menikahi Anjani, gadis yatim piatu, meski ditentang keluarganya. Namun, ia terpaksa menjalani pernikahan kedua dengan Mala demi mendapatkan donor jantung bagi kakeknya. Di bawah ancaman sang ayah yang mengincar keselamatan Anjani, Sakti terjebak dalam poligami rahasia. Setahun berselang, kebohongan ini terungkap oleh Anjani. Kini, Sakti harus menghadapi kehancuran rumah tangganya di tengah konflik status sosial dan pengkhianatan yang menyakitkan.
Sampul Novel Gairah yang Berapi-api: Istri CEO yang Bersalah
7.9
Di malam pengantin, Rogelio bersumpah menyiksa Marian karena menganggapnya penyebab kematian sang kakak. Meski dibenci dan tak disentuh, sebuah insiden memaksa mereka tidur bersama hingga Marian hamil. Di tengah penghinaan Rogelio, pria itu justru diam-diam melindungi aset dan keselamatan istrinya dari gangguan orang lain. Saat Marian berniat kabur membawa rahasia kandungannya, Rogelio justru memeluknya erat dan menolak melepaskan ibu dari calon anaknya tersebut.
Sampul Novel MENJADI ISTRI DADAKAN CEO AROGAN
8.2
Lavendra hancur saat menyadari pernikahannya dengan Daza, sang CEO angkuh, hanyalah alat demi warisan sang kakek. Luka hatinya kian dalam karena Daza masih mencintai kekasihnya, Lora. Meski begitu, Lavendra sempat bertekad berjuang memenangkan hati suaminya demi impian pernikahan bahagia. Namun, gangguan Lora dan sikap dingin Daza menguras tenaga serta batinnya. Kini, Lavendra terjebak dalam keputusasaan dan merasa naif telah mengharapkan cinta sejati.
Sampul Novel Sahabat Parasit
9.0
Bagi Riana, Sandra bukan sekadar kawan, melainkan saudara tempat berbagi duka. Ketulusan Riana terbukti saat ia membantu Sandra meraih posisi sekretaris pribadi dengan gaji besar di perusahaan suaminya, Andreas. Namun, kedekatan itu justru menjadi bumerang. Hasutan gelap mulai mengikis kesetiaan Sandra, mengubah persahabatan menjadi pengkhianatan. Saat ambisi membutakan mata hati, ikatan suci yang mereka bangun hancur demi godaan yang menghancurkan segalanya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan