Sampul Novel Heartache

Heartache

9.4 / 10.0
Dalam novel modern Heartache, Renjana terjebak hubungan sembilan tahun tanpa kepastian. Di tengah tekanan keluarga untuk mencari jodoh, ia harus memilih antara bertahan atau membuka hati pada sosok baru. Ikuti perjalanan cinta ini dalam romance novel yang penuh pilihan hidup.
Ringkasan Heartache
Renjana terjebak dalam dilema besar setelah menjalin hubungan tanpa kepastian selama sembilan tahun. Di usianya yang ke-27, ia mulai merasa lelah menghadapi tekanan sosial dan pertanyaan kapan menikah. Saat ia kehilangan harapan pada kekasihnya, orang tua dan kakaknya mulai turun tangan menjodohkannya dengan pria lain. Bisakah Renjana menemukan cinta sejati yang tumbuh perlahan di tengah desakan keluarga, atau ia tetap bertahan menanti jati diri kekasih lamanya?
Baca Selengkapnya

Heartache Bab 1

Seperti sebuah penjara bagi Renjana, menemani sang mama ke acara pernikahan anak dari temannya yang menggelar pesta cukup besar. “Renjana kapan nyusul, nih? Teman-temannya sudah menikah semua, dia sendiri yang belum. Lihat tuh Anita aja mau punya dua anak.” Teman mamanya menyindir tentang dirinya yang belum menikah di usia dua puluh tujuh tahun. Benar usia itu akan menjadi bencana baginya tiga tahun lagi.

“Kalau itu sih terserah Renjana. Kalau kami sebagai orangtua hanya menginginkan yang terbaik.” Mamanya membela di depan orang-orang yang sekarang ini sangat banyak. Teman mamanya memang dari kalangan ibu-ibu yang selalu bertanya hal seperti ini ternyata.

Andai sedari awal dia tahu kalau dia akan ditanya seperti ini. Sudah pasti Renjana tidak akan pernah datang, tapi paksaan kakaknya yang mengatakan bahwa dia harus bisa menemukan minimal satu saja seorang laki-laki di sini untuk berkenalan dengannya.

Di ruang keluarga sewaktu Renjana sedang menggendong keponakannya yang baru berusia satu tahun itu. Di sana juga ada Cindy, keponakannya yang nomor satu yang kini berusia tujuh belas tahun dan sudah duduk di bangku SMA.

“Jadi... apa tadi sudah ketemu sama calon yang bisa datang ke sini?”

Kakak satu-satunya yang ia miliki duduk di dekatnya dengan membawa cokelat panas dan biskuit. Suasana seperti ini sangat nikmat sekali, ditambah dengan dinginnya malam dan hujan. Dia pun ke tempat itu karena paksaan Teguh—kakaknya.

Renjana memutar bola matanya. “Kakak kenapa maksa aku banget untuk nyari yang lain?”

Kakaknya meletakkan cangkir dan piring yang ada di tangannya kemudian menghadap samping pada Renjana yang memangku Tama. “Jadi begini, Jana. Seorang wanita itu akan memiliki kemampuan yang berkurang menghasilkan bayi ketika dia berusia tiga puluh tahun, nah kan sebentar lagi kamu berusia tiga puluh tahun, nih?”

“Sebentar. Aku masih dua puluh tujuh, oke!”

“Ah ya, jadi kan aku ingat kalau pacarmu si Yoga itu masih menunggu rumah lunas. Sedangkan rumahnya lunas delapan tahun lagi. Kamu masih mau menunggu?”

Renjana selalu disinggung dengan pernikahan oleh kakaknya. Apalagi tentang Yoga yang masih belum mau menikah. Yoga telah dipacarinya ketika dia baru saja lulus SMA. Dan itu sudah sembilan tahun lalu. “Sayang banget, Jana. Sayang kalau kamu akan dijuluki wanita yang digantung terus sama Yoga. Kamu temenin dia udah lama, terus kalau kamu temani dia lagi sekarang pasti kamu bakalan bosan juga. Sembilan tahun itu nggak sebentar,”

Siapapun tahu bahwa waktu selama itu tidak akan pernah singkat. Tapi sudah telanjur, bahkan Yoga juga mencintainya. Tapi jika membahas

tentang pernikahan sudah pasti Yoga akan menghindar dan tidak mau membahasnya dengan Renjana. Seringkali ia takut menyakiti hati Yoga jika menanyakannya lagi. “Udahlah, kenalan sama anak teman mama. Ngapain juga kamu nungguin Yoga?”

Tapi bagaimanapun juga Renjana masih ada rasa yang begitu kuat pada Yoga. Bagaimana mungkin bisa pindah begitu saja pada pria lain.

Renjana menyerahkan Tama pada kakaknya.

“Papa juga nggak mau kamu sama Yoga, Jana. Meskipun dia seorang PNS ya kita tahu hidupnya itu terjamin. Tapi temen papa anaknya juga PNS sudah menikah. Yoga beda, Jana. Dia nggak punya tujuan untuk itu, mobil, rumah dia bilang nunggu mobil lunas baru lamar kamu. Terus sekarang mobil udah lunas, dia bilang mau nunggu rumah lunas. Kalau kamu nunggu delapan tahun lagi, itu artinya kamu bakalan berusia tiga puluh lima tahun lebih. Kalau kamu jodoh sama dia waktu itu, kalau nggak?”

Renjana juga tidak mau dijuluki dengan perawan tua nanti di belakang namanya. 'Renjana perawan tua' itu sangat menggelikan ketika orang lain menyebutkannya. Andai dia membeli barang lalu menanyakan alamatnya ketika tidak ditemukan kurir, maka tidak sengaja bertemu dengan seseorang lalu bertanya pada orang itu. Kemudian orangnya akan menjawab 'Oh Renjana si perawan tua' sudah pasti itu akan sangat mengerikan.

“Jana serahin aja sama Mama dan Papa.” Apalagi sekarang yang menjadi tujuannya jika bukan menikah. Ia memang bekerja, tapi tidak bisa terus seperti ini. Dia juga punya tabungan untuk persiapan jika Yoga

menginginkan, tapi sayangnya pria itu masih belum mau mengajaknya menikah.

“Mau?” tawar mamanya untuk kedua kali.

Renjana untuk kedua kalinya menganggukkan kepalanya. “Ya, Ma. Bagaimana baiknya untuk Mama sama Papa aja. Kalau memang itu yang terbaik juga buat kalian. Aku nurut,”

“Ini nggak terpaksa, kan?” Mamanya memastikan tentang perjodohan.

****

“Aku nggak ngerti sama jalan pikiran orangtuaku.” Renjana mendesah lalu meletakkan tasnya dengan sembarang di atas meja ketika berkunjung ke coffee shop milik temannya yang sudah menikah dengan seorang pria yang memiliki pekerjaan cukup baik. Biasanya dia di sini bersama dengan Yoga ketika pria itu sedang jam istirahat.

Fika tertawa mendengar keluhan temannya lalu menaruh secangkir macchiato yang sudah menjadi minuman favoritnya di sini. Sebelum datang dia sudah memesan minuman itu terlebih dahulu lewat WhatsApp. Fika duduk di kursi yang berlawanan arah dengannya. “Mama kamu memangnya kenapa, Jana?”

“Mama jodohin aku sama orang lain.”

“Hahahaha... aku kalau jadi orangtua kamu juga bakalan lakukan hal yang sama kali, Renjana. Ya kita tahu sendiri pacar kamu nggak ada tujuan.” Fika malah membela orangtuanya Renjana tentang perjodohan itu. “Gini ya, Jan. Kita itu seorang wanita, yang seharusnya lebih tegas. Nah sekarang kalau kamu serius sama Yoga, kamu tantang dia deh,” saran Fika yang tidak tahan melihat ekspresi Renjana yang kusut siang ini.

Renjana bekerja di tempat kakaknya, jadi bisa bersantai kapan saja. Apalagi bisa nongkrong di tempatnya Fika seperti ini. “Tantangan seperti apa?” Renjana juga tidak tahu bagaimana cara mengajak Yoga untuk jenjang lebih serius. Sedangkan kakaknya juga sudah tidak bisa percaya lebih lama lagi pada pria itu.

“Ya kalau dia serius sama kamu tinggal bilang kalau kamu bakalan dilamar sama orang lain. Kalau Yoga serius, pasti dia bakalan usaha juga untuk nikahi kamu. Nggak pakai alasan.” Dengan santainya Fika memberikan saran. Sedangkan dia sudah punya anak. Teman baiknya masih melajang dengan ucapan bahwa akan menunggu Yoga yang entah kapan pria itu bisa melamarnya.

****

Malam-malam dia bangun dengan kepala sedikit pusing. Seharusnya pulang bekerja tadi dia bisa pergi dengan Yoga atau mengajak pria itu ke manapun seperti biasanya. Akan tetapi dia memilih pulang lalu tidur dan sampai lupa bahwa dia belum makan malam sampai saat ini.

Langkahnya gontai keluar dari kamar, melewati ruang tengah yang masih ramai. “Seorang wanita berusia tiga puluh tahun akan memiliki peluang hamil sekitar dua puluh persen setiap bulannya,” Cindy membaca dengan suara lantang.

Semua keluarganya menatap ke arah Cindy yang membaca. “Cindy, kamu jangan cari gara-gara sama Tante kamu!” tegur Lisa—kakak iparnya Renjana.

Cindy menggeleng. “Nih, Ma. Sumpah bukunya ditulis seperti itu, Cindy tuh lagi hafalan.” Cindy menyodorkan buku biologi pada Lisa.

Dia merasa bodo amat dengan Cindy yang menyindirnya dengan materi biologi. “Cindy, minta maaf sana sama Tante Jana!” Kali ini giliran Teguh yang angkat bicara pada putrinya yang sudah menyinggung soal memproduksi bayi. Ya sebenarnya mereka satu keluarga ini sangat menantikan Renjana menikah. Namun, dengan hubungan yang menggantung sudah pasti akan meragukan dan tidak tahu akan ke mana hubungan ini jika mereka tidak segera mencarikan Renjana pasangan.

Yoga memang terbilang pria mapan, bahkan mungkin banyak yang kagum padanya. Tapi jika mengenai pernikahan, pria ini tidak ada tanda- tanda akan melamar Renjana. Kasihan juga kalau ada gelar baru perawan tua menempel pada adiknya jika harus menunggu Yoga lebih lama lagi. Delapan tahun juga bukan waktu yang sebentar untuk menunggu rumahnya lunas.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Heartache

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Beautiful Secret
8.0
Liam Andreas Ville, miliarder berusia 30 tahun, terjebak dalam pernikahan hambar dengan Rose yang hanya peduli pada kemewahan. Di sisi lain, Emily Alexandra bekerja keras secara sembunyi-sembunyi demi uang, berbeda jauh dari kakaknya yang manja. Suatu malam, rahasia Emily selama dua tahun terendus oleh Liam. Demi melindungi reputasinya dari Rose dan keluarga yang sangat pemilih, Emily terpaksa menjalin kesepakatan rahasia dengan sang kakak ipar agar pekerjaannya tetap tersembunyi.
Sampul Novel Kurang dari tiga
9.2
Hubungan asmara Raka kini berada di ambang kehancuran akibat kehadiran Nadia. Sebagai kekasih, Raka merasa diabaikan karena Cherry selalu memprioritaskan sahabatnya yang berkacamata tebal itu. Amarahnya meledak saat ia menyadari posisinya hanya menjadi yang kedua bagi Cherry. Namun, kecemburuan buta ini justru membawa Raka menuju sebuah titik balik yang tak terduga dalam hidupnya. Akankah perasaan mereka bertahan saat prioritas Cherry terbagi?
Sampul Novel Melahirkan Anak Bos Killer
8.9
Demi membiayai pengobatan ayahnya pasca kecelakaan hebat, Sarah Adelia terpaksa menikahi Wisnu Pratama dan berjanji memberinya keturunan. Namun, pernikahan itu penuh luka karena sikap kasar Wisnu yang masih terbelenggu masa lalu. Saat impian Wisnu memiliki putra terwujud, Sarah justru jatuh koma setelah persalinan. Kini, di ambang maut, Sarah harus berjuang antara bertahan hidup demi sang buah hati atau menyerah pada penderitaan panjangnya.
Sampul Novel MENGGODA DOSEN GALAK
8.1
Bagi Darris, mencintai Netanya adalah dosa yang ingin ia ulangi terus-menerus. Enam tahun berpisah demi pendidikan tak mampu menghapus pesona wanita yang ia anggap sebagai hadiah Tuhan tersebut. Kini, takdir memberikan kejutan besar saat Neta kembali muncul sebagai dosen pembimbingnya di kampus. Meski panggilannya sering membuat Neta kesal, Darris tetap bertekad meluluhkan hati sang dosen galak agar hubungan mereka bisa berakhir di pelaminan.
Sampul Novel Salah Target
8.6
Andrey memimpin sindikat perdagangan manusia untuk membalas dendam pada rival lamanya, Dicky Prasetyo. Mereka menculik Flamboyan Prasetyo demi uang tebusan besar, tanpa menyadari bahwa dia hanyalah anak pembantu yang dirawat Dicky. Target asli, Kirana yang difabel, sedang berada di luar kota. Saat Dicky menghilang tanpa jejak, Bramastyo Hartawan harus berjuang sendirian demi menyelamatkan kekasihnya dan calon mertuanya dari ancaman maut yang kian mencekam.
Sampul Novel Sekretaris kesayangan CEO
9.7
Menjalin asmara dengan bos kaya bukan hal mudah bagi Yasmin Andara. Sebagai sekretaris cantik, ia harus menghadapi cobaan berat saat dipaksa menjauh dari CEO yang merupakan kekasihnya sendiri. Realitas pahit kini menguji keteguhan hati mereka di tengah tuntutan profesionalisme. Apakah cinta mereka mampu bertahan melewati rintangan ini, atau justru hubungan tersebut harus berakhir tragis? Ikuti perjuangan Yasmin mempertahankan cintanya yang penuh dilema.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan