Sampul Novel Secret Affair

Secret Affair

8.0 / 10.0
Lima tahun membina rumah tangga, Raquel Brons mendapati bukti perselingkuhan suaminya lewat kiriman foto anonim. Kehancuran ini memicu rencana nekat karena gugatan cerainya terus ditolak pengadilan. Raquel memutuskan mencari pria simpanan demi memancing sang suami agar bersedia berpisah. Di tengah misi tersebut, seorang pria muncul menawarkan diri menjadi sekutunya. Namun, benih cinta tak terduga justru tumbuh, mempersulit perjuangannya untuk bebas.

Secret Affair Bab 1

Bab 01. Rasa Curiga

Kaki jenjang itu berhenti di sebuah kamar hotel. Beberapa kali netranya menatap nomor yang tertera di papan kayu yang tergantung di atas pintu.

Wajahnya gusar dan kecewa, tas selempang yang dikenakan tercengkram kasar. Ia juga beberapa kali mengeratkan gigi sambil menggerutu. Tidak, tidak mungkin dia berselingkuh dariku!

Ia hanya berdiri menatap pasti, nomor hotel yang ada di depan pintu sembari memeriksa kembali pesan yang masuk ke ponsel miliknya.

“Benar, nomor ini sama dengan yang dikirim padaku.” Kembali ia bergumam dengan raut penuh kecurigaan. Kemudian tangannya terulur berniat membuka pintu tersebut.

Namun, aksinya berhenti saat terdengar suara bisikan yang cukup membuat wanita cantik bernama Raquel Brons terlonjak kaget.

“Ada yang bisa saya bantu, Nona?” bisik pria itu sembari tersenyum tipis, hingga membuat Raquel menoleh.

Mata birunya langsung menyipit menatap seorang pria tampan yang berpakain staf hotel. Tak berselang lama Raquel menerobos pergi tanpa sepatah kata apapun. Dia tak berniat menjawab maksud keperluannya datang ke hotel tersebut.

Tentu saja membuat pria tampan itu terheran-heran akan sikapnya yang acuh. “Apa yang salah dengan ucapanku?” dia bertanya tidak mengerti pada dirinya yang hendak menegur wanita itu.

Sementara Raquel terlihat marah pada dirinya, akan tindakan impulsif membuntuti suaminya berdasarkan dari nomor anonim yang ia tidak ketahui namanya.

“Ah, apa aku terlihat bodoh. Sampai harus mengikutinya!” Raquel kembali menggertakan gigi, dia cukup lelah atas kecurigaan berlebihan tentang suaminya.

Sebab, dia sudah menjalani hubungan selama lima tahun berdasarkan wasiat ayahnya yang sudah meninggal. Meskipun selama lima tahun sang suami selalu menolak memiliki anak darinya.

Suara ponsel berdering membuat kemarahan miliknya meredam. “Bagaimana? Apa benar suamimu berselingkuh.”

Belum mengatakan kata apapun, ia lebih dahulu mendapat pertanyaan beruntun dari seberang. “Cukup, dengan pertanyaan bodoh itu, Jen. Suamiku tidak mungkin berselingkuh!” 

Raquel berusaha menyangkal rasa penasaran sahabatnya dengan menegaskan bahwa pria yang sudah bersamanya lima tahun tidak mungkin berselingkuh darinya.

“Apa kau yakin?” pertanyaan tersebut kembali mengusik rasa kepercayaan yang dimiliki Raquel sendiri. Membuatnya lagi-lagi mempertanyakan kesetian sang suami.

“Sudahlah, aku tidak ingin membahas apapun lagi,” ucapnya berusaha mengakhiri pertanyaannya.

Suasana hatinya cukup dilema, harus membayangkan pria yang tengah satu atap dengannya, sedang memadu kasih bersama wanita lain.

“Apa salahnya kamu menyelidikinya, Raquel. Aku juga berbicara seperti ini padamu karena aku peduli,” ucapnya lirih.

Tidak ada yang  salah dengan nasihat sahabatnya, melainkan ia cukup takut bila sewaktu-waktu apa yang ia temui akan menghancurkan dirinya sendiri. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan firasat wanita yang diduakan sangat kuat, walau tanpa bukti.

Sahabatnya pun mengakhiri panggilan telepon tersebut usai mengatakan hal itu, dia hanya meninggalkan sejuta rasa curiga pada Raquel. Sementara Raquel sendiri masih belum meninggalkan hotel, jika berbalik. Mungkin saja Raquel akan menemukan sebuah kenyataan pahit.

Sayangnya ia tak ingin mengetahui hal tersebut, dan bergegas melanjutkan langkah kakinya menuju parkir. Sesuatu tak terduga kembali menghentikan langkahnya. Saat pria yang menegurnya tadi di depan pintu kamar terdengar memanggilnya.

“Nona!”

Pria itu berteriak, memintanya untuk segera berhenti. “Ckc! Apa lagi ini,” runtuknya kesal menatap pria tersebut sambil berkacak pinggang 

“Anda meninggalkan ini Nona,” ucapnya dengan suara nafas berat menyodorkan dompet coklat miliknya. Gegas ia mengambilnya dan berbalik untuk segera pergi. Sikap tanpa terimakasih membuat pria tersebut menganggapnya sombong.

“Setidaknya ucapkan terima kasih,” gumamnya masih terdengar sembari memasang raut wajah cemberut. 

Langkah kaki Raquel kembali terhenti saat mendengar pria itu menggerutu, dia lalu berbalik dan mengatakan.

“Terimakasih, puas ‘kan!” cetusnya dengan senyum yang cukup ia paksakan. 

Mendengar ucapan terimakasih yang tak ikhlas dari wanita cantik itu, cukup membuatnya kembali kesal 

“Seperti orang yang tak ikhlas saja, masih baik ada orang yang mengembalikan barangmu,” protesnya sedikit cemberut.

“Terus Anda mau apa? Sujud syukur, gitu?” ketus Raquel galak, hingga sepasang matanya memelototi pria tersebut karena tidak menyukai tingkah pria asing di hadapannya. Bahkan Raquel  tidak berniat berdebat dengannya. Sebab, agendanya cukup membuatnya stres dan lelah. Terlebih lagi dengan kabar tak mengenakan tentang suaminya yang berselingkuh.

“Bukan begitu. Ugh, apa anda memang memiliki temperamen buruk seperti ini.” Pria itu justru kembali mengomentari sikap Raquel yang kasar, sehingga amarah yang cukup ia tahan justru tak sengaja terlampiaskan begitu saja.

Plak!

Sebuah tamparan membuat pria tersebut terlonjak kaget. Harga dirinya sebagai pria seketika terjatuh karena seorang wanita asing menamparnya begitu saja.

“Berani sekali kau menamp…!” 

Namun, pria tersebut belum menyelesaikan ucapanya. Akan tetapi, ia justru dengan cepat menarik tangan Raquel bersembunyi saat melihat seorang wanita yang ia kenali keluar dari hotel.

“Apa-apaan kau ini. Berani sekali tangan kotormu menyentuhku!” celetuk Raquel geram melihat tingkah kurang ajar pria di depannya.

Akan tetapi, pria tersebut tidak mengindahkan ucapannya. Keduanya justru bersembunyi di belakang mobil sedan yang tak jauh dari mobil milik Raquel, tubuh pria itu tak sengaja menghimpit dada miliknya. Tentu saja membuatnya benar-benar marah.

Tidak hanya itu.Tangan besar milik pria tersebut mencengkeram pergelangannya. Membuat bibir tipis Raquel terkatup rapat ketika tangannya menutup mulutnya dengan kasar.

“Ssst, saya mohon … anda bisa diam ‘kan,” pintanya dengan mata berkaca padanya agar tidak bersuara.

Setelah wanita yang ia lihat sudah masuk ke dalam taksi. Ia melepas cengkraman tangannya pada Raquel. 

“Maaf aku tidak sengaja,” ucapnya sedikit bersalah. Namun, wanita itu telah meninggalkan tempat tersebut tanpa sepatah kata lagi membuat sarat wajahnya kembali terlihat suram.

Di perjalanan pulang, terlihat notifikasi ponsel miliknya melayang di beranda, ia langsung membukanya. Sebuah pesan yang cukup romantis membuat Raquel tanpa ekspresi, berbeda ketika ia menatap pria asing tadi.

“Mana yang harus aku percaya, apa aku terlihat mudah bagimu?” ia justru bertanya mengenai kepercayaan tentang sang suami yang mulai memudar.

Bergulat dengan pikiran yang cukup lama, tak terasa ia akhirnya sampai di rumah. Sarat wajah lelah masih tergambar pasti di setiap sudut wajah cantiknya.

Raquel bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, dengan harapan rasa gelisah di hatinya mereda. Setelah selesai membersihkan diri Raquel langsung menuju kasur. Rambut hitam panjang itu masih basah, tanpa memperdulikan tetesan air dari rambut mengganggunya.

Suara pintu perlahan terbuka, membuat Raquel langsung menutup mata. Ia berpura-pura untuk tidur. Kecupan manis seperti biasa masih terjadi, parfum yang baru disemprotkan terasa menyengat, seolah menutupi sesuatu darinya.

Usai memberikan kecupan pada istrinya, dia pun pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Saat itulah kesempatan bagi Raquel memeriksa tulisan anonim yang memberikan bukti perselingkuhan suaminya.

Dia terus merogoh kantong jas yang dipakai suaminya tadi, tanpa sengaja kertas putih yang bertinta baru saja terlihat berantakan jatuh didepan matanya. Raquel menemukan sebuah note transaksi hotel yang baru saja ia tuju.

Dia cukup tercengang, tidak hanya note transaksi hotel, melainkan kertas kecil lain pun menyusul keluar dari jas kantong hitam suaminya. Tentu saja membuatnya  kembali terkejut atas uang yang dihabiskan sang suami.

“Astaga, wanita seperti apa dia, sehingga suamiku mengeluarkan uang sebanyak ini  untuknya!” gumamnya tak percaya, sembari menatap total dari note tersebut.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Secret Affair

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya mengira pernikahannya dengan Adnan akan membawa kebahagiaan abadi, namun realitanya justru menjadi neraka penuh kekerasan. Adnan melampiaskan dendamnya terhadap mertua dengan menyiksa istrinya secara keji setiap hari. Di tengah penderitaan fisik dan batin yang mendalam, sosok dari masa lalu Saschya tiba-tiba muncul kembali. Akankah kehadiran mereka membantu Saschya lepas dari belenggu Adnan, atau justru menambah konflik baru dalam hidupnya yang hancur?
Sampul Novel En-PD154
9.0
Setelah memenangkan sepuluh laga beruntun di arena, aku justru dikhianati Roderick. Tunanganku itu malah bermesraan dengan cinta pertamanya dan membiarkan wanita itu menghinaku sebagai sosok kasar yang tak berkelas. Kelembutannya kemarin sirna, berganti pengakuan cinta untuk wanita lain di hadapanku. Dengan hati yang mendingin, aku menghubungi ayahku sang bos mafia. Aku meminta pernikahan dibatalkan karena aku ingin mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel En-PD158
8.7
Tiga tahun menikah, Zhou Yu'an mendadak meminta cerai dari istrinya demi menyelamatkan putra kandungnya bersama Lin Yanran yang menderita leukemia. Ia memohon izin untuk memiliki anak lagi dengan sang mantan agar sel bayi baru lahir itu bisa menjadi obat, sambil berjanji akan kembali setelah misi medis itu selesai. Namun, di tengah tangis kepedihan suaminya, sang istri menemukan pesan provokatif dari Yanran yang sudah menanti Yu'an untuk segera menghamilinya malam ini juga.
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Bramantyo dan Bima terobsesi menyiksaku dengan kehadiran Sandra demi menguji cintaku. Puncaknya, saat kecelakaan terjadi, mereka membiarkan tanganku hancur demi menyelamatkan Sandra. Karier musikku pun sirna. Mereka menantikan amarahku, namun aku hanya diam membisu, bahkan saat liontin ibuku dihancurkan Sandra. Di ranjang rumah sakit, pengabdianku mati. Ini bukan cinta, melainkan sangkar kejam. Kini aku bersiap melarikan diri dan membalas kehancuran ini.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Pasca kehilangan Rizal, Sonia pindah ke apartemen kecil bersama dua anaknya, Alif dan Hana, demi lari dari duka. Di sana, ia bertemu Yudha, seorang duda karismatik yang membesarkan putrinya, Mira, sendirian setelah tragedi serupa. Meski sama-sama terluka, pertemuan di lorong apartemen itu memicu percikan emosi. Kini, mereka harus memilih: tetap terbelenggu kenangan pahit masa lalu atau meruntuhkan dinding ketakutan demi menyambut cinta baru yang hadir di depan mata.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan