Sampul Novel Taaruf dengan Anak Wanita Malam

Taaruf dengan Anak Wanita Malam

9.6 / 10.0
Dalam novel modern Taaruf dengan Anak Wanita Malam, impian Selina menikah dengan Aqsa hancur saat asal-usulnya terungkap. Sebagai romance novel yang menyentuh, kisah ini menguji keteguhan hati Selina menghadapi penolakan keluarga demi menemukan kebahagiaan sejati di webnovel ini.
Ringkasan Taaruf dengan Anak Wanita Malam
Selina merasa sangat bahagia saat pemuda pujaannya, Aqsa, mengajaknya bertaaruf. Aqsa adalah pengusaha saleh sekaligus putra sahabat ayahnya, Ustaz Bashor. Namun, sukacita itu hancur saat asal-usul Selina terungkap. Ternyata, ia bukan anak kandung sang ustaz, melainkan putri seorang wanita malam yang diadopsi sejak bayi. Keluarga Aqsa pun membatalkan khitbah secara sepihak. Di tengah kehancuran hatinya, mampukah Selina menemukan cinta yang mau menerima masa lalunya?
Baca Selengkapnya

Taaruf dengan Anak Wanita Malam Bab 1

Hati Selina berbunga-bunga dan jantungnya terpompa lebih cepat bagai irama perkusi yang bertalu-talu. Betapa tidak, pemuda yang datang taaruf adalah pemuda yang dia sukai sejak pertama kali bertemu. Tidak hanya Selina siapapun gadis akan merasa bahagia jika yang datang untuk melamarnya adalah seorang pemuda yang dia cintai. Bagai durian runtuh, Selina tersipu-sipu hingga membuat rekan kerjanya sesama guru terkejut melihat perubahan rona wajahnya yang bersemu merah karena kentara kulitnya seputih salju.

Pagi tadi Selina mendapat kabar dari sahabatnya Shiza Anisa Hanifah bahwa kakaknya bernama Aqsa akan datang hari ini lebih cepat dari rencananya untuk melakukan taaruf dengan Selina. Shiza sendiri tidak bisa ikut karena harus bekerja. Selina sangat bahagia jika bisa bersanding dengan Aqsa karena selain dia mencintainya dia juga bisa semakin dekat dengan adiknya Shiza yang merupakan sahabatnya sewaktu kuliah di Bandung.

Kedua orang tua Selina tak memberitahu hal itu tapi Selina diam-diam pulang lebih awal karena penasaran dengan kedatangan Aqsa dan keluarganya. Dia memarkirkan motor maticnya tanpa suara di halaman belakang rumah. Selina masuk lewat pintu belakang dan mengintip dari dapur, mencuri dengar apa yang keluarganya dan keluarga Aqsa bincangkan. Hening yang terdengar Selina. Lalu Selina beranjak mendekati tirai penghubung ruang tamu dengan ruang keluarga. Dia menajamkan pendengarannya.

“Astagfirulloh, maaf kami tidak bisa melanjutkan proses taaruf, Ustaz Bashor. Kami tidak bisa menerima kalau calon mantu kami, Selina ternyata anak dari seorang pelacur,” ucap seorang pria paruh baya yang seumuran dengan Ustaz Bashor yang berada di hadapannya.

Suasana yang berawal hangat kini berubah hening dan dingin. Semua orang diam tergugu, bingung mau berkata apa karena shocked mendengar kabar pahit yang baru saja terkuak. Sementara Selina yang baru saja mengintip di balik tirai terkesiap dengan apa yang pria itu katakan. Seketika dia berurai air mata dengan tubuh yang bergetar hebat seperti tersetrum ribuan volt. Namun Selina tetap berada di sana berusaha menyimak apa yang mereka sampaikan. Barangkali dia salah dengar.

“Tidak Papa, aku bisa menerimanya. Setiap anak tak pernah meminta untuk dilahirkan dari rahim siapa,” sahut anak dari pria tadi meskipun dia juga tak kalah shocked mendengar kabar tentang gadis yang dia cintai. Namun cintanya lebih besar daripada rasa sakit mendengar fakta tersebut.

Selina tertegun mendengar suara bariton itu. Iya, suara bariton itu suara lelaki yang dia nantikan kehadirannya, suara Mohammad Al Fatih Aqsa.

“Dengarlah, Aqsa, mencari pasangan itu harus dilihat dari bibit, bebet dan bobotnya. Dilihat dari bebet Selina gadis yang baik dan memiliki paras cantik untuk seorang gadis. Juga dari bobot yang berarti Selina memiliki kualitas diri yang bagus, seorang yang berpendidikan dan berakhlak mulia.

Sayang, dari segi bibit atau garis keturunan dia tidak masuk kriteria, ibunya seorang pelacur dan ayahnya siapa tak jelas,” jelas pria itu lagi pada anaknya bernama Aqsa. Mendengar hal itu Aqsa mendengus kesal dan Ustaz Bashor menelan salivanya susah payah.

Aqsa benar-benar tak peduli asal-usul gadis itu. Yang dia tahu Selina dibesarkan oleh seorang alim ulama, Ustaz di pesantren dan dia mencintainya sudah lama. Oleh karena itu dia ingin segera menghalalkannya dengan proses taaruf lalu khitbah dan menikah.

Pria yang dipanggil Ustaz Bashor mendongak menatap lampu gentur yang menjuntai, berusaha menahan tangis mendengar respon sahabat lamanya yang hendak taaruf untuk putrinya. Apalagi mendengar kalimat bahwa ‘Selina anak seorang pelacur’. Tidakkah ada kalimat lain yang lebih pantas?

Lalu perlahan Ustaz Bashor mengembuskan nafasnya secara kasar. Dia tak pernah mengira respon sahabatnya akan seperti itu.

“Baiklah, saya tidak akan memaksa anak kamu Bang buat lanjutin taaruf. Lagipula kalian yang datang kemari bukan saya yang meminta. Satu hal lagi ingatlah bahwa, sebagai manusia kita tidak boleh merasa sombong dan lebih baik daripada manusia lainnya.

Memang betul Dewi Rahma, ibu kandungnya Selina seorang wanita tuna susila. Itu yang saya dengar dulu. Tapi saya tidak tahu kondisinya sekarang. Barangkali dia sudah bertobat. Seseorang yang sudah bertobat seperti seorang bayi suci yang baru saja dilahirkan. Mungkin lebih baik dari kita yang meskipun rajin ibadah tapi ada kesombongan dalam hati.

Dan, soal Selina, meskipun dia terlahir dari kedua orang tua yang fasiq, insyallah dia berakhlak baik karena kami telah mendidiknya sedari kecil dengan pendidikan Alquran di pesantren,” papar Ustaz Bashor dengan jujur dan apa adanya.

Air mata Selina langsung meruah tatkala mendengar perkataan Ustaz Bashor atau Abahnya bahwa Selina tidak salah dengar, Selina anak seorang wanita tuna susila. Tubuh Selina seketika roboh ke lantai dengan kedua tangan membekap mulutnya, berusaha keras meredam suara tangisnya.

“Abah … Ummi … jadi aku bukan anak kalian? Aku anak seorang pelacur?”

Hiks … hiks … hiks …

Selina kembali menangis.

“Betul, Bang Rakha, Mbak Ayu dan Mbak Gendis, alhamdulillah kami telah membesarkan Selina dengan cara yang baik, terlepas dari garis keturunannya yang buruk,” seru Ummi Sarah, istri Ustaz Bashor ikut membela sang suami. Dia juga ikut kesal karena merasa keluarga Aqsa memojokkan Ustaz Bashor dan Selina putri kesayangannya.

“Saya merasa dibohongi, Pa. Ustaz Bashor temanmu ini orang berilmu tapi suka berbohong,” kata istri pria tadi bernada geram. “Satu hal lagi, Selina berarti bukan mahramnya Ustaz Bashor, bagaimana ini secara hukum syariat? Seorang yang yang suka ceramah tapi sendirinya tak melakoninya,”

“Betul apa kata Mbak Ayu, Bang, jika aku tak bertanya dan memperlihatkan foto itu mungkin dia akan menutupi semuanya,” timpal Gendis, tantenya Aqsa.

“Ustaz Bashor dan Ummi Sarah tahu tidak? Video syur Dewi Rahma pernah viral. Satu hal lagi yang bikin saya sakit hati, suami sahabat saya Maira direbut oleh dia sampai-sampai Maira hampir melenyapkan nyawanya sendiri,” serunya lagi mendelik pada Ustaz Bashor dan Ummi Sarah bergantian. Suasana di ruang tamu yang sederhana itu menjadi semakin tegang. Gelak tawa reuni antar sahabat lama pun sirna sudah.

Ustaz Bashor dan Ummi Sarah tercengang mendengar kisah Dewi Rahma. Namun dalam kacamata Ustaz Bashor apa yang disampaikan tantenya Aqsa tak sepenuhnya benar. Ada hal baik yang tak terlihat yang dimiliki Dewi Rahma ibu kandungnya Selina di mata umum sehingga menjadi pertimbangan sendiri baginya menerima Selina dalam asuhannya.

“Ckck!” Aqsa menggelengkan kepalanya. Dia merasa amat kecewa melihat respon keluarganya pada anak gadis yang dicintai. Selina tak memiliki salah dan dosa. Hanya saja dia terlahir dari rahim seorang wanita penghibur dengan ayah yang tak jelas siapa.

“Mama dan Papa, Tante juga, aku akan menikahi Selina, bukan ibunya Selina. Selina sama sekali tidak ada hubungan apa-apa dengan apa yang dilakukan oleh ibu kandungnya. Please, kalian jangan berpikir macam-macam. Perkataan kalian melukai hati Ustaz Bashor dan Ummi Sarah,” sergah Aqsa yang sedari tadi menahan amarah, akhirnya meledak juga.

“Aqsa, kamu jangan membantah! Memang Selina dididik dengan baik katanya, tapi ingatlah secara genetik Selina pasti menuruni sifat genetik kedua orang tuanya. Mama tak bisa bayangkan jika dia jadi istri kamu. Tabiat seorang wanita nakal, mungkin dia akan mudah berselingkuh dan bermain dengan pria lain. Dia tidak akan bisa menjaga marwahnya sebagai seorang istri,” cerocos Ayu, ibundanya Aqsa. Wajah Aqsa sampai memerah karena saking kesal dengan perkataan ibunya. Pun, dia merasa malu pada keluarga Ustaz Bashor yang begitu baik menyambut kedatangan mereka.

“Astagfirullah …” gumam Ustaz Bashor mendengar mulut pedas Ayu. Dia tak mengira Ayu akan berbicara sekejam itu padanya. Baik Ayu dan Rakha mereka berdua lulusan pesantren yang terkenal di Jawa Timur bersamanya.

“Astagfirullah dasar mulut laknat …” batin Ummi Sarah juga tak kalah kaget mendengar perkataan Ayu yang menusuk dan melukai hati Ustaz Bashor dan dirinya. Ustaz Bashor dan Ummi Sarah merasa masih beruntung karena mereka menganggap Selina tidak ada di sana, tengah mengajar di sekolah. Andaikata dia mendengarnya maka sudah bisa dipastikan hatinya akan sangat terpukul. Padahal sedari tadi Selina menguping pembicaraan mereka dengan rasa yang perih.

“Mama, sudah jangan bicara ke sana kemari,” lirih Rakha berusaha menenangkan istrinya, Ayu yang tak suka mengontrol diri.

“Maafkan kami, Ustaz Bashor, kami benar-benar tidak bermaksud menyinggung perasaan Ustaz Bashor soal proses taaruf. Barangkali hubungan kita tak perlu diperkuat dengan ikatan pernikahan anak-anak kita. Kita cukup menjaga silaturahim saja,” ucap Rakha pada Ustaz Bashor.

Ustaz Bashor tak banyak bicara ataupun berkomentar karena dia sudah sangat kesal melihat respon mereka.

“Tunggu, Papa, apakah Papa lupa jika dalam Islam ada beberapa kriteria yang harus dimiliki untuk menentukan pasangan hidup?

Ada empat kriteria dalam memilih pasangan hidup. Pertama harta. Kedua nasab atau keturunan ketiga paras dan keempat agama. Namun nabi menganjurkan mendahulukan agama di atas segalanya. Selina memiliki tiga hal tersebut kecuali nasab. Namun dalam agama Selina memenuhi kriteria tersebut. Selina wanita yang salihah …” jelas Aqsa dengan suara yang bergetar. Matanya berembun menahan tangis.

Rakha diam mendengar penjelasan sang anak. Dia sendiri yang mengajarinya tapi terasa sulit untuk melaksanakannya.

“Sudahlah Aqsa, ayo kita pulang!” ajak Ayu pada putranya. Rakha pun hanya menepuk bahu Aqsa dan mengajaknya pulang.

Rombongan keluarga Aqsa pun pulang. Hanya Rakha dan Aqsa yang berpamitan dan bersalaman dengan Ustaz Bashor dan Ummi Sarah sedangkan Ayu dan Gendis pergi begitu saja.

Bersambung,

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Taaruf dengan Anak Wanita Malam

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Amnesia Palsu, Tapi Melepaskannya Sungguh-sungguh
9.5
Pasca-kecelakaan, seorang wanita memutuskan berpura-pura hilang ingatan demi menggoda suami dan putranya. Namun, pertanyaan "Kalian siapa?" justru mengungkap kenyataan pahit. Sang putra dengan gembira menarik wanita asing ke dalam ruang rawat, lalu menyebut ibunya sendiri sebagai seorang tante yang sedang mereka jenguk bersama kedua orang tuanya. Sang suami hanya diam, membenarkan sandiwara kejam itu secara tersirat. Kisah penuh misteri dalam novel modern ini menguji arti pernikahan yang sesungguhnya.
Sampul Novel Kutukar Hidupku untuk Kalian
8.7
Menghadapi gagal ginjal stadium akhir, harapan wanita ini pupus saat ginjal yang cocok untuknya justru diberikan sang suami kepada adiknya. Ia memilih keluar dari rumah sakit dan menyerahkan seluruh hartanya pada sang adik demi senyum orang tuanya. Ia bahkan membiarkan suaminya merawat adiknya, dan merelakan anaknya memanggil sang adik dengan sebutan "ibu". Ketika semua keinginan mereka telah terpenuhi, mengapa kini penyesalan justru datang menghampiri mereka?
Sampul Novel SRTJC
7.9
Selamat datang dalam kumpulan kisah unik yang merangkum dinamika kehidupan remaja masa kini. Di sini, logika seolah dikesampingkan demi aksi-aksi spontan yang tak terduga dan penuh kejutan. Setiap bab menyajikan potret autentik tentang perilaku absurd serta kelakuan nyeleneh anak muda di era modern. Ikuti perjalanan seru mereka yang penuh tawa dan kegilaan dalam menghadapi keseharian. Temukan bagaimana momen-momen paling mustahil menjadi nyata di cerita ini.
Sampul Novel The Duke's Daughter
8.7
Nivea Del Castano dikenal sebagai putri pemberontak yang selalu menjunjung tinggi kejujuran, meski harus bersikap dingin. Keteguhan hatinya diuji saat ia menyadari identitas aslinya sebagai reinkarnasi gadis dari masa lalu. Meski takdir kuno terus membayangi langkahnya, kehadiran Matias Vander Lawrence membawa warna baru yang tak terduga. Di tengah jeratan garis hidup yang tak terelakkan, Nivea kini bimbang antara terus melarikan diri atau menetap demi cintanya.
Sampul Novel Tunangan Ganda
9.5
Mia, aktris yang terjerat utang, terpaksa menyamar sebagai pewaris kaya bernama Lara demi menikahi jutawan dingin, Hector. Rencana singkat ini berubah menjadi jebakan berbahaya saat hari berganti bulan. Di tengah ancaman pemerasan dan pengkhianatan, Mia harus menghadapi Hector yang mulai curiga namun juga terpikat oleh jati diri aslinya. Kini, ia terjepit antara melarikan diri dari kebohongan besar ini atau bertahan menghadapi kebenaran yang mengancam nyawanya.
Sampul Novel Wanita Tak Ternilai
9.5
Zhafira terjebak dalam pernikahan kelam dengan pria kejam yang terus menghinanya sebagai wanita murahan. Meski hatinya hancur mendengar cercaan sang suami, ia tetap bertahan demi membiayai pengobatan ibunya yang sedang sekarat. Sejak kecil hidupnya penuh penderitaan, dan kini ia harus menghadapi kenyataan pahit menjadi tawanan pria tanpa perasaan. Akankah ada titik terang bagi Zhafira, ataukah air mata akan terus mengiringi sisa hidupnya yang penuh siksaan?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan