Sampul Novel Wanita Tak Ternilai

Wanita Tak Ternilai

9.5 / 10.0
Dalam Wanita Tak Ternilai, Zhafira terjebak pernikahan paksa demi pengobatan ibunya. Menghadapi suami kejam yang merendahkannya, ia harus bertahan di tengah konflik modern novel ini. Simak kisah haru Zhafira dalam romance novel penuh perjuangan ini di platform web novel kami.
Ringkasan Wanita Tak Ternilai
Zhafira terjebak dalam pernikahan kelam dengan pria kejam yang terus menghinanya sebagai wanita murahan. Meski hatinya hancur mendengar cercaan sang suami, ia tetap bertahan demi membiayai pengobatan ibunya yang sedang sekarat. Sejak kecil hidupnya penuh penderitaan, dan kini ia harus menghadapi kenyataan pahit menjadi tawanan pria tanpa perasaan. Akankah ada titik terang bagi Zhafira, ataukah air mata akan terus mengiringi sisa hidupnya yang penuh siksaan?
Baca Selengkapnya

Wanita Tak Ternilai Bab 1

"Pak, saya mohon ... izinkan saya masuk, saya harus bertemu ayah ...."

Sore ini hujan sedang mengguyur begitu deras, diiringi petir yang menyambar saling bersahutan.

Seorang gadis dengan tubuh yang menggigil kedinginan, tampak sedang memohon belas kasihan.

Pakaian yang dikenakan gadis ini sudah basah kuyup, dia berdiri gemetar di depan gerbang sebuah rumah besar.

"Maaf, Nona Zha. Saya tidak berani. Nyonya bisa marah besar jika kami membiarkanmu masuk," tolak security yang berjaga di gerbang rumah tersebut tidak kenal kompromi.

Sebenarnya secuity itu tidak tega melihat kondisi si gadis, tapi mau bagaimana lagi? Dia hanya melaksanakan tugas, dia bisa kehilangan pekerjaan jika membiarkan gadis tersebut masuk.

Sementara si gadis malang itu terus memohon, dia terisak mengiba tanpa memikirkan harga dirinya lagi.

Jika saja tidak disebabkan oleh hal yang sangat mendesak, dia pun tidak akan sudi datang ke rumah ini untuk mengemis bantuan.

Gadis ini bernama Zhafira Khairunnisa, dia sudah tidak peduli jika harus dianggap pengemis, tidak tahu malu, atau apa pun itu.

Yang penting baginya hanya satu, dia harus mendapatkan uang untuk biaya pengobatan ibunya. Wanita yang sangat dicintainya itu kini sedang terbaring koma di rumah sakit.

Sesaat kemudian, tampak sebuah mobil MPV super mewah mendekat. Dengan sigap security yang berjaga di pos tersebut membuka gerbang, memberi akses bagi mobil pabrikan Lexus itu untuk masuk.

Tidak membuang kesempatan yang ada, Zhafira pun menerobos masuk untuk mengejar mobil tersebut.

Security yang berjaga terkejut, mereka ingin mengejar Zhafira, tapi dicegah oleh seniornya yang merasa iba. Security senior ini tahu persis nasib malang yang dialami Zhafira.

Setelah berlari sekitar lima puluh meter menembus hujan yang teramat deras, Zhafira pun berhasil tiba di depan sebuah rumah mewah bergaya romawi.

Pilar-pilarnya yang menjulang tinggi berdiri angkuh, seolah sedang menertawakan penderitaan Zhafira saat ini.

Zhafira mendekap sendiri tubuhnya yang menggigil kedinginan, manik mata coklatnya menatap penuh harap, menanti sang pemilik rumah itu turun dari mobil.

Sejurus kemudian si pengemudi bergegas turun, lantas membukakan pintu kabin tengah.

Seorang pria kharismatik dalam balutan jas mewah melangkah turun, mata tajamnya lantas menyusuri tubuh Zhafira dari ujung kepala sampai ujung kaki, dengan pandangan tidak suka.

Sejurus kemudian seorang wanita paruh baya berpenampilan glamour menyusul turun, tangan wanita ini memegang sebuah payung edisi terbatas, untuk melidungi dirinya dari air hujan.

"Mau apa kau datang ke sini?" tanya wanita paruh baya bernama Miranda dingin.

Miranda kini sudah berdiri di teras rumahnya bersisian dengan sang suami.

Zhafira hendak melangkah ke teras, dengan maksud ingin melindungi dirinya dari air hujan. Agar ia tidak semakin menggigil kedinginan dan bisa membuatnya masuk angin.

Namun, baru sekali melangkah, suara bentakan keras dari Miranda sudah membuat langkah Zhafira terhenti.

"Tetap di tempat kamu, jangan coba-coba mendekat! Nanti kuman-kuman di tubuhmu itu luntur, dan mengotori rumahku!" hardik Miranda dengan nada bicara yang sangat congkak.

"Ba-baik, Ma," jawab Zhafira dengan suara bergetar.

"Dasar anak haram tidak tahu diri! Aku bukan mama kamu, panggil aku Nyonya!" Miranda kembali membentak.

Tatapan Miranda tampak berapi-api. Melihat wajah Zhafira yang sangat identik dengan Alya Indira, sang ibunda. Memaksa Miranda teringat pada wanita yang paling ia benci itu, wanita yang dulu pernah dicintai suaminya dengan begitu dalam.

Haris Ganendra, ayah dari Zhafira dan Alya Indira ibunya, dulu adalah sepasang kekasih yang saling mencintai.

Sayangnya hubungan mereka tidak direstui oleh orang tua Haris, karena Alya adalah seorang gadis yang berasal dari keluarga miskin, bukan dari kalangan terhormat seperti keluarga Ganendra.

Lantas orang tua Haris menjodohkan putranya dengan Miranda, yang juga merupakan putri dari konglomerat ternama.

Haris yang sangat mencintai Alya pun menolak Miranda berkali-kali, sehingga membuat Miranda sakit hati dan sangat membenci Alya.

Orang tua Haris tidak kehabisan akal, mereka melakukan segala cara agar putranya mau menerima perjodohan tersebut.

Puncaknya mereka mengancam akan bunuh diri, jika Haris masih nekat menikahi Alya.

Haris yang tidak ingin kehilangan orangtuanya pun menyerah. Dia terpaksa meninggalkan Alya, dan bersedia menikahi Miranda.

Kisah masa lalu yang pahit itu, menempatkan Alya Indira sebagai pihak yang paling menderita. Dia ditinggal oleh Haris dalam keadaan mengandung buah cinta mereka.

Saat itu Miranda sempat menemui Alya, dan meminta agar Alya menggugurkan kandungannya.

Tentu saja Alya menolak, dia tidak ingin semakin bergelimang dosa, dengan menggugurkan janinnya sendiri. Dan lagi ia juga sangat mencintai janin yang dikandungnya itu.

Beberapa bulan setelah kejadian tragis yang menimpa Alya Indira itu, lahirlah bayi cantik bernasib malang yang kini sudah tumbuh dewasa.

Sang ibunda memberinya nama Zhafira Khairunnisa, yang berarti 'Wanita Yang Beruntung'. Miris, kehidupan yang dijalani Zhafira berbanding terbalik dengan nama indah yang tersemat pada dirinya.

Sejak kecil Zhafira sudah hidup pas-pasan bersama ibunya yang hanya bekerja serabutan.

Memang, Haris pernah mengirimkan uang untuk biaya hidupnya, itu pun hanya beberapa kali tanpa sepengetahuan Miranda.

Tidak hanya hidup susah, keseharian Zhafira juga tak lepas dari gunjingan orang-orang di sekitarnya.

Sebutan anak haram sudah melekat pada dirinya sejak lahir, karena ia dilahirkan tanpa adanya ikatan pernikahan.

Mungkin, Zhafira adalah anak yang tak pernah diharapkan lahir ke dunia ini. Tapi apa pantas dia menanggung semua hinaan itu?

Jika bisa meminta, Zhafira pun pasti tidak ingin lahir dalam kondisi tersebut. Itu kesalahan orang tuanya, bukan kesalahan dirinya.

"Hei, anak haram! Ada perlu apa kau datang kemari? Cepat katakan!" bentak Miranda membuyarkan lamunan Zhafira.

Zhafira mengalihkan pandangan pada ayahnya, berharap orang-tuanya itu memiliki sedikit rasa iba dan membelanya.

"Ayah, tolong pinjamkan Zha uang. Saat ini bunda sedang sakit, bunda harus naik meja operasi secepatnya. Kata dokter, hiks ... kata dokter, jika bunda terlambat naik meja operasi, maka bunda tidak akan bisa diselamatkan," adu Zhafira dengan suara terisak.

Miranda mengangkat alisnya tinggi-tinggi, batinnya terasa puas mendengar musibah yang dialami Alya.

"Uang? Enak saja kau datang ingin meminjam uang untuk pengobatan wanita murahan itu. Aku bahkan berniat mengadakan sukuran jika dia segera mati. Sana pergi, aku tidak sudi memberimu uang!" usir Miranda tanpa perasaan.

Sedangkan Haris yang berdiri di samping Miranda hanya terdiam, dia seolah tidak peduli dengan kesusahan yang dialami anak gadisnya.

Dia juga tidak peduli dengan keselamatan Alya. Wanita yang dulu sangat dicintainya, sebelum Miranda berhasil mengubah pandangannya terhadap Alya.

Mendapat penolakan dari Miranda, tidak membuat Zhafira menyerah begitu saja. Dia tahu Miranda dan ayahnya adalah satu-satunya harapan, tidak ada lagi tempat mengadu selain pada dua orang ini.

Zhafira melangkah maju, dia memeluk kaki Miranda untuk bersimpuh memohon. "Nyonya, tolong kasihani bunda ... aku berjanji akan melakukan apa saja, asal Nyonya mau meminjamiku uang."

Miranda berdecih, dia mendorong tubuh Zhafira kuat-kuat hingga gadis itu tersungkur ke tengah hujan.

Zhafira belum putus asa, dia beralih menatap ayahnya dengan sorot mata memohon. "Ayah, tolong pinjamkan Zha uang, Zha tidak mau kehilangan bunda, Zha tidak punya siapa-siapa lagi, selain bunda ...."

Namun, apa pun usaha yang dilakukan Zhafira tetap sia-sia. Wajah Haris tetap datar, dia seolah tidak memiliki naluri seorang ayah, hingga nuraninya tidak merasa terpanggil untuk memberi bantuan.

"Supir! Cepat seret anak haram ini keluar dari rumahku!" perintah Miranda dengan suara melengking.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Wanita Tak Ternilai

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Akibat Salah Pergaulan
9.4
Kehidupan sempurna bak putri milik Arabella Raveen hancur seketika akibat ulah keji Oscar. Setelah melewati masa-masa kelam yang menyakitkan, kehadiran Louise Saveero perlahan membawa kembali tawa dan kebahagiaan bagi Arabella. Namun, ketenangan itu terancam saat Oscar muncul kembali di hadapannya. Akankah Arabella mampu mempertahankan cintanya pada Louise, atau justru kembali terpuruk? Simak perjuangan mereka dalam mempertahankan kebahagiaan.
Sampul Novel GADIS PENURUT TUAN MAFIA
7.9
Calvin adalah pemimpin mafia yang sangat ditakuti. Keluarganya dikenal kejam, bahkan ada yang memakan jasad lawan. Bisnisnya meliputi kebun ganja hingga senjata ilegal yang sulit dilacak polisi. Namun, sisi gelapnya terusik saat bertemu gadis cantik yang patuh layaknya robot. Meski masa lalunya kelam, senyum jujur sang gadis mulai meluluhkan hati Calvin. Akankah hubungan unik ini bertahan di tengah dunia kriminal mereka yang sangat berbahaya?
Sampul Novel KUNCI LATHI
8.7
Azalia mendadak kehilangan seluruh ingatannya tanpa jejak. Satu-satunya hal yang tersisa di benaknya hanyalah potongan mimpi buruk yang terasa sangat nyata. Saat terbangun dalam kondisi linglung, dia menyadari bahwa kehidupannya telah berubah menjadi misteri yang mencekam. Kini, Aza harus berjuang mencari jawaban di tengah kegelapan yang mengepungnya. Mampukah ia melepaskan diri dari teror mimpi yang terus menghantui dan menemukan kembali jati dirinya yang hilang?
Sampul Novel Moonstruck
9.2
Beryl merasa tertantang saat orang lain meragukan kemampuannya mendekati Simfoni, gadis yang dikenal sangat sulit digapai. Berawal dari ego yang tersentil, Beryl pun memulai misi untuk memenangkan hati Simfoni dengan berbagai cara. Dari strategi wajar hingga aksi nekat yang menguras emosi, ia melakukan segalanya demi menarik perhatian sang gadis. Meski penuh rintangan yang membuat stres, Beryl yakin pesonanya takkan gagal. Akankah kegigihan Beryl sanggup meluluhkan hati Simfoni?
Sampul Novel Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran
9.5
Anggi Suharjo tersadar bahwa dirinya hanyalah figuran yang dikorbankan demi saudara kembarnya, Wulan. Setelah tewas mengenaskan karena diabaikan keluarganya, Anggi kembali ke masa lalu, tepat di hari pernikahannya dengan Luis Giandra yang kejam. Kali ini, ia enggan mengemis kasih sayang. Mengandalkan kecerdasan taktik militer dan kemampuan medis luar biasa, Anggi siap merebut kembali haknya. Saat keluarganya memohon ampun, Luis yang semula dingin justru enggan melepaskannya.
Sampul Novel Terjerat Birahi Kakak Tiri
8.3
Bagi Aluna, bentuk tubuhnya yang menawan justru menjadi petaka karena memicu obsesi gelap Raka, kakak tirinya. Meski awalnya menolak keras segala upaya Raka untuk menaklukkannya, pertahanan Aluna perlahan runtuh hingga ia terjebak dalam gairah dan mulai jatuh cinta. Namun, hubungan mereka terancam saat Raka dijodohkan dengan seorang model. Di tengah tekanan rencana pernikahan tersebut, sanggupkah Aluna dan Raka mempertahankan ikatan mereka yang penuh konflik?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan