Sampul Novel TERJEBAK CINTA SEORANG MAFIA KEJAM

TERJEBAK CINTA SEORANG MAFIA KEJAM

9.6 / 10.0
Dalam novel TERJEBAK CINTA SEORANG MAFIA KEJAM, Riana dijual oleh kakaknya demi melunasi hutang. Kini ia harus bertahan hidup di bawah kendali pria berbahaya. Baca mafia romance books ini untuk mengungkap nasibnya dalam web novel modern yang penuh ketegangan dan pilihan sulit.
Ringkasan TERJEBAK CINTA SEORANG MAFIA KEJAM
Kehidupan tenang Riana hancur saat kakak angkatnya terjerat utang besar kepada rentenir. Demi melunasi beban finansial tersebut, sang kakak tega menjual Riana kepada seorang bos mafia yang terkenal sangat kejam. Terperangkap dalam dunia gelap sang mafia, Riana harus menghadapi realitas baru yang penuh tekanan. Apakah kehadirannya di kediaman pria berbahaya itu akan membawa kebahagiaan, atau justru menjadi awal dari penderitaan yang lebih dalam?
Baca Selengkapnya

TERJEBAK CINTA SEORANG MAFIA KEJAM Bab 1

"Riana!

Cepat cuci piringnya" Mang Udin berteriak memanggilku dibelakang.

" Iya Mang, bentar lagi selesai" jawabku sambil menata piring untuk ku bawa ke gerobak didepan warung mang Udin.

Ya, karena aku bekerja di warung bakso Mang Udin.

Kedua orang tua ku sudah meninggal setahun yang lalu karena kecelakaan saat pulang dari sawah.

Kami memang tinggal di daerah perkampungan yang sebagian besar penduduknya bertani.

Aku mempunyai seorang kakak lelaki Bang Fajar namanya.

Dia bekerja serabutan, tapi seringnya nganggur karena memang susah susah gampang kerja di kampung.

" Riana, kamu sudah makan belum?" Tanya mang Udin padaku.

"Belum mang" jawab ku sambil mengelap piring yang tadi ku cuci.

" Ya udah sini nih tak buatin bakso spesial buat Riana" kata Mang Udin sambil tersenyum padaku.

"Makasih Mang, tau aja aku lapar" aku langsung menyantap bakso itu sampai habis.

Bakso Mang Udin memang terkenal enak dan murah dikampung ku, makanya warungnya rame terus dan bisa mempekerjakan ku.

Aku bekerja di warung Mang Udin dari jam 15.00 sampai bakso habis biasanya jam 20.00-21.00.

Lumayanlah dpt 50.000.

" Riana, kamu nggak bawa makanan? Laper nih!" Kata Bang fajar sambil tiduran di sofa ruang tamu saat aku baru sampai rumah.

" Ya abang masaklah apa yang ada di dapur, aku capek mau tidur.

Makanya Bang Fajar cari kerja sana dikota jangan ngandelin aku aja" ucapku sambil masuk rumah melewati Bang Fajar tanpa menolehnya.

Dia terlihat kesal padaku tanpa menjawab ucapanku.

Aku terkadang suka kesal dengannya, dia terlihat genit dan aneh padaku.

Pernah waktu itu aku sedang mencuci piring di dapur dan tiba tiba saja dia memeluk dari belakang.

Sekarang ini aku jadi agak takut dengannya.

Saat tidur pun pintu kamar harus aku kunci.

Takutnya dia berbuat macam-macam, karena kami sudah sama-sama dewasa. Ya, kami memang bukan saudara kandung aku cuma anak angkat yang diasuh oleh ibunya.

Kata ibu orang tua ku meninggal sebab kecelakaan, karena nggak punya saudara makanya aku diasuh oleh ibu.

Tapi aku sangat menyayangi ibu seperti layaknya seorang ibu yang sudah melahirkan ku.

Ibu wanita yang cantik dan baik, beliau sangat sabar dengan anak anaknya dan tidak membeda bedakan antara aku dan Bang Fajar.

Tapi sayang, beliau meninggal saat usia ku 20 tahun. Lebih tepatnya 3 tahun yang lalu, karena sekarang usiaku 23 tahun.

Seperti biasa aktivitasku bangun tidur jam 04.00 lalu membuat sarapan.

Menu kali ini aku masak sayur sop, sambal terasi dan tempe goreng ditemani segelas teh hangat.

Dulu sih aku sering minum kopi di cangkir ibu selalu aku yang habiskan hehehe ...

Tapi sekarang aku terkena asam lambung, jadi say no kopi deh!

Setelah selesei nyuci baju, beberes, mandi, sarapan dan otw kerja deh.

Eit... tapi bukan di warung mang udin ya! Tiap pagi aku selalu pergi menawarkan jasa cuci dan setrika baju.

Jadi ya door to door karena kan nyuci nggak tiap hari, dua hari sekali lah.

Pagi ini aku dapat job nyuci di rumah Bu RT.

Sebenarnya aku paling malas ke rumah beliau.

Karena anaknya itu lo bandel banget, mana iseng lagi kan ngeselin.

Anaknya masih kecil usia 5 tahun, Farel namanya.

Bu Rt saja sampai pusing dan kewalahan ngurusnya.

Hobinya mancing ikan, ya kali ikan di kolam di pancing.

Mana ikan mahal lagi, hadehhhh ada ada aja ni bocah.

" Mah Farel mau mancing!" Tu bocil udah nangkring di tepi kolam aja.

" Jangan Nak, itu ikan mahal!" Teriak Bu Rt sambil berlari menuju ke kolam samping rumah di mana biasanya aku jemur cucian.

Aku cuma tersenyum lucu melihat mereka.

Bu Rt ngomel ngomel panjang lebar tapi tu bocil cuek aja dan terus memancing ikan di kolam.

Sepertinya Bu Rt sudah capek ngomel, akhirnya nyerah dan membiarkan kegiatan si Farel.

Pernah nih ya seminggu yang lalu waktu itu aku lagi jemur pakaian.

Nah, tu bocil lagi mancing sambil mengayun ayunkan pancingannya. Saking semangatnya tu kail nyangkut di pinggang celanaku!

Haduh Farel... ya kali aku di kira ikan duyung apa!

" Mah dapat ikan besar!" Dia tertawa girang sambil menarik narik pancingnya.

" Farel nanti celanaku robek!" Aku berusaha melepaskan kail yang nyangkut di celanaku.

" Farel cukup! Kasian Mbak Riana!" Seru Bu Rt sambil menahan tawanya.

Setelah aku berhasil melepas kailnya aku buru - buru masuk menghindari kejahilan Farel.

Setelah semua pekerjaanku selesai, aku segera berpamitan.

Hari ini tidak ada job nyuci lagi, biasanya dari satu rumah ke rumah selanjutnya.

Daripada di rumah nganggur tidak ada kerjaan dan malas ketemu bang Fajar, mending ke rumah mang Udin bantuin istrinya buat bakso kan lumayan.

30 menit kemudian, aku sudah sampai di warung bakso Mang Udin.

" Lho kok jam segini udah datang Riana?" Tanya Bu Lastri sambil menatapku, lalu melirik jam dinding di warungnya sambil mengupas bawang di kursi panjang depan warung.

" Iya Bu lagi nganggur di rumah" aku meraih sapu di samping warung dan langsung menyapu halaman.

" Oiya Rin, Fajar sekarang kerja apa?" Tanya Bu Lastri menoleh ke arahku sesaat," ibu lihat dia tiap hari nongkrong di warung kopi sebelah".

" Nganggur Bu, saya sudah bosan nasihatinya.

Lagian dia juga bukan anak kecil lagi yang harus tiap hari di nasihati" jawab ku.

" Iya juga sih Rin!

Habis nyapu, bantuin ibu bikin bakso ya Rin" kata Bu Lastri sembari masuk sambil membawa nampan yang berisi bawang kupasan.

" Iya Bu, sebentar lagi selesai " aku mempercepat membersihkan daun mangga yang berserakan di halaman.

Maklumlah halaman warung tidak begitu luas jadi sebentar saja sudah selesai.

Tak berapa lama kemudian bakso sudah siap untuk di jual.

Aku membantu menata dagangan dan mengelap meja meja untuk pelanggan yang makan di tempat.

Setelah selesai, aku mandi dan duduk santai di depan sambil menunggu pelanggan.

Hari ini pembeli seperti biasa selalu ramai dan aku pulang lebih awal dari biasanya.

" Tumben Bang Fajar belum pulang " sesampainya di rumah pintu masih terkunci.

" Ah palingan ke warung kopi sebelah " gumamku dalam hati.

Bang Fajar memang begitu suka keluyuran dan tak tahu waktu.

Setelah membersihkan diri aku merebahkan tubuh di kasur.

Hari ini sangat melelahkan dan mata ini terasa sangat mengantuk.

" Riana!......

Buka pintunya" baru saja terlelap sebentar sudah terdengar suara orang berteriak teriak.

Aku buru-buru berlari menuju pintu depan dan membukanya.

" Astaghfirullah Bang!

Abang kenapa?"

Aku kaget melihat Bang Fajar sempoyongan sambil ndleming tak karuan.

Aku langsung memapah dan membawa ke kamarnya.

" Pasti mabuk!" Pikirku, sambil berlalu meninggalkan kamarnya.

Bang Fajar kalau ada masalah mesti larinya ya kesitu tuh. Mabok!

Aku sudah hafal kebiasaan buruknya.

Keesokan paginya, Bang Fajar sudah bisa di ajak ngobrol.

Tapi dari raut wajahnya masih kelihatan lesu seperti sedang mempunyai masalah besar.

Sering melamun sambil sesekali menghisap sebatang rokoknya.

Setelah selesai masak, aku menghampirinya di kursi meja makan.

" Abang ada masalah apa?" Aku memperhatikan wajahnya dengan lekat.

" Utang" jawabnya singkat.

" Hah ! Abang punya utang? Berapa?" Cecarku.

Tentu saja aku sangat kaget mendengarnya, baru pertama kali ini dia punya utang.

" 10 juta" jawabnya dengan wajah datar.

" Apa!!" Lagi dan lagi aku di buat kaget.

Hampir pingsan rasanya, dapat dari mana uang sebanyak itu?

" Buat apa Abang berhutang sebanyak itu?" Tanya ku.

Seingat Ku selama ini dia tidak pernah memberi ku sejumlah uang.

" Judi" enteng sekali jawabannya, di kira gampang balikinya.

" Astaghfirullah Bang. .....

Terus Abang menang?" tanya ku.

Dia tidak bisa menjawab hanya menggelengkan kepalanya.

Benar - benar keterlaluan bang Fajar.

Hari ini aku dan bang Fajar bertengkar hebat.

Aku sudah tidak tahan lagi dengannya.

Seperti biasanya aku langsung berangkat kerja di warung mang Udin.

Kali ini aku tidak semangat seperti biasanya.

Yang ada hanyalah melamun dan melamun.

Pusing gimana caranya bayar utang Bang Fajar, karena dia tidak mungkin bisa membayarnya.

Uang darimana coba, dia aja nggak kerja.

Mau hutang Mang Udin juga tidak mungkin, kan sama aja gali lubang tutup lubang.

Akhirnya habis juga dagangan hari ini dan saatnya untuk pulang.

Dengan langkah malas aku menyusuri jalan yang tampak sepi.

Tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti di belakangku.

Jangan - jangan.....

"Aaa.......... Tolong..."

Terlihat beberapa orang laki - laki menarik tanganku dan memasukkan ku ke dalam mobil.

" Tolong.... tolong....

Kalian siapa, kenapa menculik ku?" Aku berteriak dan meronta sekuat tenaga. Salah satu dari mereka membekapku dengan sapu tangan dan tiba - tiba pandangan gelap.......

Ada apa ini Tuhan?......

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi TERJEBAK CINTA SEORANG MAFIA KEJAM

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun Jessica mengabdi sebagai istri, namun pengorbanannya dibalas luka mendalam. Setelah resmi menceraikan Aaron, ia bangkit secara mandiri menjadi desainer ternama dan pengusaha sukses tanpa bantuan harta keluarga. Saat Jessica menikmati puncak karier dan kebebasannya, Aaron justru datang kembali dengan penyesalan besar. Sang mantan suami memohon kesempatan kedua untuk memperbaiki segalanya. Akankah Jessica luluh atau tetap teguh pada pilihannya?
Sampul Novel En-PD158
8.7
Tiga tahun menikah, Zhou Yu'an mendadak meminta cerai dari istrinya demi menyelamatkan putra kandungnya bersama Lin Yanran yang menderita leukemia. Ia memohon izin untuk memiliki anak lagi dengan sang mantan agar sel bayi baru lahir itu bisa menjadi obat, sambil berjanji akan kembali setelah misi medis itu selesai. Namun, di tengah tangis kepedihan suaminya, sang istri menemukan pesan provokatif dari Yanran yang sudah menanti Yu'an untuk segera menghamilinya malam ini juga.
Sampul Novel Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
9.2
Rheina, gadis lugu yang terjebak dalam lingkungan beracun, awalnya berniat membebaskan sahabatnya dari cengkeraman tuan tanah. Namun, situasi memburuk saat ayahnya justru menikahi sahabatnya itu sebagai istri keempat. Konflik keluarga yang kelam ini akhirnya menyeret Rheina ke dalam lembah kenistaan. Ikuti liku perjalanan hidup Rheina saat ia terjerat dalam cinta segitiga rumit bersama dua pria di tengah tekanan hidup yang penuh kata kasar dan adegan dewasa.
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Demi melindungi nyawa buah hati yang tidak berdosa, Neva Zetrix terjebak dalam situasi yang sangat memilukan. Ia terpaksa menekan harga dirinya dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson setiap hari. Perjuangan hidup Neva ini didorong oleh kasih sayang seorang ibu yang rela melakukan apa pun demi sang anak. Di tengah tekanan dari sosok Brian yang dominan, Neva harus bertahan dalam dinamika hubungan yang penuh dengan pengorbanan batin.
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota adalah pemuda dua puluh tahun yang sangat malas dan pengangguran. Meski cerdas dalam kelicikan, ia hanya menghabiskan waktu dengan gawainya. Hal ini memicu kekhawatiran mendalam bagi ibunya, Artisa. Sebagai wanita pekerja keras yang juga memiliki sisi licik, Artisa bertekad mengubah tabiat buruk putranya secara total. Ia menempuh metode ekstrem dengan mentransformasi fisik Sota. Berhasilkah rencana Artisa mengubah jati diri Sota melalui perubahan tubuh tersebut?
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Dikhianati oleh tunangan dan saudara angkatnya setelah kembali dari desa, Sabrina membalas dendam dengan mendekati paman sang mantan, Charles. Meski awalnya Charles menolak ikatan emosional setelah malam penuh gairah, Sabrina justru memancing harga dirinya hingga mereka terikat selamanya. Kini sebagai bibi mantan kekasihnya, Sabrina yang dianggap remeh ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan bahwa dia bukan sekadar pemburu harta, melainkan pemilik takhta sesungguhnya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan