Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terapi Psikologis Khusus

Terapi Psikologis Khusus

Di dalam ruang klinik yang sunyi, Nina menjalani sesi terapi psikologis pribadi bersama Dokter Sam. Sang dokter menegaskan bahwa tubuh dan pikiran saling terikat demi melepas tekanan batin Nina. Namun, metode relaksasi tersebut berubah menjadi sentuhan fisik yang melintasi batas profesional. Meski akal sehatnya berontak hingga membuatnya menangis memohon agar terapi dihentikan, Nina didera konflik batin hebat saat tubuh dan jiwanya justru merasakan ketenangan yang asing sekaligus mengkhianati keinginannya sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Nina, kalau kamu terus nggak menurut, terapi kita nggak akan bisa dilanjutkan."

Di dalam klinik, Dokter Sam sedang melakukan terapi psikologis pribadi padaku.

"Pikiran dan tubuh nggak dapat dipisahkan. Hanya ketika tubuhmu benar-benar rileks, tekanan batinmu dapat terlepas."

Tangannya mulai bergerak, menjelajah.

Pada saat pikiranku kosong, jiwaku merasakan ketenangan yang belum pernah kurasakan sebelumnya.

Akal sehat membuatku menangis dan memohon agar dia berhenti.

Namun, tubuhku kembali mengkhianati keinginanku.

Namaku, Nina Hayes.

Belakangan ini, tekanan yang seperti gunung menindihku, membuatku sulit bernapas dan insomnia menjadi hal biasa.

Segala cara sudah kucoba, mulai dari masker uap untuk mata hingga minyak aromaterapi, semuanya tidak berhasil.

Tidur yang tidak berkualitas membuat prestasi akademikku mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Akhirnya, sahabatku Zara Lopez yang paling bisa diandalkan menyarankan seorang psikolog.

Katanya dia sangat hebat, bisa mengurai emosi dan meredakan kecemasan.

Aku pun nekat datang, sekadar mencoba peruntungan.

Kliniknya berdesain sederhana dan elegan, tidak seperti rumah sakit yang dingin.

Orang yang menyambutku adalah seorang pria, dia mengenakan jas putih dan tampak sopan.

Um, parasnya cukup menawan.

"Halo, Nina."

Suaranya berat dan entah mengapa menenangkan.

"Aku Sam Watson, psikologmu."

Dia memintaku duduk di sofa dan memberikanku segelas air hangat.

"Belakangan ini, apa kamu merasa sangat tertekan?"

Ujung jarinya menyentuh punggung tanganku, menimbulkan rasa menggelitik yang membuatku merinding.

Aku buru-buru menerima gelas itu dan berkata pelan, "Terima kasih."

Dia menatapku dengan saksama.

"Kamu sudah melakukan yang terbaik, jangan terlalu keras pada dirimu sendiri."

Perasaan dimengerti seperti ini membuat sarafku yang tegang sedikit lebih rileks.

Mungkinkah, kali ini aku benar-benar menemukan orang yang tepat?

Suhu di ruang konsultasi sepertinya dinaikkan olehnya, aku merasa makin gerah.

Sam membolak-balik catatan medis milikku, alisnya makin berkerut.

Hatiku ikut terpilin bersama kerutan di alisnya.

Akhirnya, dia meletakkan berkas itu dan menatapku.

"Nina, kondisimu kurang lebih sudah kupahami. Semua metode penghilang stres yang ada di pasaran sudah kamu coba, tapi hasilnya nggak memuaskan, 'kan?"

Aku menatapnya dengan gelisah dan tanpa sadar menelan ludah.

"Dokter Sam, apa kamu punya cara mengatasinya?"

"Tentu saja, hanya saja..."

Dia sengaja berhenti sejenak.

"Hanya saja apa?"

Aku mendesak dengan cemas.

"Hanya saja, kondisimu cukup khusus dan perlu menggunakan terapi yang belum dipublikasikan di industri saat ini."

"Selama bisa mengobati insomniaku, metode apa pun akan kucoba!"

"Bagus, Nina. Ganti dengan ini."

Sam menyerahkan satu set pakaian yang katanya pakaian terapi.

Aku menerimanya, lalu masuk ke ruang ganti. Begitu kubuka, aku nyaris saja melemparnya.

Ini bukan pakaian terapi, melainkan pakaian dalam seksi!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Amanda Rhea
9.1
Amanda Rhea terlempar kembali ke masa lalunya, di mana ia bertemu lagi dengan sosok pria bernama Hagana. Sebuah ikatan misterius menyatukan Amanda dengan putri Haga secara tidak terduga. Namun, ancaman besar mengintai saat iblis dari alam mimpi mulai menampakkan diri dan mencelakai orang-orang di sekitar Amanda. Di tengah teror yang kian nyata, mampukah benih cinta antara Amanda dan Hagana bersemi kembali seiring takdir yang terus mempertemukan mereka?
Sampul Novel Cermin
8.7
Pasca kecelakaan, Inestia Rossi mampu melihat hantu dan mencium aura kematian. Baginya, cermin adalah satu-satunya alat yang jujur mengungkap wujud asli mereka. Di tengah trauma cinta, ia bertemu Rangga, pria skeptis yang justru memberinya keberanian. Meski sering terancam kasus-kasus mengerikan di apartemennya, Ines terus berjuang. Konflik keluarga sempat memisahkan mereka, namun takdir membawa keduanya bertemu kembali untuk berjuang dalam status hubungan yang berbeda.
Sampul Novel Dersik: Begu Ganjang Telah Kembali
9.1
Dendam lama bangkit saat Dersik kembali ke Desa Mangpusu. Meski puluhan tahun berlalu, ia tetap awet muda dan mempesona, siap menuntut balas atas tragedi masa lalunya. Sunarni, sang mantan majikan, kini tunduk karena rasa bersalah saat keluarganya dihabisi satu per satu. Di tengah teror Begu Ganjang, Surya sang dukun sakti mencurigai Dersik sebagai mantan kekasihnya. Ironisnya, putra Sunarni justru jatuh cinta pada wanita misterius yang bertekad menghancurkan mereka.
Sampul Novel DON'T PLAY GAMES WITH ME. Part.2
8.2
Kehamilan pertama Adiba yang menginjak usia lima bulan justru dihantui teror mencekam di rumah baru mereka. Meski tetangga memperingatkan tentang kutukan kematian saat pembangunan kolam renang, Syden tetap mengabaikannya. Di tengah tekanan mistis yang makin gencar, mental Adiba kian terguncang oleh rumor perselingkuhan suaminya. Syden dikabarkan memiliki simpanan yang juga tengah mengandung lima bulan, memicu konflik batin hebat bagi sang istri sah.
Sampul Novel Korban Terakhir yang Digambar Ibu adalah Aku
8.9
Sebagai seniman forensik kepolisian yang andal, ibu Janice sangat membenci kejahatan. Namun, saat Janice menelepon dalam keadaan darurat, sang ibu mengira itu hanya trik kotor untuk merusak hari ulang tahun adiknya. Penolakan ibu untuk membantu membuat sketsa berujung pada kematian tragis Janice akibat siksaan penculik. Ketika hasil tes DNA keluar, sang ibu yang hancur mencoba menggambar wajah korban dari sisa tulang yang ditemukan. Berulang kali ia mencoba, hasil sketsanya selalu menunjukkan wajah Janice.
Sampul Novel Lawon Abang (Kafan Merah)
9.4
Mbah Karso menyaksikan cucunya, Mawar, tewas mengenaskan setelah difitnah dan dikejar warga Ledokombo hingga jatuh ke tebing. Dendam membara menyelimuti hatinya karena gadis bermata merah itu dibunuh secara keji. Demi membalas sakit hatinya, ia membangkitkan Nyai Larapati, sosok iblis kuno yang telah lama tertidur. Raga Mawar yang sudah mati dipaksa bangkit kembali untuk menuntaskan kesumat berdarah tanpa ampun terhadap para penduduk desa tersebut.