Sampul Novel Teman tapi Khilaf

Teman tapi Khilaf

8.7 / 10.0
Dalam Teman tapi Khilaf, dua sahabat terjebak dalam hubungan terlarang yang penuh candu. Romance novel ini menyoroti konsekuensi keinginan sesaat vs realita pahit. Temukan kisah modern novel yang emosional ini saat mereka memilih antara logika atau obsesi yang tak berujung.
Ringkasan Teman tapi Khilaf
Dua insan terjebak dalam pusaran gairah yang membuat mereka terus melakukan kekhilafan berulang kali. Meski sadar hubungan ini berisiko dan dianggap terlarang oleh sekitar, rasa candu yang membuncah sulit untuk dipadamkan. Mereka terus saling menginginkan dengan sangat kuat, mengabaikan fakta bahwa kenikmatan tersebut mungkin hanya sesaat. Di tengah gejolak emosi yang membara, mereka kini dihadapkan pada dilema besar mengenai arah masa depan hubungan ini.
Baca Selengkapnya

Teman tapi Khilaf Bab 1

"Astaga...." Gisca mengembuskan napas frustrasi.

Kesialan macam apa ini? Sudah datang jauh-jauh untuk interview di sebuah perusahaan, Gisca baru mendapat kabar kalau jadwal interview-nya diundur besok.

Oke, ini kelihatannya sepele karena Gisca hanya perlu datang lagi besok, bukan?

Masalahnya adalah ... jarak antara rumah ke tempat interview-nya cukup jauh. Dengan menaiki transportasi umum, Gisca bahkan sengaja berangkat pagi-pagi sekali agar tidak terlambat.

Rasanya Gisca ingin menginap di tempat terdekat saja agar besok tidak mengulang perjalanan yang melelahkan. Buang-buang waktu, energi dan ongkos saja.

Andai Gisca punya uang banyak, wanita berusia 26 tahun itu pasti memilih mencari penginapan yang mahal. Namun, sempat menyandang status pengangguran selama beberapa bulan membuatnya berpikir ratusan kali untuk mencari penginapan sekalipun dengan harga murah.

"Gisca!"

Itu adalah suara Sela, teman Gisca. Sela sebenarnya satu kampung halaman dengan Gisca, tapi sudah lama ia pindah ke kota ini untuk bekerja. Dan Gisca kini mengikuti jejaknya merantau di sini.

Ah ralat, maksudnya Gisca belum sepenuhnya bisa dikatakan merantau karena wanita itu baru akan menyewa tempat tinggal atau ngekos saat benar-benar diterima bekerja.

Gisca yang sedang duduk di sebuah kafe pun menoleh. Ia memang tengah menunggu Sela.

"Maaf ya lama, tadi saat kamu nelepon ... aku lagi ada kerjaan yang nggak bisa ditunda," ucap Sela sambil menarik kursi di hadapan Gisca. "Sekarang pun aku nggak bisa lama karena harus menemui klien," lanjutnya.

"Enggak apa-apa, kok. Justru aku yang seharusnya minta maaf udah ngerepotin kamu, Sel."

"Jadi gimana? Kamu batal interview?" Sela sengaja langsung ke inti pembicaraan. Ia tidak bohong saat mengatakan sedang tidak senggang.

"Ditunda besok, dan aku sempat bimbang haruskah aku pulang dulu lalu besok ke sini lagi?"

"Gila aja. Mending kamu nginep di tempatku," balas Sela.

"Nah itu. Aku juga berpikiran sama. Aku mau numpang di tempatmu sampai besok. Setelah ada kepastian diterima, aku bakalan nyari tempat tinggal sendiri. Kalau nggak diterima, ya aku pulang lagi ke rumah orangtuaku lalu mengulang lagi, nyari kerjaan lain," jelas Gisca. "Boleh, kan, Sel?"

"Boleh banget. Ya semoga aja kamu diterima, Gis."

Gisca tersenyum. "Makasih banget ya, Sel."

"1703. Itu password unit tempat tinggalku." Sela mengatakannya sambil membuka ponselnya. "Detail alamatnya barusan aku udah kirimkan via chat. Seperti yang tadi aku bilang, aku mau ketemu klien jadi nggak bisa anterin kamu. Kamu bisa naik taksi online ke sana."

"Sekali lagi makasih. Aku nggak tahu gimana nasibku kalau nggak ada kamu di sini."

"Ah, andaikan aku lagi nggak banyak kerjaan. Aku pasti minta izin pulang lebih cepat."

"Enggak apa-apa, kok. Aku ngerti kamu punya kerjaan yang nggak bisa ditinggalkan. Justru aku berterima kasih banget kamu udah meluangkan waktu buat nemuin aku. Kalau nggak, aku pasti udah luntang-lantung kayak orang ilang."

Sela tersenyum. "Ya udah aku duluan, ya. Aku harus tiba lebih dulu dari klien-ku. Enggak enak kalau bikin mereka nunggu. Pokoknya anggap aja itu apartemen kamu sendiri. Kamu juga boleh pakai baju-baju punya aku."

"Kamu nggak takut kehilangan barang berharga, kan?" canda Gisca.

Sela malah terkekeh. "Kalau takut, mana mungkin aku mengizinkan kamu singgah ke tempat tinggalku."

Baru saja Gisca hendak merespons, Sela kembali berbicara, "Stop bilang makasih lagi! Kamu kayak ke siapa aja. Enggak perlu sungkan, oke?"

"Iya, iya. Kamu hati-hati, ya. Semoga lancar kerjaannya."

Sela mengangguk lalu berdiri. "Aku mungkin pulang agak malam. Oh ya, jangan sungkan juga kalau mau makan apa pun yang ada di rumahku. Gratis."

"Siiip," jawab Gisca. "Sel, sebelum pergi kamu minum dulu gih." Sebelum Sela datang, Gisca memang sudah memesankan minuman untuk temannya itu.

Sela tentu langsung meneguk minumannya dengan buru-buru. Setelah itu, ia benar-benar pergi meninggalkan Gisca.

Setelah kepergian Sela, Gisca langsung memesan taksi online melalui aplikasi andalannya. Sambil menunggu, ia kembali menyesap minumannya. Sungguh segar, apalagi saat cuaca panas seperti ini.

***

Gisca tiba di apartemen Sela dengan selamat. Wanita itu langsung menuju kamar Sela untuk mengganti pakaiannya. Walau bagaimanapun, pakaian untuk interview-nya besok tidak boleh kusut apalagi kotor.

Untung saja postur tubuh Gisca dengan tubuh Sela hampir sama sehingga baju-baju Sela sangat muat di tubuh Gisca.

Setelah mengganti baju, Gisca hanya ingin tidur sebentar. Urusan makan, nanti saja. Apalagi Gisca merasa belum lapar karena di kafe tadi ia sempat menyantap makanan ringan juga.

Waktu menunjukkan pukul 13.25. Gisca pun kini sudah berbaring di tempat tidur, menarik selimut.

Ah, kasur milik Sela rasanya sangat nyaman. Apa mungkin karena Gisca sudah melewati hari yang melelahkan sehingga dengan mudah matanya langsung terpejam. Tidur nyenyak.

Entah berapa lama Gisca tertidur, saking nyenyaknya mungkin sudah lebih dari satu jam.

Tiba-tiba ada sepasang tangan kekar yang memeluknya dari belakang.

Gisca yang memang berbaring menyamping, tentu saja terkejut. Tunggu ... apa ini hanyalah mimpi? Terlebih belakangan ini Gisca sering mimpi aneh-aneh.

Hanya saja, yang membuatnya heran, sentuhan dan pelukan yang dirasakannya terasa sangat nyata.

Apalagi kini sentuhan itu semakin intens, dan pelan-pelan mengarah ke titik-titik sensitif di tubuh Gisca.

Tentu saja Gisca langsung tersadar sepenuhnya. Ia sontak membuka matanya saat sentuhan lidah seseorang ke lehernya semakin menjadi-jadi.

Fix, ini bukan mimpi!

Gisca langsung terperanjat. Ia terkejut bukan main saat seorang pria dengan tanpa pakaian atas alias topless, menatapnya tajam.

"Ka-kamu siapa?" tanya Gisca antara takut dan gugup.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Teman tapi Khilaf

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Benih Dari Kebencianmu
8.2
Lima tahun berlalu sejak tragedi maut merenggut nyawa Anya, namun dendam Rizky belum juga padam. Saat bertemu kembali dengan Lia, sepupu Anya sekaligus penyintas peristiwa tersebut, amarah Rizky meledak. Lia dianggap sebagai penyebab utama penderitaan mereka selama ini. Dalam sebuah malam yang kelam, Rizky melampiaskan kebenciannya hingga menghancurkan masa depan Lia. Kini, Lia harus menanggung beban luka di tengah kebencian orang-orang di sekitarnya.
Sampul Novel Duri Pernikahan
9.4
Nada mendirikan studio yoga dan menaruh perhatian pada seorang murid baru yang sangat lentur. Namun, murid tersebut justru menggoda Nathan, suami Nada, serta menyebarkan fitnah keji hingga memicu keretakan rumah tangga mereka. Saat Nada mencoba mengeluarkannya, Nathan justru membela sang murid dan mengusir Nada. Konflik memuncak ketika murid itu datang dalam kondisi hamil dan meminta Nada mundur demi ahli waris. Nada pun memilih menyerah, tanpa menyadari rahasia besar bahwa Nathan sebenarnya mandul dan terlilit utang puluhan juta.
Sampul Novel Gairah Perempuan Bergaun Merah
8.8
Ruby adalah wanita berusia pertengahan tiga puluh tahun yang tetap menjaga bentuk tubuh indahnya dengan sempurna. Meski telah mengenyam beragam pengalaman asmara dan kehidupan ranjang, ia akhirnya terjebak dalam sebuah obsesi cinta yang membutakan nuraninya. Perasaan ini menjungkirbalikkan logika dan kewarasan Ruby karena sosok yang ia kejar adalah orang yang sangat terlarang. Ia nekat menerjang batasan tabu demi meraih cinta yang seharusnya tidak pernah ia miliki.
Sampul Novel Istriku Disiksa Sampai Gila
9.4
Kepulanganku yang tak terduga dari Taiwan ke kampung halaman justru disambut oleh kenyataan pahit yang menghancurkan jiwa. Aku menemukan istri tercintaku telah kehilangan kewarasannya, sementara buah hati kami dikabarkan sudah tiada. Di balik duka ini, muncul kecurigaan mendalam terhadap kebenaran yang ada. Benarkah semua kesaksian dari pihak keluargaku bisa dipercaya? Aku harus mengungkap misteri kelam di balik tragedi yang menimpa keluargaku.
Sampul Novel The Rich Sugar Baby
9.0
Kehidupan Alenia hancur setelah kepergian ibunya, terutama saat ayahnya menikah lagi dan mengabaikannya. Penderitaannya kian memuncak ketika tunangan yang menjadi sandaran terakhirnya justru berkhianat. Merasa hancur dan muak dengan lingkaran hubungan beracun yang terus menyakiti batinnya, Alenia mengambil keputusan besar. Ia memilih menjalin hubungan dengan pria yang jauh lebih dewasa, yang usianya terpaut tiga belas tahun di atasnya.
Sampul Novel Wanita Incaran Sang Billionaire
9.2
Dylan Cassanova adalah miliarder muda berusia 27 tahun yang hidupnya penuh kemewahan dan wanita. Meski dikenal sebagai pemikat yang sulit ditaklukkan, tak ada satu pun wanita yang benar-benar bisa menyentuh hatinya. Namun, kehadiran Serena Tanaya mengubah segalanya. Berbeda dari yang lain, Serena tidak silau oleh harta Dylan. Ia justru mencari ketulusan di balik ambisi sang pria. Mampukah Serena meruntuhkan tembok hati Dylan yang selama ini tak tertembus?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan