Sampul Novel Mendarat di Hatimu yang Retak

Mendarat di Hatimu yang Retak

8.4 / 10.0
Dalam Mendarat di Hatimu yang Retak, Liora harus menghadapi trauma Arlo terhadap pramugari akibat pengkhianatan masa lalu. Romance novel ini mengisahkan perjuangan Liora meruntuhkan tembok dingin Arlo. Simak kisah mereka di web novel modern ini sebagai pilihan fiction books terbaik.
Ringkasan Mendarat di Hatimu yang Retak
Liora Anindya mencintai angkasa, namun bagi Arlo Dirgantara, langit hanyalah memori pahit pengkhianatan. Sepuluh tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Arlo yang dulu hangat kini berubah dingin akibat luka masa lalu dari mantan tunangannya, seorang pramugari. Kehadiran Liora sebagai pramugari memicu trauma mendalam bagi Arlo. Di antara kenangan manis masa kecil dan kebencian pada seragam Liora, mampukah cinta menyembuhkan hati Arlo yang telah retak?
Baca Selengkapnya

Mendarat di Hatimu yang Retak Bab 1

Suara bising Bandara Soekarno-Hatta selalu punya cara sendiri untuk membuat kepala Liora Anindya terasa berdenyut. Aroma avtur, deru mesin turbin di kejauhan, dan langkah kaki ribuan orang yang terburu-buru adalah musik harian bagi perempuan itu. Sebagai pramugari senior, Liora sudah hafal mati setiap sudut terminal ini. Hari ini, jadwal terbangnya ke Denpasar baru saja mendarat, dan dia sedang berjalan menuju pintu keluar dengan seragam kebaya biru langitnya yang masih tampak licin tanpa kerutan sedikit pun.

Liora menarik koper kecilnya dengan anggun. Rambutnya disanggul rapi-"french twist" yang sempurna-dan senyum tipis masih terpatri di wajahnya, meski sebenarnya kakinya sudah mulai protes karena terlalu lama bertumpu di atas high heels lima sentimeter.

"Liora! Tunggu!"

Liora menoleh, melihat temannya, Siska, berlari kecil menyusul. "Kenapa, Sis? Ketinggalan sesuatu di galey?"

"Bukan, itu... ada titipan dari kru darat buat kamu. Berkas mutasi jadwal bulan depan," ucap Siska sambil menyodorkan map plastik. "Eh, tapi kamu nggak langsung pulang, kan? Makan dulu yuk di lounge depan."

Liora melihat jam tangan di pergelangan kirinya. "Aduh, kayaknya nggak bisa deh. Aku janji mau mampir ke toko buku bentar, ada titipan adikku. Duluan ya, Sis!"

Liora melambaikan tangan dan melanjutkan langkahnya. Dia melewati area kedatangan internasional yang padat. Saat itulah, segalanya seolah melambat. Di antara kerumunan orang yang menunggu jemputan, mata Liora menangkap sosok pria yang berdiri mematung di dekat pilar besar.

Pria itu mengenakan kemeja hitam dengan lengan yang digulung hingga siku. Jam tangan peraknya berkilau terkena lampu bandara. Wajahnya tegas, namun ada raut lelah yang dalam di sana. Liora mengerutkan kening. Rasanya akrab. Sangat akrab.

"Arlo?" gumam Liora pelan, hampir tak percaya.

Arlo Dirgantara. Teman masa kecilnya yang dulu sering memanjat pohon mangga bersamanya. Pria yang menghilang tanpa kabar setelah keluarganya pindah ke luar kota sepuluh tahun lalu. Liora mempercepat langkahnya, rasa antusias mengalahkan rasa lelahnya.

"Arlo! Arlo Dirgantara, ya?" seru Liora saat jarak mereka tinggal beberapa meter.

Pria itu menoleh. Awalnya matanya menyipit, mencoba mengenali siapa yang memanggilnya. Namun, begitu pandangannya jatuh pada Liora-atau lebih tepatnya, pada seragam pramugari yang dikenakan Liora-ekspresinya berubah drastis.

Bukan senyum hangat yang didapat Liora, melainkan sorot mata penuh ketakutan sekaligus kebencian.

Arlo tersentak mundur satu langkah. Napasnya tiba-tiba menjadi pendek dan berat. Tangannya yang memegang ponsel mulai gemetar hebat. Di matanya, sosok Liora yang cantik berseragam biru itu mendadak menjadi bayangan kabur yang menyeramkan. Memorinya terseret paksa ke sebuah malam beberapa tahun lalu, saat seorang perempuan dengan seragam serupa mencampakkannya dengan kata-kata paling kejam tepat di hari mereka seharusnya membicarakan pernikahan.

"Arlo? Kamu kenapa? Ini aku, Liora," ucap Liora panik melihat perubahan drastis pada pria itu. Liora mencoba mendekat, tangannya terulur ingin menyentuh lengan Arlo untuk menenangkannya.

"Jangan... jangan mendekat!" suara Arlo tercekat, parau dan penuh tekanan.

Liora terpaku. "Arlo, kamu sakit? Aku cuma mau-"

"Aku bilang menjauh!" bentak Arlo lebih keras, membuat beberapa orang di sekitar mereka menoleh. Wajah Arlo pucat pasi. Keringat dingin mulai muncul di keningnya. Dadanya sesak, seolah-olah oksigen di bandara itu mendadak habis.

Setiap detail pada diri Liora saat ini-syal yang melingkar di leher, pin sayap perak di dada kiri, hingga aroma parfum yang segar-adalah pemicu yang menghantam mental Arlo tanpa ampun. Baginya, Liora saat ini bukan teman masa kecil yang manis, melainkan simbol pengkhianatan yang paling nyata.

"Lo... lo pramugari?" tanya Arlo dengan nada jijik yang tak tertahankan, meski suaranya masih bergetar karena serangan panik yang menyerangnya.

Liora tertegun, tangannya yang menggantung di udara perlahan turun. "Iya, aku... aku baru kerja beberapa tahun ini. Arlo, kamu kenapa sih? Kita udah lama banget nggak ketemu, masa kamu malah begini?"

Arlo tidak menjawab. Dia memegang dadanya, berusaha mengatur napas yang kian tak beraturan. Matanya memerah. Tanpa sepatah kata pun lagi, Arlo berbalik dan setengah berlari meninggalkan area tersebut, menabrak beberapa orang di jalannya tanpa meminta maaf.

"Arlo! Tunggu!" Liora mencoba mengejar, namun langkahnya terhambat oleh koper beratnya dan kerumunan orang yang menghalangi jalan.

Dia hanya bisa berdiri mematung di tengah terminal, melihat punggung pria itu menghilang di balik pintu otomatis. Rasa senang yang tadi membuncah kini berganti menjadi rasa bingung dan sakit hati yang menyesak. Liora menunduk, menatap seragam yang sangat dia banggakan selama ini.

Kenapa Arlo menatapnya seolah-olah dia adalah monster? Apa yang terjadi pada pria itu selama sepuluh tahun ini?

Liora menarik napas panjang, mencoba menahan air mata yang tiba-tiba mendesak ingin keluar. Dia adalah Liora yang profesional, dia tidak boleh menangis di tempat umum dengan seragam ini. Tapi jauh di dalam hatinya, pertemuan kembali yang dia bayangkan akan indah itu justru berubah menjadi luka pertama yang tak ia sangka-sangka.

Bandara yang tadi terasa seperti rumah, mendadak terasa begitu asing dan dingin bagi Liora. Dia menyeret kopernya perlahan, meninggalkan keramaian dengan seribu pertanyaan yang tak punya jawaban. Di luar sana, langit mulai menggelap, seolah ikut merasakan kebingungan yang berkecamuk di dalam dada sang pramugari.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Mendarat di Hatimu yang Retak

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta yang Tersulut Kembali
8.0
Pasca persalinan tragis yang hampir merenggut nyawanya, Selina memilih menghilang demi melindungi anak-anaknya dari Raditia yang menuntut hak asuh. Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali. Raditia yang hancur oleh kabar kematian palsu Selina di masa lalu, kini berupaya keras mengejarnya meski Selina telah memiliki kehidupan baru. Di tengah luka lama dan keributan yang dipicu Raditia, Selina harus memilih antara memaafkan atau terus melangkah.
Sampul Novel Dilarang Hamil Oleh Mertua
9.0
Kehidupan pernikahan Claudia dan Rayhan penuh cobaan karena ketidaksetujuan Ibu Eva. Sang mertua yang menginginkan menantu pilihan sendiri ini tega melarang Claudia hamil hanya karena status sosialnya yang rendah. Saat Claudia benar-benar mengandung, Eva justru mendesaknya untuk menggugurkan janin tersebut. Di tengah tekanan batin dan kebencian mertua, mampukah pasangan ini menjaga keutuhan rumah tangga serta melindungi calon buah hati mereka?
Sampul Novel Ditinggal Nikah Dengan Adikku
8.3
Lysandra Harrison hancur saat Vincent, mantan kekasihnya, justru melamar Amelia, adik kandungnya sendiri. Di tengah penolakan karena statusnya sebagai anak adopsi, Arthur Sterling hadir membawa pernikahan kontrak demi memenuhi wasiat kakeknya dan ambisi bisnis. Namun, rahasia identitas Lysandra yang sengaja ditutupi ayahnya terancam terbongkar. Akankah Arthur tetap bertahan saat mengetahui istri yang baru dinikahinya bukanlah putri kandung Harrison?
Sampul Novel Istri Muda Pak Dosen
7.9
Helga, mahasiswi kutu buku, terpaksa menikahi Hadyan, dosen playboy sekaligus putra dari Hans Anderson yang membiayai kuliahnya. Perjodohan ini bertujuan agar Helga menjadi ibu bagi putra Hadyan. Namun, ia harus merahasiakan pernikahan mereka demi karier mantan istri Hadyan yang masih terobsesi. Di tengah ancaman sang mantan dan sikap dingin Hadyan yang belum bisa berpaling dari masa lalu, mampukah Helga bertahan saat suaminya sendiri justru terus membela wanita yang telah mengkhianatinya?
Sampul Novel KASIH UNTUK FAITH
8.2
Faith Hoewar, pebisnis dingin yang membenci wanita, terpaksa menikahi dokter Kasih Alayah demi memenuhi wasiat Oma Meri yang sedang sakit. Meski awalnya menolak, Kasih pun tak kuasa menghindar karena hutang budi keluarganya pada sang Oma. Tanpa landasan cinta, pernikahan ini penuh rintangan emosional. Mampukah ketulusan Kasih mencairkan hati beku Faith yang penuh kebencian, ataukah perceraian menjadi satu-satunya jalan keluar bagi mereka berdua?
Sampul Novel Tuan Muda Menginginkanku
8.0
Pasca kematian ayahnya, Bella Renee hidup menderita akibat kekejaman bibinya, Paeng, yang merampas seluruh harta warisan Chali Parthapat. Demi bertahan hidup, Bella bahkan terpaksa menanggalkan nama keluarganya. Namun, pertemuannya dengan Sky Newton, pewaris Newton Company, membangkitkan tekadnya untuk melawan. Bella kini berusaha membongkar rahasia kelam keluarga Paeng demi merebut kembali haknya dan membalaskan dendam atas segala penderitaan masa lalu.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan