Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sup Kecantikan

Sup Kecantikan

Lahir dengan fisik kurus dan berkulit gelap membuatku selalu dibanding-bandingkan dengan ibuku yang berparas menawan dan hidup tanpa beban. Sementara ibu dikagumi seluruh desa, aku justru harus bekerja keras di ladang sembari menghadapi perundungan dari anak-anak sekitar. Mereka menjulukiku pembawa sial yang ditakdirkan mati mengenaskan sebagai pengantin dewa gunung di kuilnya. Menolak pasrah pada nasib mengerikan tersebut, aku mengambil keputusan nekat untuk bertukar posisi secara rahasia dengan ibuku sendiri sebelum hari pernikahan itu tiba.
Bab
Bagikan

Bab 1

Aku iri pada ibu, dia cantik seperti sekuntum bunga, disukai oleh semua pria di desa. Dia hanya perlu berbaring di ranjang setiap hari tanpa perlu bekerja, hidup dengan nyaman dan terawat. Sementara aku yang lahir darinya, justru berkulit gelap dan kurus, harus bekerja tanpa henti mengurus ladang dan pekerjaan rumah. Anak-anak desa pun sering menggangguku. Mereka bilang aku pembawa sial dan kelak pasti akan dinikahkan dengan dewa gunung, lalu mati tragis di kuilnya. Sebelum hari pernikahan tiba, aku diam-diam menukar posisi dengan ibu.

Aku benci ibuku. Saat melahirkanku, dia mengalami kesulitan dan menjadi mayat hidup. Semua pria di desa berebut memberikan energi maskulin untuk memperpanjang hidupnya, membuatnya semakin cantik dan lembut.

Namun, aku anak yang lahir dari mayat hidup ini, justru harus menanggung kutukan dewa gunung. Aku dianggap pembawa sial, ditakdirkan menjadi pengantin dewa gunung dan mati mengenaskan di dalam hutan.

Nenek berkata, jika aku merebus daging dari tubuh ibuku dan membuat "sup kecantikan", aku bisa semakin cantik dan mirip dengannya.

Aku tergoda. Sebelum pernikahanku, aku menukar posisi dengan ibuku.

Hari itu, aku mendapatkan apa yang kuinginkan. Para pria di desa menatapku dengan penuh hasrat.

...

Setiap kali ada pria yang memberikan energi maskulin kepada ibuku, aku akan mendengarkan dengan rakus dari luar jendela. Hatiku dipenuhi rasa iri dan keinginan.

Kebencianku terhadapnya semakin bertambah.

Aku iri padanya.

Iri karena dia hanya perlu berbaring, tak perlu melakukan apapun, tetapi tetap terawat dengan baik, kulitnya putih mulus, secantik bidadari.

Sedangkan aku? Aku lahir dengan kulit gelap dan tubuh kurus kering, selalu kelaparan, kedinginan dan harus bekerja keras dari pagi hingga malam.

Anak-anak di desa sering melempariku dengan batu, mengejekku dengan sebutan si jelek dan pembawa sial!

Jika saja ibuku mati saat melahirkanku, aku tak akan lahir sebagai "anak mayat" yang dikutuk. Kenapa dia tidak mati saja di ruang persalinan?

Setiap pagi, tugasku adalah membersihkan tubuhnya.

Harus diakui, ibuku memang sangat cantik.

Rambut hitam panjang berkilau, wajah putih berseri, dada yang penuh dan padat, pinggang ramping, serta sepasang kaki jenjang yang sempurna ...

Tak heran semua pria di desa berebut untuk memberinya energi dengan berbagai cara.

Aku juga menginginkan seorang pria.

Sebagai pengantin dewa gunung, aku harus tetap perawan. Tapi aku tidak mau menikah dengannya!

Kabarnya, semua pengantin dewa gunung mati dengan cara yang mengenaskan ...

...

Setiap malam, selalu terdengar jeritan kesakitan yang mengerikan dari kuil di tebing desa belakang.

Kalau ada pria yang mau menikahiku, mungkinkah aku bisa lolos?

Mungkin aku bisa hiidup seperti ibu, berbaring di ranjang sepanjang hari, menikmati hidup, tanpa perlu bekerja keras lagi.

Tak kusangka, kesempatan itu datang lebih cepat dari yang kuduga.

Baru saja usiaku menginjak lima belas tahun, ayah dan nenek tiba-tiba menangkapku dan membawaku ke dalam bak mandi yang besar untuk memandikanku.

Aku sangat bersemangat, itu adalah bak mandi yang hanya digunakan oleh ibuku!

Setiap kali aku memandikannya, dia selalu berendam dalam air obat berwarna putih susu. Kulitnya tampak semakin bercahaya, membuat para pria tergila-gila.

Apakah aku juga akan menjadi seperti dia?

Namun, kata-kata nenek bagaikan air dingin yang menyiram tubuhku.

Dia tersenyum dan mencubit daguku.

"Meskipun belum tumbuh sempurna, wajahnya benar-benar mirip dengan wanita itu! Masih segar dan muda! Dewa gunung ... pasti akan sangat menyukainya!"

"Yolanda, sebentar lagi kamu akan menjadi pengantin dewa gunung. Tenang saja, nenek akan memandikanmu hingga kulitmu putih dan lembut ... "

Ayah menatapku dengan tatapan penuh nafsu. Wajahnya semakin memerah, dia menjilat bibirnya, bahkan air liurnya hampir menetes. Cengkeramannya semakin kuat.

Saat itu, aku benar-benar ketakutan.

"Ayah ... jangan seperti ini ... sakit sekali ... "

Ayah tersenyum aneh, "Ayah akan mengajarkanmu cara melayani dewa gunung hari ini! Jangan takut, ayah akan melakukannya dengan lembut!"

Aku mulai menyadari sesuatu.

Setiap kali dia memberikan energi kepada ibuku, ekspresinya juga seperti ini.

"Tapi, tapi kamu ayahku ... "

Ekspresi ayah langsung memuram dan menjawab, "Cih, wanita jalang itu sudah hamil saat dibeli! Siapa yang tahu kamu anak siapa?"

"Jadi, diamlah dan jangan banyak bicara ... "

Matanya memerah seperti serigala kelaparan.

Aku sangat putus asa dan hanya ada satu pikiran dalam hatiku.

Jika ini benar-benar terjadi ... bukankah mimpiku akan menjadi kenyataan?

Namun, tiba-tiba ...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 3 Sayap Pelindungku
9.0
Lauren, bungsu keluarga Torres yang sakit-sakitan, kembali dari Gereja Mistik setelah empat tahun. Awalnya, ketiga kakaknya menolak kehadirannya dengan sinis. Namun, suasana berubah drastis saat pesta ulang tahunnya. Ternyata, Lauren memiliki kemampuan meramal masa depan. Ia menyelamatkan nyawa kakak sulungnya, mencegah kebangkrutan kakak keduanya, dan mendeteksi penyakit kakak ketiganya. Kini, para kakak yang dulu membencinya justru menjadi pelindung setia bagi Lauren.
Sampul Novel Dokter Iblis Yang Tak Tertandingi
9.4
Pasca kematian gurunya, Zhao Erhu menerima wasiat terakhir yang sangat mengejutkan. Ia diperintahkan turun gunung untuk menemui tujuh kakak perempuan seperguruannya. Tugasnya bukan sekadar mencari mereka, melainkan harus meniduri ketujuh wanita tersebut. Instruksi aneh ini membuat semua orang tercengang, namun sang guru menegaskan bahwa ini adalah misi penyelamatan nyawa. Tanpa melakukan hubungan intim itu, nyawa kakak-kakaknya akan berada dalam bahaya besar.
Sampul Novel Hamil Anak Genderuwo
8.5
Pasca suaminya terkena PHK, Esmeralda terpaksa memulai hidup baru di kampung halaman pasangan hidupnya tersebut. Namun, kepindahan ini justru membawanya pada serangkaian penampakan sosok Genderuwo yang mengerikan. Di tengah penantian panjang akan hadirnya buah hati, Esmeralda akhirnya dinyatakan mengandung anak pertama. Sayangnya, kebahagiaan itu tertutup awan gelap saat ia menyadari ada kejanggalan besar yang menyelimuti janin di rahimnya.
Sampul Novel Immortal and The Beast
9.1
Pasca perang berdarah 100.000 tahun silam, Theodore bangkit melalui mantra kuno. Namun, alih-alih pulih dalam 10.000 tahun, roh sang Immortal justru terbangun di masa depan dalam tubuh pemuda lemah yang sering dirundung. Di dunia yang kini terancam monster, ia bertekad menjadi Hunter, pahlawan pembasmi makhluk buas. Meski raga barunya rapuh, pengalaman tempur dari masa lalu akan membantunya menaklukkan tantangan demi mengubah nasib malang sang pemilik tubuh.
Sampul Novel Kaum Terakhir (Pembalasan Dendam)
8.8
Dunia menuntut pemusnahan total kaum kegelapan demi kedamaian abadi. Di tengah kerumunan yang haus darah, seorang gadis terbelenggu rantai menghadapi kebencian massa yang menginginkan kematiannya segera. Sorak-sorai penuh amarah terus mendesak agar nyawanya dilenyapkan tanpa sisa. Namun, saat eksekusi tampak tak terelakkan, sebuah teriakan tegas memecah suasana. Sosok penyelamat muncul membela sang ratu, mengubah takdir tragis yang semula sudah di depan mata.
Sampul Novel Pendekar Petualang Cinta
8.9
Anjasmara, putra selir Kerajaan Galuh, berkelana sebagai pendekar tampan demi mencari jodoh atas mandat ibunya. Ia harus menemukan wanita yang sulit ditaklukkan sebagai pasangan sejati. Namun, pesonanya justru membuat banyak gadis terpikat. Di tengah pencarian cinta, ia terjebak konflik dunia persilatan yang mengancam nyawa sekaligus mengasah kekuatannya. Mampukah ia menemukan belahan jiwa sambil menghadapi tantangan besar di jagat persilatan?