Sampul Novel Immortal and The Beast

Immortal and The Beast

9.1 / 10.0
Dalam Immortal and The Beast, Theodore bangkit 100.000 tahun kemudian di tubuh pemuda lemah. Sebagai mantan immortal, ia berambisi menjadi hunter hebat untuk memburu monster. Ikuti petualangan fantasy penuh aksi ini dalam web novel seru dengan misi bertahan hidup dari kepunahan dunia.
Ringkasan Immortal and The Beast
Pasca perang berdarah 100.000 tahun silam, Theodore bangkit melalui mantra kuno. Namun, alih-alih pulih dalam 10.000 tahun, roh sang Immortal justru terbangun di masa depan dalam tubuh pemuda lemah yang sering dirundung. Di dunia yang kini terancam monster, ia bertekad menjadi Hunter, pahlawan pembasmi makhluk buas. Meski raga barunya rapuh, pengalaman tempur dari masa lalu akan membantunya menaklukkan tantangan demi mengubah nasib malang sang pemilik tubuh.
Baca Selengkapnya

Immortal and The Beast Bab 1

"Sial, apa aku gagal untuk bangkit? Apa yang salah?"

Sosok pria dengan tubuh bak diselimuti sebuah cahaya itu berdiri di atas gundukan tanah. Beberapa detik lalu dia baru saja keluar dari gundukan tanah tersebut, dengan sebuah batu nisan yang namanya sudah tidak bisa dibaca lagi. Makam itu terlihat begitu tua dan tidak terurus. Banyak tumbuhan merambat yang menempel pada batu nisan, dan rumput liar tumbuh lebat di atas gundukan tanah itu.

Dan pria berselimutkan cahaya itu mengeluh dengan wajah menengadah pada langit, matanya terlihat sendu penuh oleh kekecewaan. Tubuhnya cukup tinggi dan memiliki otot yang bagus, dia berambut hitam gelap yang cukup panjang berkibar diterpa oleh angin, sedangkan matanya berwarna merah yang nyaris terlihat menyala jika berada di kegelapan.

Lagi-lagi dia mengeluh pelan, menundukkan wajahnya pada gundukan tanah itu. Burung-burung di pepohonan berlarian menjauhi makam seolah tengah ketakutan. Dia masih diam di sana, kemudian berjongkok di depan makam sambil melihat tangannya yang nyaris transparan itu.

"Berapa ratus tahun yang aku lewati, kenapa kebangkitanku seperti ini?" keluhnya lagi tidak habis pikir.

"Tubuhku sudah hancur oleh tanah. Astaga, aku tidak percaya ini akan terjadi padaku. Sepertinya Tuhan tidak mengijinkanku untuk melakukan kebangkitan. Sialan, aku benar-benar kesal. Jika seperti ini, hanya ada satu pilihan! Mencari tubuh baru, itu Menyebalkan!"

Dia terus menggerutu dengan wajah kesal bercampur kecewa, yang kemudian memilih berjalan meninggalkan makam tua tersebut dengan penuh helaan napas. Tepat setelah meninggalkan makam tuanya, dia dikejutkan oleh pemandangan kota yang mengagumkan di bawah langit jingga yang mempesona.

"Astaga, tempat apa ini?" serunya terkejut.

"Berapa lama aku mati? Apa dunia sudah benar-benar berubah?" lanjutnya tidak bisa mendapatkan jawaban.

Dia melirik pada sosok pria dengan balutan pakaian hitam yang berdiri di trotoar. Tangannya terulur hendak menyentuh pundak pria itu dan bertanya. Astaga, dia lupa siapa dirinya saat ini, sampai membuatnya cukup terkejut lantaran tangannya menembus tubuh itu.

"Astaga, yang benar saja!!!!" teriaknya penuh frustasi. Dia benar-benar sadar jika sosoknya saat ini benar-benar seperti hantu. Dan itu membuatnya lebih kecewa dari apa pun.

"Baiklah, di mana tubuh yang bisa aku gunakan?" gumamnya lagi memilih meninggalkan tempat beserta pria itu. Dia terus melihat ke sana ke mari pada pemandangan kota yang dipenuhi oleh gedung tinggi, yang saat matahari tenggelam banyak cahaya menyala di berbagai tempat, membuat tempat itu berkilau olehnya.

"Tempat ini cukup hebat," ungkapnya mengomentari kota tersebut.

"Kemarilah! Ibu akan bercerita!" Dia terhenyak saat mendengar sosok wanita yang berseru pada sejumlah anak-anak di teras rumah.

Dia memalingkan pandangannya dari gemerlap kota, melihat sekumpulan anak-anak di teras bangunan kecil yang terpagari dengan rapi. Anak-anak itu duduk rapi dengan seorang wanita tua duduk di depan.

"Ini dongeng 100.000 tahun lalu, sebelum jaman modern berdiri seperti sekarang. Hidup manusia yang disebut sebagai immortal. Mereka adalah sang abadi dengan kekuatan hebat yang bisa mengguncang dunia. Bahkan mereka bisa membunuh kita hanya dengan satu gerakan hebatnya!"

Dia kembali terperangah mendengar cerita itu. Entah mengapa itu terdengar begitu mirip dengan kehidupannya. Dia pun membawa kakinya ke tempat itu, lantas mendengarkan sebuah dongeng bersama anak-anak yang begitu antusias.

"100.000 tahun lalu terjadilah peperangan antara para immortal dalam waktu berhari-hari, mengotori tanah dengan darah mereka. Namun, sebelum ada yang memenangkan peperangan itu. Bencana datang dari langit! Petir menyambar dengan ganas menghanguskan para immortal. Bukan hanya itu, bahkan tanah pun bergoyang, air laut meluap tinggi menyapu bersih immortal di medan perang tak tersisa!" Wanita itu bercerita dengan penuh ekspresi, membuat anak-anak semakin antusias bukan main.

"Wah itu mengerikan sekali Bu!" sahut anak-anak dengan wajah ketakutan.

"100.000 tahun lalu kah?" gumamnya dengan wajah menengadah pada langit malam yang dipenuhi oleh gemerlapnya bintang. Dia kembali berjalan, sambil mengingat peperangan besar itu.

Namanya Theodore, sosok immortal yang hidup 100.000 tahun lalu dan mendapati kematian oleh kemarahan langit akibat peperangan penuh darah itu. Itu adalah cerita yang mengerikan.

100.000 tahun lalu

"Semuanya serang!!"

"Serang!!!"

Gemuruh suara kaki berlari terdengar bersahutan dengan teriakan memekakkan telinga. Detik berikutnya disusul oleh suara nyaring dari benda tajam yang saling beradu satu sama lain.

Perlahan darah mulai menetes mengubah warna tanah. Theodore memegang erat pedangnya, mengangkatkan ke atas langit, terus memberi komando ratusan pasukan untuk menyerang musuh.

Matanya merah menyala dan begitu tajam, tidak ada raut takut yang terukir di sana. Dengan perlahan Theodore mulai bergerak, dia memukul tubuh kuda yang ditungganginya dengan kaki kanannya, kemudian memacunya membuat hewan itu meringkik dan berlari.

Pedangnya mulai terayun ke beberapa arah, menebas musuhnya tanpa ampun. Darah merah berbau amis terus menodai tubuhnya. Tapi, itu tidak mengganggunya, seolah membunuh adalah hal yang biasa dia lakukan.

"Mereka terlalu kuat untuk dikalahkan dalam waktu singkat," lirih Theodore setelah tiga hari berlalu, dan pertarungan belum menunjukkan siapa pemenangnya.

"Maju! Bunuh semuanya!" teriak Theodore mulai kesal karena tidak kunjung menang.

Setelah beberapa hari berlalu, tiba-tiba langit menjadi begitu gelap padahal hari sedang cukup terik. Cahaya kilatan berwarna ungu menyambar-nyambar dengan ganas pada tanah. Justru mengenai orang-orang yang sedang bertarung.

"Ada apa ini?" tanya Theodore merasa aneh.

Petir itu jelas telah membunuh banyak orang. Kemudian disusul oleh tanah yang bergetar, bahkan di beberapa bagian terlihat retak, sehingga beberapa terperosok ke dalamnya. Ternyata itu semua belum selesai, air laut menguap dengan sangat tinggi, membuat Theodore merasakan tubuhnya bergetar.

"Ini bukan bencana, tapi ini adalah hukuman langit," lirihnya menatap langit gelap dengan petir. Air laut sudah semakin dekat. Sedang tidak ada kemungkinan adanya keselamatan.

"Sia-siakah? Langit marah dengan peperangan ini." Theodore menghembuskan napas beratnya. Dia terdiam sejenak dengan mata terpejam, sehingga tidak dapat mendengar suara panik semua orang yang berusaha menyelamatkan diri.

Mulutnya mulai bergerak, lengannya menahan petir yang menyambar dengan kuat. Tepat setelah dia selesai membaca sebuah mantra, petir itu mengenai tubuh Theodore.

"Aku akan terima kematian ini, tapi aku akan segera bangkit lagi," lirihnya yang akhirnya memejamkan matanya tanpa napas yang tersisa darinya.

Itulah yang terjadi padanya 100.000 tahun lalu, kematian yang menyebalkan baginya. Seharusnya dia bisa hidup sebagai immortal terkuat, apalagi dia memiliki pengaruh cukup besar. Tapi, lihatlah dia sekarang yang bahkan tidak memiliki tubuh, sehingga terus berjalan dengan harapan akan bertemu dengan tubuh tersebut.

"Ah, tidak heran jika dunia sudah berubah seperti saat ini. Semuanya sudah 100.000 tahun sejak bencana langit yang menghancurkan dunia itu. Dan, semua tentang immortal hanyalah dongeng pada jaman sekarang," gumamnya lagi.

Dia sudah mendapatkan jawaban yang dia cari. Namun, tetap saja itu mengejutkannya. Seharusnya dia bangkit 10.000 tahun setelah bencana langit, bukan 100.000 tahun. Dia kembali menggerutu penuh oleh kekesalan dan sumpah serapah yang seolah tidak ada habisnya.

"Sampai kapan aku harus mencari tubuh baru?!" serunya semakin menjadi-jadi.

Dia kembali menghembuskan napas beratnya, sambil terus berjalan menyusuri kota dalam keadaan malam yang cukup ramai oleh kegiatan manusia pada umumnya. Sesekali dia melihat sebuah layar pada salah satu bangunan besar dan tinggi, menampilkan sebuah gambar pertarungan dengan monster. Pemandangan itu membuat dahinya mengernyit, tentu tidak tahu itu apa, dan benda apa.

"Pertarungannya terlihat nyata?" gumamnya mengomentari. Tapi, dia tidak mau memikirkan gambar tersebut, memilih fokus untuk mencari sebuah tubuh yang bisa dia pakai.

Hingga pada akhirnya dia melihat sosok anak muda yang tubuhnya penuh oleh memar tengah meringkuk di ujung ruangan bersama beberapa anak muda lainnya yang tengah menindasnya sambil tertawa lebar. "Malang sekali anak itu," ujarnya mengasihani anak muda itu.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Immortal and The Beast

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Kembalinya Sang Mantan Istri yang Agung
9.5
Bram mengkhianati cinta tulus istrinya demi Hesti yang tiba-tiba muncul. Di tengah vonis kanker dan duka kehilangan orang tua, sang istri dipaksa bercerai atas tuduhan palsu. Setelah memalsukan kematian demi lepas dari penderitaan, ia melepaskan identitas lamanya yang lemah. Tiga tahun berlalu, ia bertransformasi menjadi Aurora Morgan yang berkuasa. Kini ia kembali untuk menuntut balas atas segala luka dan penghinaan yang pernah Bram torehkan di masa lalu.
Sampul Novel Kontrak Pewaris Lima Miliyar
8.0
Narendra Adipradana, miliarder dingin yang enggan menikah, terpaksa mencari pewaris demi tuntutan ayahnya. Ia menawarkan lima miliar rupiah kepada Kirana Maheswari, gadis desa yang terdesak utang, untuk mengandung anaknya melalui sebuah transaksi tanpa rasa. Namun, saat kehamilan Kirana dimulai, dinding pertahanan Narendra goyah. Akankah hubungan profesional ini berubah menjadi cinta sejati, atau justru Kirana akan pergi meninggalkan kehampaan setelah tugasnya usai?
Sampul Novel Mertua Ku Adalah Ayah Ku & Ayah Putri Ku
9.3
Laras adalah yatim piatu putus sekolah yang bertahan hidup di sebuah dusun terpencil. Tinggal di rumah reyot, ia terpaksa bekerja sebagai buruh harian di perkebunan sawit milik Juragan Johan. Namun, takdir membawa Laras ke dalam pusaran hubungan yang sangat rumit dan penuh rahasia besar. Tanpa disangka, sosok Johan ternyata merupakan ayah kandungnya, sekaligus ayah dari anak yang dikandungnya, serta menjadi mertuanya sendiri. Simak kisah pelik ini selengkapnya.
Sampul Novel (NOT) Your Ordinary Lab Girl
8.3
Meha, asisten lab mikrobiologi di Universitas Elephas, mendadak jadi tersangka pembunuhan berantai karena mayat ditemukan di tempat kerjanya. Bersama rekannya, Remi, mereka terjebak fitnah dan konspirasi politik kampus yang pelik. Demi membersihkan nama baik dan kelanjutan studinya, Meha terpaksa turun tangan memecahkan misteri tersebut. Namun, keberhasilannya justru memicu kasus baru, seolah ia adalah magnet bagi para pembunuh yang haus untuk diungkap aksinya.
Sampul Novel Pertama dan Terakhir
9.4
Nafchi hanyalah siswa SMA biasa yang menyimpan kenangan masa lalu tentang seorang gadis berambut abu-abu. Dahulu mereka adalah teman sekelas saat SMP, namun situasi internal memaksa keduanya untuk berpisah. Takdir mempertemukan mereka kembali di bangku SMA, tetapi gadis itu kini sama sekali tidak mengenali Nafchi. Di tengah perubahan ini, Nafchi berjuang keras untuk memulihkan ingatan sang gadis. Akankah usahanya membuahkan hasil yang manis?
Sampul Novel Stempel Miskin untuk Keluargaku
8.4
Kepulanganku setelah empat tahun merantau disambut kenyataan pahit. Keluargaku dihina dan dicap miskin oleh warga serta kerabat sendiri karena tumpukan utang. Namun, di balik kemiskinan harta yang terlihat, tersimpan rahasia besar mengenai sebidang tanah milik bapak yang tak diketahui orang lain. Kini, aku bertekad membuktikan bahwa kekayaan hati dan kejujuran mampu mengangkat martabat keluarga kami agar tidak lagi dipandang sebelah mata oleh mereka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan