Sampul Novel Sup Kecantikan

Sup Kecantikan

9.0 / 10.0
Dalam novel fantasi misteri Sup Kecantikan, seorang gadis desa yang kusam dan tertindas memutuskan untuk menukar nasibnya dengan sang ibu yang jelita. Demi menghindari takdir tragis menjadi tumbal pengantin dewa gunung, ia nekat melakukan penyamaran berbahaya yang penuh misteri horor.
Ringkasan Sup Kecantikan
Lahir dengan fisik kurus dan berkulit gelap membuatku selalu dibanding-bandingkan dengan ibuku yang berparas menawan dan hidup tanpa beban. Sementara ibu dikagumi seluruh desa, aku justru harus bekerja keras di ladang sembari menghadapi perundungan dari anak-anak sekitar. Mereka menjulukiku pembawa sial yang ditakdirkan mati mengenaskan sebagai pengantin dewa gunung di kuilnya. Menolak pasrah pada nasib mengerikan tersebut, aku mengambil keputusan nekat untuk bertukar posisi secara rahasia dengan ibuku sendiri sebelum hari pernikahan itu tiba.
Baca Selengkapnya

Sup Kecantikan Bab 1

Aku iri pada ibu, dia cantik seperti sekuntum bunga, disukai oleh semua pria di desa. Dia hanya perlu berbaring di ranjang setiap hari tanpa perlu bekerja, hidup dengan nyaman dan terawat. Sementara aku yang lahir darinya, justru berkulit gelap dan kurus, harus bekerja tanpa henti mengurus ladang dan pekerjaan rumah. Anak-anak desa pun sering menggangguku. Mereka bilang aku pembawa sial dan kelak pasti akan dinikahkan dengan dewa gunung, lalu mati tragis di kuilnya. Sebelum hari pernikahan tiba, aku diam-diam menukar posisi dengan ibu.

Aku benci ibuku. Saat melahirkanku, dia mengalami kesulitan dan menjadi mayat hidup. Semua pria di desa berebut memberikan energi maskulin untuk memperpanjang hidupnya, membuatnya semakin cantik dan lembut.

Namun, aku anak yang lahir dari mayat hidup ini, justru harus menanggung kutukan dewa gunung. Aku dianggap pembawa sial, ditakdirkan menjadi pengantin dewa gunung dan mati mengenaskan di dalam hutan.

Nenek berkata, jika aku merebus daging dari tubuh ibuku dan membuat "sup kecantikan", aku bisa semakin cantik dan mirip dengannya.

Aku tergoda. Sebelum pernikahanku, aku menukar posisi dengan ibuku.

Hari itu, aku mendapatkan apa yang kuinginkan. Para pria di desa menatapku dengan penuh hasrat.

...

Setiap kali ada pria yang memberikan energi maskulin kepada ibuku, aku akan mendengarkan dengan rakus dari luar jendela. Hatiku dipenuhi rasa iri dan keinginan.

Kebencianku terhadapnya semakin bertambah.

Aku iri padanya.

Iri karena dia hanya perlu berbaring, tak perlu melakukan apapun, tetapi tetap terawat dengan baik, kulitnya putih mulus, secantik bidadari.

Sedangkan aku? Aku lahir dengan kulit gelap dan tubuh kurus kering, selalu kelaparan, kedinginan dan harus bekerja keras dari pagi hingga malam.

Anak-anak di desa sering melempariku dengan batu, mengejekku dengan sebutan si jelek dan pembawa sial!

Jika saja ibuku mati saat melahirkanku, aku tak akan lahir sebagai "anak mayat" yang dikutuk. Kenapa dia tidak mati saja di ruang persalinan?

Setiap pagi, tugasku adalah membersihkan tubuhnya.

Harus diakui, ibuku memang sangat cantik.

Rambut hitam panjang berkilau, wajah putih berseri, dada yang penuh dan padat, pinggang ramping, serta sepasang kaki jenjang yang sempurna ...

Tak heran semua pria di desa berebut untuk memberinya energi dengan berbagai cara.

Aku juga menginginkan seorang pria.

Sebagai pengantin dewa gunung, aku harus tetap perawan. Tapi aku tidak mau menikah dengannya!

Kabarnya, semua pengantin dewa gunung mati dengan cara yang mengenaskan ...

...

Setiap malam, selalu terdengar jeritan kesakitan yang mengerikan dari kuil di tebing desa belakang.

Kalau ada pria yang mau menikahiku, mungkinkah aku bisa lolos?

Mungkin aku bisa hiidup seperti ibu, berbaring di ranjang sepanjang hari, menikmati hidup, tanpa perlu bekerja keras lagi.

Tak kusangka, kesempatan itu datang lebih cepat dari yang kuduga.

Baru saja usiaku menginjak lima belas tahun, ayah dan nenek tiba-tiba menangkapku dan membawaku ke dalam bak mandi yang besar untuk memandikanku.

Aku sangat bersemangat, itu adalah bak mandi yang hanya digunakan oleh ibuku!

Setiap kali aku memandikannya, dia selalu berendam dalam air obat berwarna putih susu. Kulitnya tampak semakin bercahaya, membuat para pria tergila-gila.

Apakah aku juga akan menjadi seperti dia?

Namun, kata-kata nenek bagaikan air dingin yang menyiram tubuhku.

Dia tersenyum dan mencubit daguku.

"Meskipun belum tumbuh sempurna, wajahnya benar-benar mirip dengan wanita itu! Masih segar dan muda! Dewa gunung ... pasti akan sangat menyukainya!"

"Yolanda, sebentar lagi kamu akan menjadi pengantin dewa gunung. Tenang saja, nenek akan memandikanmu hingga kulitmu putih dan lembut ... "

Ayah menatapku dengan tatapan penuh nafsu. Wajahnya semakin memerah, dia menjilat bibirnya, bahkan air liurnya hampir menetes. Cengkeramannya semakin kuat.

Saat itu, aku benar-benar ketakutan.

"Ayah ... jangan seperti ini ... sakit sekali ... "

Ayah tersenyum aneh, "Ayah akan mengajarkanmu cara melayani dewa gunung hari ini! Jangan takut, ayah akan melakukannya dengan lembut!"

Aku mulai menyadari sesuatu.

Setiap kali dia memberikan energi kepada ibuku, ekspresinya juga seperti ini.

"Tapi, tapi kamu ayahku ... "

Ekspresi ayah langsung memuram dan menjawab, "Cih, wanita jalang itu sudah hamil saat dibeli! Siapa yang tahu kamu anak siapa?"

"Jadi, diamlah dan jangan banyak bicara ... "

Matanya memerah seperti serigala kelaparan.

Aku sangat putus asa dan hanya ada satu pikiran dalam hatiku.

Jika ini benar-benar terjadi ... bukankah mimpiku akan menjadi kenyataan?

Namun, tiba-tiba ...

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Sup Kecantikan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Sayang Om
8.1
Noelia, siswi SD berusia delapan tahun, tumbuh tanpa orang tua dan hanya diasuh oleh Tante Novi. Kesehariannya yang sepi berubah sejak kehadiran pasangan pengantin baru, Wisnu dan Santi, sebagai tetangga. Kehangatan Wisnu memberikan Noe kasih sayang figur ayah yang selama ini ia dambakan. Seiring berjalannya waktu, kedekatan yang terjalin selama bertahun-tahun menumbuhkan benih cinta di hati Noe, hingga akhirnya ia berani menyatakan perasaan sayangnya pada Wisnu.
Sampul Novel Bayangan Kematian: Kutukan Tiga Roh
9.7
Aurelia adalah putri tunggal konglomerat yang hidup dalam kemewahan hingga sebuah kecelakaan maut mengubah segalanya. Setelah menabrak tiga pemotor hingga tewas, gadis berusia lima belas tahun ini memilih kabur demi menghindari tanggung jawab. Namun, pelarian itu justru mengundang petaka supranatural. Kini, Aurel diburu oleh tiga roh penuh dendam yang menuntut balas. Mampukah ia lepas dari teror mengerikan ini, atau ia akan selamanya terjebak dalam kutukan?
Sampul Novel Pesona Istri CE0
8.7
Neysa Ayudia tumbuh besar hanya dengan kasih sayang neneknya setelah ditelantarkan orang tuanya. Hidupnya berubah saat ia dipaksa menikahi Alby Delano Prabu, CEO pewaris Prabu Group, demi memenuhi wasiat sahabat neneknya. Meski Alby berusaha keras menggagalkan perjodohan ini, pernikahan tetap digelar. Neysa harus menghadapi kenyataan pahit saat suami dan keluarga besarnya justru membencinya. Mampukah Neysa bertahan dan memenangkan hati keluarga Prabu?
Sampul Novel Takdir Perjanjian Pernikahan
8.8
Marsha dan William terjerat dalam perjodohan meski hati mereka milik orang lain. Walau sempat menolak, takdir memaksa keduanya bersatu dalam ikatan pernikahan yang penuh kebencian. Hubungan mereka bak kucing dan tikus yang tak pernah akur, namun waktu mulai menumbuhkan benih cinta yang tak terduga. Marsha mulai goyah, sementara William masih terbelenggu masa lalu. Akankah dua hati yang terluka ini akhirnya menemukan kebahagiaan sejati?
Sampul Novel Tanah Para Naga
9.2
Setelah puluhan tahun berlalu, pandangan masyarakat di benua timur mulai beralih penuh rasa ingin tahu ke arah Benua Baru. Aku yang mulanya sekadar mendampingi langkah guruku, kini mulai merasa terpesona oleh kemurnian alam yang ditawarkan oleh tanah misterius tersebut. Namun, di tengah petualangan yang memikat ini, ada sebuah bara dendam lama di dalam hatiku yang masih menyala dan belum sanggup kulepaskan sepenuhnya. Perjalanan ini pun menjadi lebih rumit.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan