Sampul Novel SANG ALPHA : Tak Tersentuh

SANG ALPHA : Tak Tersentuh

9.8 / 10.0
Dalam SANG ALPHA : Tak Tersentuh, Jordan dijebak dan dipenjara selama enam tahun. Demi bertahan hidup, ia terpaksa bergabung dengan kelompok mafia kejam. Simak pergolakan iman dan aksi dalam mafia novel ini melalui platform webnovel yang menyediakan beragam fiction books menarik.
Ringkasan SANG ALPHA : Tak Tersentuh
Jordan Smith Watanabe, seorang pria religius yang teguh pada imannya, harus mendekam di penjara terpencil selama enam tahun akibat fitnah keji. Setelah bebas, ia terjepit dalam situasi sulit yang mengancam nyawanya. Terpaksa demi bertahan hidup, Jordan mengikuti arahan penyelamatnya untuk terjun ke dunia mafia yang brutal. Mampukah sosok pemeluk agama yang taat ini menavigasi kekejaman organisasi kriminal yang sangat bertentangan dengan prinsip sucinya?
Baca Selengkapnya

SANG ALPHA : Tak Tersentuh Bab 1

Jordan terbangun saat mendengar suara langkah kaki dan keributan orang di luar pintu kamarnya. Namun betapa terkejutnya pria muda itu saat mendapati ada tubuh wanita telanjang di sebelahnya yang dia mendapati dirinya juga tanpa ada pakaian satu helai benangpun menutupi tubuhnya selain selimut tipis sebatas pinggang. 

“Yuri?!” 

Jordan semakin terkaget mengetahui wanita yang tubuhnya masih terasa hangat saat dia sentuh tersebut adalah seorang gadis muda seusia dengannya, putri pengusaha terpandang yang sepupunya adalah sahabat Jordan.

Tangan Jordan tidak merasakan hembusan napas Yuri dan spontan dia memeriksa pergelangan tangan gadis itu yang juga tidak merasakan detak nadinya.

“Och Tuhan, apa yang kau lakukan, Jordan?” rutuk Jordan pada dirinya sendiri karena dia sama sekali tidak ingat apa yang dia lakukan semalam selain Kalf Robson, sepupunya Yuri mengajaknya makan.

Hari ini direncanakan adalah perayaan atas kelulusan Jordan dan Kalf dari Seminari yang akan menjadikan mereka Pastur muda. Suatu prestasi bergengsi bagi anak muda di negara mereka pada belahan Eropa Utara ini yang masih sangat kental suasana keagamaannya. 

Suara-suara ribut di depan pintu ruangan kamar Jordan semakin nyaring terdengar. 

“Jordan tidak mungkin melakukan itu! Menculik sepupuku? Huh, kalian terlalu mengada-ada! Jordan semalaman ada bersama saya, kami makan dan …” ucapan Kalf terhenti tiba-tiba lalu terdengar ketukan pada daun pintu kamar tempat Jordan menginap di kamar terpisah dengan Kalf. 

Jordan menyibak selimut yang menutupi tubuhnya, tanpa sengaja matanya melotot melihat ke arah tongkat saktinya yang berlumuran darah. Pun saat mata Jordan menoleh ke arah Yuri, tubuh bagian bawah wanita itu seperti mengalami pendarahan hebat dan darahnya terlihat menghitam kental di atas ranjang. 

“Tuhan, bagaimana bisa terjadi hal seperti ini?” rintih Jordan yang tidak henti-hentinya menyebut nama Tuhan dalam hatinya. 

Jordan memungut pakaiannya dan memakainya dengan cepat saat pintu ruangannya terbuka didobrak dari luar. 

“Jordan Smith Watanabe! Anda ditangkap atas penculikan Nona Yuri Horik dan …” seorang petugas kepolisian berkata pada Jordan lalu matanya melirik ke atas ranjang yang langsung dia dekati dan memeriksa tubuh Yuri yang terbaring miring. 

“Dan, pembunuhan pada putri Ben Horik!” tambah sang petugas dengan sangat lantang. 

Kepala Jordan menggeleng cepat saat petugas lain yang datang bersama pertugas yang berbicara dengannya memborgol pergelangan tangannya. Mata Jordan menatap Kalf yang juga menatapnya penuh tanda tanda. 

“Kalf …sungguh, aku tidak tau. Bagaimana bisa sepupumu ada di satu ranjang denganku! Kita semalam makan bersama …please tolong aku, Kalf,” Jordan mengiba menatap sahabatnya yang juga memandangnya dengan tatapan rumit lalu melirik ke atas ranjang yang para petugas sudah menggulung tubuh Yuri menggunakan selimut. 

Wajah Kalf langsung berpaling menatap Jordan kembali begitu matanya menatap noda darah mengental di atas seprai ranjang tempat tubuh Yuri kini sudah di bawa keluar oleh para petugas kepolisian. 

“Kalf …” 

Jordan berusaha memanggil nama sahabatnya kembali yang tentu saja mustahil akan bisa membantunya setelah melihat sepupu tersayangnya tewas ditiduri oleh Jordan. Setidaknya, begitulah menurut semua orang yang saat ini berada di dalam ruangan kamar Jordan meskipun pria itu tidak bisa ingat apa yang telah dia lakukan ataupun jam berapa dia bertemu Yuri tadi malam. 

Jordan di dorong keluar kamar oleh petugas yang tadi saat awal datang ke ruangannya, bertanya padanya. Sebuah mobil sudah menunggu di lobi penginapan dan Jordan kembali dipaksa masuk ke dalam mobil dibawah tatapan Kalf yang tetap tidak mengatakan apa pun selain tatapannya menatap tajam pada Jordan diserta emosi amarah pria itu padanya.

Jordan dibawa ke sebuah pelabuhan dan lutut bagian belakangnya di tendang cukup keras oleh petugas saat Jordan berkata dirinya tidak bersalah.

“Mamaku, ijinkan aku bertemu dengan Mamaku terlebih dahulu …” pinta Jordan memohon belas kasihan karena sudah tiga tahun Jordan belum bertemu dengan Mamanya. 

Jordan belajar di seminari sejak usia dua belas tahun dan Mamanya tidak bisa melakukan kunjungan setiap saat hingga kemarin siang dia dan Kalf dinyatakan lulus sehingga memberikan kebebasan pada semua murid seminari untuk makan atau bertemu keluarga yang juga mengijinkan mereka menginap pada penginapan. 

Pagi ini, Jordan akan bertemu dengan Mamanya, Mary Helena Smith yang pastinya sudah berada di lingkungan seminari tempat Jordan dan Kalf belajar selama sepuluh tahun. 

“Anda tidak memiliki hak untuk melakukan permohonan, anak muda!” sahut sang petugas yang langsung menyeret tangan Jordan agar masuk ke dalam sampan kecil yang akan membawanya ke penjara di pulau yang terletak di tengah lautan luas. 

Jordan merasa aneh dengan sikap petugas tetapi bagian belakang lututnya kembali ditendang yang membuatnya terjatuh terjerembab ke atas sampan yang sudah siap siaga membawanya pergi dari pelabuhan menuju penjara di pulau.

Biasanya setiap tersangka akan masuk penjara umum dahulu, diadili di pengadilan lalu jika dinyatakan bersalah berat, baru akan di kirim ke penjara yang sering Jordan dengar kisahnya adalah penjara yang tidak bisa membuat narapidananya kabur alias mati membusuk di sana yang nantinya mayat mereka dilemparkan ke lautan jadi makanan ikan. 

Tetapi, Jordan justru langsung di bawa ke penjara, bukannya diadili terlebih dahulu. 

“Anda telah menewaskan putri Ben Horik, jadi tunggulah pengadilan Anda di pulau!” tutur pengemudi sampan seakan mengerti apa yang anak muda itu pikirkan. 

Saat ini sampan sudah hampir membawa Jordan mendekati penjara di pulau, sedangkan Mary Helena Smith sedang berlari kecil menyusuri lorong demi lorong untuk bertemu dengan putra semata wayangnya. Bibir Mary Helena terlihat tersenyum manis penuh kerinduan pada Jordan yang ingin dia peluk erat-erat.

Sejak Jordan memutuskan masuk Seminari, Mary Helena tinggal di rumah besarnya yang sangat jauh di pedesaan. Kedua orangtua Mary Helena dan suaminya tewas dalam kecelakaan saat Jordan masih berada dalam perutnya, usia tujuh bulan. Hal yang sangat luar biasa bagi Mary Helena bisa membesarkan Jordan dan membuat putranya itu menjadi anak Tuhan yang taat. 

“Nyonya …”

Asisten rumah tangga yang mengikuti Mary Helena ikut berlari kecil mengikuti majikannya tersebut seraya membawa tas berisi pakaian ganti untuk Jordan dan camilan yang disukai Tuan Mudanya tersebut saat dia masih kecil dahulu. 

Mary Helena bergadang sejak semalam membuat camilan kesukaan Jordan dan telah melewati perjalanan tiga jam untuk tiba ke seminari ini agar bisa ikut mendampingi putranya menerima penghargaan kelulusannya.

“Anda tidak diijinkan masuk, Nyonya!” ucap salah satu petugas yang menjaga lingkungan masuk ke asrama tempat Mary Helena biasa bertemu dengan Jordan. 

“Saya adalah Mamanya Jordan, Jordan Smith Watanabe! Tolong panggilkan dia dan saya akan menunggu di sini,” tukas Mary Helena dengan senyum manis tidak hilang dari wajah dan matanya yang melongok ke dalam asrama, mencari keberadaan Jordan. 

“Semua siswa sudah berada di dalam aula. Silakan ikuti lorong ini untuk menuju aula!” jawab sang petugas sembari memberikan arahan dengan telapak tangannya pada salah satu lorong. 

Mary Helena langsung menganggukkan kepala dan berterima kasih, lalu membawa Siggy, asisten rumah tangganya menuju lorong masuk ke aula, tempat berlangsungnya upacara kelulusan.

“Nyonya, saya melihat Kalf. Tapi tidak ada Tuan Muda Jordan …” bisik Siggy dekat telinga Mary Helena yang matanya juga mencari keberadaan putranya.

Mary Helena dan Siggy sudah berada di dalam aula besar, bergabung dengan para keluarga dan wali murid lainnya yang datang berombongan untuk menghadiri kelulusan putra mereka menjadi Pastur. 

“Salah satu murid atas nama Jordan Smith Watanabe, terpaksa kami keluarkan dari seminari dan tidak bisa mengikuti kelulusan ini karena telah melanggar perintah Tuhan yaitu berzina dan melakukan pembunuhan …” terdengar suara bergema yang membuat hening seisi ruangan aula. 

Tubuh Mary Helena bergetar seakan kakinya tidak menapak pada lantai begitu mendengar nama Jordan disebutkan sebagai pelanggar perintah Tuhan. 

“Nyonya …”

“Bohong! Itu pasti bohong! Jordan tidak akan pernah melakukan hal terkutuk itu!” teriak Mary Helena yang sudah berjalan maju ke area panggung. 

Ben Horik yang duduk di atas panggung bersama para pejabat lainnya dan para Romo, memberi kode pada anak buahnya agar menghalangi Mary Helena mengacaukan acara kelulusan. 

“Bohong! Putraku Jordan Smith Watanabe tidak akan melakukan zina dan pembunuhan! Ini pasti jebakan! Ijinkan aku bertemu dengan putraku, dimana dia? Dimana kalian sembunyikan anakku?” Mary Helena berontak dan berteriak semakin lantang yang membuat heboh para orang tua, tamu dan murid lain yang sudah dianggap sebagai Pastur dalam ruangan tersebut. 

Dua orang petugas menarik tubuh Mary Helena yang terus meronta minta dilepaskan dan juga Siggy keluar dari ruangan aula.

“Putra Anda melakukan bunuh diri di kamarnya dan telah dikremasi tadi pagi karena dianggap aib bagi seminari ini.” salah satu petugas yang membawa Mary berkata. 

“Tidaakkkkkk!!!!” pekik Mary Helena histeris yang dirinya bersama Siggy dilemparkan dengan sangat jijik ke lantai di koridor luar aula oleh petugas yang langsung mengunci pintu masuk ke dalam aula.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi SANG ALPHA : Tak Tersentuh

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Menyelamatkan Pujaan Hati Suamiku
9.4
Akibat kecelakaan pesawat tragis, Paula tewas tanpa jasad, sementara sang protagonis selamat berkat parasut dari Steve. Meski tetap menikah, Steve memendam benci selama enam tahun pernikahan mereka dan menganggapnya pembunuh Paula. Saat perceraian tiba, Steve justru memilih mengakhiri hidup bersamanya di lokasi kecelakaan. Ketika terbangun kembali di hari kecelakaan itu, ia bertekad menyerahkan parasut terakhir kepada Paula, wanita yang paling dicintai suaminya.
Sampul Novel Dikhianati Sejak Hari Pertama
8.4
Katrina terpaksa menerima perjodohan mendadak demi ayahnya yang sakit. Ia pun resmi menikah dengan Gavin Ardian secara sederhana. Namun, pengkhianatan langsung menyambutnya saat Katrina tahu Gavin masih menjalin asmara dengan kekasih lamanya. Di tengah luka itu, Katrina justru diberi misi khusus oleh ayah mertuanya untuk merebut hati Gavin sepenuhnya. Kini, ia harus berjuang memenangkan cinta sang suami atau justru tenggelam dalam drama rumah tangga yang pelik.
Sampul Novel Kakak Beradik 
8.6
Kematian tragis sang protagonis terjadi tepat di hari ulang tahunnya bersama saudara kembar perempuannya. Namun, alih-alih duka yang tulus, ia justru menyaksikan pacarnya memeluk erat kembarannya yang menangis. Di saat yang sama, kemarahan keluarganya memuncak; ibunya terus menelepon tanpa henti, ayahnya mencaci dirinya sebagai anak yang tidak tahu berterima kasih, dan saudarinya mengirim pesan kejam yang menuduhnya egois. Saat semua hujatan itu datang, ia menyadari satu hal: dadanya kini tidak lagi terasa sakit.
Sampul Novel LELAKI "LAIN" SELAIN SUAMIKU
9.2
Perselingkuhan suami mungkin terdengar lumrah, namun apa jadinya jika pengkhianatan itu melibatkan dua kepribadian yang berbeda? Sosok Mas Puji kini tampak terbagi menjadi dua identitas yang identik namun berlawanan. Di tengah kebingungan yang melanda, sang istri harus mencari tahu mana sosok suami yang asli dan mana yang palsu. Misteri ini menyelimuti rumah tangga mereka, menciptakan teka-teki rumit tentang siapa sebenarnya pria yang ia nikahi selama ini.
Sampul Novel Phoenix Reincarnation
8.8
Lia, mahasiswi hukum berusia 23 tahun, tewas tenggelam dan bereinkarnasi menjadi putri seorang Jenderal Besar. Meski terjebak dalam tubuh baru yang memiliki reputasi buruk, ia menggunakan kecerdasan luar biasanya untuk mengubah persepsi publik. Keadaan memaksanya terlibat dalam perseteruan sengit antara keluarganya dan kaum bangsawan. Berbekal keberanian dan taktik cerdas, Lia kini berjuang menumpas siapa pun yang berani mengusik kehormatan orang-orang yang ia cintai.
Sampul Novel Ternyata Kau Injak Dua Perahu
9.4
Lima tahun membina rumah tangga, Julia Trevon curiga dengan rasa pahit vitamin pemberian suaminya, Victor Camden. Pemeriksaan medis mengungkap botol itu berisi mifepristone yang mematikan kesuburannya. Syok makin mendalam saat dokter rumah sakit tempat suaminya bekerja menolak mengakui Julia sebagai istri Victor. Menurut mereka, istri sah sang dokter baru saja melahirkan dua bulan lalu. Dituduh berhalusinasi dan disuruh menemui psikiater, Julia kini terjebak dalam misteri pernikahan yang penuh kebohongan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan