Sampul Novel Aku Pemenang Dalam Hidupku

Aku Pemenang Dalam Hidupku

8.8 / 10.0
Dalam novel romantis Aku Pemenang Dalam Hidupku, seorang wanita kerap diabaikan keluarganya demi sang adik. Puncaknya, sang tunangan yang merupakan bos mafia meninggalkannya di hari pernikahan. Ia pun memilih pergi membawa rahasia kehamilannya untuk memulai hidup baru. Baca Novel Web ini sekarang.
Ringkasan Aku Pemenang Dalam Hidupku
Setelah sekian lama hidup dalam bayang-bayang adiknya dan diabaikan oleh keluarganya sendiri, puncaknya terjadi di hari pernikahan. Ayah, ibu, kakak, serta Jason—tunangannya yang merupakan seorang bos mafia—memilih pergi ke wisuda sang adik. Ditinggal sendirian di altar penikahan dengan rasa malu, ia teringat momen pertunangan saat Jason juga meninggalkannya demi sang adik. Sadar dirinya tak pernah dihargai, ia memutuskan pergi membawa koper dan rahasia kehamilannya demi memulai lembaran baru.
Baca Selengkapnya

Aku Pemenang Dalam Hidupku Bab 1

Ini sudah ke-seratus kalinya aku diabaikan oleh keluarga ini.

Saat ulang tahun, mereka hanya menyiapkan kue untuk adikku.

Saat sakit, aku terbaring sendirian di ranjang, sementar mereka semua mengelilingi adikku.

Aku selalu bilang pada diriku sendiri untuk bersabar dan jadi anak yang pengertian, tapi semua itu tak pernah tergantikan sekalipun dengan kasih sayang mereka.

Hingga hari pernikahanku tiba.

Aku kira setidaknya di hari itu, aku bisa merasakan sedikit kasih sayang yang benar-benar menjadi milikku.

Namun, aku salah.

Ayah, Ibu, Kakak, bahkan Jason, tunanganku yang merupakan seorang bos mafia, semuanya malah pergi ke acara wisuda adikku.

Mereka meninggalkanku sendirian di tempat pernikahan, membiarkanku menanggung tatapan iba dan ejekan para tamu.

Sedangkan Jason hanya melontarkan kalimat dingin, "Hanya pernikahan saja, bisa digantikan lain hari."

Ini bukan pertama kalinya.

Waktu acara pertunangan pun sama, begitu adikku mengeluh sakit perut, dia tanpa ragu langsung menemaninya ke rumah sakit.

Sementara aku harus tersenyum pada tamu-tamu sendirian

Saat ini, aku benar-benar sadar. Bagi mereka, aku hanyalah sosok yang tidak penting.

Jadi, aku memilih untuk pergi.

Aku membawa koper dan satu rahasia, yaitu anak dalam kandunganku.

Kali ini, aku tidak akan menunggu kasih sayang mereka lagi.

Aku akan memulai hidup baru, demi diriku dan demi anakku.

Pada malam pembatalan pernikahan, Siska mengunggah foto wisuda bersama keluarga di media sosial.

Dia berdiri di tengah, dikelilingi oleh Ayah, Ibu dan Kakak, sementara tunanganku berdiri di belakangnya sambil memegang seikat bunga, seperti seorang pelindung.

Sebagai pusat perhatian, senyuman Siska terlihat begitu bersinar.

Caption di fotonya sederhana, tapi menyakitkan. [Kasih sayang itu tak perlu ditunggu].

Cahaya dari layar ponsel memantul di wajahku.

Dadaku terasa hampa. Bukan marah, melainkan lelah.

Aku hanya mengetik enam kata: [Selamat atas kelulusanmu, aku ikut bahagia].

Kemudian, aku baru saja hendak mematikan ponsel, tiba-tiba pintu terbuka keras.

Kakakku, Stefano menerobos masuk dan dengan nada yang setajam pisau, “Apa maksud komentarmu di postingannya? Mau mempermalukan adikmu sendiri di depan umum?”

Tanpa menunggu penjelasanku, dia melanjutkan tuduhannya, “Kamu sudah cukup memalukan di pernikahanmu hari ini, sekarang malah mau menarik Siska ikut dipermalukan juga?”

Aku meletakkan ponsel di lemari samping ranjang, lalu menjawab datar, “Aku nggak menyindir. Itu ucapan selamatku yang tulus.”

Ketenanganku membuatnya sempat terdiam.

Tatapannya jatuh ke koper di lantai, lalu dia pun dengan dingin berkata, “Mulai lagi? Sudah kemas koper dan mau pura-pura kabur dari rumah untuk mendapat perhatian? Biar semua orang memohonmu untuk tetap tinggal?”

“Selvy, sejak kecil kamu memang suka sekali buat drama seperti ini. Bisa nggak sih, kamu belajar sedikit lebih dewasa? Belajarlah seperti adikmu!”

Stefano pun melanjutkan perintahnya, seolah sedang membagi pekerjaan rumah, “Siska mau makan krim sup seafood. Kamu saja yang masak, sekalian minta maaf padanya.”

Nada bicaranya terdengar seenaknya, seolah aku berutang pada mereka.

Aku tidak berdebat seperti biasanya dan hanya menjawab, “Iya.”

Kemudian, berbalik menuju dapur.

Stefano terkejut dengan perubahanku, lalu tiba-tiba meninggikan suara, “Tunggu. Jangan-jangan kamu mau macam-macam dengan makanannya?”

“Kok kamu nggak menolak kali ini?”

Aku menoleh, mataku berkaca-kaca dan menjawab, “Kak, apa aku orang seperti itu di matamu?”

Mungkin karena ekspresiku terlihat sangat terluka, dia mengerutkan kening dan mengalihkan pandangan, lalu nadanya sedikit melunak, “Kurasa kamu juga nggak berani.”

Kemudian, dengan nada tenang seolah semua yang terjadi hari ini adalah hal sepele, dia berkata, “Acara wisuda Siska hanya sekali seumur hidup. Pernikahanmu yang batal hari ini masih bisa diganti lain hari.”

Diganti lain hari!

Mereka menganggap pernikahanku seperti pesta biasa, bisa dijadwalkan ulang kapan saja.

Di gereja hari ini, di barisan tamu penting di bawah panggung, duduk semua kalangan terpandang seluruh kota, kamera media menyorot kursi pengantin pria yang kosong. Aku berdiri sendirian di bawah lampu sorot selama sepuluh menit, hingga akhirnya pemandu acara menuntunku turun dari panggung.

Jason, seorang bos mafia yang selama ini dikenal memegang janji, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya juga tiga kata itu, “Ganti lain hari!”

Aku menunduk, melangkah pelan ke dapur dan mulai menyiapkan bahan.

Satu per satu kerang simping dikupas, air garam terasa menyengat di kulit. Jariku memerah dan membengkak, aku alergi seafood.

Namun, rasa perih di tangan tak membuatku menangis. Karena yang paling menyakitkan bukan luka di kulit, melainkan rasa terbiasa ini, terbiasa diabaikan.

Sebelumnya, saat acara tunangan, Siska bilang perutnya sakit.

Jason, tunanganku langsung pergi ke rumah sakit tanpa pikir panjang, meninggalkan seluruh tamu di ruangan.

Aku berdiri sendirian di atas pangggung, meminta maaf dan menuntaskan acara seorang diri.

Itu adalah kesembilan puluh sembilan kali diriku diabaikan.

Dan hari ini adalah keseratus kali.

Dari ruang tamu, terdengar suara lembut Siska, “Kakak, bungkusan cemilan ini susah dibuka.”

Stefano langsung berdiri, langkahnya tergesa-gesa dan berkata, “Jangan dibuka sendiri, gimana kalau sampai terluka? Tanganmu itu untuk bermain piano.”

Nada suaranya penuh dengan kasih sayang.

Aku kembali ke kamar dan menutup pintu.

Melepas kancing gaun pengantin di punggungku, kain putih itu jatuh ke lantai seperti ombak laut.

Aku duduk di meja kerja dan membuka laptop. Kursor berkedip-kedip, berhenti di email yang sudah setengah diketik: [Program Dokter Lintas Batas].

Aku menambahkan kalimat terakhir: [Bisa berangkat kapan saja dalam dua minggu ke depan.] Kemudian, klik kirim.

Ini bukan pertama kalinya mereka mengecewakanku.

Ini adalah kali keseratus mereka mengecewakanku.

Aku meraih ponsel, membuka riwayat obrolan kami. Pesan terakhir adalah [Hanya pernikahan saja, bisa digantikan lain hari.]

Aku menelungkupkan ponsel di atas meja.

Jika mereka hanya menyukai Siska, biarkan saja Siska menjadi segalanya bagi mereka.

Dan aku akan meninggalkan kota ini, meninggalkan rumah ini dan juga meninggalkan pria yang menganggap pernikahan denganku hanyalah hari yang bisa ‘dijadwalkan ulang’.

Tanpa berpamitan, tanpa menoleh.

Stefano menerima piring dari tanganku tanpa menatapku. Kemudian, dia berkata pelan pada Siska, “Hati-hati, masih panas.”

Stefano tersenyum tipis, pandangannya meluncur melewatiku, seolah aku hanyalah seorang pelayan.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Aku Pemenang Dalam Hidupku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4 Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Gadis Penyuka Hujan
8.5
Seorang siswi SMA terjebak dalam memori kelam masa lalu saat hujan turun membasahi malam yang dingin. Di balik tetesan air itu, ia menyembunyikan kesedihan mendalam dan kenyataan pahit sebagai remaja yang tengah mengandung. Kisah ini mengikuti perjalanan emosionalnya menghadapi luka lama yang kembali terbuka, sembari berjuang menanggung beban hidup yang berat di usia muda. Sebuah narasi tentang duka, rahasia, dan kenyataan yang tak terelakkan.
Sampul Novel Kekayaanku, Keluarga Benalunya
9.0
Sebagai dokter bedah saraf berpenghasilan miliaran, aku menghidupi suami kapten tentaraku dan keluarganya yang parasit. Usai melunasi utang 75 miliar mereka, aku mengatur liburan mewah ke Monako. Namun, suamiku justru memberikan kursi jet pribadiku kepada mantan kekasihnya, Dahlia, dan membuangku ke penerbangan komersial berbahaya. Saat mereka bersekongkol menghinaku, aku menyaksikan pengkhianatan di ranjangku sendiri. Kini, saatnya membalas dendam dengan menghanguskan segalanya.
Sampul Novel Mendadak Menjadi Permaisuri ke 6
9.1
Seorang dokter genius masa kini tiba-tiba terbangun dalam tubuh permaisuri abad ke-17 yang baru saja diceraikan Pangeran Keenam. Meski dikhianati demi wanita lain, ia tidak peduli dan memilih fokus membangun karier medis dengan ilmu modernnya. Keahliannya memikat hati rakyat hingga Sang Kaisar sendiri. Awalnya ia menolak cinta, namun takdir menyeretnya ke dalam dilema emosional antara perasaan terlarang dan pengorbanan besar yang harus ia tentukan.
Sampul Novel Rahasia Keluarga dan Pengkhianatan
9.5
Demi kesembuhan adiknya, Nadia terjun ke dalam rencana licik Satria, ibu dari konglomerat Reza Azhar. Ia diminta menjadi ibu pengganti bagi Reza dan istrinya yang tak kunjung memiliki anak. Namun, duka mendalam melanda saat adiknya meninggal, memicu Nadia untuk kabur membawa rahasia besar: ia tengah mengandung darah daging Reza. Kini, di tengah kejaran Satria dan kebenaran yang mulai terungkap, mampukah Nadia terus bersembunyi dari takdir dan intrik kekuasaan?
Sampul Novel Terjerat hasrat mafia Dingin
8.2
Alexander Vernandes, seorang pria menawan, terpaksa mencari istri kontrak demi menyelamatkan reputasinya yang hancur akibat skandal asusila. Isu tersebut mengancam bisnisnya di ambang kehancuran total. Dalam pencariannya, ia bertemu dengan Debora yang bersedia menerima tawaran tersebut. Namun, Alexander tidak menyadari bahwa Debora memiliki agenda tersembunyi dan maksud tertentu di balik pernikahan mereka. Akankah kesepakatan ini menyelamatkannya?
Sampul Novel The Syndrome: Diperkosa Setan
9.0
Sintia yang gemar menikmati gemerlap dunia malam tidak pernah menyadari bahaya besar yang mengintai. Seorang iblis keji telah menargetkannya, lalu menculik Sintia ke pedalaman hutan yang terpencil. Di sana, ia harus mengalami penderitaan luar biasa akibat penyiksaan dan pemerkosaan yang merendahkan martabatnya. Siapakah sosok pria iblis tersebut sebenarnya? Mampukah Sintia meloloskan diri dari cengkeraman hutan belantara yang mencekam itu?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan