Sampul Novel Cowokku Lebih Muda

Cowokku Lebih Muda

8.9 / 10.0
Dalam romance novel Cowokku Lebih Muda, Andini menghadapi dilema besar saat hubungan modern dengan Alex terancam oleh kembalinya sosok dari masa lalu. Ia harus memilih antara kesetiaan atau harapan lama. Baca kelanjutan kisah mereka di web novel ini sekarang.
Ringkasan Cowokku Lebih Muda
Andini tengah menjalani kisah asmara dengan seorang pria yang usianya jauh di bawahnya. Namun, stabilitas hubungan mereka mendadak goyah saat sosok dari masa lalu yang selama ini Andini nantikan kehadirannya muncul kembali secara tiba-tiba. Kini, Andini dihadapkan pada pilihan sulit mengenai masa depan perasaannya. Apakah ikatan cintanya dengan Alex sanggup bertahan, ataukah kehadiran orang lama tersebut akan mengakhiri segalanya?
Baca Selengkapnya

Cowokku Lebih Muda Bab 1

Tuh cowok bener-bener bikin malu! Masa mengungkapkan cinta di tengah taman? Udah kayak badut aja dilihatin banyak orang. Belum lagi disorakin. Tahu bakal begini, ogah ikut sama dia.

“Andin! Tungguin Mas Al!!” Lenganku ditariknya saat kutinggalkan dia usai berkata, “Andin, nikah, yuk?!” Ajaknya dengan suara lantang.

“Cieeee ... Diajak nikah mah mau aja, Mbak!”

“Hajar, Mbak!”

“Semangat, Mas!”

Entah kata-kata apalagi yang terlontar dari sebagian pengunjung taman. Seketika wajahku memerah menahan malu.

“Kamu belum jawab ajakan Mas Al, Din?”

AWWW!!!

Kuinjak kakinya. Jengah lihat wajah memelas si Alex.

Cowok edan itu namanya Alexander Danuarta.

Semenjak viral salah satu sinetron tanah air, dia selalu memanggil namanya sendiri sebagai Mas Al. Sementara namaku, Andini. Biasa dipanggil Dini. Tapi sejak sinetron itu pula jadi sering dipanggil Andin. Sue!!

“Al-Al? Maksudmu Alhamdulillah???” Mulai sewot menghadapi bocah yang baru naik kelas 3 SMU itu!

Sambil memegang sebelah kakinya, ia meringis kesakitan.

“Mas Al serius ... ngajakin kamu nikah, Diiin ....”

“Jijik!!!” Kutinggalan lelaki berpostur tinggi 180 cm. Berjalan hingga pinggir jalan raya.

Memang menyebalkan! Sok-sok-an ngajakin nikah, duit buat jajan aja masih minta sama Mami Papinya.

“Din! Ya elah, tungguin napa! Jalannya cepet banget! Mas Al capek nih!”

“Bodo amat!” sungutku sambil terus berjalan.

Berdiri di sisi jalan, menunggu angkot lewat. Aku kira, dia ngajak ke taman cuma beli jagung bakar pesenan nenek. Ternyata ... malah teriak-teriak gak jelas.

“Andiiin ... Mas Al cinta kamuuuu!!”

Spontanlah para pengunjung taman menoleh ke arah kami. Aku yang mendapat perlakuan seperti itu benar-benar menahan malu.

Apalagi ketika dia mengajakku menikah terang-terangan. Bener kurang ajar tuh bocah!

“Pesenan jagung Nenek belum dibeliin, Din. Masa mau pulang aja?”

Malas meladeni lelaki yang sejak kecil sudah kukenal. Memilih menatap gemerlap bintang yang menghiasi malam.

Kami tumbuh besar bersama. Rumahku dan rumahnya berdekatan. Bedanya, dia terlahir dari keluarga terhormat dan kaya raya, rumahnya megah, di sisi jalan. Sedangkan aku dari seorang Ibu yang pulang dari Arab lalu hamil. Bapak yang hingga kini belum pernah aku temui. Wajahku memang mirip orang-orang Timur Tengah. Saat kecil, sering kali dibully kalau aku adalah hasil hubungan gelap Ibu dan majikannya sewaktu jadi TKW di Arab sana. Tapi hingga kini tidak jelas bagaimana asal usulku. Ibu sendiri meninggalkanku begitu saja saat aku baru berumur satu tahun. Menurut Nenek, ibu pergi ke Arab lagi. Entahlah. Hingga berumur sembilan belas tahun, tak pernah ibu kembali. Aku dibesarkan oleh Nenek. Yang rumahnya tepat di belakang rumah megah Alex. Rumah yang sangat sederhana.

“Au, ah!!” jawabku tetap jutek.

“Kamu tunggu di sini ya? Mas Al mau beli jagung bakar dulu. Oke?” Tak kutanggapi ocehan bocah ingusan yang berubah menjadi sok dewasa.

Angkot mana lagi? Padahal baru jam tujuh malam, tapi kok udah jarang yang lewat? Lupa gak bawa handphone . Tadi itu Nenek tumben banget nyuruh aku beliin Jagung bakar di taman ini cepat-cepat. Jadi lupa bawa tas. Cuma bawa uang dikantong saku celana. Minggu lalu memang Alex pernah membawakan jagung, Nenek ketagihan. Katanya Jagung bakarnya gak terlalu keras. Jadi Nenek mudah memakannya.

Tak berlangsung lama Alex datang menenteng tiga buah Jagung bakar.

“Ayok dah pulang! Motor Mas Al parkir di sana. Atau Andin mau tungguin di sini aja?” Aku tetap cemberut. Enggan menjawab.

“Jangan cemberut gitu dong ... nanti Mas Al khilaf langsung caplok gimana?” Spontan aku menoleh, melotot ke arahnya. Bukannya takut, dia malah memamerkan senyum.

“Oke-oke. Tunggu sebentar ya? Ini tolong pegang jagung bakarnya. Atut ketinggalan.”

Ya ampuuun ... berlebihan banget gayanya. Aku tak mengerti kenapa sejak dulu Alex selalu saja bersikap demikian? Sering kali mengakui aku adalah pacar atau calon istri ke hadapan teman-temannya. Dulu aku tidak terlalu peduli, aku anggap itu cuma keisengan Alex saja. Tapi tadi? Bener-bener gila! Gak waras! Bagaimana tidak gila? Tiba-tiba teriak saat kami baru tiba di bangku taman. Hadeuuhh...

“Ayok, naik, Beb!”

Nah sekarang apalagi? Beb? Ampun dah ah!

Kuambil helm dari tangannya, mengenakan lalu agak berjinjit naik ke atas motor.

“Pegangan, nanti mental lagi!”

PLETUKK!!

Kupukul helmnya, menyebalkan! mentang-mentang tinggi badanku cuma 150 cm. Seenaknya dia ngomong!

“Buru jalan!”

“Oke, Bebeb!”

Bruuumm ....

Tiba di depan rumah, Alex mematikan mesin motor. Aku turun, melepaskan helm, lalu menyerahkan padanya.

“Pergi sana!!”

Alex bergeming. Menatapku dengan tatapan sendu.

“Pergi kemana?”

“Ke rumah kamulah!”

“Rumah aku di situ, tapi hati aku di kamu.”

Najooooongg ... makin mual tingkahnya. Bodo amat, ah!

Aku tinggalkan Alex masuk ke dalam rumah sederhana. Usai menguruk salam, terlihat Nenek sedang menonton sinetron yang aku bicarakan di awal itu.

“Nej, ini jagung bakarnya,” ucapku sambil menghempaskan bokong ke kursi kayu.

Menit kemudian, wajah Alex menyembul dari balik pintu.

“Nenek ....”

“Masuk Nak Alex. Sini-sini duduk!” Nenek menepuk-nepuk kursi di sampingnya.

“Siap, Nenek calon mertua.” Katanya cengengesan. Idih amit-amit. Gayanya sok dewasa, padahal ...

Aku membuang muka, pura-pura nonton televisi.

“Sinetron aku udah mulai ya, Nek?”

Hah?? Apa katanya tadi? Sinetron aku? Ampuuun ... pedenya setinggi langit. Ya emang sih, wajah Alex tampan. Agak kebule-bulean gitu. Secara Papinya kan orang Inggris. Blasteran. Tapi ya enggak gitu juga kali.

“Udah dari tadi. Makin bagus akting kamu, Nak!”

Astaga! Nenek sama Alex sebelas dua belas. Udah bisa diajak kerja sama.

“Iya dong, Nek ... kan lawan mainnya Andin cucu Nenek.”

Au, ah! Mending masuk kamar, pusing dengerin omongan ngelantur dua manusia yang usianya terpaut sangat jauh itu.

“Andiiin ... Mas Al main malah ditinggal ke kamar. Temenin sini!”

Gustiii ... ada apa dengan Nenek? Kenapa jadi ikut-ikutan si Alex?

Aku membalikkan badan, menatap miris Nenek dan Alex yang memasang senyum.

“Dini mendadak mual, Nek ....”

“Bebeb, mual? Mual kenapa? Jangan-jangan ... kamu masuk angin.” Alex mulai sok perhatian. Dia mendekati, berdiri di sisi. Pandangannya mengarah pada perutku.

Aku menggeleng seraya tersenyum tipis. Kalau gak ada Nenek, udah aku unyel-unyel mukanya!

Sabar, Dini ... Sabaaarr ....

“Terus mual kenapa?” tanya Alex lagi. Wajahnya tampak cemas. Aku menarik napas panjang, memejamkan kedua mata lalu melotot sambil berucap, “Mual denger ocehan kamu, Alex!!!” hardikku meninggalkan Alex yang memegang dada karena terkejut mendengar bentakan. Jadi orang ngeselin! Udah bikin malu di muka umum! Awas aja kalau sampai diulangi lagi kejadian kayak tadi, aku bakalan ngejauhin! Dasar bocah ingusan!

Brukkhh!

Kubanting pintu dengan cukup keras.

“Andiiin ... Oh ... Andiiinnn ....”

Dari dalam kamar, samar-samar kudengar Alex memanggil tetapi aku enggan menjawab. Bodo amat!

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Cowokku Lebih Muda

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel 1001 hari tanpa mani
9.6
Berada di tengah kegelapan pekat bukanlah bukti bahwa seseorang memikul dosa yang tak terampuni. Kisah ini mengajak kita untuk memperluas sudut pandang dalam melihat realitas yang ada. Terkadang, kebenaran tersembunyi di balik bayangan yang kita takuti. Hanya dengan membuka mata lebih lebar, Anda dapat menyadari keberagaman fenomena serta spektrum warna yang sebenarnya terpampang nyata di hadapan Anda, menyingkap misteri yang selama ini terkunci.
Sampul Novel DENDAM INDRIANA
9.0
Indriana harus menelan pil pahit saat status pengantin barunya berubah menjadi janda dalam semalam. Setelah kepergian sang ayah pasca pernikahan mendadak dengan Andi, dunianya runtuh seketika. Pengkhianatan keji dan perselingkuhan yang terungkap menghancurkan kepercayaannya pada cinta. Kini, putri terpandang itu bangkit dengan kemarahan membara untuk membalas dendam pada mereka yang telah menghancurkan hidupnya. Sanggupkah ia melewati ujian ini?
Sampul Novel Hari Penikahanku, Adalah Hari Kematianku
9.5
Alih-alih bersanding di pelaminan, Beatrice justru meregang nyawa di hari pernikahannya. Bradley, sang calon suami, tega mengurung Beatrice yang terluka di ruang bawah tanah selama sepuluh hari demi membela Michelle, sahabat masa kecilnya. Di hari pernikahan yang gagal, Bradley malah menikahi Michelle dan memfitnah Beatrice berselingkuh hingga membuat ibu Beatrice tewas terkena serangan jantung. Namun, saat Bradley akhirnya menemukan jasad Beatrice yang telah membusuk, penyesalan mengerikan membuatnya kehilangan akal sehat.
Sampul Novel ISTRI LUMPUH TUAN NATHAN
8.0
Violetta harus menelan kenyataan pahit dalam pernikahannya dengan Nathan. Meski telah memberikan seluruh hatinya, ia menyadari bahwa cinta tulus yang ia harapkan tidak akan pernah terbalas. Nathan tetap menjaga jarak yang tak tertembus, membuat Violetta merasa seperti orang asing yang tak dianggap. Harapan untuk menjadi bagian utuh dari hidup pria itu sirna, meninggalkan luka mendalam bagi Violetta yang terabaikan dalam hubungan yang dingin ini.
Sampul Novel KAMU MILIKKU
8.3
Tumbuh bersama sejak remaja membuat Mega Asturi memendam rasa pada Athaya Tonda, adik sahabatnya. Namun, perbedaan status sosial dan trauma masa lalu memaksanya menolak pemuda itu meski hatinya hancur. Bertahun-tahun berlalu, Athaya kembali sebagai pria matang yang gigih mengejar Mega. Terdesak oleh keadaan, Mega memilih mendustai perasaannya demi melindungi diri. Namun, mampukah ia terus menghindar saat obsesi Athaya untuk memilikinya justru semakin kuat?
Sampul Novel Terjerat Cinta Tuan Posesif
8.9
Liam, insinyur ternama yang kini memimpin Jacob Group, terbang ke Jakarta demi mengejar Dian. Sejak menyelamatkan wanita itu di New York, Liam mengklaim Dian sebagai kekasihnya. Meski Dian merasa tertekan oleh sikap posesif Liam yang didukung orang tuanya, ia tak bisa terus menghindar. Di tengah hubungan tarik ulur ini, kegigihan Liam perlahan meluluhkan hati Dian. Sosok yang semula menakutkan ternyata mampu memberikan cinta tulus dan momen romantis yang indah.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan