Sampul Novel Pelakor Jalur Cinta

Pelakor Jalur Cinta

8.5 / 10.0
Alena nekat mengambil peran sebagai perebut lelaki orang demi memenangkan hati Andre. Namun, saat ia terjebak dalam misi tersebut, sosok Angga muncul dan justru berusaha keras untuk mengejar cintanya. Alena kini berada di persimpangan jalan yang sulit. Haruskah ia tetap mengejar Andre atau membuka hati bagi Angga yang tulus mencintainya? Simak kelanjutan kisah asmara yang penuh dilema dan emosi ini dalam pencarian akhir cinta sejati Alena.

Pelakor Jalur Cinta Bab 1

"Sore, Mas Andre," sapa Alena pada seorang pria yang baru saja menghampirinya di meja kasir.

Pria tersebut bernama Andre. Kedatangan Andre ke toko kosmetik tempat Alena bekerja adalah untuk mengambil barang pesanan sang istri. Belakangan ini Andre kerap kali mampir ke toko kosmetik tersebut hanya sekedar mengambil barang pesanan milik Silvy yang merupakan istrinya.

"Sore, Len. Pesanan Silvy udah disiapin?"

"Udah, Mas. Ini." Alena lantas menyerahkan paperbag yang isinya adalah beberapa kosmetik pesanan Silvy.

Andre lalu melakukan pembayaran seperti biasa. Ketika Andre tengah memasukkan uang kembalian ke dalam dompet, ia tidak sadar kalau sejak tadi Alena kerap kali curi pandang menatapnya.

Bagi Alena, Andre itu adalah laki-laki yang sempurna. Sudah tampan, mapan, dan perhatian terhadap istri. Untuk saat ini Silvy tidak bisa keluar rumah seperti biasa karena wanita itu habis melahirkan dua minggu yang lalu. Jadi tidak masalah kalau Andre sering mampir ke toko kosmetik ini atau ke tempat mana pun ketika sang istri membutuhkan sesuatu.

"Kapan kamu main ke rumah? Nggak ingin gitu, nengokin Shireen?”

Pertanyaan Andre refleks membuat Alena membuyarkan lamunannya. Ia sempat menampilkan raut wajah kaget bercampur bingung. Dan hal ini membuat Andre mengernyitkan dahi.

"Kamu melamun, Len?"

"Akh, e-enggak, Mas. Tadi Mas tanya apa ya? Aku rada kurang dengar."

Andre lantas menertawakan tingkah gugup Alena. Hal ini justru membuat gadis dengan t-shirt ungu itu makin salah tingkah saja. Alena hanya tidak mau Andre mencurigai kalau sejak tadi dirinya sibuk memperhatikan pria tersebut.

"Pertanyaanku tadi jelas banget, loh. Bisa-bisanya, ya, kamu kurang dengar? Kamu lagi melamun apa, hayo? Lagi asyik memandangku terus, kan?" goda Andre. Pria itu hanya menebak. Tanpa ia tahu kalau tebakannya justru sesuai fakta.

"Eum ... a-aku cuma ... aku cuma kagum aja sama Mas. Mas ini perhatian banget jadi suami. Semua perempuan pasti bahagia banget punya suami yang sempurna seperti Mas Andre." Alena memberanikan diri membeberkan tentang rasa kagumnya terhadap Andre. Dadanya makin berdebar saja ketika Andre menyunggingkan senyum tipis sebagai tanggapan atas pujian yang diberikan olehnya.

"Aku pamit dulu, ya? Silvy pasti udah nungguin aku di rumah." Andre beranjak pergi meninggalkan badan toko. Sementara Alena mulai menampilkan raut wajah kecewa karena pria tersebut tidak menanggapi pujiannya tadi. Hanya ditanggapi dengan seulas senyuman saja, bagi Alena itu masih kurang.

Gadis itu kembali melanjutkan pekerjaannya. Ada beberapa pesanan kosmetik via online yang harus Alena packing karena sebentar lagi kurir ekspedisi akan datang untuk mengambilnya.

"Kalau naksir Mas Andre, bilang aja, Len. Siapa tau Mas Andre punya rencana mau nambah istri lagi," celetuk Fani yang merupakan rekan kerja Alena. Detik ini Fani tengah membersihkan salah satu etalase kaca.

"Aku nggak ada niatan buat jadi pelakor, Fan." Alena yang tengah sibuk packing barang dengan posisi duduk di sebuah sofa dekat etalase, rasa-rasanya malas menanggapi gurauan rekan kerjanya itu.

Alena memang tidak punya niat apa pun untuk merebut Andre dari Silvy. Ia hanya sebatas mengagumi kesempurnaan Andre sebagai seorang lelaki, tanpa ada tekad yang bulat untuk meluluhkan hati pria tersebut.

"Ya, daripada kamu setiap hari kerjaannya mengagumi suami orang terus. Kalau punya perasaan itu, baiknya diungkapkan. Kan kalau Mas Andre balas perasaan kamu, hoki juga, dong, namanya. Nanti kamu dijadiin istri kedua, hidup mewah, jadi nyonya muda, nggak ada ceritanya kekurangan duit lagi, Len. Kalau aku jadi kamu sih, aku akan lakuin apa pun untuk mendapatkan cintanya Mas Andre."

Fani seolah-olah tengah mengompori Alena. Ia justru memiliki rencana, lusa ia akan memberitahu Andre tentang perasaan sahabatnya itu. Niat Fani hanya ingin membantu Alena untuk mendapatkan cinta dan kehidupan yang layak.

"Tapi aku anti, ya, jadi istri kedua. Aku pengennya itu punya pacar yang masih single. Risikonya gede, Fan, kalau macarin suami orang." Alena tetap pada pendiriannya.

Alena telah selesai packing barang. Ia lalu meraih ponsel demi menghubungi kurir yang biasa mengambil barang-barang pesanan ke sini. Belum juga menemukan nomor ponsel kurir tersebut di menu kontak, perhatian Alena terbagi untuk seseorang yang tengah berlari menghampiri sambil memanggil-manggil namanya. Seseorang tersebut adalah seorang wanita yang wajahnya tampak asing di mata Alena.

"Alena. K-kamu yang namanya Alena?" tanya si wanita yang usianya sekitar empat puluh tahun tersebut.

Alena kemudian berdiri dan mengangguk gugup sebagai jawaban.

"Sekarang kamu ikut aku. Tantemu, si Citra, habis kecelakaan, Len."

"T-Tante Citra kecelakaan?! Terus, kondisinya sekarang gimana?!" Alena langsung panik.

"Pokoknya kamu ikut aku sekarang. Supaya kamu tau keadaan Citra sekarang bagaimana," jelas si wanita yang belum Alena ketahui namanya tersebut.

"Udah, Len, sana temui tantemu dulu. Nanti aku bilangin ke bos kalau kamu izin sebentar jenguk keluarga yang lagi sakit," kata Fani.

Alena tak punya waktu untuk banyak berpikir. Ia lalu menurut ketika si wanita yang mengaku sebagai teman tantenya itu, mengajaknya pergi demi melihat keadaan Citra.

***

Mercedes Benz CLS-Class berwarna hitam itu baru saja terparkir di depan rumah megah dan mewah. Di dalam mobil tersebut ada Alena, si wanita bernama Vivin yang mengaku sebagai teman Citra tadi, dan satu lagi seorang pria dewasa yang menjadi sopir.

Sejak tadi Alena sudah mencurigai ada yang tidak beres. Perjalanan yang Alena lalui rasanya cukup jauh dan lama. Langit pun saat ini sudah terlihat gelap. Pikirnya, jika Citra kecelakaan, pastinya saat ini Citra sedang berada di rumah sakit. Tapi kenapa Vivin malah membawanya ke sebuah rumah mewah?

"Tante Vivin. Katanya tante saya kecelakaan, kenapa saya dibawa ke sini?" tanya Alena.

"Sebenarnya tantemu itu memang kecelakaan. Aku yang nggak sengaja menabrak dia, Len. Tapi tenang aja, tantemu lukanya nggak parah, kok. Dia udah diobatin tadi di rumah sakit. Sebagai permintaan maaf, aku membawa Citra ke sini untuk istirahat di rumahku."

Alena tidak sedikit pun menyimpan rasa curiga terhadap penjelasan Vivin. Ia malah bersyukur karena orang yang telah menabrak tantenya itu mau bertanggungjawab.

"Ayo turun. Citra pasti udah nunggu kita di dalam," ajak Vivin.

Alena pun menurut ketika Vivin mengajaknya turun dari mobil. Vivin tak tanggung-tanggung menggandeng tangan Alena dan mengajak gadis itu memasuki halaman rumah.

Di depan pintu rumah Vivin, sudah ada dua orang pria dengan postur tinggi besar yang menyambut ramah kedatangan Vivin. Alena menduga bahwa dua pria tersebut adalah bodyguard di rumah ini.

"Malam, Nyonya," sapa kedua pria tersebut.

Vivin hanya menanggapi dengan senyum tipis. Ia lalu mengajak Alena memasuki rumah dan membawa gadis tersebut ke ruang tamu.

"Silakan duduk, Len," ucap Vivin. Wanita itu memilih duduk terlebih dahulu.

Alena mulai memosisikan dirinya duduk di salah satu sofa empuk di sana. Yang mana, posisi duduknya berhadapan dengan Vivin.

"Rumah Tante bagus, megah lagi," puji Alena.

"Kamu juga bisa punya rumah begini besok, Len. Asal kamu mau bekerja keras."

"Pekerjaan saya cuma jaga toko kosmetik, kalau malam suka nyambi jadi singer cafe, Tan. Gajinya juga nggak seberapa. Mau kerja sampai berpuluh-puluh tahun juga sepertinya nggak akan bisa punya rumah seperti ini," keluh Alena.

"Mulai sekarang, kamu nggak perlu kerja di toko kosmetik atau jadi singer cafe lagi. Kamu kerja sama aku aja, Len. Dalam sehari, kamu bisa dapat puluhan bahkan ratusan juta loh, Len."

Alena membulatkan matanya. Pekerjaan apakah yang dimaksud oleh Vivin?

"Kerja apa, Tan? Gede banget gajinya." Alena semakin antusias saja dengan bahasan Vivin kali ini. Sampai-sampai ia lupa untuk menanyakan keberadaan Citra.

"Kamu cukup jadi wanita malam aja, Len. Aku jamin, kalau kamu bersedia kerja sama aku jadi wanita malam, kamu pasti akan hidup enak setelah ini, Len."

"T-Tante bilang apa tadi? J-jadi wanita malam?" tanya Alena terbata-bata.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pelakor Jalur Cinta

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Seumur hidup aku mencintai Bima Wijoyo, tunanganku. Namun, saat studio seniku terbakar, dia justru membiarkanku tewas demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Pengkhianatan itu menjadi akhir tragis hidupku yang pertama. Kini, keajaiban membawaku kembali ke masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga dimulai. Dengan ingatan pahit tentang api dan luka, aku berdiri tegak di hadapan semua orang untuk membatalkan pertunangan kami. Aku tidak akan mati dua kali.
Sampul Novel En-PD158
8.7
Tiga tahun menikah, Zhou Yu'an mendadak meminta cerai dari istrinya demi menyelamatkan putra kandungnya bersama Lin Yanran yang menderita leukemia. Ia memohon izin untuk memiliki anak lagi dengan sang mantan agar sel bayi baru lahir itu bisa menjadi obat, sambil berjanji akan kembali setelah misi medis itu selesai. Namun, di tengah tangis kepedihan suaminya, sang istri menemukan pesan provokatif dari Yanran yang sudah menanti Yu'an untuk segera menghamilinya malam ini juga.
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Bramantyo dan Bima terobsesi menyiksaku dengan kehadiran Sandra demi menguji cintaku. Puncaknya, saat kecelakaan terjadi, mereka membiarkan tanganku hancur demi menyelamatkan Sandra. Karier musikku pun sirna. Mereka menantikan amarahku, namun aku hanya diam membisu, bahkan saat liontin ibuku dihancurkan Sandra. Di ranjang rumah sakit, pengabdianku mati. Ini bukan cinta, melainkan sangkar kejam. Kini aku bersiap melarikan diri dan membalas kehancuran ini.
Sampul Novel Mafia In The Night
8.0
William, putra mafia kejam, rela menempuh cara apa pun demi ambisinya. Namun, pengkhianatan fatal merenggut nyawa ayahnya, Ferdinand, dalam insiden tragis. Rosemary yang selama ini tidak tahu sisi gelap suaminya mulai menyadari rahasia tersembunyi. William kini bertekad membalas dendam dan membersihkan nama baik ayahnya dari fitnah keji. Meski seorang polisi wanita terus menghalangi langkahnya, William takkan berhenti hingga peluru terakhir menentukan segalanya.
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Amber Lim, sosialita cantik dengan reputasi buruk sebagai perusak hubungan, memutuskan untuk bertobat. Demi berguru pada desainer legendaris Adam Smith, ia nekat menembus musim dingin utara yang mematikan. Namun, Amber dirampok dan terdampar di hutan beku. Satu-satunya harapan hidupnya adalah pria misterius bernama Tuan Dingin. Duda yang membenci wanita ini dicap kanibal oleh warga sekitar. Akankah Amber mampu meluluhkan hatinya atau justru menjadi korban kebencian sang pria?
Sampul Novel Secret Wife
9.1
Satu dekade membina rumah tangga, Bram dan Sinta belum juga dikaruniai keturunan. Tanpa pemeriksaan medis, Bram dan ibunya terus menghakimi Sinta sebagai pihak yang mandul. Akibat desakan sang ibu yang ingin segera menimang cucu, Bram akhirnya memutuskan untuk berpoligami secara diam-diam. Namun, sebuah rahasia besar tersimpan rapat: bagaimana jika sebenarnya Bram lah yang tidak bisa memiliki anak? Akankah Sinta tetap diam saat pengkhianatan ini terungkap?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan