Sampul Novel Ketagihan dengan anak tiri

Ketagihan dengan anak tiri

8.2 / 10.0
Dalam novel modern Ketagihan dengan anak tiri, Steiner Limson menghadapi dilema besar setelah menikahi seorang janda. Di tengah konflik pernikahan yang rumit, ia justru jatuh cinta pada anak tirinya sendiri. Simak kisah romance novel ini selengkapnya di web novel kami.
Ringkasan Ketagihan dengan anak tiri
Steiner Limson memulai lembaran baru dengan menikahi seorang ibu tunggal. Komitmennya diuji saat ia dituntut memberikan kasih sayang tulus bagi istri dan putri tirinya. Namun, biduk rumah tangga mereka justru menghadapi badai tak terduga yang mengubah segalanya. Di tengah kemelut pernikahan yang mulai retak, Steiner malah terjerat perasaan terlarang. Ia jatuh cinta pada anak tirinya sendiri, menciptakan konflik batin yang menghancurkan batasan moral keluarga.
Baca Selengkapnya

Ketagihan dengan anak tiri Bab 1

Seorang sekertaris cantik dengan bentuk tubuh yang seksi tengah berjalan menuju salah satu ruangan di perusahaan iklan terbesar milik group Limson. Netra Hilton berusia 36 tahun, merupakan sekertaris sekaligus kekasih dari CEO di perusahaan iklan tersebut bernama Steiner Limson.

Tok.

Tok.

Tok.

"Masuk,"

Ceklek..

Dengan berjalan dengan gaya seksinya Netra memasuki ruangan CEO sekaligus ruangan yang sudah satu tahun terakhir ini menjadi tempat Netra dan Steiner menumpahkan segala hasrat keduanya jika sedang tidak kuat menahan.

Terlihat punggung laki-laki berusia 36 tahun itu yang begitu tegap dengan tubuh yang tinggi dan kekar sempurna. Steiner Limson dan Netra telah menjalin hubungan satu tahun lamanya sejak Netra diterima sebagai sekertaris pribadinya.

"Hai sayang,"

Kedua tangan Netra menelusup dari belakang tubuh kekar Steiner.

"Kau darimana saja sayang?"

"Tentu saja menggantikanmu meeting dengan klien yang kau sebut tidak penting itu!"

Steiner membalikkan badannya menghadap Netra kemudian membelai wajah cantik Netra dengan sentuhan tangan besarnya.

"Kenapa kau tetap mengurus klien kecil seperti itu, sudahlah akhiri saja kerjasama dengan perusahaan itu,"

"Sutt, jangan begitu Stein semua klien itu berharga untuk perusahaan kita sayang,"

Jari tangan Netra mengusap lembut bibir Steiner membuat Steiner langsung menyesap jari telunjuk kecil milik Netra.

"Oh my God, jangan sekarang sayang aku sedang tidak bisa,"

"Ayolah sebentar saja!"

Inilah kegilaan Steiner pada Netra dia tidak pernah bisa menahan gairahnya setiap kali berdekatan dengan kekasihnya itu, meskipun Netra bukan lagi gadis muda bahkan Netra adalah seorang single mom dengan memiliki satu orang anak, akan tetapi tubuh Netra masih seperti tubuh gadis berusia dua puluh tahun.

Kencang dan gesit itulah yang membuat Steiner memilih Netra sebagai wanita yang akan dia nikahi dalam waktu dekat. Bibir Steiner sudah mendarat dileher jenjang Netra untuk meminta hal seperti biasanya.

"Jangan Stein, aku baru dari luar dan tadi itu panas tubuhku berkeringat sayang,"

Netra sedikit mendorong tubuh kekar Steiner untuk menolak ajakan laki-laki itu disiang hari begini. Netra merasa tubuhnya sedang berkeringat karena dia sibuk mondar-mandir mengurus meeting dengan klien-klien yang tidak mau didatangi Steiner.

Begitulah Steiner sikapnya sebagai seorang CEO sekaligus salah satu pewaris group Limson, membuat hidupnya sebagai milayder kaya raya yang bisa melakukan apapun sesuka hatinya, tetapi sikap lembut dan kasih sayang Netralah yang mampu menaklukkan seorang Steiner Limson.

"Ayolah sayang, layani aku!"

Tanpa menunggu persetujuan dari Netra langsung saja Steiner mengangkat tubuh Netra dibawanya keatas meja kerjanya.

"Stein stop, nanti malam saja please,"

"Tidak bisa sayang kau tau kan gairahku selalu meledak-ledak ketika melihat tubuhmu ini,"

"Ya, aku tau kau memang sangat buas,"

Keduanya sudah mulai berciuman kedua tangan Netra melingkar dileher Steiner sementara kedua tangan Steiner melingkar dipinggul Netra.

Kring.

Kring.

Dering handphone milik Netra membuat Netra menghentikan ciumannya dengan Steiner.

"Netra, ayolah rijek saja!"

"Tunggu sayang, ini dari putriku,"

Meskipun hubungan keduanya sudah berjalan selama satu tahun, tetapi tidak pernah sekalipun Steiner bertemu dengan putri satu-satunya Netra dari laki-laki lain.

Semua itu sengaja Netra lakukan karena putrinya sangat galak dan tidak mudah didekati dengan orang baru, apalagi jika mengetahui Netra akan segera menikah dengan Steiner sudah pasti putrinya itu akan menolak dengan tegas memiliki ayah tiri.

Sebenarnya Netra tidak pernah menikah, putrinya itu lahir akibat pergaulan bebas Netra dengan teman SMAnya dulu, membuat Netra harus membesarkan putrinya sendiri karena laki-laki itu tidak bertanggungjawab dan memutuskan hubungan dengan Netra begitu saja.

Sebagai singel mom dari putri cantik yang sedang tumbuh menjadi remaja, Netra sangat menjaga hubungan dan komunikasi dia dengan putrinya, Netra tidak mau putrinya itu mengalami hal yang sama dengan dirinya dulu.

Karena itu kapanpun putrinya menelpon, Netra akan buru-buru mengangkat teleponnya.

"Halo Lau,"

"Halo mom, mom please aku bosan libur sekolah tapi hanya menghabiskan waktu di rumah ataupun mall,"

"Lalu kau maunya kemana Lau? Kau kan tau momy sedang kerja,"

"Cuti saja mom, gampang kan lalu kita pergi berlibur,"

Huhh.

Netra menghembuskan nafas panjangnya, memang selama ini Netra hanya sibuk kerja dan kerja terus tanpa pernah memberikan perhatian lebih pada putrinya yang bernama Laura Hilton, gadis yang biasa disapa Laura itu berusia 17 tahun dan sudah memasuki semester kedua kelas 3 SMA.

Laura Hilton mewarisi wajah cantik Netra bahkan kecantikan Laura jauh berkali-kali lipat kecantikan Netra saat Netra masih muda, jangan ditanya apakah Netra kewalahan memiliki putri secantik Laura? Tentu saja jawabannya iya, karena setiap malam Minggu akan selalu ada teman sekolah prianya yang datang mengajak Laura untuk kencan.

Tetapi dari banyaknya laki-laki yang mengajak kencan Laura, tidak ada satupun yang diterima oleh Netra tekadnya kuat Laura harus lulus sekolah dulu.

"Ya sudah nanti coba momy izin pada atasan momy ya Lau,"

"Oke mom, bye!"

Panggilan telepon terputus dan Steiner yang sejak tadi menguping pembicaraan Netra dengan putrinya, langsung paham apa yang akan Netra bicarakan dengannya.

"Stein, aku,"

"Aku setuju sayang, kita pergi liburan kali ini ajak putrimu,,"

"Kau yakin?"

"Sudah waktunya dia mengenalku bukan? Aku mencintaimu Netra, dan itu artinya aku juga harus bisa menyayangi dan mencintai putrimu,"

Cup..

Steiner kembali mendaratkan ciuman dibibir Netra.

"Oughttt sit manis sekali sayang," kata Steiner.

"Apa keluargamu bisa menerima statusku yang merupakan single mom?"

"Tidak akan ada masalah bagi keluargaku, asalkan aku bahagia orangtuaku pasti merestui pernikahan kita,"

"Oke, aku akan bicara pada Laura tentang liburan yang dia mau,,"

"Oke sayang, tapi sekarang layani aku dulu!"

Dengan sigap Steiner langsung menyingkap dress berwarna hitam yang digunakan oleh Netra, tanpa menunggu lama Steiner secepat kilat menurunkan penutup bagian favoritnya itu dan detik selanjutnya.

Didalam ruangan itu hanya ada suara-suara dari kedua insan yang sedang sama-sama hanyut dalam kenikmatan-kenikmatan duniawi, tidak ada kata yang bisa keduanya ungkapkan dalam mengekspresikan apa yang sama-sama mereka rasakan saat ini.

Kedua tangan Netra mencengkram erat ujung meja kerja Steiner, sementara Steiner masih sibuk dengan hentakan-hentakan luar biasanya.

Sungguh kegiatan inilah yang setiap hari Steiner inginkan, rasanya dia tidak pernah puas apalagi bosan Netra mau melayaninya setiap jam pun Steiner tidak akan menolaknya.

Sebegitu kekarnya tubuh Steiner sampai-sampai Netra sering kali kewalahan mengimbangi permainan dahsyatnya, wanita mana yang akan menolak jika memiliki kekasih setampan dan sekekar Steiner Limson.

Netra begitu pasrah dibawah penguasaan tubuh kekar Steiner, dilihatnya oleh Netra wajah Steiner yang terlihat sangat menikmati permainan yang dia ciptakan disiang hari ini.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Ketagihan dengan anak tiri

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel CEO & Sekretaris
8.0
Tasya memberanikan diri melangkahkan kaki ke kantor pusat Adityaswara dengan harapan besar. Sambil menahan debar di dada, ia segera menghampiri meja resepsionis untuk mencari tahu ketersediaan lowongan pekerjaan di sana. Ia sangat berharap keberuntungan berpihak padanya sehingga bisa diterima bekerja di perusahaan bergengsi tersebut. Langkah awal ini menjadi penentu masa depannya dalam mengejar karir di bawah pimpinan CEO perusahaan yang sangat berkuasa.
Sampul Novel Dinodai keluarga suami
9.6
Anisa Rahma memulai hidup baru sebagai istri Seno Bagaskara, pria kaya raya yang membawanya tinggal di kediaman besar keluarga. Namun, situasi menjadi rumit karena mereka harus berbagi atap dengan saudara ipar lainnya. Di balik kemewahan tersebut, Anisa tidak menyadari bahwa adik laki-laki Seno dan suami dari iparnya menyimpan hasrat terlarang kepadanya. Kini, Anisa terjebak dalam ancaman nafsu mereka di rumah itu. Sanggupkah ia bertahan?
Sampul Novel Istri Kedua Pak Kades
9.8
Raya, mahasiswi KKN, mengalami tragedi kelam saat Pak Kades yang sedang sakau kehilangan kendali dan merenggut kesuciannya secara paksa. Meski Raya telah memohon dan berteriak histeris di tengah malam yang sepi, tak ada warga yang datang menolong. Kejadian memilukan ini menghancurkan hidup Raya seketika. Bagaimana nasib Raya selanjutnya setelah kehormatannya dirampas oleh pria beristri yang sudah memiliki anak tersebut? Ikuti kelanjutan kisahnya yang penuh duka.
Sampul Novel Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam
9.7
Divonis kanker otak dengan sisa hidup 72 jam, protagonis novel modern misteri Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam ini harus menyaksikan suaminya, Zafran, dan keluarganya merebut kesempatan hidupnya demi adik angkatnya, Halida. Di sisa waktunya, ia melepaskan naskah novelnya, menandatangani surat cerai, bahkan merelakan putrinya memanggil Halida ibu. Namun, saat kebohongan kejam Halida akhirnya terbongkar, mereka semua kembali bersujud memohon pengampunannya di saat semuanya sudah terlambat.
Sampul Novel Terapis Laktasi Aneh
8.0
Demi memperlancar produksi ASI, seorang istri harus menjalani sesi terapi laktasi yang tidak biasa di dalam kamar. Sang suami justru mengundang sahabat dekatnya sendiri untuk menjadi terapis. Di bawah arahan pria asing tersebut, sang istri diminta mengambil berbagai posisi. Ketegangan memuncak saat tangan kekar sang terapis mulai menyentuh pinggang hingga area dadanya dengan intens. Meski diminta untuk rileks agar prosesnya berhasil, tubuh wanita itu terus gemetar hebat dalam kepasrahan saat pijatan dimulai.
Sampul Novel The Witcher of Mallacht
9.1
Le Delleraz adalah penyihir misterius yang mengacaukan dunia dengan kutukan dan api. Setelah mencuri sesuatu yang sangat berharga, ia kini menjadi buruan banyak pihak. Di tengah pelariannya, ia terus dikejar oleh Laccuan Holt, seorang pemburu yang pantang menyerah. Meski Le Delleraz bertekad tak akan terhentikan, Laccuan memiliki ambisi berbeda. Ia mengejarnya bukan demi keadilan, melainkan untuk memiliki sang penyihir sepenuhnya di mana pun ia bersembunyi.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan