Sampul Novel Dikejar Mantan Suami Arogan

Dikejar Mantan Suami Arogan

9.1 / 10.0
Dalam Dikejar Mantan Suami Arogan, Fay harus menghadapi akhir tragis pernikahannya saat Janus memilih setia pada kesepakatan lama demi wanita lain. Romance novel ini menyajikan konflik rumah tangga modern yang penuh pilihan sulit dan konsekuensi janji masa lalu bagi pembaca fiction books.
Ringkasan Dikejar Mantan Suami Arogan
Fay memohon dengan pilu agar Janus tidak menceraikannya, merasa cukup dengan hubungan yang ada tanpa menuntut lebih. Namun, permintaan itu justru membuat tatapan Janus mendingin. Dengan suara serak namun tegas, ia mengingatkan Fay akan kesepakatan awal mereka. Komitmen mereka harus berakhir saat Uke kembali. Meski suaranya sedikit bergetar, Janus menekankan bahwa janji lama itu adalah batas akhir bagi pernikahan mereka yang kini berada di ambang perpisahan.
Baca Selengkapnya

Dikejar Mantan Suami Arogan Bab 1

1. Jangan Cerai, Ya!

Fey membiarkan tubuhnya yang indah terekspos begitu saja. Dia membaringkan tubuhnya dengan malas di ranjang mereka yang empuk. Mengembalikan nyawanya setelah permainan yang menguras seluruh tenaganya.

Dia tidak mengenakan selembar pakaian pun. Tubuhnya yang bersih dengan lekuk yang sempurna tampak dipenuhi stempel cinta di mana-mana. Kulitnya yang putih bersih itu, juga masih terlihat agak licin, mengisyaratkan bagaimana gelora cinta kedua insan muda itu. Bagaimana panasnya api asmara yang baru saja selesai.

Rambut panjangnya sedikit acak-acakan. Tergerai hampir menutupi bantal yang ada di bawah kepalanya. Gadis itu memancarkan kecantikan yang luar biasa. Makin mempesona dengan gayanya yang seperti itu. Di dekatnya, Janus duduk di ujung tempat tidur dengan sebatang rokok di antara jarinya yang panjang. Dia menatap Fey dengan mata yang masih membara.

Sama seperti Fey, pria tampan nan rupawan itu tidak mengenakan apapun. Bahunya yang penuh dan dadanya yang berotot tegas, membuat Janus makin mempesona. Pesonanya itu membuat Fey tergila-gila karena kesempurnaan tubuh dan paras yang dimilikinya.

Dia belum menyalakan rokoknya karena kaki Fey yang panjang terulur di atas pahanya dan mengelus-elus paha Janus yang masih licin karena sisa keringat yang belum kering. "Mandilah, kita sudah selesai," katanya datar. Tanpa senyum sedikit pun.

Fey tidak lekas menjawab. Dia meninggikan kepalanya sedikit dan melirik benda yang ada diantara paha Janus.

Dia menyimpan pertanyaan dalam pikirannya. Biasanya, kalau Janus datang ke apartemennya, dia memang benar-benar membutuhkan Fey untuk membuatnya melepaskan semuanya. Mustahil sekali jika dia hanya butuh dirinya sekali saja.

"Masa?" pancing Fey.

"Cuma sekali doang?" tanyanya menggoda.

Dia memanjangkan kembali lehernya demi melihat keberadaan benda itu lebih dekat. Dia tidak melihat apapun, itu yang membuat dia kembali menjadi bingung. "Aneh!" gumam Fey karena Janus tidak bereaksi sama sekali.

Dua tahun lebih mereka menikah di bawah tangan, Janus tidak pernah puas dengan sekali pelayanan biologis. Dia akan minta lagi dan lagi.

"Aku sudah selesai, Fey. Mandilah," kata Janus lagi. Sepertinya dia tau apa yang Fey pikirkan ketika mata Fey yang masih redup itu melirik senjata pusakanya yang masih terkulai.

"Janus...," Panggil Fey dengan suara yang menggoda. Sebelum melanjutkan kata-katanya, dia membasahi bibirnya dengan lidahnya sendiri.

Pria itu hanya berdehem. Dia menahan diri untuk tidak tergoda dengan menarik nafas panjang setelahnya. Dia berdiri dan dengan malas mendekat ke nakas, meletakkan kembali rokoknya dan duduk di samping Fey.

"Sudah, Fey. Mandilah. Kau akan kedinginan jika begini," dia kembali memperingatkan karena Fey masih belum bergeming setelah apa yang dia ucapkan sebelumnya.

Fey tersenyum hambar mendengar penolakan yang terucap dari bibir suaminya, untuk yang kesekian kalinya. Sudah jelas sekali, dia memang tidak membutuhkan dirinya lagi. Karena itu, masih dengan wajah yang tanpa senyum, dia menarik tubuhnya dengan malas.

Dia duduk di sisi tempat tidur, mengambil posisi membelakangi Janus dan kakinya yang kecil itu sudah turun ke lantai. "Jangan ceraikan aku, ya. Aku masih mau bersamamu," katanya dengan suara yang parau.

Setelah dengan susah payah berhasil mengucapkan kata-kata itu, dia tertunduk dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

Fey tidak mendengar suara apapun tapi dia merasakan sebuah tangan yang kuat melingkari pinggang yang ramping dari belakang. Jari-jarinya yang panjang dan besar itu menggosok kulitnya yang halus sebelum dia mengulurkan tangan dengan terampil.

Janus memeluknya dari belakang. Fey merasakan kehangatan menyebar ke seluruh tubuhnya yang sudah mulai kedinginan. Janus membuka mata gelapnya sedikit dan menatap punggungnya yang cantik. Tangannya yang semula melingkar di pinggang ramping Fey mulai bergerak ke dadanya. Fey jadi tergoda.

Dia berbalik dengan wajah memerah. Janus selalu punya cara untuk membuat dia tidak bisa berkata-kata. Fey memberanikan diri memegang tangan Janus dan dengan ekspresi menyedihkan dia mengungkapkan kembali apa yang membuat dia sedih "Janus, jangan ceraikan aku, ya?" Rengeknya. "Seperti ini saja susah cukup. Aku tidak minta lebih." Katanya dengan suara yang memelas.

Ketika dia mendengar kata-kata Fey, tangan Janus berhenti dan keinginan di matanya berangsur-angsur mendingin. Suaranya yang agak serak masih lembut. "Fey, kontrak pernikahan kita sudah habis. Mengapa kau jadi lupa dengan kesepakatan yang sudah kita buat?"

Tentu saja Fey tahu! Tapi seharusnya masih ada empat bulan lagi. Kenapa Janus ingin mengakhirinya sekarang?

Mereka menikah karena tidak sengaja. Fey adalah wanita yang mencintai Janus dan sanggup berkorban demi apapun. Akan tetapi dua tahun delapan bulan mereka menikah dibawah tangan, Fey tidak bisa dimilikinya. Cinta Janus bukan untuknya. Ada gadis yang dia impikan bisa menjadi istri sahnya dan melahirkan anak-anaknya.

"Uke sudah kembali, kan? Tak apa, itu tidak jadi masalah, kok. Kau tidak perlu menceritakan hubungan ini dan aku janji padamu, dia tidak akan tahu kalau kita menikah diam-diam," kata Fey begitu memelasnya.

Jika bukan karena fakta bahwa Hawke menghilang dan karena keluarga Janus juga tidak merestui hubungan mereka, mungkin Janus sudah bersama pujaan hatinya itu. Fey sadar, dia hanya penghibur hati Janus yang luka karena kekasih yang dia cintai sejak kecil, pergi tanpa pesan apapun tiga tahun yang lalu.

Adapun Fey? Dia hanya menyelamat hati Janus. Meskipun Janus memperlakukan dengan sangat baik tapi setelah dia menyerahkan jiwa dan raganya, dia tak kunjung mendapatkan tempat di hatinya.

Fey tidak masalah ketika Janus hanya menganggapnya sebagai pengisi hari-harinya yang sepi agar pikiran bisa berhenti memikirkan Hawke.

"Jadi kau sudah tahu kalau Hawke sudah kembali?"

"Iya, aku tahu. Tapi tidak masalah bagiku. Selama kita berdua tidak bercerai, aku tidak masalah. Jika kau akan menikahi dia secara sah dan menjadikan Hawke sebagai ibu dari anak-anakmu. Aku jamin, tidak akan ada yang tahu tentang hubungan kita. Biarkan saja seperti ini. Aku tidak apa," rengeknya

Fey terus membujuknya meskipun dia tahu ini terasa lucu. Mungkin juga akan mempermalukan dirinya sendiri karena sebelum mereka memutuskan untuk menikah di bawah tangan, mereka sudah sepakat, ketika saatnya tiba, Janus akan menceraikannya dan memberinya sejumlah uang agar dia bisa hidup nyaman selama sisa hidupnya. Itu jaminan yang tertuang dalam surat kontrak mereka. Janus yang mencantumkan apa yang akan Fey terima setelah kesepakatan itu harus berakhir. Dia memaksa itu meskipun sebenarnya, Fey tidak menginginkan apapun selain hanya bisa bersamanya.

Fey gadis yang lemah lembut dan pintar, tapi karena cintanya yang begitu besar pada Janus, dia jadi lepas kendali atas dirinya. Logikanya benar-benar cacat. Fey begitu patuh pada Janus. Jadi dia tidak pernah khawatir Fey akan seperti ini ketika saat yang dia nanti itu tiba.

"Tidak bisa begitu, Fey. Hawke pasti sangat kecewa jika tahu kita telah bersama selama hampir tiga tahun ini. Kita harus cerai agar dia tahu, aku tetap memikirkan dia hingga saat ini dan keinginan aku padanya tidak pernah berubah," jelasnya.

"Aku bisa memberi kamu lebih dari yang aku janjikan, kok. Tidak masalah. Kau bilang aja, kau mau apa. Aku kasih buat kamu?"

"Rumah?"

"Apartemen ini?"

"Atau uangnya aku tambah dua kali lipat?"

Janus bicara begitu entengnya. Dia seakan tidak tahu kalau Fey tidak pernah punya pikiran, menikahinya karena uang. Dia tidak pernah menyetujui perjanjinan itu sebelum mereka terikat dalam sebuah janji suci. Dia hanya ingin bersamanya karena cintanya yang begitu dalam padanya.

Fey berkata dengan lembut, "Janus, kita tidak bisa bercerai sekarang. Tidak bisa!"

Suaranya yang lembut dan menggoda mengisyaratkan kasih sayang yang tak ada habisnya. Dia seolah ingin membuat Janus ingin memiliki dirinya selamanya.

Fey mengeluarkan aura genit yang membuat Janus berpikir ketika dia menggunakan suara dan nada seperti itu saat dirinya berbaring di bawah tubuhnya, dia akan mati karena kenikmatan.

Dia berpikir, saat ini Fey sedang menggodanya.

"Kenapa tidak?" Dia bertanya.

"Kita tidak perlu mengurus surat atau apapun. Cukup aku menjatuhkan talak padamu, kita sudah tidak punya hubungan apa-apa." katanya lagi.

"Aku ... aku hamil." Fey mengerahkan keberaniannya untuk mengatakan ini. Ini adalah kartu truf terakhirnya untuk mempertahankan pria yang dicintainya tidak akan melepaskannya.

Tanpa diduga, ekspresi Janus langsung menjadi gelap. "Apa kau bilang!"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Dikejar Mantan Suami Arogan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Menikah, Tapi Bukan Untuk Dicintai
9.6
Terdesak utang, Lana menerima tawaran Valerie untuk menggoda ayahnya, Cedric Vellani, demi membatalkan pernikahan pria kaya itu dengan wanita pemburu harta. Namun, Cedric yang dingin tak mudah ditaklukkan. Lana justru terjebak dalam pesona sang target hingga hubungan transaksional mereka berubah jadi perasaan terlarang. Saat Valerie merasa dikhianati, Lana harus memilih antara uang atau cinta yang berawal dari kebohongan. Akankah ini berakhir bahagia?
Sampul Novel Bukan Supir Biasa
8.5
Mengambil latar keindahan Pulau Dewata, kisah ini mengikuti perjalanan hidup seorang pria perantau yang mengadu nasib sebagai pengemudi. Di tengah hiruk pikuk Bali, ia berjuang menghadapi realita hidup yang penuh liku demi bertahan di tanah orang. Diangkat dari kisah nyata seorang kawan di perantauan, narasi ini menyuguhkan sisi lain kehidupan driver yang jarang diketahui, dibalut nuansa romansa modern yang menyentuh hati dan terasa sangat nyata.
Sampul Novel Ketika Dusta dan Cinta Bertemu
9.8
Dikhianati di hari pernikahan, sang protagonis diselamatkan oleh Yohan, pewaris mafia kejam yang mengaku telah lama mencintainya. Selama lima tahun, pernikahan mereka tampak sempurna hingga sebuah berkas rahasia terungkap. Yohan ternyata hanya memanfaatkannya sebagai tameng demi melindungi kakak tirinya, Jessica. Saat sebuah serangan terjadi, Yohan memilih menyelamatkan Jessica, menyebabkan sang istri kehilangan janinnya dalam senyap. Menyadari seluruh hidupnya hanyalah dusta yang dirancang rapi, dia pun memilih pergi selamanya.
Sampul Novel Petualangan Gairah Kenikmatan
8.0
Insiden tak terduga membuat Randy dan Ririn jatuh tersungkur hingga tubuh mereka saling menindih erat. Dalam posisi yang sangat intim itu, Randy merasakan detak jantung dan deru napas Ririn yang memburu tepat di depan wajahnya. Suasana mendadak menjadi sangat panas saat kontak fisik tersebut memicu gairah yang tak terbendung di antara keduanya. Di tengah ketegangan romansa yang memuncak, Ririn akhirnya menyerah pada hasrat dan meminta Randy untuk segera menyatukan cinta mereka.
Sampul Novel Tumbal Rumah Bersalin
9.6
Warni dikenal sebagai bidan ramah di Desa Tlogo Ungu, namun ia menyimpan rahasia kelam. Dahulu dihina karena miskin dan dikucilkan warga, ia nekat melakukan pesugihan siluman ular putih, Nyai Sukma, demi kekayaan dan kelancaran bisnisnya. Melalui bantuan Romlah, perjanjian mistis pun dibuat. Namun, Nyai Sukma meminta syarat berat: wanita yang bersalin di malam Jumat Kliwon serta nyawa bayi kandung Warni sendiri sebagai tumbal perdana. Akankah Warni tega mengorbankan anaknya?
Sampul Novel WETON (Santet Tiga Generasi)
8.1
Terdesak utang keluarga, Yayuk meminta bantuan Bi Zaenab untuk mencari kerja. Ia pun dikirim ke kediaman bangsawan Waluyo yang hanya menerima pelayan berweton Sabtu Kliwon atau Rabu Pahing. Yayuk yang memenuhi syarat segera menyadari kenyataan pahit di sana. Alih-alih menjadi asisten rumah tangga, ia justru dijadikan eksekutor santet demi kepentingan proyek besar keluarga tersebut. Kini, Yayuk harus berjuang keras demi bertahan hidup di tengah ancaman mistis.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan