Sampul Novel Roh Jiwa Putri yang Teraniaya

Roh Jiwa Putri yang Teraniaya

8.3 / 10.0
Dalam novel misteri Roh Jiwa Putri yang Teraniaya, seorang gadis tewas di hutan setelah ditinggalkan keluarganya. Saat mereka menuntutnya pulang demi warisan, rahasia kelam mulai terungkap. Baca novel online gratis ini untuk mengungkap misteri tragis di balik hilangnya sang putri.
Ringkasan Roh Jiwa Putri yang Teraniaya
Dua bulan pasca kematiannya, sebuah keluarga baru menyadari bahwa mereka meninggalkan putri mereka di hutan saat wisata. Alih-alih cemas, sang adik justru mengirim pesan ejekan agar dia mati saja demi menguasai warisan nenek, sementara ibunya menuntut kehadirannya di pesta keluarga dengan dingin. Mereka tidak tahu bahwa gadis itu tak pernah bisa pulang. Lewat pencarian intens, misteri tragis ini akhirnya tersingkap saat sisa tulang belulangnya ditemukan terkubur di pegunungan.
Baca Selengkapnya

Roh Jiwa Putri yang Teraniaya Bab 1

Dua bulan setelah kematianku, akhirnya Ayah dan Ibu menyadari bahwa mereka lupa membawaku pulang dari perjalanan wisata. Ayah mengerutkan kening dengan jengkel, "Bukankah kita hanya menyuruhnya berjalan kaki pulang? Apa harus sampai berlarut-larut begini?"

Adikku membuka percakapan lama kami dan mengirimkan sebuah stiker penuh ejekan, disertai pesan. [ Lebih baik kamu mati di luar sana, jadi seluruh harta Nenek jatuh ke tangan aku dan Kak Sierra. ]

Namun, tak ada balasan dariku.

Dengan ekspresi dingin, Ibu berkata, "Katakan padanya, kalau dia datang tepat waktu ke pesta ulang tahun neneknya, aku nggak akan permasalahkan soal dia sengaja mendorong Sierra ke air."

Mereka tidak pernah mengira bahwa aku tak pernah berhasil keluar dari hutan itu.

Akhirnya setelah melalui pencarian yang intens, mereka menggali setiap jengkal tanah hingga di tengah hutan pegunungan dan menemukan sisa-sisa tulang belulangku.

Lantaran tidak bisa menghubungiku dan didesak oleh nenek, keluargaku akhirnya mendatangi rumah kontrakan yang bobrok di desa dengan perasaan enggan.

Ferdy menutup hidungnya. "Kenapa si pembawa sial itu tinggal di tempat begini? Ayah, Ibu, aku nggak mau masuk!"

"Oke, kalian berdua pulang saja dulu, biar Ayah dan Ibu saja yang masuk."

Sierra memeluk tangan ibunya dengan manja, lalu berkata dengan wajah yang penuh perhatian, "Adikku ini benar-benar nggak tahu sopan santun. Telepon nggak diangkat, pesan nggak dibalas, sampai kalian berdua harus datang ke sini."

"Kalau ketemu nanti pasti kuberi pelajaran!" Mata Ibu menyiratkan kebencian. Kemudian, dia menggandeng Ayah untuk masuk ke dalam.

Setelah menaiki empat lantai tangga, mereka terengah-engah berdiri di depan pintu kamar 401. Begitu mengetuk pintu, seorang pria paruh baya bertelanjang dada membuka pintu. "Cari siapa?" tanyanya.

Melihatnya, Ayah langsung marah besar, "Apa hubunganmu sama putriku? Kenapa kamu tinggal di sini?"

Sambil marah-marah, Ibu menerobos masuk ke dalam dan berteriak kesal, "Shelly, keluar kamu! Berani-beraninya kamu menghindari orang tua dan tinggal sama orang lain?"

Tak lama kemudian, seorang wanita berperut besar keluar. "Kalian salah alamat, ya? Kami sekeluarga baru pindah ke sini dua bulan lalu."

Ibu menyergah dengan kesal, "Putriku yang ngasih alamat ini, mana mungkin salah?"

Melihat bahwa Ibu begitu keras kepala, pria paruh baya itu mengusir mereka keluar, "Keluar, keluar! Kalian bahkan nggak tahu putri kalian sendiri di mana, apa kalian pantas jadi orang tua?"

Seolah-olah teringat akan sesuatu, wanita hamil itu buru-buru menambahkan, "Shelly itu penyewa sebelumnya ya? Pemilik rumah bilang dia menunggak sewa sebulan dan nggak bisa dihubungi, jadi rumahnya kami kontrak."

Mendengar hal itu, Ibu marah besar, "Sudah pindah malah nggak bilang-bilang! Sia-sia saja kami ke sini, dasar anak durhaka!"

Saat mereka berdua hendak pergi, pemilik rumah kebetulan datang. Begitu mengetahui identitas Ayah dan Ibu, dia langsung meminta uang sewa. "Cepat bayar uang sewanya dan bawa pergi barang-barang yang ditinggalkannya. Jangan kotori tempatku!"

Ayah dan Ibu tidak percaya. Mereka kemudian dibawa oleh pemilik rumah ke gudang tempat barang-barangku disimpan. Barang-barang itu sudah tidak terurus dan berdebu setelah dua bulan tidak ada yang membersihkan.

Ayah mengenali beberapa pakaian yang sering kupakai, "Ini memang bajunya."

Ibu mendengarnya dan mengerutkan kening dengan dingin, "Anak durhaka itu sengaja ya? Setelah pindah rumah, dia ninggalin tumpukan sampah ini supaya kita datang untuk beresin?"

Pemilik rumah itu tidak tahan lagi mendengarnya. Dia pun berbaik hati mengingatkan, "Ini bukan sampah, semuanya barang yang sering dia pakai. Ada album foto dan juga beberapa dokumen. Gadis ini orang baik, jadi aku bantu dia nyimpan semuanya."

Ibu tidak peduli. Gudang itu berbau lembap. Dia menutup hidung dan keluar, lalu langsung meneleponku. Karena tidak ada jawaban, dia pun meninggalkan pesan.

[ Shelly, kamu sudah cukup belum dengan tingkahmu? Aku dan ayahmu sekarang ada di rumah kontrakanmu, cepat pulang! ]

Nada angkuhnya tak berubah dan kebencian di matanya tidak bisa disembunyikan. Ibu tidak merasa heran jika aku tidak membalas pesan Ferdy. Bagaimanapun, kami berdua telah menjadi musuh setelah diadu domba oleh Sierra.

Namun, Ibu tidak bisa menerima jika aku tidak membalas pesannya. Ibu semakin tidak sabar. Dia berkata pada Ayah dengan nada dingin, "Biarkan saja dia, ayo kita pulang. Tempat ini bukan tempat yang layak untuk manusia!"

Mendengar kata-katanya, pemilik rumah memandang mereka dengan marah, "Eh, apa-apaan cara bicara Anda ini? Barang-barang anak Anda ini, mau diambil atau nggak? Kalau nggak, saya buang saja."

Menyadari tidak bisa mengharapkan mereka membayar sewa, pemilik rumah akhirnya menyerah. Namun, Ibu tetap pergi tanpa menoleh sedikit pun.

Pemilik rumah yang marah besar, akhirnya berteriak, "Kalian ini nggak punya hati ya? Anak kalian sudah dua bulan nggak bisa dihubungi, kalian nggak khawatir terjadi sesuatu padanya?"

Ibu tertawa sinis, "Anak pembawa sial itu hidupnya keras, mana mungkin akan terjadi sesuatu padanya!"

Setelah pulang, Ibu menelepon Nenek.

"Bu, untuk apa Ibu masih terus merindukan Shelly si anak durhaka itu? Warisan Ibu nanti kasih ke Ferdy dan Sierra saja. Untuk apa peduli sama dia lagi?"

Rohku melayang di samping mereka sambil tersenyum getir.

Ibu, aku adalah satu-satunya putri kandungmu, kenapa kamu begitu membenciku ....

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Roh Jiwa Putri yang Teraniaya

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4 Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Hasrat Liar Darah Muda
8.1
Firhan Ardana, pemuda 24 tahun, memulai karier magangnya di kota asal sembari menghadiri reuni SMP yang penuh kenangan. Namun, pertemuan itu justru menjeratnya dalam pusaran gairah yang rumit. Ia terjebak di antara pesona Puspita yang misterius, daya tarik Meilani yang blak-blakan, serta godaan berbahaya dari sang primadona, Azaliya. Di tengah gejolak darah muda, Firhan harus menghadapi konflik batin antara cinta dan nafsu yang mengaburkan batas moralitasnya.
Sampul Novel Istri Kedua Tuan Abraham
8.5
Demi memenuhi wasiat Mikhaela yang sakit parah, Abraham Wijaya terpaksa meminta Jihan, asisten rumah tangganya, untuk menjadi istri kedua. Meski sempat menolak, Jihan akhirnya setuju demi membalas budi. Namun, situasi menjadi rumit saat Jihan hamil dan sikap Abraham mulai berubah. Rasa cemburu membakar hati Mikhaela hingga ia mengusir Jihan. Kini, Jihan terjebak dalam dilema antara pergi membawa kandungannya atau bertahan demi cinta yang mulai tumbuh.
Sampul Novel Kesempatan Ketujuh
8.6
Selama tujuh tahun, seorang wanita biasa tanpa lelah mengejar Vincent meski terus diabaikan. Sebagai pria yang menjunjung norma sosial, Vincent justru sering bersikap kasar dan melontarkan cacian tajam karena merasa jijik padanya. Namun, sebuah rahasia besar terungkap saat Mira tanpa sengaja melihat daftar kontak di ponsel Vincent. Di balik sikap dingin dan kebencian yang ia tunjukkan selama ini, Vincent ternyata menyimpan nomor Mira dengan nama Sayangku.
Sampul Novel PELUKAN HANGAT PAPA MERTUA
8.6
Sepuluh tahun Luna menderita dalam pernikahan tanpa cinta karena Eric gemar berselingkuh. Terikat perjanjian keluarga, Luna mencari pelarian pada alkohol hingga tak sengaja tidur dengan Brian, ayah mertuanya. Brian yang menduda tak kuasa menolak pesona Luna. Meski merasa bersalah telah mengkhianati putranya, Brian terus menjalin hubungan terlarang demi mengusir kesepian. Saat Eric menceraikan Luna demi kekasihnya yang hamil, rahasia pun terungkap dan mereka memilih hidup bersama.
Sampul Novel Senja di Matamu
8.0
Tiga tahun ketulusan Tania Sane hancur setelah mendengar percakapan telepon rahasia Chaz Limex dalam bahasa Georgia. Chaz menganggap Tania hanyalah pengganti cinta pertamanya, Nina Lopez, yang mirip tujuh puluh persen dengannya. Saat tahu Chaz berniat membuangnya demi Nina yang akan pulang, Tania memutuskan pergi. Dia menghubungi ayahnya, Pak Agus, untuk menyetujui rencana imigrasi dan pernikahan di Prancis dalam waktu satu bulan demi meninggalkan luka tersebut.
Sampul Novel We Are
9.3
Tiga remaja terjebak dalam rumitnya cinta segitiga. Diana berjuang sembuh dari kepedihan masa lalu saat sosok dari masa lalunya muncul kembali. Sementara itu, Revan berusaha mengubah jati dirinya meski bayang-bayang masa lalu terus menghantui persepsi barunya. Di sisi lain, Kevin yang ceria namun kesepian mulai mempertanyakan prinsip kekeluargaannya saat ia justru terus bersama orang yang ia benci. Akankah pertemuan ini membawa kesembuhan atau konflik baru bagi mereka?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan