Sampul Novel TABIB CANTIK DARI MASA DEPAN KESAYANGAN PANGERAN DARI MASA LALU

TABIB CANTIK DARI MASA DEPAN KESAYANGAN PANGERAN DARI MASA LALU

8.4 / 10.0
Virgolin Asteria, ahli bedah plastik masa depan, diculik ke dimensi asing oleh sosok misterius. Di bawah ancaman maut, ia dipaksa mengerahkan seluruh keahlian medisnya demi menyelamatkan nyawa sang Ratu. Namun, saat gerbang menuju dunia asalnya terbuka, Virgolin justru terjebak dilema batin yang hebat. Cintanya telah tumbuh untuk sang penculik, Pangeran Pisceso Helios. Kini ia harus memilih antara pulang ke keluarganya atau menetap di dunia asing demi sang pujaan hati.

TABIB CANTIK DARI MASA DEPAN KESAYANGAN PANGERAN DARI MASA LALU Bab 1

Derap kaki kuda terdengar semakin mendekat menimbulkan suara gemuruh bak debur ombak di lautan.

"Lindungi Ratu Eleanor!" 

Pangeran Pisceso Helios memberikan perintah pada beberapa prajurit pilihan agar melindungi kereta kuda yang sedang dikawalnya.

Formasi langsung terbentuk, beberapa prajurit siap siaga memegang tombak dan tameng baja untuk melindungi kereta kuda.

Tatapan Pangeran Pisceso bak Elang yang siap menerkam mangsa menatap tajam ke depan, waspada menyambut suara derap kaki kuda yang datang bersama debu berterbangan. 

"Pangeran! Mereka perampok!" seru salah satu prajurit yang berdiri di barisan terdepan. 

"Kalian semua waspada! Apapun yang terjadi, lindungi Ratu Eleanor dan Raja!" teriak Pangeran Pisceso mengalahkan suara deru kaki kuda yang semakin datang mendekat.

Semua prajurit semakin waspada dan bersiap siaga, apapun yang terjadi nyawa taruhannya demi melindungi Ratu dan Raja mereka.

Suara ringkikan kuda disertai debu berterbangan mengiringi tawa terbahak dari salah satu perampok yang berada di atas kuda hitam besar barisan terdepan, berhenti tepat beberapa meter dari Pangeran Pisceso dan para prajurit.

"Ha-ha-ha."

"Berani sekali kalian menghadang perjalanan kami!" teriak salah satu prajurit andalan.

"Ha-ha-ha. Saudara-saudara, lihat!" teriak pimpinan perampok pada teman-temannya menunjuk pada bendera dan logo bintang emas yang ada di pintu kereta kuda. "Kita mendapatkan harta karun. Mereka dari kerajaan sebrang, pasti banyak barang berharga dalam kereta kudanya!"

Suara tawapun membahana saling bersahutan dari puluhan perampok berwajah sangar disertai ringkikan kuda seakan mengerti tuannya sedang berbahagia.

"Waspada kalian semua!" 

Setelah itu, Pangeran Pisceso menarik pedang panjang bergagang emas miliknya dari sangkar,  sehingga sinar matahari yang menerpa pedang begitu menyilaukan mata.

Tak lama kemudian, para perampok itu menyerang para prajurit dengan sangat beringas bak singa lapar yang siap menerkam mangsa.

Kerajaan Voresham terletak di ujung timur dipimpin Raja Theodore dan Ratu Eleanor yang tak lain Ayahanda dan Ibunda dari Pangeran Pisceso Helios. Datang ke wilayah Utara untuk menghadiri undangan pernikahan dari Raja Sham, tapi di perjalanan pulang di hadang para perampok yang terkenal cukup kejam dengan julukan "Pedang maut."

"Kanda, ada apa di luar?!" tanya Ratu pada suaminya mendengar keributan. Mereka berdua masih berada di dalam kereta kuda.

Belum Raja menjawab, tiba-tiba gorden merah yang menutupi jendela kereta kuda terbuka. Prajurit memberitahu ada perampok yang menghadang perjalanan mereka.

"Dinda," Raja memberikan belati emas pada istrinya dari balik jubah yang menjuntai di punggung. "Gunakan belati ini untuk melindungi dirimu. Aku akan ke luar untuk membantu putra kita!"

"Hati-hati Kanda!" seru istrinya memegang erat belati emas.

Raja melesat ke luar, bergabung membantu para prajurit. Tubuh tinggi tegap dengan jubah hitam menjuntai di punggung begitu kontras di antara prajuritnya. 

"Ayah, kenapa ke luar?! Bagaimana dengan Ibu?!" tanya Pangeran Pisceso melihat Raja ikut menghalau para perampok dengan pedang di tangan. 

TRANG!

TRING!

TRANG!

Suara pedang beradu begitu bising di telinga. Satu per satu, baik dari prajurit maupun para perampok terlihat bertumbangan roboh dan terluka.

"Pangeran!" salah satu prajurit dengan tangan terluka menyeruak masuk mendekat.

"Ada apa?!" tanya Pisceso sambil menangkis ujung pedang yang hampir mengoyak kulit tangannya.

"Ratu terluka!" jawab prajurit.

Raja Theodore dan Pangeran Pisceso langsung melihat ke arah kereta kuda di mana Ratu berada.

"Ayah, cepat lihat Ibu! Aku bisa menangani perampok sialan ini!" 

Setelah itu, Pangeran Pisceso dengan gagah berani menyeruak maju memainkan pedang panjang bergagang emas kesayangannya, menghajar para perampok hingga satu per satu jatuh berguguran.

Raja melesat pergi ke arah kereta kuda dengan dilindungi beberapa prajurit. Jubah hitam panjang yang dipakainya berkibar menyilaukan setiap mata yang melihat.

Tubuh Ratu terkulai lemah dengan luka sayatan  menganga dibagian dada, gaun putih yang dipakai telah ternoda oleh darah segar. "Dinda! Kamu terluka!" 

"Ka,, kanda ,,,, sakit," suara Ratu nyaris tidak terdengar, perlahan matanya meredup kemudian diakhiri pingsan dalam pelukan suami tercinta.

Tak lama kemudian, para perampok berhasil dilumpuhkan. Pangeran Pisceso yang terkenal mahir dalam memainkan pedangnya, tersenyum puas melihat pemimpin perampok tumbang di ujung pedang kesayangannya. Darah segar menetes jatuh membasahi bumi dari ujung pedang Pangeran Pisceso.

Melihat pemimpinnya ambruk di ujung pedang Pangeran Pisceso, salah satu perampok bertubuh besar langsung memberi perintah agar melarikan diri. 

"Mundur!" terdengar seruan dari para perampok. "Mundur!' 

Debu berterbangan kembali mengiringi kepergian para perampok yang melarikan diri, memacu kudanya pergi menjauh dari rombongan kereta kuda kerajaan Voresham.

"Ibu!" Pangeran teringat dengan Ibunda Ratu, segera melesat berlari masuk ke dalam kereta kuda.

"Ibumu pingsan!" seru Raja sebelum putranya bertanya. "Cepat, kita cari penginapan yang terdekat! Ibumu harus segera diobati. Perintahkan segera prajurit untuk menjemput tabib istana!"

"Siap laksanakan, Ayahanda!" 

Setelah mengutus salah satu prajurit kepercayaannya untuk menjemput tabib istana, Pangeran Pisceso segera memerintahkan seluruh prajuritnya untuk bergerak melanjutkan perjalanan mencari penginapan. 

Nun jauh dari tempat perampokan dan perjalanan Raja, di dalam istana Voresham terjadi kehebohan setelah mendengar kabar berita dari salah satu prajurit yang diutus Pangeran Pisceso untuk memberitahukan apa yang terjadi dengan Ratu Eleanor.

"Jadi, bagaimana penasehat kerajaan? Ratu Eleanor terluka parah, hamba harus segera pergi ke tempat mereka!" Tabib istana sangat khawatir dengan kondisi Ratu yang banyak mengeluarkan darah dari lukanya berdasarkan cerita prajurit yang diutus untuk menjemput.

Tanpa membuang waktu demi keselamatan Ratu mereka, semua pejabat istana memerintahkan tabib segera pergi dengan dikawal beberapa prajurit pilihan, tidak lupa pula dengan membawa obat-obatan yang diperlukan untuk mengobati luka sayatan yang dialami Ratu.

Sebuah penginapan yang cukup sederhana menjadi pilihan rombongan Raja dan Ratu. Semua tempat dibayar penuh agar tidak ada orang asing yang menginap bahkan yang sudah menginap pun dipaksa ke luar.

"Pangeran," seorang prajurit menunduk hormat ketika Pisceso Helios datang.

"Bagaimana Axel?"

"Aman Pangeran! Prajurit pilihan telah hamba tempatkan di setiap sudut," jawab Axel. "Bahkan hamba telah menyewa beberapa orang untuk membantu kita jika ada penyerangan lagi."

"Bagus!" ucap Pisceso menepuk bahu Axel berulang-ulang. "Lalu, bagaimana dengan prajurit yang terluka?!" Pisceso mengedarkan pandangan melihat ke sekeliling. "Di mana mereka?!"

"Mereka ada di ruangan belakang sedang diobati,"jawab Axel. 

"Bagus!" ucap Pisceso.

"Bagaimana dengan Ratu Eleanor?!" tanya Axel. "Apa Ratu sudah tersadar?!" 

Pisceso terdiam sejenak, menghela napas. "Ratu masih belum sadar juga. Lukanya banyak mengeluarkan darah. Kita tunggu tabib istana datang." 

Setelah itu, Pangeran Pisceso berkeliling penginapan untuk memastikan keadaan aman-aman saja karena tidak mau sesuatu hal terjadi lagi dengan kedua orangtuanya.

Tanpa menemui kendala apapun dalam perjalanan, tabib istana sampai di penginapan. Dengan dibawa Axel, tabib istana masuk ke salah satu ruangan yang di dalamnya terbaring Ratu Eleanor ditemani Raja Theodore duduk tak jauh dari ranjang sederhana.

"Salam hormat paduka," tabib membungkukkan badan dengan kepala menunduk di depan Raja. 

"Cepatlah Cole, lihat kondisi istriku." Raja segera bangun dari kursi tua mendekati ranjang.

Tanpa membuang waktu, Tabib Cole segera mengobati Ratu Eleanor. Wajah tuanya sangat serius melihat luka sayatan yang menganga lebar dan panjang di pangkal leher sampai dada.

Satu tabib muda yang sengaja diajak Tabib Cole ikut sibuk membantu mengikuti apa yang disuruh. Tangannya begitu terampil membersihkan darah yang terlihat mulai mengering.

"Untung saja darahnya berhenti ke luar," ucap Tabib Cole. "Sayatan lukanya cukup dalam hampir memotong urat darah besar. Sang pencipta alam masih melindungi Ratu, tapi ,,,,"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi TABIB CANTIK DARI MASA DEPAN KESAYANGAN PANGERAN DARI MASA LALU

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali menuntut cerai untuk ke-99 kalinya. Namun, Laurence Andrews justru mengusirnya dari mobil demi mengangkat telepon mantan kekasihnya, Rosalie Harris. Laurence terus merendahkan Josie dan yakin istrinya takkan sanggup pergi. Dia tidak menyadari bahwa pengabaian berulang ini telah mencapai batasnya. Di balik layar, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie untuk segera berpisah dan meninggalkan negara ini selamanya.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Dua tahun menikah, Nadia Antika bertahan menghadapi hinaan ibu mertuanya karena cinta tulus Askara Brahma. Namun, kebahagiaan itu sirna saat suaminya berubah menjadi tertutup dan dingin. Nadia mulai mencium rahasia besar yang disembunyikan sang suami di balik perubahan sikapnya. Mampukah ia mengungkap kebenaran yang menyakitkan? Bagaimana reaksi Nadia saat mengetahui Askara ternyata menjalin hubungan terlarang dengan adik iparnya sendiri di rumah mereka?
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Gadis terpaksa menjadi pengantin pengganti demi menjaga martabat ibu angkatnya. Namun, kesalahpahaman besar membuat Alex membencinya hingga bersikap kasar. Gadis tidak tinggal diam menghadapi perlakuan tersebut, sambil tetap menyembunyikan rahasia besar mengenai jati diri aslinya. Akankah Alex berhasil mengungkap misteri yang tersimpan rapat itu? Ikuti kelanjutan kisah penuh ketegangan dan emosi mereka yang kini tersedia secara lengkap di Bakisah.
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Bramantyo dan Bima terobsesi menyiksaku dengan kehadiran Sandra demi menguji cintaku. Puncaknya, saat kecelakaan terjadi, mereka membiarkan tanganku hancur demi menyelamatkan Sandra. Karier musikku pun sirna. Mereka menantikan amarahku, namun aku hanya diam membisu, bahkan saat liontin ibuku dihancurkan Sandra. Di ranjang rumah sakit, pengabdianku mati. Ini bukan cinta, melainkan sangkar kejam. Kini aku bersiap melarikan diri dan membalas kehancuran ini.
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota adalah pemuda dua puluh tahun yang sangat malas dan pengangguran. Meski cerdas dalam kelicikan, ia hanya menghabiskan waktu dengan gawainya. Hal ini memicu kekhawatiran mendalam bagi ibunya, Artisa. Sebagai wanita pekerja keras yang juga memiliki sisi licik, Artisa bertekad mengubah tabiat buruk putranya secara total. Ia menempuh metode ekstrem dengan mentransformasi fisik Sota. Berhasilkah rencana Artisa mengubah jati diri Sota melalui perubahan tubuh tersebut?
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Seorang pria terjebak dalam kengerian Hutan Gondoriyo setelah tersesat saat menjelajah. Di tengah fenomena ghaib kendaraan yang raib, ia bertemu pasangan lansia misterius di sebuah pondok terpencil yang memberinya peringatan. Meski berhasil pulang, rasa penasaran membawanya kembali, namun hutan itu seolah lenyap. Hubungan gelap antara kecelakaan bus di jurang dan misteri hutan ini mulai terkuak, memaksanya mempertaruhkan nyawa demi mengungkap kebenaran yang menghantui.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan