Sampul Novel The Ice Prince

The Ice Prince

9.1 / 10.0
Dalam The Ice Prince, seorang pemuda berjuang memperebutkan mahkota di tengah persaingan ketat. Meski menyusun rencana matang, sebuah kejadian tak terduga mengubah misi petualangannya. Simak aksi serunya dalam fantasy novel ini, salah satu fiction fantasy novels terbaik untuk dibaca.
Ringkasan The Ice Prince
Seorang pemuda menolak menyerah pada nasib buruknya di tengah persaingan perebutan takhta yang semakin memanas. Meski telah menyusun strategi matang untuk mengamankan mahkota, sebuah peristiwa yang sama sekali tidak terduga mendadak muncul tepat sebelum ia melancarkan aksinya. Kekacauan ini mengancam seluruh rencana besarnya. Apa sebenarnya yang terjadi hingga mengganggu langkah sang pangeran? Ikuti perjuangan penuh aksi dan petualangan ini.
Baca Selengkapnya

The Ice Prince Bab 1

Kenyataan takkan pernah bisa berubah. Bocah itu masih menatap ke arah langit dengan wajah cukup heran, agak kagum dan juga serasa bebas. Dia masih mempertahankan senyuman lebar miliknya itu tanpa mengindahkan apa yang ada di sekitar. Bocah polos manapun pasti akan melakukan hal sama.

Lantas, seseorang dengan umur sangart tua berkata pada bocah tersebut.

"Suatu hari mungkin ini akan berguna. Akan tetapi, kau harus membuang semua kepercayaan dan memilih jalan baru untuk menjadi sosok lebih kuat."

<> Z E R O <>

Tanpa basa-basi pemuda berambut biru berpakaian nyaman nan indah mulai bangun dengan wajah agak cukup penasaran. Mengapa dia bermimpi hal sama setiap hari di akhir cerita?

Dia melihat cermin dan segera berdiri, lalu berjalan menghampiri pintu sambil mempertahankan wajah dingin seperti biasa.

Iya. Sesosok pemuda barusan adalah Ryuta Ryukiriga. Dirinya kini tengah berjalan menuju ke kamar mandi. Sebelum sampai disana. Terdapat seorang gadis berambut hitam sebahu dengan pakaian pelayan warna putih hitam memberikan satu buah handuk biasa dan satu buah handuk badan.

"Selamat pagi, tuan Ryuta. Silahkan."

"Terima kasih."

Ryuta menerima handuk itu, kemudian melanjutkan perjalanan untuk menuju ke kamar mandi. Saat sampai di depan pintu ada seseorang lagi menyapanya.

"Pagi, kak Ryuta."

"Ah. Pagi juga, Haruna."

"Kakak baru bangun ya? Hahahaha." Gadis kecil yang jauh lebih kecil dari Ryuta tertawa ceria.

Gadis di dekat Ryuta adalah Haruna Ryukiriga. Adik pertamanya sekaligus anak keempat dalam keluarga Ryukiriga. Mempunyai ciri fisik rambut berwarna merah sedikit ungu sebab tercampur warna biru, pendek, suka tersenyum ramah nan hangat serta selalu menunjukkan energi positif.

Ia tengah mengelap rambut panjang sekitar setengah punggung menggunakan handuk cukup kuat.

"Ya begitulah," jawab Ryuta berwajah biasa dan berjalan ke arah dalam rumah.

Meski bisa dibilang Ryuta selalu biasa saja dan dingin. Namun dia adalah orang paling perhatian secara tersirat. Siapapun yang mengenal Ryuta pasti tahu bagaimana cara dia bertindak.

Setelah masuk di kamar mandi. Ryuta sedikit melamun sambil memikirkan sesuatu.

"Apa aku lebih menyukai kesendirian?"

Sebagai seseorang dengan kemampuan belum diketahui dan baru berusia enam belas tahun. Dia masih mencari rencana untuk mengembangkan kemampuan bersama potensi dalam diri sendiri. Mungkin mereka semua harus saling bersaing mendapatkan gelar mahkota berikutnya.

Dimulai dari kakak pertama dan kedua Ryuta, lalu Ryuta sendiri dan kedua adiknya sendiri. Sejak awal dia kurang tertarik pada posisi menjadi seorang pemimpin kerajaan. Bukan apa-apa. Menjadi seorang pemimpin butuh banyak aspek. Apalagi saat seseorang masih muda lebih baik mencoba mengembangkan diri terlebih dahulu sambil mencari pengalaman.

Karena melamun sedikit lama. Dia segera berendam pada onsen sangat luas dalam kamar mandi kira-kira sepuluh meter.

"Benar juga. Kalau aku tidak bisa melakukan berbagai hal, untuk apa menjadi raja huh?" tanya Ryuta dalam kesendirian dengan rileks.

Dia memejamkan mata seolah sedang tertidur. Siapa sangka Ryuta memasuki alam bawah sadar.

Terdapat sebuah pedang menancap di sebuah batu bekas tubuh seekor naga serba putih. Orang tua yang sering Ryuta temui di mimpi muncul kembali. Anehnya Ryuta malah terbiasa akan hal tersebut.

"Ryuta. Pedang ini bukan hayalan, melainkan pilihan. Mungkin bagimu lama untuk menjadi seorang pemimpin. Apa yang kau katakan adalah hal benar. Gali potensimu dahulu. Suatu hari pedang ini pasti bisa kau cabut saat ada sayembara pemilihan sebagai penerus raja Kerajaan Xenocyte."

"Apa maksudmu—???" Ryuta merasa heran.

Segera saja dia tersadar dari lamunan dan langsung mandi seperti biasa sebab mulai kepikiran soal maksud perkataan barusan yang agak membingungkan.

Entah mengapa mengganggu sekali pernyataan orang tua barusan dalam bayangan Ryuta.

Sekitar sepuluh menit. Di depan pintu kamar. Lelaki berambut putih sedikit abu-abu berdiri. Ia memberikan hormat saat saling berdekatan satu sama lain.

"Selamat pagi, tuan Ryuta."

"Ah. Selamat pagi juga Lory. Apakah ada agenda khusus hari ini?" tanya Ryuta kepada lelaki tersebut.

Namun sebelum menjawab pertanyaan Ryuta. Laki-laki seumuran dengan Ryuta memberikan respon kalau lebih baik berganti baju terlebih dahulu sebab agar enak dilihat.

"Benar juga. Baiklah."

Setelah berganti pakaian. Lory mulai masuk. Kemudian mulai membacakan agenda kegiatan satu demi satu.

Pertama belajar di Akademi Xeno dari jam tujuh sampai jam dua belas. Disusul latihan berpedang bersama David dan Shiro selama tiga jam tanpa henti. Acara terakhir ialah belajar soal pengetahuan umum.

Karena mendengar pelajaran serta latihan. Dia jadi sedikit agak murung.

"Ah. Merepotkan juga menjadi seorang calon putra mahkota. Menyebalkan."

"Tidak masalah bagimu untuk mengeluh, tuan Ryuta. Asalkan anda mampu bisa menjalani kegiatan ini saya takkan keberatan."

"Hei, Lory. Apakah kau pernah merasa kurang berguna?"

Pandangan pemuda berambut abu-abu tersebut mulai agak berbelok menuju ke arah jendela.

"Sering."

"Aku belum menemukan jati diriku seperti apa."

"Itu wajar, tuan."

"Tidak. Kau sudah mempunyainya, yang lain juga. Aku kesusahan mencari."

Sebagai anak seorang raja besar. Terkadang dia ingin berusaha agar menjadi lebih berbakat dari keempat saudaranya sendiri. Namun bukan sebuah hal mudah mencari potensi terbaik dalam diri seseorang. Apalagi berlatih keras sejak lama. Mungkin jalan satu-satunya Ryuta sekarang hanyalah melepas nama Ryukiriga.

Lory berkata dengan nada kurang sopan.

"Tuan Ryuta! Anda hanya kurang beruntung saja. Saya mohon jangan berkata kalau anda tak berbakat. Mau sehebat apapun suatu bakat, kalau kekuatan itu digunakan untuk menyakiti untuk apa?!"

"Bukan begitu, Lory. Aku hanya—"

Sebelum meneruskan perkataan. Ryuta sekarang lebih memilih mengurungkan niat utamanya berbicara lebih dalam lagi. Dia langsung pergi setelah berpakaian rapi sebab menuju ke akademi.

"Tunggu, tuan Ryuta!"

Di tengah perjalanan. Ryuta berpapasan dengan dua orang pakaian berbeda. Satu memakai pakaian kasual rajutan hijau daun bersama pita warna pink pada bagian bawah leher rok hitam setengah paha.

Satu lagi berpakaian ala seorang petualang dengan zirah ringan menutup bagian vitalnya.

"Halo, Ryuta! Pagi."

"Pagi juga, Tetsuya dan juga Ayumi."

Mereka berdua adalah sahabat Ryuta.

Tetsuya Kizu dan Ayumi Rin. Selain Lory Kyousuke yang merupakan sahabat Ryuta sejak lama, mereka berdua juga saling mengenal lebih lama lagi.

"Kau kelihatan agak murung hari ini ya?" gadis berambut hitam berkucir satu tersebut bertanya sambil tersenyum penuh rasa penasaran.

"Tidak ada masalah, hanya saja aku masih mencari tahu sesuatu."

Tetsuya yang peka menjetikkan jari satu kali. Ia tahu sesuatu mengenai masalah pangeran wajah dingin itu.

"Ryuta. Apakah ini mengenai mencari potensi ya?"

"Hmm," jawab Ryuta agak menunjukkan rasa malas.

"Memang pangeran yang satu ini bermasalah ya dalam menggali kemampuan diri sendiri." Ayumi berkata dengan nada bercanda.

Garis waktu dan takdir terkadang sulit berhubungan satu sama lain bagaikan langit dan bumi. Apalagi dalam masalah Ryuta sekarang ialah tentang menjadi lebih kuat tanpa merasa ada tekanan.

Tumbuh alami adalah hal yang tidak dimiliki oleh Ryuta dari dulu sampai sekarang.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi The Ice Prince

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Belang si Janda Kembang
8.5
Lima tahun membina rumah tangga, Amy dan Tesla belum juga dikaruniai buah hati. Amy telah berupaya maksimal melalui medis hingga terapi spiritual demi mewujudkan impiannya. Namun, tekanan besar datang dari ibu mertuanya, Dialin, yang sangat mendambakan cucu. Dialin bahkan nekat menjodohkan Tesla dengan Arem, seorang janda muda di lingkungan mereka. Kini, Amy terjebak dalam dilema besar: merelakan suaminya berpoligami atau memilih jalan perceraian yang menyakitkan.
Sampul Novel Gairah Terlarang Sang CEO!
9.0
Jordan Freemantle menyimpan dendam membara pada Lawrence Brickman yang kabur setelah menggelapkan dana proyek besar mereka. Saat Chantal Brickman, putri Lawrence yang cantik, datang ke rumah ayahnya di Malibu, Jordan langsung menjadikannya target pelampiasan. Pria arogan ini memaksa Chantal mematuhi segala hasrat gilanya sebagai bentuk penebusan utang sang ayah. Terjebak dalam cengkeraman Jordan, Chantal tak punya pilihan selain menuruti semua kemauan pria itu.
Sampul Novel Jebakan Utang Mafia
8.8
Evelyn Rossi terjebak utang warisan kakeknya pada Riccardo Valentini, pemimpin Kartel La Sanguina yang kejam. Bekerja di kedai pizza yang menjadi kedok transaksi ilegal, Evelyn menjadi target obsesi sang mafia. Meski sempat kabur dan dilindungi bos mafia Rusia, Nikolai Volkov, selama empat tahun, Riccardo akhirnya menculik Evelyn kembali. Kini, Evelyn terperangkap dalam persaingan berdarah antara Riccardo yang posesif dan Nikolai yang mencintainya secara mendalam.
Sampul Novel Luka Terindah
9.7
Kehancuran rumah tangga akibat pengkhianatan mendalam memaksa seorang wanita memilih antara memberi kesempatan kedua atau pergi selamanya. Meski telah mengenal pasangan sejak kecil, kenyataan pahit membuktikan bahwa kedekatan lama tidak menjamin kebahagiaan. Pria yang seharusnya menjadi pelindung justru menjadi sumber luka paling besar. Kini, ia terjebak dalam keraguan mendalam tentang sosok pria mana lagi yang bisa dipercaya setelah dikhianati.
Sampul Novel Menyukai Bos Pengusaha
8.4
Maya baru saja memulai perjalanannya sebagai asisten eksekutif di sebuah perusahaan besar. Sebagai wanita muda yang penuh talenta dan dedikasi, ia melihat posisi ini sebagai peluang emas demi membuktikan keahlian profesionalnya. Meski harus menghadapi ritme kerja yang sangat padat dan sempat didera rasa cemas di awal, Maya tetap teguh pada pendiriannya. Ia bertekad memberikan performa terbaik dalam menjalankan setiap tugas demi meraih kesuksesan di lingkungan baru.
Sampul Novel Pengkhianatanmu Adalah Kesalahan Terbesarmu
9.4
Alya, anak angkat keluarga Haris, harus menanggung luka saat dikhianati Revan hingga hamil. Diusir dan diminta menggugurkan kandungannya demi reputasi, Alya memilih pergi demi membesarkan putranya, Rayan, sendirian. Bertahun-tahun kemudian, ia sukses bangkit namun takdir membawanya kembali pada Revan yang kini memohon maaf. Meski Revan berusaha menebus dosa masa lalu, luka hati Alya terlalu dalam. Akankah ia memberi kesempatan atau menutup pintu selamanya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan