Sampul Novel Pendekar Pedang Terhebat

Pendekar Pedang Terhebat

9.1 / 10.0
Zero bertekad menjadi Pendekar Pedang Terhebat meski diejek karena kemampuannya yang buruk. Dalam fantasy novel penuh aksi ini, ia harus mengungkap rahasia ayahnya dan melewati rintangan berat. Ikuti petualangan Zero di webnovel ini sebagai salah satu fiction fantasy novels terbaik.
Ringkasan Pendekar Pedang Terhebat
Zero, bocah yatim piatu berusia sepuluh tahun, kerap dirundung karena ambisinya menjadi pendekar pedang hebat meski kemampuannya sangat buruk. Statusnya yang misterius di bawah asuhan Master Pedang juga memicu rasa iri kawan-kawannya. Namun, semangatnya terbakar hebat setelah mengetahui bahwa sang ayah ternyata adalah salah satu pendekar legendaris. Kini, Zero harus membuktikan kekuatannya melewati berbagai rintangan demi meraih gelar tertinggi tersebut.
Baca Selengkapnya

Pendekar Pedang Terhebat Bab 1

Prak!

Bruk!

"Argh...! Sial!" Terdengar seorang bocah berumur sepuluh tahun mengumpat bernama Koziki Zero.

"Hahaha." Setelahnya, terdengar banyak suara orang-orang yang tertawa.

Lagi-lagi, ketika berlatih Zero mengalami kekalahan. Ini sudah yang kesekian puluh kalinya Zero dikalahkan oleh lawan berlatihnya.

"Lihatlah dia teman-teman. Apakah kalian percaya kalau dia adalah Anak dari master pedang?" Pertanyaan yang dilontarkan salah satu teman Zero ini hanyalah untuk menghinanya. Dan jawaban dari pertanyaan itu hanyalah gelak tawa lagi.

Namun Zero tidak terpengaruh dengan hinaan dari teman-temannya itu. Di dalam hatinya, Zero tetap yakin kalau suatu saat ia akan memiliki kemampuan hebat seperti yang dimiliki ayahnya. Zero kerap mendengar banyak cerita tentang kehebatan sang ayah dari ibunya. Namun sayang, satu tahun yang lalu ibunya jatuh sakit dan kemudian meninggal. Kini Zero hidup di perguruan Pedang Aslah. Guru ayahnya lah yang mengambil alih hak asuhnya setelah ia kehilangan kedua orang tuanya.

Sejak usia tujuh tahun Zero sudah mulai ikut berlatih di salah satu perguruan bela diri pedang yang dulu sangat terkenal. Namun kini nama perguruan yang terkenal ini menjadi redup karena beberapa master pedang mereka yang menghilang secara misterius. Dan salah satu master pedang hebat yang menghilang itu termasuk ayah Zero, Koziki Odin.

Kejadian yang dialami Zero hari ini membuatnya kembali termenung. Ketika Zero sedang duduk termenung sendirian di halaman belakang, tiba-tiba ia dikejutkan dengan suara seseorang yang terdengar asing baginya.

"Hei, Zero. Jangan khawatir, kau itu adalah seorang penerus pendekar pedang terhebat di masa depan. Ambilah kitab ini, kitab ini akan membantumu untuk meraih mimpimu!" Suara itu terdengar amat jelas di telinga Zero.

Bruk!

Satu kitab yang terlihat cukup tebal jatuh tepat di hadapan Zero.

"Si-siapa...? Anda siapa? Dan lagi..., kitab apa ini?" Zero bangkit dari duduknya seraya memandang area sekitarnya guna menemukan orang tersebut. Namun tidak ada seorang pun yang ia temukan di sana.

Beberapa saat kemudian, karena merasa penasaran akhirnya Zero meraih Kitab itu dan langsung membukanya.

'Kitab macam apa ini? Kenapa halamannya setebal ini, namun hanya ada tiga lembar di bagian depannya saja yang memiliki gambar serta tulisan,' gumam Zero heran.

Zero akhirnya memutuskan untuk memperhatikan kitab itu sejenak, dan berniat akan langsung berlatih sendirian mengikuti arahan dari kitab yang ia baca.

Suara pedang kayu yang ditebaskan ke sebatang pohon besar terdengar menghempas kesunyian malam.

Dari kejauhan, ternyata ada seseorang yang kerap memperhatikan Zero berlatih. Yah, orang itu tak lain adalah guru dari ayahnya sekaligus gurunya saat ini.

"Hiyat...! Hiyak!" Keringat yang sudah membasahi seluruh tubuh Zero tidak menghentikan latihannya. Tekadnya lebih besar dari rasa lelah yang ia rasakan.

Namun tiba-tiba saja muncul tiga orang anak seusia Zero. Ternyata mereka adalah tiga bersaudara, Yuji, Erji, dan Saniji. "Hey Zero, apa yang kau lakukan malam-malam begini?"

Lalu Yuji tiba-tiba maju dan menyerang Zero menggunakan pedang kayu.

"Aduh...! Apa yang kau lakukan?!" Zero terjatuh karena ia diserang secara mendadak.

"Tentu saja mau bertarung melawan Anak Master pedang!" Kemudian bocah itu tertawa lebar sebelum kemudian matanya menatap ke sebuah benda yang ada di dekat Zero. "Tapi tunggu, kitab apa itu?" Lalu ia mengambilnya.

Zero yang mencoba mencegah Yuji untuk mengambil kitabnya ternyata dihadang oleh Erji.

Prak!

Bam...!

Dua pedang kayu diayunkan dan saling beradu. Itu adalah suara pedang kayu Erji dan Zero.

Kemudian Erji menendang perut Zero sehingga membuat Zero pun akhirnya terpental. Tak berhenti di sana, Erji terus memukulkan pedang kayunya pada tubuh Zero yang sedang tersungkur di tanah. "Jangan bermimpi kau akan menjadi Master Pedang! Cih!"

Sekuat tenaga Yuji memukulkan pedang kayunya ke tubuh Zero. Zero hanya bisa meringkuk dan menahan rasa sakit yang ia rasakan dari tiap pukulan pedang yang Yuji lakukan. Tak lama, ketiga bocah itu secara brutal menyerang tubuh Zero secara bersamaan.

"Apakah kau masih bermimpi menjadi Master Pedang, Hah?!" Entah kenapa, Erji sangat terlihat kesal. Dan ia melampiaskan kekesalannya dengan cara memukuli Zero.

"A-aku..., aku pasti akan menjadi Master Pedang!" Itulah jawaban Zero.

Boom!

Yang tak disangka oleh ketiga orang bersaudara itu ternyata tubuh Zero tiba-tiba meledakkan energi yang sangat kuat. Alhasil, ketiga orang itu langsung terpental.

"Kembalikan kitabku! Kalian akan menyesal jika menggangguku berlatih!" Tatapan mata Zero yang setajam pedang memancarkan aura kekuatan sejati seorang pendekar pedang.

"Kurang ajar! Kau, memang tidak tahu malu Zero! Makan ini!" Yuji bangkit dan mencoba untuk menyerang Zero.

Bam!

Namun bukannya Zero yang diserang justru malah sebaliknya, tubuh Yuji lah yang kembali terpental akibat tebasan pedang kayu dari Zero.

"Kakak, apakah kau baik-baik saja?" Saniji langsung berlari mendekati Yuji. Dan kitab yang diambil Yuji tadi pun terjatuh ke lantai.

Kemudian Zero langsung berjalan untuk mengambil kembali kitab yang tadi sempat diambil oleh Yuji. Dan ketika Zero mengalihkan pandanganya ke arah ketiga orang itu, tubuh ketiganya langsung merinding.

"Ayo cepat kita pergi dari sini!" Yuji mengajak kedua adiknya pergi karena tiba-tiba merasa takut ketika melihat Zero yang seperti saat ini.

Setelah ketiga orang itu benar-benar pergi, tak lama kemudian tubuh Zero akhirnya ambruk ke tanah. Entah kenapa, Zero jadi tak sadarkan diri. Dan ternyata dari kejauhan, gurunya langsung bergegas mendekatinya.

"Sepertinya ketiga bocah itu akan aku hukum nanti!" ujar Sang Guru.

Zero yang tengah tak sadarkan diri kemudian di bawa ke dalam kamar oleh gurunya.

Ternyata saat Zero tidak sadarkan diri, jiwanya sempat ditarik ke dimensi lain oleh sesuatu. Di dalam dimensi itu, Zero mencoba meraih Kitab Dua Pedang yang ada di hadapannya. Namun saat ia menyentuhnya, tiba-tiba jiwanya kembali ke tubuhnya.

"Eh? Apa yang terjadi?" Kedua mata Zero kembali terbuka. Dan ia melihat bahwa saat ini tubuhnya sudah berada di dalam kamarnya. Zero mencoba mengingat kembali apa yang terjadi. Ia ingat bahwa tadi ia diganggu oleh ketiga bersaudara ketika tengah berlatih.

'Tapi..., kenapa aku bisa berada di kamarku? Siapa yang membawaku kemari?' Zero penasaran siapa orang yang telah membantunya kembali ke kamarnya.

Di tengah malam ini, perut Zero merasa lapar. Dan ketika ia ingin bangkit untuk mencari makanan di dapur, tangannya yang menyentuh bagian ranjang menyentuh sesuatu.

"Eh? Bukannya ini...," ujar Zero heran. Kemudian Zero barulah ingat tentang kitab yang tadi ia dapatkan.

Zero kembali membuka tiga lembar halaman kitab itu. Namun saat ia membuka lembar yang keempat dan seterusnya kitab itu tetap kosong . Sama seperti saat pertama kali ia membukanya tadi.

"Zero? Ternyata kau sudah bangun?"

Zero dikejutkan dengan suara gurunya yang muncul secara tiba-tiba."Gu-guru??" Zero menghela nafasnya sambil memegangi dadanya.

"Hem..., apa kau ingat kalau tadi kau pingsan karena kembali dijahili oleh ketiga anak nakal itu?" tanya guru Zero sekaligus guru ayahnya, Kioda.

"Iya Guru, aku ingat kok. Ternyata Guru yang membawaku ke kamar ya? Terima kasih Guru!" Zero bangkit dan membungkukkan tubuhnya.

"Tunggu Zero, bolehkah aku bertanya padamu?" Sang guru kemudian menatap penuh pada muridnya. Ia sungguh ingin tahu perihal kitab yang dipeluk Zero saat bocah itu pingsan tadi. "Kitab apa itu?"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pendekar Pedang Terhebat

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel BUKAN SUAMI RAHASIA
8.1
Ava dan Jay terjebak dalam pernikahan paksa selama dua tahun. Sementara Jay terus berselingkuh, Ava membalasnya dengan memadu kasih bersama pria kaya dari keluarga terpandang. Meski keduanya mendambakan perpisahan, perceraian bukanlah sebuah pilihan. Jay pun akhirnya setuju membiarkan Ava menjalani hubungan tersembunyi dengan lelaki lain. Namun, mampukah rahasia besar ini bertahan selamanya tanpa terungkap ke permukaan? Akankah sandiwara mereka terus berjalan?
Sampul Novel Pewaris Sejati yang Terlupakan Menyerang Balik
8.1
Jennifer Bennett, pewaris asli Keluarga Bennett, justru disingkirkan oleh penipu demi mendapatkan pengakuan. Setelah difitnah dan dipermalukan secara publik, ia memilih berhenti mengejar restu keluarga. Jennifer bangkit untuk membalas ketidakadilan tersebut, menjadi ancaman bagi mereka yang menindasnya. Saat keluarga Bennett berusaha menghancurkannya, Jennifer justru meraih kesuksesan luar biasa. Bagi Jennifer, kekuasaan adalah jawaban mutlak atas segala pengkhianatan.
Sampul Novel Single Mom
7.8
Kisah ini menyoroti kehidupan seorang ibu tunggal yang menyimpan duka mendalam dan rahasia kelam dari masa lalunya. Di tengah tuduhan sebagai wanita parasit, sebuah misteri besar mengancam untuk menjungkirbalikkan kenyataan. Puncaknya, ia harus menghadapi konfrontasi tajam tentang asal-usul anaknya. Apakah ia benar-benar menggoda ayah seseorang demi uang jutaan rupiah dan menghancurkan keluarga lain? Kebenaran tersembunyi siap terungkap.
Sampul Novel Symphony Hati
8.7
Dayana memilih melajang selamanya demi menghindari kutukan kegagalan pernikahan keluarganya. Fokusnya hanya bekerja dan menua bersama sahabat tanpa ikatan darah. Namun, demi sewa apartemen gratis, ia terpaksa menyetujui rangkaian kencan buta yang diatur teman-temannya. Dayana selalu sengaja menyabotase setiap pertemuan hingga Debby mengenalkannya pada Naren, pria menyebalkan yang berbahaya. Di luar dugaan, Naren membawa tawaran menggiurkan yang menggoyahkan prinsip hidup Dayana.
Sampul Novel Tentara Langit Penjaga Hati
8.0
Membuka hati setelah kegagalan pernikahan bukanlah perkara mudah bagi Wardana. Meski menjabat sebagai Letnan Satu, ia harus berjuang melawan rasa tidak percaya diri demi mendapatkan Zanna. Di sisi lain, Zanna yang menyimpan trauma mendalam bersumpah untuk hidup sendiri dan menolak kehadiran pria mana pun. Mampukah ketulusan cinta Wardana meruntuhkan tembok pertahanan Zanna yang begitu kokoh? Ikuti perjuangan sang tentara dalam menaklukkan luka masa lalu.
Sampul Novel Wanita Berhati Dingin
9.4
Elena Gunther dicampakkan oleh Victor Hubertus yang lebih memilih menikahi Nicole demi harta. Tak puas merebut Victor, Nicole pun berusaha menghabisi Elena dan bayinya yang baru lahir. Namun, dua puluh tiga tahun kemudian, muncul Alexandra yang penuh misteri. Gadis cantik dan cerdas ini mulai menyusun rencana halus untuk menghancurkan hidup keluarga Victor serta Nicole. Siapakah Alexandra sebenarnya dan apa motif di balik dendam membara yang ia bawa untuk mereka?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan