Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suami yang Aku Nikahi Ingin Menghabisi Nyawaku

Suami yang Aku Nikahi Ingin Menghabisi Nyawaku

Pernikahan baru ini berubah menjadi mimpi buruk mengerikan ketika sang suami justru berniat mencabut nyawaku. Berbekal sebilah pisau, ia memojokkanku di balkon lantai dua puluh tanpa jalan keluar. Setelah senjata tajam itu menghunjam tepat di jantungku, ia mendorong tubuhku hingga terjatuh ke jurang kematian. Namun, di tengah aksi kejamnya, setitik air mata justru bergulir di pipinya seraya membisikkan sebuah kalimat perpisahan yang ganjil, "Sehat selalu, kekasihku yang sempurna."
Bab
Bagikan

Bab 1

Suami yang baru aku nikahi ingin menghabisi nyawaku.

Saat ini, dia sedang memegang pisau dan memojokkan aku di balkon.

Senjata tajam itu menusuk jantungku, lalu dia mengulurkan tangannya dan mendorongku dari lantai dua puluh. Di saat yang bersamaaan, aku melihat air mata jatuh dari sudut matanya.

Dia berkata, "Sehat selalu, kekasihku yang sempurna."

Aku dan Lionel Saputra adalah kekasih masa kecil.

Sejak kecil, kami sudah tahu bahwa kami adalah milik satu sama lain. Tidak ada alasan lain, kami menganggap satu sama lain sebagai kekasih yang sempurna.

Aku akan memasak dan mencuci pakaian untuk Lionel, membuatkan sarung tangan dan syal musim hujan untuknya. Lionel pun akan merebus air gula merah untukku dan menyiapkan hadiah ulang tahun untukku. Kapanpun dan dimanapun, dia akan selalu memenuhi kebutuhanku.

Saat kuliah, kami mengambil jurusan seni lukis. Lionel belajar melukis cat minyak, sedangkan aku melukis sketsa. Kami memiliki impian yang sama, yaitu berharap bisa menjadi pelukis terkenal, seperti Vicasso dan Vincent. Hubungan kami sangat baik. Kami pun sepakat untuk menikah setelah kami mencapai usia legal.

Hingga sebuah kecelakaan mobil merenggut tangan kanan Lionel.

Aku hanya mengingat momen di mana mobil itu menggilas lengan Lionel bolak-balik. Itu benar-benar seperti penguasa akhirat yang sedang mencoba mengambil talenta lukisnya. Sejak saat itu, temperamen Lionel berubah drastis. Dia berubah menjadi sangat pendiam dan temperamental. Dia bahkan sesekali memukulku.

Namun, Lionel tetap bersikeras melukis dengan tangan kirinya.

Aku tahu aku berhutang budi padanya. Jika aku tidak merengek untuk minum secangkir teh susu hari itu, jika itu bukan hari ulang tahunku, dan jika sebelum jam enam aku melarangnya untuk keluar, maka semua tragedi ini tidak akan terjadi.

Terkadang dia bisa tiba-tiba melamun dan berbalik bertanya kepadaku, "Apakah hidupku akan segera berakhir?"

Setiap kali itu terjadi, aku akan menangis dan memeluknya sambil berkata, "Kalau kamu pergi, maka tamatlah riwayatku. Berjanjilah padaku, kamu harus terus hidup, aku akan selalu berada di sisimu untuk menemanimu."

Aku juga terkadang menemukan kejanggalan pada sikap Lionel, seperti warna yang dia gunakan dalam lukisannya semakin gelap. Dia juga selalu menatap lekat buah di atas meja tanpa bergerak, rasanya dia ingin menusuk buah itu dengan matanya. Selain itu, dia bisa tiba-tiba terbangun di tengah malam, lalu berjalan ke balkon. Setelah melihat ke arah bawah sebentar, dia pun kembali tidur seolah tidak terjadi apa-apa.

Namun, aku bisa memahaminya, dan hanya aku yang bisa memahaminya, karena kami akan menikah.

Lionel melamarku pada malam setelah aku menerbitkan makalah akademis.

Karena kami berdua tinggal di luar kota dan lengan Lionel cacat, sehingga kami tidak mengadakan resepsi pernikahan. Aku pun tidak memberitahu orang tuaku. Di rumah kontrakan, aku mengenakan gaun pengantin dan menikah dengan pria yang aku cintai saat masih muda.

Namun, di antara bunga-bunga itu, yang dikeluarkan Lionel bukanlah cincin kawin, melainkan sebilah pisau buah yang tajam. Pisau tajam itu menggores lenganku dan seketika meninggalkan luka yang parah.

Aku mendengar satu kalimat yang diucapkan berulang kali dari mulut Lionel, "Kenapa nasib begitu nggak adil terhadapku? Kenapa?"

Malam pernikahan yang aku dambakan sejak kecil, aku lewatkan dua jam penuh dalam genangan darah. Di sekujur tubuhku dipenuhi dengan lebih dari 160 tusukan. Semua tusukan itu menghindari titik-titik vital.

Aku terus memohon pada Lionel untuk melepaskanku, tetapi dia berkata, "Bukankah kamu bilang kamu akan selalu menemaniku, istriku tercinta?"

Aku memanfaatkan kesempatan saat Lionel pergi ke kamar mandi dan berencana untuk melarikan diri. Siapa sangka, dia menyadarinya. Dia lalu mengambil pisau dan memojokkanku ke balkon. Darah yang mengalir membentuk jejak darah panjang dari ruang tamu.

Di bawah sinar bulan, Lionel menatap tangan kananku seperti makhluk mutasi yang lapar. Pada akhirnya, dia tetap menikamku. Senjata tajam itu menusuk jantungku. Dia mengulurkan tangannya dan mendorongku dari lantai dua puluh. Di saat yang bersamaaan, aku melihat air mata jatuh dari sudut matanya.

Lionel berkata, "Selamat tinggal, kekasihku yang sempurna."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Devil Beside Me (21+)
9.2
Renata hancur setelah dicampakkan Dinar karena menolak berhubungan intim. Rasa frustasi membawanya mabuk di bar hingga tak sadarkan diri. Ayah Rena kemudian mengutus Ervin, teman masa kecil sekaligus musuh bebuyutannya, untuk menjadi bodyguard pribadi. Meski awalnya Rena membenci pengawasan ketat Ervin dan berusaha mengusirnya, sebuah ciuman tak terduga mengubah segalanya. Hubungan benci mereka pun bergeser menjadi gairah panas yang tak terkendali.
Sampul Novel Mantan Kesayangan Menjadi Ratu Mafia
8.3
Dante Adiwangsa menyelamatkanku dari maut, namun sepuluh tahun kemudian, dia mengkhianatiku demi aliansi kriminal. Dia membiarkan tunangannya menghinaku meski tahu nyawaku terancam. Sadar hanya dianggap properti, cintaku musnah seketika. Di hari perayaannya, aku memutuskan kabur dari sangkar emas ini. Sebuah jet pribadi siap membawaku pulang ke pelukan ayah kandungku, sosok pria yang ternyata adalah musuh bebuyutan sang bos mafia tersebut.
Sampul Novel Nona Hujan, Cobalah Diriku!
8.4
Akibat dosa masa lalu, Kerajaan Meng didera kekeringan hebat selama puluhan tahun. Di tengah penderitaan rakyat, Putra Mahkota Li Yun Zhu mencari cara menyelamatkan negerinya. Harapan muncul pada sosok Su Yu Er dari Suku Chang'o yang konon mampu mendatangkan hujan. Namun, Yun Zhu terjebak dilema besar. Ia harus memohon bantuan kepada keturunan bangsa yang pernah dibantai keluarganya sendiri. Akankah dendam lama menghalangi keselamatan seluruh kerajaan?
Sampul Novel Pandora
9.6
Aaron Elang Cyane kembali setelah tiga tahun berlatih demi melindungi para sahabatnya. Namun, ia mendapati Guinevere Abigail belum pulang dan Aurora Bernett diculik oleh organisasi Twilight Fantasy yang memburu daemon darah murni. Di tengah konflik, Elang harus menghadapi perasaan rumitnya pada Aleasha Brunella Aoi serta ancaman musuh dalam selimut. Takdirnya kini terikat pada rencana gelap layaknya kotak Pandora, memaksanya mengambil keputusan sulit demi masa depan.
Sampul Novel Pemalas Penantang Dewi
7.9
Ken dikutuk dan dibuang ke sarang monster setelah menolak perintah Dewi Aria sebagai Pahlawan. Meski terpuruk, kecerdasannya membuat Ken mampu mengubah kutukan tersebut menjadi sumber kekuatan baru. Namun, ia kembali terjebak dalam konflik besar antara manusia dan iblis. Situasi kian rumit saat Ken menyadari bahwa Raja Iblis adalah sahabat lamanya. Kini ia harus memilih pihak sambil menyusun rencana matang demi menuntut balas pada sang Dewi.
Sampul Novel Penguasa Abadi Sepuluh Ribu Binatang
8.3
Di Pulau Sepuluh Ribu Binatang yang megah, puluhan ribu anak di bawah sepuluh tahun berkumpul di Puncak Lundao dengan penuh keseriusan. Sebagai murid baru yang baru saja menemukan akar spiritual mereka, mereka mendengarkan wejangan dari seorang tetua berjubah hijau. Ia mulai mengisahkan sejarah sekte, bermula dari sang pendiri legendaris, Wan Beast Immortal Li. Dahulu, Li hanyalah seorang kultivator biasa dari Kerajaan Qin di Alam Qianyang sebelum akhirnya mencapai keabadian.