Sampul Novel Devil Beside Me (21+)

Devil Beside Me (21+)

9.2 / 10.0
Dalam Devil Beside Me (21+), Renata harus menghadapi Ervin sebagai bodyguard barunya setelah patah hati. Kisah romance modern ini membawa mereka ke dalam pusaran gairah dan konflik tak terduga. Baca web novel ini untuk mengikuti perubahan hubungan benci jadi cinta yang semakin panas.
Ringkasan Devil Beside Me (21+)
Renata hancur setelah dicampakkan Dinar karena menolak berhubungan intim. Rasa frustasi membawanya mabuk di bar hingga tak sadarkan diri. Ayah Rena kemudian mengutus Ervin, teman masa kecil sekaligus musuh bebuyutannya, untuk menjadi bodyguard pribadi. Meski awalnya Rena membenci pengawasan ketat Ervin dan berusaha mengusirnya, sebuah ciuman tak terduga mengubah segalanya. Hubungan benci mereka pun bergeser menjadi gairah panas yang tak terkendali.
Baca Selengkapnya

Devil Beside Me (21+) Bab 1

Suara dentuman musik yang begitu memekakkan telinga terdengar sangat kuat di dalam bangunan yang orang-orang kenal sebagai diskotik. Banyak pasangan muda mudi yang tengah menari di lantai dansa untuk menikmati panasnya malam ini.

Tak hanya di lantai dansa, di meja bar dan beberapa sofa yang disediakan pun penuh dengan pengunjung yang ingin menghabiskan malam di tempat tersebut. jika diperhatikan lebih detail, di sudut bar yang cukup gelap bahkan ada seorang wanita yang sedang asik menghisap kejantanan seorang pria. Panas? Tentu saja. Tak ada yang bisa melarang mereka.

Dan salah satu pengunjung bar adalah Renata. Gadis manis berusia dua puluh tahun yang malam ini sangat ingin  menghabiskan waktunya ditempat penuh maksiat tersebut.

Kali ini gadis itu datang untuk melenyapkan beban pikirannya karena baru saja ia diputuskan oleh sang pacar. Ditinggalkan karena perempuan lain baginya begitu menyakitkan. Apalagi alasan sang kekasih meninggalkannya Hanya karena ia yang tak mau melepaskan mahkota berharganya yang selalu dituntut oleh kekasihnya tersebut.

Ya. Sang pacar sangat ingin keperawanannya yang dijadikan sebagai bukti perasaan sayang. Apa harus berhubungan intim dulu agar bisa dianggap sayang?

"Wine nya lagi..." teriak Rena yang sudah mabuk.

Pria yang sedari tadi sibuk membersihkan gelas dan menyajikan minuman untuk pelanggan di balik meja bar nya seketika menyipit menatap Rena.

"Maaf nona, anda sudah sangat mabuk." Ucap sang bartender.

Rena melirik bartender itu dengan tatapan tak suka. "Hei. Aku pelanggan di sini. Kau ingin aku laporkan pada atasanmu?"

Sang bartender hanya geleng-geleng kepala melihat Renata yang sudah nyaris pingsan namun masih bersikeras untuk minum.

Ia sebenarnya sudah terbiasa melayani Rena di sini, namun untuk mabuk berat seperti ini baru kali ini. Karena ia Malas untuk berdebat, akhirnya pria itu memberikan minuman yang diminta oleh Rena untuk bisa diteguk oleh gadis tersebut.

Rena menggapai gelas minumannya, namun selalu meleset. Ia melihat gelas itu berubah menjadi tiga yang membuatnya sulit untuk menggenggam.

"Kau mengejekku? Aku ingin mengambil gelasku kenapa kau menggesernya?" teriak Rena.

"Sudah kukatakan, kau sudah mabuk berat nona.. Aku tak menggesernya.."

"Diam kau. Jangan urus aku. Urus saja pekerjaanmu!" Teriak Rena kembali. Namun sedetik kemudian gadis itu menangis histeris, membuat beberapa pengunjung yang ada di sebelah Rena melirik miris kearahnya.

"Jangan perhatikan dia. Dia selalu seperti itu.." ucap bartender saat melihat wanita disebelah Renata sudah menatap Rena heran.

"Dia pelanggan di sini?" tanya si wanita. Bartender itu hanya mengangguk sekali untuk mengiyakan.

"Oo pantas.." balasnya singkat.

"Hampir setiap malam gadis ini di sini. Tapi biasanya ia bersama kekasihnya, tapi sekarang sendiri."

"Sepertinya putus cinta."

Rena langsung menatap tajam gadis di sampingnya, "Kau! Siapa yang kau sebut sedang putus cinta?" Teriak Rena. Rena hendak berdiri namun tak bisa. Kepalanya begitu berat.

Sementara itu dari arah pintu masuk, seorang pria berpakaian santai masuk ke dalam. Ia melirik dan mencari seseorang yang seharian ini sudah mengganggu tidur nyenyaknya.

Ia menajamkan matanya saat ia menelisik satu demi satu pelanggan yang ada dan netranya menemukan seorang gadis mabuk duduk di kursi meja bar.

"Kau nona kecil yang menyebalkan!" gumam pria tersebut saat matanya akhirnya menangkap sosok yang ia cari. Dengan perasaan kesal, ia melangkah menuju Rena yang sudah tak sadarkan diri.

"Kau menyusahkan sekali nona kecil.." ucap sang pria saat ia sudah sampai di sebelah Rena sudah mabuk berat itu.

"Kau datang Ervin? Syukurlah. Bawalah gadis ini pergi. Aku takut dia mengacau disini." Ucap bartender pada pria yang dipanggilnya Ervin tersebut.

"Dia sudah mengacaukan hariku Farel, kau tahu? Orangtuanya menelponku dan mengatakan gadis kecilnya menghilang dan minta untuk dicari saat itu juga." Curhat Ervin pada Farel sang bartender.

Bahkan Ervin terlihat kesal saat ia menceritakan apa yang terjadi padanya.

Farel seketika tertawa, ia tak tega melihat sahabatnya itu disiksa oleh gadis di depannya ini. "Aku akan membawanya." Ucap Ervin.

"Silahkan. Daripada dia mengacaukan bar ini.." jawab Farel dengan tampang menyebalkannya.

Ervin menatap Renata yang sudah terlelap. Sesekali ia menggeleng melihat tingkah Renata yang bergumam tak jelas. "Huuh! Ayo kita pulang nona.." Ervin mengangkat lengan Rena dan melingkarkan di lehernya, menarik Renata kebelakang agar gadis itu terbaring dan langsung ia tangkap. Setelah aman, Ervin memasukkan tangan kananya pada bagian bawah lutut Rena dan langsung mengakat gadis itu.

"Hati-hati bro, dia nyaris menghabiskan tiga botol wine. Jaga mobil mahalmu agar tak dimuntahkan.." teriak Farel sembari tertawa membuat Ervin mendelik jengkel.

Bobot tubuh Rena yang tak terlalu berat, memudahkan Ervin untuk membawa gadis itu menuju mobilnya. Sedangkan untuk mobil Rena, ia akan meminta sopir dari keluarga Rena yang menjemputnya.

*****

Matahari mulai menyapa. Kicauan burung sudah mulai saling bersahut-sahutan untuk menciptakan melodi sendiri di hari ini. cahaya matahari yang menyilaukan, dengan tak sopannya menyelinap masuk melalui celah gorden kamar Rena dan tepat mengenai wajah gadis tersebut.

Rena merasa terusik dan mulai menggeliat. Namun dengan cepat ia menyentuh kepalanya yang terasa sangat sakit. Kepalanya seperti ditusuk jarum membuatnya sulit untuk membuka mata.

Sebisa mungkin Rena mencoba menormalkan tubuhnya dan sedetik kemudian ia dibuat kaget dan langsung terduduk saat netranya melihat sang mami sudah berdiri dengan tangan dilipat ke dada.

"Sudah bangun nona manis?" ucap Mirna yang mulai jengkel dengan kelakuan sang anak.

Renata yang sadar dengan gaya bicara mami nya langsung tersenyum menampakkan semua gigi rapinya, "Eh Mami. Kok pagi-pagi udah datang aja mi..." ucap Rena dengan senyum manisnya.

Mendengar perkataan sang anak, Mirna langsung memajukan tangannya dan menarik kuping sang anak membuat Rena berteriak kesakitan.

"Pagi? Kamu bilang pagi? Udah jam sepuluh gini kamu bilang pagi?" Mirna semakin menarik daun telinga sang anak membuat Renata semakin mengaduh kesakitan dan mencoba melepaskan jeweran sang mami.

"Sakit Mi. Ampun, lepasin mami..!" teriak Rena dan ia bisa sedikit lega karena tangan ajaib maminya sudah terlepas.

Rena mengusap lembut telinganya yang terasa panas. "Mami main tarik aja. Nanti lepas gimana.."

"Biarin! Buat apa punya kuping tapi nggak mau dengerin omongan mami.." geram Mirna pada anak bungsunya itu.

Rena mencebik kesal. Ia melirik kesekeliling, dan benar dugaannya, ia berada di dalam kamarnya sendiri. Rena tampak berpikir, bukannya semalam ia ada di diskotik? Kenapa sekarang bisa disini?.

Rena langsung melirik mami nya kembali, dan seolah paham akan lirikan sang anak, Mirna langsung memberitahu, "Papi kamu marah besar kemaren saat tahu udah tengah malam kamu belum pulang." Ucap Mirna.

Renata seketika menggigit bibir bagian dalamnya saat sang mami bercerita. Apa? Papinya? Mampus sudah. Bisa dipastikan mobil bakalan ditarik lagi nih.

Rena menatap maminya. Ia mencoba mengeluarkan jurus andalannya jika sedang dimarahi. Apalagi kalau bukan puppy eyes. Biasanya cara itu akan mempan, dan ia berharap, cara itu masih bisa ia gunakan untuk membujuk sang mami.

*****

"Mi..." Renata menatap maminya dengan wajah memelas mengiba.

"Tidak! Mami nggak mau lagi bantuin kamu. Ujung-ujungnya bakalan diulang lagi." Ucap Mirna tegas.

"Tapi mi.."

"Ini resiko yang harus kamu tanggung. Kamu sudah dewasa, jadi silahkan tanggung jawab sendiri.." Mirna langsung berbalik arah dan berjalan menuju pintu. Dengan cepat Renata mengejar walaupun ia merasa kepalanya masih sakit.

"Mi, Mi, Rena mohon mi. Bujuk papi ya.." mohon gadis itu dengan mata memelasnya.

"T.I.D.A.K.!! kamu harus belajar bertanggung jawab.." tegas sang mami.

"Tapi kali ini Rena janji mi. Rena nggak akan keluar malam lagi. Kemaren itu Rena ada kejadian tragis mi..."

Mirna melirik sang anak. "Kejadian tragis?" tanyanya penasaran.

Renata mengangguk, "Tragis banget mi.." balasnya.

"Emang kamu ngapain? Kecopetan?"

"Kecopetan nggak mungkin Rena bisa ke club mi.."

"Trus apa dong? Mobilnya mogok?"

Rena lagi-lagi menggeleng, "Dimarahin dosen?"

"iiiii bukan mami. Tapi diputusin Dinar."

Mendengar jawaban sang anak, Mirna langsung melayangkan telapak tangannya pada lengan Rena yang terbuka membuat anaknya itu mengaduh.

"Mami! Kenapa dipukul..!" teriak Rena.

"Kamu ya. Benar-benar. Cuma gara-gara putus cinta, kamu nyiksa diri sampai segitunya?"

"Iiii, mami, Dinar itu cinta mati Renaaaa.." rengeknya.

"Iya! Saking cinta matinya, kamu dibuat gila sama cowok itu. Apa bagusnya sih si Dinar Dinar itu..."

Rena melirik maminya kesal, "Mami nggak tahu rasanya jatuh cinta..!" teriak Rena yang lagi-lagi mendapat pukulan dari sang mami.

"Kamu kalau bicara suka sembarangan. Kalau mami nggak tahu rasanya jatuh cinta, nggak akan ada papi kamu di disi. dan kamu sama Gilang abang kamu nggak akan ada di dunia ini.." geram Mirna.

Renata langsung mencebikkan bibirnya ke bawah. "Tapi Rena sayang sama Dinar Miiiii..."

Mirna mendelik jengah melihat tingkah sang anak gadis. "Tapi Dinarnya nggak sayang sama kamu.."

"iiii Mami masa gitu amat sama Rena.."

"Biar kamu sadar." Ucap Mirna, "Udah! Jangan merengek lagi, sekarang kamu mandi! karena papi kamu udah nungguin di bawah."

Mendengar papi nya disebut, Renata langsung menatap mami nya horror. Alamat bakalan ada perang besar ini. ya Tuhan, selamatkan Rena, Ucap gadis itu membatin.

Rena melihat maminya sudah turun ke bawah, dan kini gilirannya untuk bersiap-siap terutama dalam hal menghadapi papi nya yang ia yakini sudah marah besar di bawah.

"Ya Tuhan, selamatkan Rena." Ucapnya sembari berjalan menuju kamar mandi.

Sebelum masuk, Rena menarik satu handuk bermotif Hello Kitty yang tergantung di jemuran handuk di kamarnya dan langsung berjalan menuju kamar mandi untuk bersih-bersih dan bersiap diri menghadapi amukan sang papi tercinta.

Ia bahkan harus dan harus siap dengan mentalnya dan telinganya. Ia tahu bagaimana papi nya jika mengamuk dan ia paham betul, bahkan maminya tak akan sanggup membujuk.

*****

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Devil Beside Me (21+)

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Bayarlah Kesalahan Ayahmu Dengan Hidupmu
8.0
Alona terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan Ferdinand Craig, seorang konglomerat yang dipenuhi amarah. Ferdinand menikahinya demi membalas dendam atas kematian ayahnya. Tragedi itu bermula saat ayah Alona, seorang dokter, melakukan kesalahan fatal dalam operasi kanker darah ayah Ferdinand. Kini, Alona harus menanggung dosa orang tuanya di bawah bayang-bayang kebencian sang suami. Akankah Alona mampu bertahan menghadapi kekejaman Ferdinand dalam rumah tangga mereka?
Sampul Novel Pemuas Nafsu Keponakan
9.0
Rina, wanita 30 tahun, terjebak dalam dilema saat tinggal bersama kakaknya karena suaminya bekerja di kapal pesiar. Namun, ketenangan yang ia cari sirna ketika Aldi, keponakannya yang berusia 17 tahun, mulai memaksakan nafsu terlarang padanya. Di balik ketidaktahuan sang kakak, Rina berjuang melawan rasa bersalah dan tekanan batin yang menyiksa. Setiap malam menjadi medan tempur antara dosa dan keinginan untuk bebas dari jeratan obsesi gelap keponakannya tersebut.
Sampul Novel Perang Ego Dalam Jodoh Paksa
7.9
Alina Darya, yatim piatu yang berjuang menghidupi neneknya, terjebak dalam nasib buruk setelah berselisih dengan pria kaya bernama Rayan Syahmir. Rayan yang angkuh dan merasa terhina nekat membalas dendam dengan memaksa Alina masuk ke pernikahan tanpa cinta. Meski hidupnya hancur, Alina tetap bertahan dalam doa. Namun, kebencian Rayan perlahan berubah menjadi ketertarikan yang tak terduga. Mampukah cinta tumbuh di tengah ego dan luka yang mendalam?
Sampul Novel Pria Dingin Itu Suamiku
9.4
Nadia, putri tunggal kaya raya, mendadak jatuh miskin setelah ayahnya wafat akibat serangan jantung. Di tengah keterpurukan, ia teringat wasiat terakhir sang ayah untuk menikahi putra rekan bisnisnya sebagai bentuk balas budi masa lalu. Meski awalnya menolak keras, himpitan ekonomi dan rasa hormat pada almarhum ayahnya memaksa Nadia mencari tahu sosok pria dingin tersebut. Kini, hidupnya berubah total saat ia harus menjalani takdir bersama sang pewaris perusahaan ternama.
Sampul Novel Remember When
8.2
Dante memohon kesempatan kedua untuk memperbaiki hubungan mereka, namun Olivia tetap bersikeras menolak. Meski Dante mendesak, Olivia memilih bungkam karena merasa penjelasan takkan mengubah keadaan. Dante pun bertekad mengungkap sendiri alasan di balik perpisahan pahit mereka. Di balik ciuman yang masih terasa semanis kenangan tiga tahun lalu, Olivia menyimpan sebuah rahasia besar. Inilah alasan tersembunyi mengapa ia dulu memilih pergi meninggalkan Dante.
Sampul Novel SRTJC
7.9
Selamat datang dalam kumpulan kisah unik yang merangkum dinamika kehidupan remaja masa kini. Di sini, logika seolah dikesampingkan demi aksi-aksi spontan yang tak terduga dan penuh kejutan. Setiap bab menyajikan potret autentik tentang perilaku absurd serta kelakuan nyeleneh anak muda di era modern. Ikuti perjalanan seru mereka yang penuh tawa dan kegilaan dalam menghadapi keseharian. Temukan bagaimana momen-momen paling mustahil menjadi nyata di cerita ini.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan