Sampul Novel Dendam Anak Tiri

Dendam Anak Tiri

9.1 / 10.0
Masa kecil yang penuh kemiskinan dan hinaan mengubah Alena dari gadis lembut menjadi sosok ambisius yang haus balas dendam. Ia bertekad menghancurkan keluarga ayah kandungnya yang kaya raya karena telah menelantarkannya. Di sisi lain, adik tirinya yang manja, Alyssa, tidak menyadari bahwa kehidupan mewahnya akan segera terusik. Pertemuan mereka memicu konflik besar saat rahasia persaudaraan terungkap. Akankah misi Alena berhasil atau justru berakhir duka bagi keduanya?

Dendam Anak Tiri Bab 1

19 Juni 1999

"APA?! KAMU HAMIL?!"

Seketika tangan besar nan kasar itu mendarat di pipi gadis itu yang serta merta tertoleh ke samping. Panas dan perih terasa menjalar di rahangnya. Matanya terpejam menahan sakit.

"Jadi perempuan nggak bisa jaga diri. Bikin malu saja!"

Gadis itu kini hanya bisa menangis mendengar kata-kata kasar yang menghinanya.

"Jaga emosimu, Pa, jangan kasar begitu, bagaimana pun dia cucu kita." Seorang wanita paruh baya memeluk cucu perempuannya yang menangis di kursi.

Gadis itu baru saja mengadukan kepada kakek dan neneknya kalau dia tengah mengandung sudah lima Minggu. Di luar dugaannya, bukannya mendapat keadilan seperti yang diharapkan, kakeknya justru marah besar.

Pria paruh baya itu lalu menatap lekat cucunya yang masih menangis terisak di pelukan sang nenek, "katakan siapa bapaknya?"

Takut-takut gadis itu menjawab. "Mas Bagaskara."

Kakeknya terkejut bukan main mendengar nama yang keluar dari mulut cucunya. Nenek Karla yang sedang memeluknya ikut syok.

"Aku akan menyuruhnya untuk bertanggung jawab," ucap kakeknya mantap.

***

"Tidak, Ma! Mas Bagas itu milikku! Dia harus menikah denganku, bukan dengan Leyla. Aku tidak sudi jika Mas Bagas harus menikah dengan perempuan lain! Apalagi dengan Leyla!"

Kabar yang baru disampaikan oleh ibunya, Karla, secara tiba-tiba membuat Rista serasa bagai disambar petir di siang bolong. Wanita itu tentu tidak menyetujui jika kekasihnya, Bagaskara, harus menikahi keponakannya sendiri.

"Tapi Bagaskara itu sudah menghamili Leyla dan dia harus bertanggungjawab atas perbuatannya. Apa kamu tega melihat Leyla harus menanggung semuanya sendiri? Apa kamu tega jika orang-orang tahu dia hamil tanpa suami ketika perutnya makin membesar nanti? Ini semua juga demi menutupi aib kita, Rista."

Karla berusaha memberi pengertian pada anaknya. Sejak awal Karla sudah tahu bahwa ini adalah keputusan yang sulit, terutama bagi Rista. Karena Bagaskara adalah kekasihnya. Mereka telah menjalin hubungan sejak lama dan berencana akan naik ke jenjang yang lebih serius.

Karla awalnya juga sempat bimbang. Leyla dan Rista, cucu pertama dan anak bungsunya, dua gadis yang sama-sama beliau sayangi. Tapi kali ini dia harus memenangkan Leyla, cucunya, karena yang terpenting saat ini adalah menutupi aib Leyla, juga aib keluarganya.

Rista menggeleng. Apa pun alasannya dia tidak setuju.

"Kalau masalah kandungan tinggal gugurkan saja kandungannya. Atau kalau Mama kekeh menikahkan Leyla cari laki-laki lain yang mau menerimanya. Asal jangan Bagas!"

"Tapi Bagas adalah ayah biologis dari anak itu!"

"Ya sudah kalau begitu gugurkan saja kandungannya!" Rista bersikeras.

"Astagfirullahal'adzim ...." Karla mengusap dada. Tidak menyangka dengan sikap putri bungsunya yang sangat dia sayangi.

"Kalau Mama dan Papa tetap bersikeras menikahkan mereka sedangkan kalian tahu Mas Bagas itu adalah kekasihku, berarti kalian egois, kalian tidak memikirkan perasaanku, yang kalian pikirkan hanyalah perasaan Leyla!" Rista berdiri dan berlari masuk ke kamar.

Rista sebenarnya sungguh sakit hati dan kecewa dengan apa yang sudah Bagas perbuat. Dia tak menyangka selama ini Bagas selingkuh di belakangnya dan lebih parahnya Bagas selingkuh dengan keponakannya yang dia benci. Rasanya dia tak ingin menerima Bagas lagi. Namun, keinginannya untuk menikahi pria konglomerat itu lebih kuat dari apa pun. Dan dia tak ingin jika Leyla yang harus memiliki semua yang dia inginkan pada akhirnya.

Rista mengepalkan tangannya, geram. "Kurang ajar! Aku harus lakukan sesuatu!"

***

Bulan demi bulan berganti. Dan perut Leyla semakin membuncit. Keluarganya sudah meminta Leyla untuk menggugurkan kandungannya saja jika Bagas tidak mau menikahinya, tapi Leyla tidak mau dan tetap memilih membesarkan kandungannya sampai dia melahirkan nanti.

Keluarganya juga sempat marah besar ke Bagas atas apa yang sudah dia perbuat ke Leyla. Namun, Rista mati-matian membela pacarnya. Dia memenangkan Bagaskara di hadapan keluarganya dan menyudutkan Leyla. Katanya, Bagaskara pasti tidak sengaja melakukan itu dan Bagas tidak bisa dipaksa menikahi Leyla karena Bagas tidak mencintai Leyla. Dia juga mengatakan pasti Leyla lah yang sudah menggoda Bagas lebih dulu. Bagas itu seumpama kucing dan Leyla adalah ikan. Dan kucing tidak akan menolak jika dilempari ikan. Rista sudah bertekad akan melakukan apa pun sampai dia bisa menikahi pria konglomerat itu. 

Alhasil, demi menutupi aib keluarga, Leyla diusir dari rumah. Nenek Karla pun tidak bisa menolongnya karena itu keputusan kakeknya.

"Tolong aku, Ma, jangan usir aku, ampuni aku. Aku tahu aku salah tapi jangan usir aku ...." Leyla bertekuk lutut pada Rina, ibunya. Masih mencoba mengharap sedikit belas kasih yang mungkin masih ada. 

Leyla benar-benar menyesali perbuatannya. Dia hanya bisa berharap ibunya mau membelanya dan memenangkannya di hadapan keluarga besar. Namun, harapan itu sia-sia karena Rina pun tak memiliki daya untuk membela anaknya yang jelas-jelas telah bersalah. Dia teramat malu dengan apa yang sudah Leyla perbuat. Hatinya pun jadi benci terhadap anak pertamanya itu.

Dengan mata berkaca-kaca, Rina menendang anaknya yang bertekuk lutut itu hingga tubuh Leyla terduduk di halaman yang basah karena air hujan.

"Ini adalah risiko yang harus kamu terima atas perbuatanmu! Jangan pernah panggil saya Mama lagi karena saya bukan Mama kamu! Saya tidak punya anak tukang pembuat aib seperti kamu!" teriak Rina dengan teganya. Tak kuasa menahan kesedihannya melihat nasib anaknya itu, dia pun masuk ke dalam rumah dan menutup pintu, meninggalkan Leyla yang menangis sendiri.

Rista yang menyaksikan itu dari balik kaca jendela hanya tertawa dalam hati. Dia sangat mensyukuri atas apa yang menimpa keponakannya itu. Dia memang tidak menyukai keponakannya yang selalu merebut haknya sejak kecil. Dan dia senang karena akhirnya keponakan yang tidak dia sukai hengkang dari rumah ini. Dan setelah itu hidupnya bebas tidak ada lagi yang mengganggu hubungannya dengan Bagaskara.

Malam itu, di tengah hujan deras dan kilat yang sesekali menyambar, Leyla berjalan tertatih membawa perutnya yang buncit. Pasrah ke mana kaki akan membawanya. 

***

18 Maret 2000

"Anak kamu sudah lahir. Semua biayanya sudah Mas Bagas lunasi jadi kamu tidak ada alasan lagi untuk menuntut," jelas Rista pada Leyla yang sedang menggendong bayinya begitu dia dan Bagas masuk ke ruangan di mana Leyla di rawat pasca melahirkan. 

Leyla memandangi mereka berdua, lantas tersenyum tipis. Ada sepercik rasa syukur di hatinya karena akhirnya Bagas mau bertanggungjawab membiayainya lahiran. "Makasih."

"Dan ini sejumlah uang untuk penghidupan kamu dan anak kamu." Rista meletakkan amplop kuning dan tebal di samping Leyla. "Setelah ini kamu boleh pergi yang jauh dari hidup kami dan jangan ganggu Mas Bagas lagi, karena sebentar lagi aku dan Mas Bagas akan menikah," jelasnya lagi panjang lebar. Lantas menatap pria di sampingnya dengan tersenyum. "Iya, 'kan, Sayang?"

Dan kalimat itu membuat senyum di wajah Leyla memudar.

Bagas yang berdiri di sampingnya hanya mengangguk.

Menjelang kelahiran sang buah hati, Leyla kembali pada keluarganya untuk meminta pertanggungjawaban Bagas. Keluarganya waktu itu sudah memaafkan Leyla dan meminta menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan saja. 

Leyla meminta Bagas membiayai semua kebutuhan anaknya sampai dia besar nanti, termasuk biaya melahirkan di rumah sakit. Kalau tidak, Leyla nekat akan melaporkan Bagas ke pihak polisi atas tuduhan menelantarkan anak.

Namun, Rista punya usul lebih bagus waktu itu. Dia meminta kalau sebaiknya bayi itu nanti mereka saja yang rawat dan besarkan. Rista juga berjanji akan membesarkan anak itu dengan penuh kasih sayang serta di sekolahkan hingga sukses layaknya anak sendiri. Jadi Leyla tidak perlu memikirkan biaya anak itu lagi. Namun, Leyla menolak keras usul itu.

Karena Leyla tidak mau menyerahkan bayinya, Bagas hanya akan membiayainya lahiran dan menafkahi anak itu sampai satu tahun ke depan. Leyla pun setuju dengan kesepakatan itu, tapi Rista tetap meminta Leyla untuk memikirkan tawarannya lagi baik-baik atau Leyla akan menyesal di kemudian hari.

Rista kembali menatap Leyla. "Bagaimana dengan tawaran itu, Leyla? Aku harap kamu bisa berpikir realistis dan tidak egois. Demi masa depan anakmu."

Leyla menggeleng. "Aku tidak yakin kalian akan merawatnya dengan baik. Dia putriku, kalian tidak boleh memisahkan kami,"

"Apakah kamu pikir, membiarkannya hidup denganmu, hidupnya akan terjamin? Bagaimana dengan masa depannya? Sekolahnya? Apa kamu sanggup membiayai sekolahnya?" Jeda sejenak. "Kalau bayi itu besar di bawah asuhan kami, dia pasti akan mendapatkan penghidupan yang layak, sekolah yang tinggi dan jadi orang sukses. Aku dan Mas Bagas akan merawatnya.

"Kamu harus percaya, aku akan menyayanginya seperti anak sendiri. Kamu tidak perlu khawatir. Dan kami tidak berniat memisahkanmu dengan anak itu. Kalau dia sudah dewasa dan sukses nanti, kamu boleh mengambilnya, Leyla. Kami hanya peduli dengan masa depan anak itu." Rista masih berusaha membujuk dan meyakini Leyla, tapi Leyla tetap tidak mau.

Wanita itu menggeleng tegas. "Aku pasti bisa menghidupi anakku sendiri!"

"Ya sudah, kalau kamu tidak mau," ucap Bagas pada Leyla. "Tapi jika terjadi sesuatu pada anak itu jangan salahkan kami. Dan aku minta anak ini tak boleh tahu siapa ayahnya."

Leyla menatap Bagas dengan raut terkejut, matanya mulai berkaca-kaca. Namun, sejenak kemudian dia mengangguk. Apa pun akan dia lakukan asalkan dia dan anaknya tidak dipisahkan.

"Karena kamu tidak mengizinkan aku merawat anak itu, maka izinkan aku memberinya nama. Aku harap kamu tidak melarangku kali ini."

Leyla menatap bayinya sejenak, lalu pelan dia menyerahkan bayi yang tengah tertidur itu pada Bagas. Bagas menerima bayi itu dengan perasaan terenyuh.

Ditatapnya bayinya yang tidur dengan mata terpejam sangat rapat. Bayi itu cantik, lucu, kulitnya putih merona, meski pun masih bayi sudah terlihat jelas dia memiliki hidung yang mancung. Jauh dalam lubuk hatinya dia sangat ingin memiliki bayi itu. "Aku kasih dia nama Alena," ucapnya sambil tersenyum. "Halo, Alena."

Setelah cukup lama menggendong bayi itu, akhirnya dengan berat hati, Bagas melepas bayi itu, mengembalikannya ke ibunya. Dan setelah itu, Bagas dan Rista pamit pulang.

"Sudah cukup mereka membuatku menderita. Aku tidak mau mereka menambah penderitaanku dengan mengambil bayiku." Leyla berbicara sendiri. Lantas menunduk, memandangi bayinya yang masih tidur. Leyla tersenyum. "Ibu tidak akan biarin ada orang lain rebut kamu dari Ibu," bisiknya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Dendam Anak Tiri

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun Jessica mengabdi sebagai istri, namun pengorbanannya dibalas luka mendalam. Setelah resmi menceraikan Aaron, ia bangkit secara mandiri menjadi desainer ternama dan pengusaha sukses tanpa bantuan harta keluarga. Saat Jessica menikmati puncak karier dan kebebasannya, Aaron justru datang kembali dengan penyesalan besar. Sang mantan suami memohon kesempatan kedua untuk memperbaiki segalanya. Akankah Jessica luluh atau tetap teguh pada pilihannya?
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Terlahir dengan keterbatasan fisik, Jasmine Bintang tumbuh di bawah bayang-bayang kekecewaan ibunya. Ia berharap menemukan kebahagiaan saat menikahi Ardan Mahendra yang sukses. Namun, keluarga Ardan justru menghina keterbatasannya. Luka Jasmine kian dalam saat Anindya, mantan kekasih Ardan, kembali dan mengungkap kebohongan cinta mereka. Meski Jasmine mantap meminta cerai demi martabatnya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya begitu saja.
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Shila merintih kesakitan saat Sam mulai merasuki dirinya dengan penuh gairah. Dalam suasana yang mencekam dan penuh risiko, Sam berbisik lirih agar Shila mengecilkan suaranya. Ia memperingatkan gadis itu bahwa orang tuanya bisa mendengar aktivitas rahasia mereka di dalam rumah tersebut. Ketegangan memuncak saat mereka berusaha menyembunyikan hubungan terlarang ini dari pendengaran ayah dan ibu Shila yang berada sangat dekat dengan mereka.
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela mengambil risiko besar dengan mengandung anak Jeremy secara rahasia, meski ia tahu dirinya hanya dimanfaatkan. Sadar akan kekejaman Jeremy, Angela sengaja memancing amarah pria itu agar ia dilepaskan. Namun, pelariannya berakhir saat Jeremy berhasil melacak posisinya. Di ambang keputusasaan, Angela memohon kebebasan. Tak disangka, kehadiran sang buah hati justru mengubah segalanya. Jeremy yang dulu dingin kini menawarkan diri untuk melayani Angela dan bayi mereka.
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
El Zibrano Elemanus memberikan tawaran gila kepada Lea untuk menyusui putranya dengan imbalan kekayaan yang tak terbatas. Lea yang masih berstatus pelajar menolak keras karena merasa permintaan itu tidak masuk akal bagi gadis seusianya. Namun, El tidak menerima penolakan dan bersikeras bahwa ia bisa mewujudkannya melalui caranya sendiri. Di bawah tekanan sang bos mafia, Lea terjebak dalam situasi intim yang mengancam masa depan dan harga dirinya.
Sampul Novel Penantian Yang Tak Kunjung Kembali
9.2
Enam tahun menikah rahasia dengan seorang direktur, sang istri harus menerima kenyataan pahit saat suaminya melarang putra mereka memanggilnya ayah. Ketika sang suami kembali mengabaikan ulang tahun anak mereka demi sekretarisnya, keputusan bulat pun diambil. Surat cerai dilayangkan, dan dia pergi membawa putranya selamanya. Kepergian tiba-tiba ini meruntuhkan ketenangan sang miliarder yang seketika kehilangan kendali mencari istrinya. Namun, kali ini penantiannya akan sia-sia.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan