Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sebatas Istri Bayaran

Sebatas Istri Bayaran

Terdesak keinginan keluarga untuk memiliki keturunan, Anita Artemio memaksa suaminya, Julian Narendra, menikahi wanita lain. Reyna Anindira yang tergiur gaya hidup mewah menerima tawaran menjadi istri bayaran demi melahirkan anak bagi mereka. Namun, situasi berubah saat Reyna mulai jatuh hati dan menuntut posisi lebih dari sekadar kontrak. Meski Reyna ingin memiliki Julian sepenuhnya, Julian tetap teguh pada cintanya untuk Anita, memicu konflik batin yang emosional.
Bab
Bagikan

Bab 1

Happy reading....

Hembusan napas yang terlontar dari mulut wanita itu terdengar sangat berat. Pikirannya melanglang buana entah ke mana membuatnya sampai terperanjak saat tangan besar seorang pria melingkar dengan sempurna di pinggang rampingnya. Wanita itu mengangkat dua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman.

Kepala wanita itu menunduk dengan tangan kecilnya mengusap lembut tangan yang lebih besar itu seakan mengisyaratkan bagaimana dia sangat merindukan sosok yang tengah memeluknya dengan intens.

Kecupan basah yang mengantar rasa geli menjalar di tubuh wanita itu. Desahan lembut pun terdengar dari kedua belah bibirnya yang terbuka. Dia bahkan tidak sadar memejamkan mata untuk menikmati sensasi itu.

Namun pertanyaan lain yang tidak sesuai dengan isi hati justru terlontar begitu saja.

"Kenapa kau di sini, Julian?" tanya Anita Artemio dengan susah payah karena pria yang baru saja ia sebut namanya itu terus memberikan kecupan di sekitar lehernya. Tidak bisa dikatakan kecupan juga karena lidah pria itu bermain di sana. Menggoda Anita.

"Aku merindukanmu," lirih Julian Narendra melanjutkan aktifitasnya.

Kata yang tak perlu penjelasan lagi. Anita menghela napas lalu melepaskan tangan Julian dari tubuhnya dengan pelan. Berbalik untuk menatap pria yang telah menjadi suaminya hampir lima tahun itu.

"Kenapa, Sayang? Apa kau tidak merindukanku?" tanya Julian dengan wajah memelas. Kemeja yang sedikit terbuka di bagian dada dan tataan rambut yang biasanya sangat rapi kini terlihat berantakan.

Sial! Itu malah membuat Julian terlihat sangat seksi.

Pria dengan tinggi 180 cm itu meraih tangan Anita namun lagi-lagi wanita itu menghempasnya cukup kuat.

"Jika kau terus di sini, lalu kapan kita akan punya anak?" tanya Anita membuat raut wajah Julian berubah. Mata elang pria itu menatap tajam.

Haruskah sang istri membahas hal itu dalam situasi ini? Sungguh Julian sangat muak seakan tidak ada lagi pembahasan lain yang bisa mereka bicarakan saat bertemu.

Tanpa basa basi, Julian menarik tubuh Anita untuk merapat dengan tubuhnya. Dia mencium bibir Anita dengan brutal. Walau sempat mendapat perlawanan, pada akhirnya wanita bersurai panjang itu pasrah dengan apa yang dilakukan sang suami padanya.

Lagi pula dia sendiri tidak bisa berbohong. Anita merindukan Julian. Merindukan semua sentuhan Julian yang membuat darahnya berdesir kuat.

Anita menerima segala apa yang diperbuat Julian pada tubuhnya. Menerima segala afeksi yang diberikan oleh suaminya tersebut sambil mendesah menyebutkan namanya.

"Eugh ... aahh ... Julian ...."

Julian benar-benar lelaki yang hebat karena bisa membuatnya melayang hanya dengan sentuhan tangannya.

"Julian ... kau sangat hebat, sayang ...."

Bahkan untuk sekedar bernafas saja Anita sampai kepayahan. Selihai itu Julian memainkan segala titik paling sensitif ditubuhnya.

Julian sendiri pun sangat menikmati setiap momen yang hanya Anita yang bisa menciptakannya. Mendengar wanita itu memanggil namanya dalam balutan kenikmatan adalah hal yang membuat Julian tak bisa mengontrol dirinya lagi untuk segera mengunjungi wanita itu.

Dengan tergesah, Julian melepaskan semua yang ada pada tubuhnya dan Anita. Hingga mereka tak berbalut apa-apa lagi. Sejenak Julian tertegun seraya menelan salivanya berat melihat sang istri. Sudah bertahun-tahun berlalu namun Anita masih sama seperti saat mereka pertama bertemu. Masih wanita yang membuat Julian tergila-gila.

Kecupan kembali Julian berikan di bibir tipis Anita lalu berbisik, "Kau sangat cantik, Sayang," puji Julian membelai wajah Anita.

Anita membuka matanya. Tersenyum penuh arti namun itu hanya bertahan beberapa detik. Saat dua jari Julian dengan lihai mengobrak-abrik di bawah sana, Anita kembali hanyut dalam kenikmatan.

"Sssthhh ... ahh ...." Anita terus meracau tak karuan hingga dia hampir mencapai puncaknya, Julian berhenti.

"Kenapa kau berhenti?" tanya Anita dengan raut wajah kecewa.

"Tidak sekarang, sayang," kata Julian beralih menindih tubuh wanita itu.

Namun bukannya segera menuntaskan hasrat, Julian malah dengan sengaja menggoda Anita.

"Eugh ... Julian! Jangan menggodaku seperti itu!" geram Anita.

"Memohonlah!" Terkadang Julian bak seorang dewa yang ingin dipuja.

"Julian ... aku moh---akh!"

Namun belum sempat Anita meneruskan ucapannya Julian sudah menembus pertahanannya. Mata Anita terpejam kuat. Rasanya panas, sesak dan penuh.

Gerakan yang semula lambat beransur semakin berantakan. Suara yang tercipta dari penyatuan mereka pun membuat hawa panas semakin terasa. Cucuran keringat membahasi tubuh keduanya.

"Bahkan kau tahu jika hanya kau yang bisa membuatku gila seperti ini, Anita," kata Julian tanpa menghentikan gerakannya.

"Akh ... Julian. Tapi aku menginginkan anak dari wanita itu," balas Anita merasa dirinya benar-benar hancur di bawah kendali sang suami.

Julian menghentikan sebentar kegiatannya menatap sang istri yang sudah kepayahan berada di bawah kuasanya.

"Aku tidak perduli dengannya, Anita. Yang kuinginkan hanya kau!" kata Julian penuh penekanan.

Julian memejamkan matanya erat seiring dengan dia membenamkan miliknya lebih dalam lagi di inti tubuh sang istri.

Dalam hati dia menjerit, kenapa dia harus terjebak dalam situasi seperti ini? Bercinta dengan wanita lain tidak akan bisa membuat Julian merasa puas. Hanya Anita. Bahkan saat bersama wanita itu, Julian akan membayangkan Anita yang melenguh di bawahnya.

Tak pernah bisa ia lupakan saat dipaksa menikah dengan wanita yang sama sekali tidak dicintainya. Namun kenapa Anita malah terlihat senang bahkan tersenyum paling lebar saat itu?

Hatinya sakit.

Hancur.

Semakin hancur saat menghadapi kenyataan kalau istrinya tidak dapat mengandung anaknya. Alasan yang mendasari dia harus rela menikahi wanita itu.

Julian makin mempercepat gerakannya hingga putihnya tiba. Mereka berdua sama-sama berteriak saking nikmatnya penyatuan tersebut.

Julian jatuh di samping Anita yang sama-sama terengah. Hening untuk beberapa saat hingga Julian bangkit dari tempat tidur dan memakai kembali pakaiannya. Menyelimuti tubuh telanjang Anita dengan selimut lalu menegecup keningnya.

"Aku hanya mencintaimu, Anita. Ingat itu," kata Julian membuat wanita yang masih terlihat sayu itu tersenyum manis. Tangannya terangkat untuk mengelus pipi Julian.

"Aku tahu. Jadi segera buat wanita itu hamil agar kita segera lepas darinya," kata Anita.

"Apakah itu membuatmu bahagia?"

Anita menggeleng seraya masih mempertahankan senyumnya. "Bukan hanya aku, tapi kita akan bahagia bersama, Julian."

Julian menghadiahi bibir tipis Anita dengan sebuah kecupan singkat. Mengambil kemejanya lalu segera memakainya.

"Aku akan pergi sekarang!" kata Julian.

"Julian, tunggu!" tahan Anita bangun dari tempat tidur seraya menahan selimut tadi untuk tetap menutup tubuhnya.

Pria itu berbalik menatapnya. "Ada apa, Sayang?" tanyanya lembut.

"Aku mencintaimu." Ucapan yang begitu spotan dari mulut Anita.

Julian terkekeh kecil. Mendekati Anita lagi. Lagi dan lagi ciuman yang menciptakan suara kecapan terdengar.

"Aku lebih mencintaimu, Anita," kata Julian. Bahkan pancaran matanya tidak pernah bisa berbohong bagaimana dia sangat mencintai Anita.

Ucapan cinta yang diiringi dengan perlakuan manis terus dilakukan pasangan suami istri itu. Melupakan sosok yang sejak tadi berdiri di depan pintu yang entah sengaja dibiarkan. sedikit terbuka atau tidak. Agar dia bisa menyaksikan pemandangan yang membuat hatinya berdenyut sakit.

Sosok itu menyapu kasar air matanya. Mengepalkan tangannya kuat kemudian berlalu dari sana. Hal yang seharusnya dia lakukan sejak tadi.

To be continue.....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Air Force Skadron7
7.9
Yudi Juliansyah, pemuda asal Bandung anak seorang dokter dan model Prancis, nekat mengejar mimpi menjadi tentara meski ditentang orang tuanya. Setelah terusir dari rumah, ia berjuang mandiri berjualan gorengan demi membiayai sekolah di AAU Yogyakarta. Kerja kerasnya membuahkan gelar Adi Makayasa sebagai lulusan terbaik Angkatan Udara. Kini, Yudi pulang berseragam untuk membuktikan baktinya. Akankah orang tuanya luluh dan mengakui pilihannya sebagai prajurit?
Sampul Novel Anna : Liontin Karma
8.0
Anna, model cantik berdarah Perancis, nekat menikahi pria pilihannya meski terhalang perbedaan iman. Demi cinta, ia rela mengorbankan segalanya, termasuk berpindah keyakinan menjadi mualaf. Namun, pengorbanan itu justru membawanya pada penderitaan mental dan hidup yang hancur. Di tengah kepedihan, Anna mulai meragukan keputusan besarnya memeluk Islam. Mampukah ia bangkit dari keterpurukan dan menemukan kembali jati dirinya yang sempat hilang tertelan duka?
Sampul Novel CINTA LAMA BELUM USAI
8.6
Gina hancur saat mengetahui Abian menikah dan akan menjadi ayah. Ia memilih mundur, namun Abian menolak mengakhiri hubungan mereka. Dengan alasan paksaan sang ibu, Abian bersikeras mempertahankan Gina meski telah memiliki istri. Gina merasa muak dengan janji palsu dan egoisme pria itu yang ingin menjadikannya selingkuhan. Di tengah pengkhianatan dan kehamilan istri sah Abian, Gina terjebak dalam hubungan gelap yang dianggap Abian tidak akan pernah berakhir.
Sampul Novel Dalam Dekapan Dosen Tama
8.1
Dalam suasana penuh ketegangan, Tama berusaha meyakinkan Runa agar tidak menolak kehadirannya. Dengan suara serak yang sarat akan emosi, ia mendekap Runa dan menghirup aroma tubuh istrinya tersebut dengan penuh damba. Di tengah pergolakan batin yang terjadi, Tama membisikkan penegasan bahwa hubungan intim mereka adalah hal yang sah secara hukum dan agama. Sebagai sepasang suami istri, ia merasa tidak ada lagi alasan bagi Runa untuk terus menghindar darinya.
Sampul Novel Istri Dari Masa Depan
8.2
Pasca terjatuh dari tangga, Li Mei terbangun di rumah reyot yang asing. Alih-alih di rumah sakit, ia justru mendapati Bai Changyi, pria tampan yang mengaku sebagai suaminya, bersiap menceraikannya karena menyangka Li Mei mencoba bunuh diri. Meski bingung, Li Mei menolak berpisah dan memilih bertahan demi ambisinya. Di era kuno ini, mampukah ia mengubah nasib dan mewujudkan impian menjadi pengusaha kaya raya bersama suaminya yang penuh rahasia?
Sampul Novel Istri Tuan Noah
8.5
Akibat sebuah peristiwa tak terduga, Clara terpaksa menikahi pria yang seharusnya menjadi pasangan saudara kembarannya. Situasi rumit ini membuat Clara harus membesarkan seorang bayi mungil sendirian setelah kembarannya memilih pergi jauh. Kini, ia terjebak dalam peran ganda sebagai istri sekaligus ibu pengganti bagi anak tersebut. Seiring berjalannya waktu, mampukah benih cinta tumbuh di antara mereka dalam pernikahan yang penuh keterpaksaan ini?