Sampul Novel HIGH SCHOOL LOVE ON

HIGH SCHOOL LOVE ON

8.7 / 10.0
Devano adalah siswa cerdas yang tertekan oleh obsesi orang tuanya. Hidupnya berubah saat bertemu Bea Miller, siswi pindahan nakal yang menjadi tetangganya. Meski berbeda kepribadian, mereka sering bertemu rahasia di malam hari untuk berbagi cerita. Namun, momen liburan ke pantai memicu amarah orang tua Devano hingga mereka dipisahkan. Bertahun-tahun kemudian, pengaruh Bea berhasil mengubah Devano menjadi fotografer ternama, sementara Bea sukses menjadi menteri luar negeri.

HIGH SCHOOL LOVE ON Bab 1

"Devano hari ini ada les matematika! Kamu nggak boleh telat pulang sekolah!"

"Iya Pah, Devan ngerti," jawab Devan sambil makan roti selai kacang dengan lahap.

"Oh ya, sore juga jangan lupa ya ada sekolah model. Kamu harus berangkat Devan!" tegas sang mama yang sibuk dengan ponselnya.

"Papah pergi dulu ya Devan, belajar yang bener ya di sekolah!" kata papa lalu pergi dari ruang makan sambil membawa ponselnya.

Sementara sang mamah juga sudah selesai dengan makanannya dan bersiap untuk berangkat ke kantor.

"Ayo cepat selesaikan makanan kamu Devan. Jangan sampai terlambat sekolah!" kata mamah lalu mencium pipi Devan dengan singkat.

Devan kini sendirian di ruang makan. Seperti biasa pada pagi setiap hari. Ia mendengus kesal dan membawa tas miliknya sambil pamit kepada bi inem asisten rumah tangga.

Devan keluar dari rumah menggunakan mobil miliknya. Ia kelas tiga SMA, sudah memiliki mobil pribadi. segera saja Devan melaju dengan cepat agar tidak terlambat ke sekolah. Wajahnya terlihat datar. Ada rasa kebencian yang tak bisa di ungkapkan di dalam hatinya.

Sampai di sekolah pelajaran pertama adalah matematika. Sungguh Devan sama sekali tidak menyukai pelajaran ini. Ia hanya di tuntut orang tuanya saja untuk mendapatkan nilai yang bagus.

"Hari ini bapak mau ngumumin nilai matematika," kata seorang guru matematika dengan tegas.

"Duh, nilai gue berapa nih," ucap Riri cemas yang duduk di belakang Devan.

"Ah, Lo mah nggak usah khawatir. Pasti lo dapet nilai 90 atau nggak 80. Gue nih yang cemas. Gue pasti dapet nilai lima deh, duh bego banget sih gue," kata Zahra dengan wajah cemberut.

"Berisik banget sih di belakang," ucap Devan dengan kesal di dalam hatinya. Ia menyangga dagunya dengan telapak tangannya sambil memperhatikan guru matematika.

"Bapak mau ngumumin nilai terbaik di kelas kita," kata pak Suryo sambil mencari kertas lembaran di atas meja.

"Nilai terbaik ulangan kemarin adalah Riri Alisa Ningrum,Selamat ya Riri. Mana Riri?" tanya pak Suryo guru paling tua di antara semua guru sekolah.

"Hah? Kok bisa? Kenapa bukan gue?" tanya Devan dengan bingung di dalam hatinya. Wajahnya terlihat panik sekali. Beberapa siswa melihat Devan sambil berbisik bisik.

"Tumben banget ya, Devan nggak dapet nilai terbaik. Biasanya dia selalu dapet nilai terbaik ulangan matematika,"

"Iya nih aneh banget,"

"Liat aja tuh mukanya keliatan cemas banget. Kasihan banget ya,"

Devan mendengar itu. Ia sangat muak sekali. Ia tidak bisa terima jika harus menerima kekalahan seperti ini.

"Pak ini Riri pak. Duduk di pojokan!" Seru Zahra sahabat Riri.

"Duh, gue malu nih mau maju ke depan," kata gadis berkulit putih dengan bibir merah alami. Ia terlihat bahagia sekali sekaligus malu.

"Udah buruan sana. Tuh pak Suryo udah nungguin," bisik Zahra sambil mendorong lengan Riri.

"Ayo Riri! Maju ya, nih bapak ada hadiah untuk kamu," kata pak Suryo dengan ramah.

Riri berjalan ke depan dan saat itu tatapan Devan sangat menyeramkan sekali melihat punggung Riri yang ada di depan sana.

"Nih, seperti biasa. Bapak kasih pulpen untuk siswa yang bisa dapet nilai terbaik ulangan matematika," kata pak Suryo sambil menyerahkan pulpen dengan warna emas itu.

"Ya meskipun pulpen itu harganya nggak berapa. Tapi anggap saja itu pulpen emas beneran ya," kata pak Suryo tertawa membuat beberapa murid tertawa sambil menutup mulutnya.

"Terimakasih banyak pak Suryo," kata Riri menunduk sopan sambil menerima hadiah pulpen.

Saat istirahat pertama telah berlangsung. Riri dan Zahra sedang makan di kantin dengan lahap.

"Lucu banget ya pak Suryo. Ngasih hadiahnya kaya gini," kata Riri sambil melihat pulpen yang di pegangnya.

"Ya buat kenang kenangan deh, kalau kita udah nggak di sini lagi. Itu pulpen bagus tau sebenernya. Kaya kuno kuno gitu kan konsepnya," kata Zahra sok tau melihat warna gold pulpen itu.

"Iya keliatan simpel tapi warnanya bagus juga. Nanti gue pajang di kamar gue deh," kata Riri dengan bangga.

"Kok, tumben banget sih lo bisa ngalahin Devan. Baru kali ini loh! Lo belajar sistem kebut semalam ya?" Kata Zahra tertawa tapi sayangnaynia malah tersedak dan batuk batuk.

"Makannya jangan sok tahu jadi orang. Nih minum nih," gadis dengan kuncir kuda itu memberikan gelas berisi air putih kepada sahabatnya.

"Iya soalnya aku pengin lebih bagus aja nilainya di banding Devan. Masa Devan terus sih yang nilainya bagus. Bosen dong. Gue juga bisa kali," kata Riri dengan sombongnya tersenyum di depan Zahra.

Sementara itu Devan yang berada di pojokan meja kantin itu tahu bahwa Riri dan Zahra pasti sedang bergosio tentang dirinya.

"Sial, gue nggak bisa ngebiarin Riri mendapatkan nilai yang lebih baik dari gue. Gue harus kasih pelajaran ke dia," kata Devan dengan tegas. Ia berdiri dengan cepat meninggalkan bakso di atas meja. Berjalan menuju ke meja Riri dan Zahra.

"Kayaknya ada yang seneng banget nih dapet nilai paling bagus di kelas. Sukses banget yah nyonteknya. Itu contekan pasti di selipin di bagian yang orang nggak bisa liat, heh dasar cewe emang Pinter banget nyonteknya," kata Devan cowo dengan hidung mancung dengan kulit sawo Mateng itu.

"Eh, lo apaan sih? Lo nuduh gue nyontek heh?" tanya Riri dengan geram mendongak sambil mendelik ke wajah Devan.

"Ya nggak mungkin lah Lo bisa ngalahin due. Sejak kapan ada yang bisa ngalahin nilai seorang Devano. Kalau Lo bisa ngalahin gue. Itu udah pasti lo nyontek pas ulangan matematika!" ucap devan dengan geram sambil menatap dengan sinis kepada Riri. Ia tidak peduli bahwa yang di depannya itu seorang perempuan.

"Weh, kurang ajar banget sih lo! Nuduh sembarangan aja!" kata Zahra mendorong lengan atas Devan dengan keras.

"Gue yang duduk di samping Riri dan dia itu nggak nyontek sama sekali! Kalau emang Lo kalah dari Riri ya udah terima aja! Nggak usah nuduh Riri sembarangan. Dasar cowo aneh! Kenapa tiba tiba Lo bisa ngomong heh! Biasanya lo juga diem aja di sekolah kaya orang bisu! " ucap Zahra dengan berani. Hal itu membuat Riri takut jika Devan akan marah dan memukul Zahra.

"Udah udah Zah, kita pergi aja dari sini," ucap Riri sambil menarik tangan Zahra dengan cepat. Mereka berdua meninggalkan Devano yang mematung sambil menatap kosong. Hatinya begitu sesak sekali. Ia ingat betul kalimat yang di ucapkan oleh Zahra. Bisu? Siapa yang bisu selama ini? Jadi selama ini Devano seperti cowo Bisu di mata Zahra? Sependiam itukah Devano di sekolah?

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi HIGH SCHOOL LOVE ON

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Hidup Kayra hancur setelah suaminya menghilang tanpa jejak pasca panggilan video terakhir mereka. Kini, ia berjuang sendirian membesarkan dua anaknya. Di tengah kesulitan, ia bertemu Damar, ipar yang membencinya karena skandal masa lalu terkait rahasia saudari kembarnya. Meski awalnya Damar menolak mengakui anak hasil hubungan tersebut, kemiripan sang bayi meluluhkan hatinya. Akankah pertemuan ini membawa Kayra menuju kebahagiaan yang selama ini hilang?
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
8.6
Hari pernikahan yang seharusnya indah berubah menjadi mimpi buruk. Secara sepihak, orang tua dan tunanganku memutuskan untuk mengganti posisi mempelai wanita dengan kakak kandungku yang sedang sakit keras. Karena aku menolak mentah-mentah keputusan tidak adil ini, mereka tega mengikatku di dalam rumah agar pernikahan tetap berjalan tanpa hambatan. Namun, kemalangan tidak berhenti di situ. Saat mereka pergi merayakan pesta, seorang penjahat menyusup dan menghabisi nyawaku dengan kejam. Ketika keluargaku akhirnya kembali untuk melepaskanku, mereka hanya mendapati jasadku yang telah membusuk.
Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan yang hancur karena dikhianati calon istrinya nekat memaksa Zahra menikahinya demi melampiaskan rasa kecewa. Zahra pun terkejut dan menolak mentah-mentah tawaran gila tersebut. Namun, Rayhan tak menyerah dan menjanjikan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra mau menggantikan posisi mempelai wanita yang kabur. Akankah Zahra menerima kesepakatan ini dan sanggup menjalani kehidupan sebagai istri pengganti bagi pria dingin seperti Rayhan?
Sampul Novel Mafia In The Night
8.0
William, putra mafia kejam, rela menempuh cara apa pun demi ambisinya. Namun, pengkhianatan fatal merenggut nyawa ayahnya, Ferdinand, dalam insiden tragis. Rosemary yang selama ini tidak tahu sisi gelap suaminya mulai menyadari rahasia tersembunyi. William kini bertekad membalas dendam dan membersihkan nama baik ayahnya dari fitnah keji. Meski seorang polisi wanita terus menghalangi langkahnya, William takkan berhenti hingga peluru terakhir menentukan segalanya.
Sampul Novel My Bad Boss
8.6
Xavier Narendra Maximilian pernah bersumpah takkan menikah karena menganggap wanita hanya teman tidur. Namun, prinsip itu goyah sejak ia bertemu sekretarisnya, Adeeva Adelia Albert, yang sama sekali tidak tertarik menggodanya. Xavier merasa pertemuan ini adalah anugerah terindah, sementara Adeeva sempat menganggap Xavier sebagai hal terburuk dalam hidupnya. Kini, kebencian itu berubah menjadi hari-hari penuh keindahan bagi mereka berdua.
Sampul Novel P. S. I LOVE YOU
8.5
Cyra Alesha, mahasiswi cantik berusia dua puluh tahun, harus berjuang di kota besar dengan bekerja paruh waktu. Namun, hidupnya berubah menjadi mimpi buruk saat ia terjebak kesalahpahaman dengan Felix Domil. CEO muda yang kejam itu tega menginjak harga diri Cyra dan menyeretnya ke dalam penderitaan. Meski disiksa oleh kekejaman sang pewaris tunggal, Cyra justru terjebak dalam pesonanya. Mampukah ia bertahan atau justru memilih berontak demi membebaskan diri?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan