Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sebatas Istri Bayaran

Sebatas Istri Bayaran

Terdesak keinginan keluarga untuk memiliki keturunan, Anita Artemio memaksa suaminya, Julian Narendra, menikahi wanita lain. Reyna Anindira yang tergiur gaya hidup mewah menerima tawaran menjadi istri bayaran demi melahirkan anak bagi mereka. Namun, situasi berubah saat Reyna mulai jatuh hati dan menuntut posisi lebih dari sekadar kontrak. Meski Reyna ingin memiliki Julian sepenuhnya, Julian tetap teguh pada cintanya untuk Anita, memicu konflik batin yang emosional.
Bab
Bagikan

Bab 2

Happy reading....

Kedua iris berwarna coklat itu terbuka saat mendengar suara mobil dari luar. Reyna Anindira bangun dari tempat tidur kemudian berjalan menuju jendela besar yang berada di sebelah kanan tempat tidurnya. Dari lantai dua dia melihat mobil berwarna hitam itu berlalu meninggalkan pekarangan rumah.

Seharusnya wanita dengan rambut sebahu itu tidak perlu mengikuti sang pria. Namun ego sebagai seorang istri lebih tinggi hingga Rey; nama panggilan wanita itu, tanpa pikir panjang mengikuti mobil sang suami.

"Sudah ku duga dia akan datang kemari," lirih Rey melihat mobil suaminya terparkir dengan epik di sebuah rumah berlantai tiga. Tujuan sang suami jika tidak bersamanya.

Rey turun dari mobil lalu melangkah dengan pelan masuk ke dalam rumah. Dia masih mengingat dengan jelas kode pintu rumah itu dan ternyata sang pemilik rumah pun tidak pernah menggantinya.

Langkahnya begitu pelan menuju lantai dua rumah itu di mana suaminya berada. Seakan wanita itu begitu takut orang yang sedang dia ikuti menyadari kehadirannya. Samar terdengar lenguhan dari arah kamar yang sedikit terbuka.

Rey seharusnya langsung pergi saja dari sana, namun kakinya justru membawa dia semakin dekat. Kedua matanya membola melihat adegan yang seketika membuat hatinya terluka.

"Bahkan kau tahu jika hanya kau yang bisa membuatku gila seperti ini, Anita."

"Akh ... Julian. Tapi aku menginginkan anak dari wanita itu."

Rey tahu benar siapa yang dimaksud Anita. Tentu saja dirinya.

Lenguhan dengan erangan itu terdengar semakin erotis. Tubuh Rey terasa lemas hingga hanya dinding yang bisa ia tempati untuk bersandar. Wanita itu terduduk lalu membekap mulutnya sendiri menyembunyikan suara tangisnya.

"Aku tidak peduli dengannya, Anita. Yang kuinginkan hanya kau!"

Ucapan Julian menjadi tombak penghancur paling sempurna untuk Rey. Padahal dia juga istri dari pria itu. Walau hanya istri siri. Rey ingin diperlakukan sama. Apakah itu salah?

Rey menoleh sebentar. Dia sudah tidak tahan lagi dengan semua kata-kata cinta dari pasangan itu. Dia muak. Dengan cepat Rey meninggalkan rumah itu. Memacu mobilnya dalam kecepatan tinggi.

Bersyukurlah karena Rey masih selamat hingga dia sampai di rumah. 

Jam menunjukkan pukul dua pagi namun rasa kantuk sama sekali tidak menghampiri wanita itu. Membuatnya malah berakhir di dapur dengan sebotol wine.

"Kenapa takdir tidak pernah mau berpihak padaku?" lirih Rey meneguk minuman itu. Rasa pening langsung menghampirinya. 

"Sial!" umpat Rey akan meneguk wine itu lagi namun seseorang sudah mengambil alih gelasnya sebelum menyentuh bibir wanita itu.

"Apa yang kau lakukan, Rey?!" pekik Julian.

Rey berbalik menatap pria itu lalu tersenyum.

"Kau sudah pulang, Sayang?" racau Rey menjatuhkan tubuhnya di dada bidang Julian.

"Kenapa kau selalu melakukan ini, Rey? Bagaimana kau bisa hamil jika terus minum seperti ini?" tanya Julian dengan nada frustasi.

Rey terkekeh pelan seakan mengejek Julian. Dia menjauhkan tubuhnya menatap Julian dengan mata sayunya.

"Hamil? Seharusnya kau bertanya pada dirimu sendiri, Julian!" pekik Rey. Mata sayunya berubah tajam dengan pelupuk yang sudah penuh dengan air mata.

"Bagaimana aku bisa hamil sedangkan kau hanya ingin bercinta dengan Anita? Kau bahkan tidak memandangku, Julian." 

Julian menghela napas berat. Selalu saja begini. Mengalihkan pandangan dari Rey. "Karena dia adalah istriku."

"Aku juga istrimu!"

"Tidak, Rey." Mata elang Julian menatap tajam Rey. "Kau hanya wanita yang akan melahirkan anakku dan Anita," ralat Julian seakan mengingatkan tempat Rey yang sebenarnya.

Rey bergeming. Hatinya semakin tercabik sakit.

"Kau salah karena berharap lebih dari itu. Aku dan Anita sudah memberikan semua yang kau inginkan. Dan sebagai imbalan kau harus memberi kami anak."

Julian berjalan menuju lemari pendingin, meletakkan botol wine tadi lalu kembali menghampiri Rey yang masih terdiam di tempatnya.

"Berhenti melakukan hal yang bertolak belakang dengan kontrak kita, Rey. Jangan membuat dirimu sendiri menderita," kata Julian memegang kedua bahu Rey yang bergetar. Julian tidak ingin wanita itu semakin terpuruk dengan cinta tak terbalas.

"Tapi aku mencintaimu, Julian!" kata Rey lantang. "Tidak bisakah kau sedikit melihat ke arahku? Aku tidak butuh kontrak, aku tidak butuh harta yang kau berikan ...." Rey menjeda ucapannya lalu mendekat ke arah Julian. Tangan kecilnya mengelus pipi pria itu lembut menatapnya penuh damba. "Aku hanya butuh dirimu, Julian. Aku ingin kau menjadi suamiku seuntuhnya."

"Tapi aku hanya mencintai Anita," kata Julian dingin sanggup membuat harapan Rey luluh lantak. Seiring dengan pria itu berlalu meninggalkannya sendirian.

Julian tidak mungkin mencintai wanita lain. Seberapa cantik pun Rey hatinya telah tertambat pada Anita. Tidak ada kata untuk berpaling dalam kamus seorang Julian. Tak peduli wanita yang dia tinggalkan di dapur akan sakit hati karena Julian sendiri sudah memperingatkannya sejak awal. Jangan sampai ada cinta pada hubungan mereka.

"Kalau begitu perlakukan aku seperti Anita!" Rupanya Rey masih keras kepala. Julian berbalik menatap bingung wanita itu.

"Kau tidak perlu mencintaiku seperti aku mencintaimu. Cukup perlakukan aku layaknya seorang istri," kata Rey lagi mendekati Julian.

"Reyna---"

Ucapan Julian terpotong oleh ciuman Rey. Ciuman yang ia berikan dengan rasa sakit luar biasa yang membuat dadanya terasa sesak.

Julian yang sejak tadi hanya diam saja mulai membalas ciuman Rey. Tangan besar pria itu kini melingkar di pinggang dan tengkuk wanita itu.

Mereka sama-sama terengah saat melepaskan tautan. Menatap mata masing-masing dalam diam. Mata Rey yang memancarkan begitu banyak cinta dan mata Julian yang terlihat begitu hampa.

"Bercinta denganku sekarang, Julian!" Perkataan paling egois yang pernah terlontar dari mulut Rey.

"Tapi---"

"Bukankah aku istrimu? Bukankah kau juga ingin segera memiliki anak dariku. Tidak peduli kau mencintai siapa, namun saat ini aku ingin kau memenuhi kewajibanmu sebagai seorang suami," kata Rey. Dia sudah tidak peduli lagi. Kontrak, harta, bahkan perasaannya pada Julian.

Toh, semuanya memang akan berakhir seperti ini. Di mana dialah yang menanggung semua rasa sakit.

"Eugh ... Julian ... ahh ...," lenguh Rey merasakan milik Julian kini telah memenuhinya.

"Sstthhh ... ahh ...." Julian pun mendesah tak karuan. Memejamkan mata sambil terus menggerakkan tubuhnya tanpa jeda.

Kadang Rey ingin menyalahkan takdir yang telah mempertemukan ia dengan Julian. Namun bukankah Rey sendiri yang memilih takdirnya? Dia yang memilih terjebak dalam permainan Julian dan Anita. Hingga timbul rasa yang tidak seharusnya. 

Yang benar di sini adalah, Rey sendirilah yang telah menoreh rasa sakit untuk dirinya sendiri.

"Lebih cepat, Julian ...," pinta Rey dengan suara serak. Dia ingin merasakan lebih banyak lagi rasa sakit dibalut kenikmatan yang mungkin akan menjadi akhir.

Julian tidak menjawab namun dia tetap menambah ritmenya. Menuruti apa yang Rey inginkan. Mereka meledak hampir bersamaan. Julian terkulai di atas tubuh Rey dan wanita itu membiarkannya. Bahkan dia memeluk pria itu dengan dua sudut bibir yang terangkat.

"Tolong jaga anakku, Rey. Karena aku tidak ingin melakukan ini lagi denganmu," ucap Julian seketika menghapus senyum di wajah Rey.

Lalu haruskah sekarang Rey benar-benar menyesal telah rela menjadi istri bayaran dari pria itu?

To be continue.....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Air Force Skadron7
7.9
Yudi Juliansyah, pemuda asal Bandung anak seorang dokter dan model Prancis, nekat mengejar mimpi menjadi tentara meski ditentang orang tuanya. Setelah terusir dari rumah, ia berjuang mandiri berjualan gorengan demi membiayai sekolah di AAU Yogyakarta. Kerja kerasnya membuahkan gelar Adi Makayasa sebagai lulusan terbaik Angkatan Udara. Kini, Yudi pulang berseragam untuk membuktikan baktinya. Akankah orang tuanya luluh dan mengakui pilihannya sebagai prajurit?
Sampul Novel Anna : Liontin Karma
8.0
Anna, model cantik berdarah Perancis, nekat menikahi pria pilihannya meski terhalang perbedaan iman. Demi cinta, ia rela mengorbankan segalanya, termasuk berpindah keyakinan menjadi mualaf. Namun, pengorbanan itu justru membawanya pada penderitaan mental dan hidup yang hancur. Di tengah kepedihan, Anna mulai meragukan keputusan besarnya memeluk Islam. Mampukah ia bangkit dari keterpurukan dan menemukan kembali jati dirinya yang sempat hilang tertelan duka?
Sampul Novel CINTA LAMA BELUM USAI
8.6
Gina hancur saat mengetahui Abian menikah dan akan menjadi ayah. Ia memilih mundur, namun Abian menolak mengakhiri hubungan mereka. Dengan alasan paksaan sang ibu, Abian bersikeras mempertahankan Gina meski telah memiliki istri. Gina merasa muak dengan janji palsu dan egoisme pria itu yang ingin menjadikannya selingkuhan. Di tengah pengkhianatan dan kehamilan istri sah Abian, Gina terjebak dalam hubungan gelap yang dianggap Abian tidak akan pernah berakhir.
Sampul Novel Dalam Dekapan Dosen Tama
8.1
Dalam suasana penuh ketegangan, Tama berusaha meyakinkan Runa agar tidak menolak kehadirannya. Dengan suara serak yang sarat akan emosi, ia mendekap Runa dan menghirup aroma tubuh istrinya tersebut dengan penuh damba. Di tengah pergolakan batin yang terjadi, Tama membisikkan penegasan bahwa hubungan intim mereka adalah hal yang sah secara hukum dan agama. Sebagai sepasang suami istri, ia merasa tidak ada lagi alasan bagi Runa untuk terus menghindar darinya.
Sampul Novel Istri Dari Masa Depan
8.2
Pasca terjatuh dari tangga, Li Mei terbangun di rumah reyot yang asing. Alih-alih di rumah sakit, ia justru mendapati Bai Changyi, pria tampan yang mengaku sebagai suaminya, bersiap menceraikannya karena menyangka Li Mei mencoba bunuh diri. Meski bingung, Li Mei menolak berpisah dan memilih bertahan demi ambisinya. Di era kuno ini, mampukah ia mengubah nasib dan mewujudkan impian menjadi pengusaha kaya raya bersama suaminya yang penuh rahasia?
Sampul Novel Istri Tuan Noah
8.5
Akibat sebuah peristiwa tak terduga, Clara terpaksa menikahi pria yang seharusnya menjadi pasangan saudara kembarannya. Situasi rumit ini membuat Clara harus membesarkan seorang bayi mungil sendirian setelah kembarannya memilih pergi jauh. Kini, ia terjebak dalam peran ganda sebagai istri sekaligus ibu pengganti bagi anak tersebut. Seiring berjalannya waktu, mampukah benih cinta tumbuh di antara mereka dalam pernikahan yang penuh keterpaksaan ini?