Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sayangnya Tak Ada Kata Andaikan

Sayangnya Tak Ada Kata Andaikan

Setelah memergoki tunangannya, Silvano, berciuman dan berjanji akan membiarkan cinta pertamanya, Marisha, merebutnya di hari pernikahan, hati Juvena hancur. Alih-alih melabrak, Juvena memilih jalan lain yang ekstrem. Ia diam-diam menyusun rencana balas dendam dengan menyiapkan penayangan bukti perselingkuhan mereka di hari pernikahan. Sembari mengurus visa untuk melarikan diri ke luar negeri secara rahasia, Juvena siap mengguncang semua orang dengan keputusannya membatalkan pernikahan dan menghilang tanpa jejak.
Bab
Bagikan

Bab 7

Silvano keluar dari kamar mandi, mengeringkan rambut sambil berbicara dengan Juvena tentang dekorasi pernikahan.

Dia mengambil ponselnya dan melihat sekilas, tapi tiba-tiba gerakannya terhenti.

Juvena bertanya, "Kenapa nggak lanjut bicara?"

Dia segera menyimpan ponselnya, berpura-pura dengan tenang melanjutkan obrolan tentang pernikahan.

Namun matanya sesekali melirik ke luar jendela.

"Sudah malam, ayo istirahat."

Juvena mematikan lampu, bersamaan dengan itu kilat menyambar di luar jendela.

Tak lama kemudian, tanpa tanda-tanda sebelumnya, hujan deras turun mengguyur.

Tanpa sadar Juvena merapatkan tubuh ke arah Silvano.

Biasanya dirinya sangat berani, hanya saja dia takut petir.

Setelah mengetahui hal ini, Silvano pernah memeluknya dengan serius, berjanji tidak akan pernah membiarkannya menghadapi badai sendirian.

Namun kini, hati Silvano jelas sudah melayang entah ke mana.

Dia tidak memperhatikan gerak-gerik kecil Juvena, bahkan lupa betapa takut wanita itu pada petir.

Begitu mendengar suara hujan, dalam lima detik dia segera bangkit dari tempat tidur, tanpa sepatah kata pun berlari keluar rumah.

Juvena hanya bisa meringkuk di ranjang, menutup telinganya rapat-rapat.

Saat itu, hatinya seakan disambar petir di luar sana hingga pecah berkeping-keping, lalu disapu bersih oleh hujan deras.

Malam itu, Silvano sama sekali tidak pulang.

Keesokan paginya.

Dibangunkan jam alarm, Juvena dengan tubuh lelah bangkit dari tempat tidur.

Hari ini dia harus mengurus visa.

Dia tahu, dengan kemampuan Silvano, sekalipun dia kabur dari pernikahan belum tentu bisa benar-benar lepas dari gangguannya.

Lebih baik dia persiapkan lebih dulu rencana perjalanan setelah kabur.

Dia berencana pergi ke luar negeri untuk berlibur, sekalian ikut seminar yang sudah sering terlewat olehnya.

Setelah mengurus visa dan pulang ke rumah, Juvena merasa ada sesuatu yang aneh di udara.

Dia bersin beberapa kali, tenggorokannya juga terasa gatal dan kering.

Saat itu, suara kucing terdengar.

Juvena menunduk, ternyata ada seekor kucing di bawah meja tamu!

Dia seketika seperti menghadapi musuh, Juvena mundur beberapa langkah.

Dia sangat alergi pada bulu kucing, bahkan bisa sampai gagal napas.

Juvena segera merasa sulit bernapas, tapi kucing itu justru terlihat suka padanya, mendekat tanpa sadar.

Dengan panik Juvena mengibaskan kedua tangannya di udara, berusaha menjauhkan kucing itu, tetapi hasilnya sia-sia.

Dadanya terasa sesak, udara seakan tak bisa masuk ke paru-parunya.

Dalam kesadaran yang mulai kabur, dia menjatuhkan gelas di tangannya, mencoba menakuti kucing itu.

Lumayan berhasil sedikit.

Kucing itu menjerit tajam, lalu meringkuk ketakutan di sudut ruangan.

Juvena bersandar ke dinding, terengah-engah berusaha mengatur napas.

Saat itu, pintu depan tiba-tiba terbuka lagi, Silvano bergegas masuk.

Namun reaksi pertamanya bukan khawatir pada Juvena, melainkan hati-hati berlari ke arah kucing itu dan menggendongnya.

"Kamu sedang apa?"

"Kucing ini masih kecil, meski kamu nggak suka, kamu nggak boleh menakutinya begitu saja!"

Pandangan Juvena mulai gelap, bahkan suara Silvano pun terdengar makin jauh.

Dia merangkak ke pintu, berusaha menghirup udara segar dari luar, tetapi sesak di dadanya tidak banyak berkurang.

Beberapa saat kemudian, dengan susah payah menahan rasa perih di tenggorokan, dia bertanya pada Silvano ....

"Silvano, aku alergi bulu kucing, kalau parah bisa berakibat fatal, apa kamu sudah lupa?"

Ucapan itu bagaikan palu yang menghantam kepala Silvano, pikirannya segera kosong.

Wajah pria itu seketika berubah pucat ketakutan.

Dia jelas tahu betapa seriusnya jika Juvena kambuh.

Bukan hanya timbul ruam merah di sekujur tubuh, tapi bisa menyebabkan gagal bernapas, bahkan terancam mati lemas.

Bagaimana mungkin dia bisa lupa hal sepenting ini?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Accidentally Wedding
8.6
Fachmi heran mengapa matanya selalu tertuju pada Carissa, gadis SMK yang jauh dari kriterianya. Meski mengaku tak cinta, ia justru terhibur oleh kebencian gadis itu. Secara impulsif, Fachmi menawarkan pernikahan saat ayah Carissa mengeluhkan tingkah putrinya. Di sisi lain, Carissa yang baru tujuh belas tahun merasa hidupnya hancur. Ia terpaksa menikah muda dengan Fachmi, pria dewasa yang dicap hobi mempermainkan wanita. Akankah takdir ini berakhir bahagia?
Sampul Novel Cinta Berkalung Noda
7.9
Ikhsan adalah pemuda tampan yang terhimpit kemiskinan hingga ia terpaksa mengorbankan perasaan tulusnya. Demi mengejar ambisi materi, ia merantau ke kota besar. Namun, keputusan itu menjadi awal kehancuran asmaranya. Ikhsan terjebak situasi pelik yang mengharuskannya menikahi putri bosnya sendiri. Ia pun memutuskan hubungan secara sepihak. Akankah takdir mempertemukannya kembali dengan cinta pertamanya? Ikuti perjalanan pahit Ikhsan di sini.
Sampul Novel Dendam Birahi Penakluk Hati
9.7
Demi membalas kematian adiknya, Dirham Assegaff nekat menodai Dinar Azalea yang suci. Namun, dendam itu berbalik menjadi bumerang saat Dinar hamil dan menghilang demi menutupi aib. Bertahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali. Dirham pun menawarkan pernikahan demi mendapatkan darah dagingnya. Sayangnya, kehadiran cinta pertama Dirham menjadi penghalang besar. Akankah benci berubah jadi cinta, ataukah luka lama Dinar justru semakin menganga?
Sampul Novel Dikira Pelayan Miris, Ternyata Pewaris
9.2
Hidup Danny Laksana hancur setelah dikhianati kekasih dan kehilangan orang tuanya dalam tragedi memilukan. Di tengah luka mendalam, ia menemukan fakta mengejutkan bahwa dirinya adalah ahli waris konglomerat terkaya. Demi menuntaskan dendam pada sang mantan dan mengungkap misteri kematian orang tuanya, Danny memutuskan untuk menikah. Namun, ia tidak menyadari bahwa dalang kriminal yang ia cari selama ini berada sangat dekat di lingkup sekitarnya.
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Demi melindungi nyawa buah hati yang tidak berdosa, Neva Zetrix terjebak dalam situasi yang sangat memilukan. Ia terpaksa menekan harga dirinya dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson setiap hari. Perjuangan hidup Neva ini didorong oleh kasih sayang seorang ibu yang rela melakukan apa pun demi sang anak. Di tengah tekanan dari sosok Brian yang dominan, Neva harus bertahan dalam dinamika hubungan yang penuh dengan pengorbanan batin.
Sampul Novel IPAR ADALAH BIRAHI
9.4
Kisah ini merupakan sebuah narasi dewasa yang dirancang khusus bagi para pembaca dengan ketahanan mental yang kuat. Alur ceritanya mengeksplorasi dinamika hubungan yang kompleks dan provokatif dalam konteks modern. Dengan tema yang sangat sensitif, pembaca akan dihadapkan pada situasi emosional yang intens dan menantang. Pastikan Anda sudah cukup dewasa dan siap secara psikologis sebelum menyelami lika-liku kehidupan yang penuh gejolak di dalam novel ini.