Sampul Novel Dendam Birahi Penakluk Hati

Dendam Birahi Penakluk Hati

9.7 / 10.0
Dalam Dendam Birahi Penakluk Hati, Dirham terjebak rencana balas dendam yang berujung penyesalan. Dinar harus bertahan hidup demi anaknya di modern novel ini. Temukan kelanjutan kisah mereka dalam romance novel penuh konflik dan pengorbanan hanya di platform web novel kami.
Ringkasan Dendam Birahi Penakluk Hati
Demi membalas kematian adiknya, Dirham Assegaff nekat menodai Dinar Azalea yang suci. Namun, dendam itu berbalik menjadi bumerang saat Dinar hamil dan menghilang demi menutupi aib. Bertahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali. Dirham pun menawarkan pernikahan demi mendapatkan darah dagingnya. Sayangnya, kehadiran cinta pertama Dirham menjadi penghalang besar. Akankah benci berubah jadi cinta, ataukah luka lama Dinar justru semakin menganga?
Baca Selengkapnya

Dendam Birahi Penakluk Hati Bab 1

"Saya mau dilayani dia," Seorang pria berwajah tampan dengan mata ditutup dengan kaca mata hitam sedang berbicara dengan seorang pelayan restoran. Dagunya dimajukan menunjuk satu arah.

Pria itu masih duduk di tempatnya, tangan dilipat di dada sambil matanya tak lepas dari memandang seorang pelayan yang sedang mengambil order di meja ujung.

"Sebentar ya, pak."

"Hmmmm." Hanya itu yang keluar dari mulutnya. Delia melangkah menyusul Dinar yang juga baru selesai mengambil order dari pelanggan di meja 15.

Delia menghampiri Dinar yang baru saja meninggalkan meja paling ujung. Mereka berjalan menuju ke meja catering dan meletakkan kertas orderan dari meja para pelanggan itu disebuah papan kecil dan ditancapkan dengan paku yang sudah di khususkan untuk kertas orderan.

"Di, meja nomor 3 minta kamu yang ambil orderan." Delia berbisik pada Dinar.

"Tadi kan kamu sudah di meja itu, Del."

"Tapi dia nggak mau order dulu, nunggu kamu katanya."

Kening Dinar berkerut, heran dengan permintaan pelanggan itu, tidak biasanya seperti ini.

"Udah pergi sana, ingat pembeli itu raja."

"Heran aja sih, nggak biasanya ada pelanggan memilih."

"Naksir kamu mungkin."

"Lagi lah nggak mungkin. Aku ke sana dulu."

Delia mengangguk membiarkan Dinar pergi menuju meja nomor 3.

Kaki diatur menuju ke meja nomor 3, dadanya agak berdebar melihat sosok pria muda memakai kaca mata hitam sedang duduk tegak fokus pada HP di tangan.

"Selamat siang pak, sudah buat pesanan? silahkan bapak bisa melihat daftar menu di sini."

Dinar menyodorkan buku menu kepada pria itu dengan sopan.

Dirham yang dari tadi mencuri pandang pada Dinar lewat kacamata hitamnya tersenyum sinis. Ini rupanya dia.

Sudah tersusun banyak rencana di kepalanya saat pertama kali melihat sosok gadis yang selama ini dicari dan diselidiki.

Hatinya ingin marah ketika mengingat kejadian 6 bulan yang lalu, tidak bisa dibiarkan. Semua harus terbalaskan.

"Pak, silahkan." tersentak dengan suara gadis didepannya membuat tangan kanan Dirham menyenggol gelas kaca berisi air putih di depannya. Gelas itu jatuh ke lantai.

PRANG!!!!

Dinar tersentak.

Dia gugup dan gemetar.

"Maaf pak, saya nggak sengaja mengagetkan bapak, biar saya bersihkan."

Dirham hanya kaku menatap kepergian Dinar, tangannya mengambil beberapa lembar tisu di atas meja, dia menunduk sedikit membersihkan percikan air yang mengenai kain celana bagian bawahnya. Dinar sudah berdiri di sebelah pecahan kaca di lantai sambil membawa sapu dan serokan sampah. Dirham hanya diam memperhatikan tangan gadis itu cekatan mengambil semua pecahan kaca di lantai satu persatu.

"Auch," Jari tangan Dinar berdarah terkena pecahan kaca yang mau di ambil.

"Are you okay?"

Dirham bersuara melihat Dinar meringis kesakitan.

"Iya pak saya, saya nggak apa-apa."

Reflek tangan Pria itu meraih selembar tisu dan dia duduk jongkok di samping Dinar, tangan gadis itu dipegang lalu jari yang berdarah diusap pakai tisu.

"Hati-hati."

"Sudah pak, biar saya buat sendiri, terima kasih."

Dinar gugup menerima perlakuan dari pelanggan baru tempatnya bekerja itu.

Dia segera berdiri, tidak mau menarik perhatian pelanggan lainnya.

Dinar membawa sapu dan serokan berisi pecahan kaca itu kebelakang. Beberapa menit kemudian dia kembali di meja Dirham berada.

"Saya pesan salmon scrambled dua porsi ya, minumnya ice lemon tea dua dan machiato 1."

"Baik pak, dalam 5-10 menit siap."

"Oke."

Delapan menit berlalu, Dinar datang membawa nampan berisi pesanan Dirham.

"Duduk dan temani saya makan." Dinar kaget, pasti dia salah dengar.

"Silahkan menikmati, pak."

"Kan saya bilang duduk temani saya makan."

Eh! siapa dia, seenaknya saja suruh-suruh orang.

"Maaf pak ini jam istirahat saya."

"Ini jam makan siang mu, kan?"

"Saya masih banyak kerja di belakang sebelum break, pak."

Dirham memanggil Edo yang kebetulan lewat di sebelahnya. Edo berhenti di samping Dinar, sorot matanya seolah bertanya, 'ada masalah apa?'. Dinar sudah berdebar dari tadi ini di tambah lagi Edo yang datang. Aduuuh! masalah bener.

"Maaf, bisa saya ketemu dengan supervisor di sini?"

"Saya sendiri pak, ada masalah apa ya?"

"Wah, kebetulan. Jam makan siang staf anda ini jam berapa?"

Edo mengerutkan dahi, aneh dengan pertanyaan dari pria berkarisma di depannya.

"Ini memang jam Dinar break, pak."

"Tuh kan? berarti tidak masalah kan kalau dia saya traktir lunch sekarang. Dia teman saya."

"Itu bisa bapak bicarakan dengan orangnya, Dinar Azalea, kamu bisa break sekarang, permisi pak."

Dinar mengangguk dan Edo pamit pada Dirham dia menuju ke dapur tempat para staf melakukan kesibukan masing-masing.

Teman?

Sejak kapan?

Dinar masih diam, matanya meliar mencari alasan yang bisa dipakai untuk menghindar. Kenal juga tidak, kenapa pria ini bersungguh-sungguh mengajaknya makan bareng. Perasaannya jadi tidak enak.

"Jangan banyak berfikir dong, aku cuma mau menebus rasa bersalah ku tadi, gara-gara aku jarimu terluka."

"Tapi pak kita tidak saling kenal," Dinar masih berdiri memeluk nampan di dadanya.

"Jadi, mari kita kenalan. Aku Dirham."

Dirham mengulurkan tangannya untuk dijabat oleh gadis di depannya. Dinar enggan menyambut uluran tangan itu. Tapi dia melihat beberapa mata sudah memperhatikan mereka berdua.

Dengan berat hati Dinar menyambut uluran tangan Dirham, sedikit gemetar, meski mata pria itu di tutup dengan kaca mata hitam tapi dia bisa merasakan mata itu tajam menatapnya.

"Saya Dinar, Dinar Azalea."

Tangan di tarik segera setelah memperkenalkan diri. Dirham tersenyum manis.

"Duduklah, aku traktir kamu lunch. Kita berteman sekarang."

Dinar hanya diam, tidak menggeleng ataupun mengangguk tapi ia duduk juga akhirnya.

"Tangannya masih sakit?"

"Sudah tidak lagi, pak."

"Aku kelihatan tua ya?"

"Emmmmm, tidak pak."

"Jangan panggil saya bapak please, saya jadi kek ngobrol dengan anak sendiri." Senyum terbit di bibir Dirham, terasa lucu dengan kalimatnya sendiri.

"Mari makan."

Dirham meletakkan satu piring salmon scrambled dan gelas berisi air minum di depan Dinar. Dalam hati Dinar membaca bismillah sebelum memulai makan.

"Sudah lama kerja disini?"

"Lumayan, sudah mau setahun."

"Asli dari mana, atau orang Jakarta sini?"

" dari Jogja."

"Orang Jogja rupanya."

"Iya, Anda?"

Dinar memberanikan diri. Dirham tersenyum kecil, dalam hatinya bersorak riang.

Yes! umpan mengena.

Dasar perempuan murahan.

"Aku asli sini, tapi ayah ada campuran darah Arab, dan ibu campuran darah Itali."

Pantesan saja seperti bukan asli orang sini. Tentu saja ucapan itu cuma dalam hati Dinar.

Selesai makan, Dinar membersihkan meja dan hanya disisakan cawan machiato saja.

Dia mengucapkan terima kasih kepada Dirham.

Pria itu tersenyum penuh misteri.

Dinar berkerja lagi seperti biasa. Pertemuan dengan Dirham tadi memang sempat mengganggu pikirannya, tapi dia segera buang jauh semua pikiran tentang pria itu. Mungkin benar semua tadi hanya untuk menebus rasa bersalahnya saja.

Sementara Dirham melangkah dengan penuh kemenangan, keluar dari restoran itu.

"Ya, dan tetap awasi pria itu."

HP dimatikan setelah memberi perintah kepada lawan bicara di talian.

Pintu mobil dibuka.

Dia duduk di tempatnya.

Stereng diputar.

Senyum sarkastik mengembang di bibir.

"Sebentar aja lagi." Gumamnya pelan sambil melihat cermin pandang belakang.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Dendam Birahi Penakluk Hati

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel AIR MATA PERNIKAHAN
8.8
Bella terperangkap dalam duka saat Bara, suaminya, berselingkuh dengan Arum. Meski ingin bercerai, kondisi mertuanya yang sakit keras memaksa Bella bertahan demi pengabdian tulus. Di tengah penderitaan batin, ia didiagnosis mengidap kanker mematikan saat sedang mengandung buah hatinya. Kini, Bella harus berjuang melawan penyakit dan pengkhianatan suaminya yang kian terang-terangan. Akankah ia terus bertahan dalam pernikahan penuh air mata demi anak dan mertuanya?
Sampul Novel Birahi Anak Tiri
8.4
Nikmati keseruan tanpa tanding dalam kisah romansa modern yang penuh dengan dinamika tak terduga. Narasi ini menjanjikan berbagai kejutan menarik yang mungkin belum pernah Anda temukan dalam karya fiksi lainnya. Setiap bab dirancang untuk memberikan pengalaman membaca yang unik, membawa pembaca menelusuri alur cerita yang segar dan penuh intrik. Jangan lewatkan setiap momen mengejutkan yang tersaji dalam jalinan hubungan yang kompleks dan penuh gairah.
Sampul Novel Dua Istri CEO
9.0
Pasca momen intim yang hangat, Brian dikejutkan oleh permintaan Azzura agar dirinya menikah lagi. Meski memiliki kekayaan dan rupa menawan, Brian tak pernah berniat mendua karena cintanya sudah utuh untuk sang istri. Namun, Azzura bersikeras tanpa alasan yang jelas, hingga membuat Brian merasa geram sekaligus tidak percaya diri. Di tengah ketegangan itu, Azzura justru mendekap Brian erat demi meyakinkan bahwa rasa cintanya tidak pernah pudar sedikit pun.
Sampul Novel Mencintai Musuh Keluargaku
9.1
Perseteruan abadi klan Nocturn dan Dravein di Ravenbrook kian memanas saat Isabelle Greystone tanpa sengaja masuk ke wilayah lawan. Ia bertemu River Blackwood, vampir Nocturn yang terpikat tanpa tahu asal-usul Isabelle. Rahasia identitasnya yang terbongkar memicu perang besar antar keluarga. Di tengah tumpahan darah dan ujian kesetiaan, mampukah cinta terlarang mereka bertahan, ataukah mereka akan hancur oleh takdir permusuhan kuno yang mematikan?
Sampul Novel Pesona Uncle Ji
8.9
Jimmy Hugo, seorang bos mafia yang sangat berpengaruh, terjerat dalam romansa rumit dengan Graziela. Sebagai putri mendiang sahabatnya, Graziela membawa warna baru dalam hidup Jimmy yang keras. Meski terpaut usia yang sangat jauh, keduanya harus menghadapi berbagai ancaman dari musuh-musuh berbahaya. Perjalanan cinta mereka menjadi perpaduan antara aksi menegangkan yang penuh risiko dan sisi romantis yang mendalam di tengah dunia gelap kriminalitas.
Sampul Novel SERPIHAN DENDAM MASA LALU
8.4
Hidup damai Rianna Lopez hancur seketika saat menyaksikan kakak laki-lakinya dibunuh oleh Alexander, pria kejam yang pernah ia tolong. Dikhianati kekasih dan sahabatnya, Rianna berubah menjadi sosok yang dingin. Ia menjual seluruh hartanya dan pergi demi mempersiapkan pembalasan dendam. Kini, ia kembali untuk menuntut nyawa Alexander serta penyesalan Orion. Akankah Rianna mampu menuntaskan janjinya untuk menghabisi mereka yang telah menghancurkan dunianya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan