Sampul Novel Cinta Berkalung Noda

Cinta Berkalung Noda

7.9 / 10.0
Ikhsan adalah pemuda tampan yang terhimpit kemiskinan hingga ia terpaksa mengorbankan perasaan tulusnya. Demi mengejar ambisi materi, ia merantau ke kota besar. Namun, keputusan itu menjadi awal kehancuran asmaranya. Ikhsan terjebak situasi pelik yang mengharuskannya menikahi putri bosnya sendiri. Ia pun memutuskan hubungan secara sepihak. Akankah takdir mempertemukannya kembali dengan cinta pertamanya? Ikuti perjalanan pahit Ikhsan di sini.

Cinta Berkalung Noda Bab 1

****

"San, kamu berani tidak?"

"Apa, Yo?"

"Pacari Si Kusuma. Kira-kira, kamu bisa nggak mencicipi gadis itu?"

"Jangan bercanda ah, bukan apa-apa sih, aku jadi takut kualat kalau nodai cewek sealim dia."

"Justru di situlah letak tantangannya. Ya, kamu bisa gombali dia dulu 'kan?"

"Hmmm, aku pikir dulu deh."

****

Aku tertegun mengingat semua kebodohan di masa lalu. Sudah sepuluh tahun berlalu, kisah itu masih membekas di pikiran ini. Apalagi setelah aku tahu, gadis yang dulu aku nodai kini menjadi tetanggaku. Kami memang belum sempat bertemu, aku hanya tidak sengaja melihat Kusuma di pekarangan rumahnya.

"Bang, besok aku mau periksa di Bidan Kusuma ya." Tiba-tiba Andin membuatku kaget.

"Bi ... Bidan Kusuma?"

"Iya, Bang. Bidan yang baru pindah seminggu yang lalu. Tetangga sebelah loh, Bang." Andin kembali menjelaskan.

Deg! Jantung ini langsung berdetak kencang. Haruskah aku bertemu kembali dengan Kusuma? Setelah apa yang aku lakukan padanya dulu. Wajahku jadi menegang, untung saja Andin sudah pergi. Perasaan bersalah dan gejolak cinta di masa lalu, kembali membuntutiku. Ya, waktu itu aku mulai mencintai Kusuma, setelah dia mengutarakan perasaannya, tetapi aku memutuskan begitu saja.

Tuhan ... Haruskah masalah ini kembali Engkau hadirkan? Aku sudah berusaha melupakan Kusuma, dan memulai hidup baru dengan Andin. Jangan uji aku dengan cobaan seberat ini.

***

Tiga bulan berlalu, aku masih belum berani menemani Andin, setiap dia meminta agar aku ikut dengannya. Aku selalu beralasan, bahwa jarak ke tempat periksa cuma lima langkah, jadi dia bisa sendiri ke sana. Lagi pula, kandungan Andin masih trimester kedua. Andin mencoba mengerti, walaupun sering cemberut.

"Bang, aku nggak mau tahu ya," ujar Andin cemberut.

"Apa, Sayang?"

"Masuk trimester tiga nanti, Abang harus temani aku."

"Iya, mudah-mudahan bisa."

"Harusnya kamu luangkan waktu dong, Bang."

"Iya, Sayang ... Iya."

Aku hanya bisa meyakinkan Andin, walaupun aku tidak tahu apakah aku bisa menepatinya. Untuk saat ini, yang penting Andin tidak cemberut lagi. Aku tidak mau membuatnya stres, bisa membahayakan kandungannya.

Sejauh ini, aku masih belum melihat suami dari Kusuma. Secara diam-diam, aku kadang mencoba mengintip dari balik gorden. Namun, semua itu tidak membuahkan hasil.

Apakah Kusuma belum menikah? Kadang timbul pertanyaan itu dalam benak ini. Sudah sekian bulan lamanya, aku tidak melihat suami ataupun anak dari Kusuma.

-----

Sore ini, aku di rumah sendirian. Andin baru tadi pagi aku antarkan ke rumah ibunya. Wanita berkulit putih itu memang manja, baginya sekali sebulan wajib nginap di rumah ibunya. Ya, sudahlah! Aku tidak mau terlalu membatasi geraknya.

Jam masih menunjukkan pukul 16.00, aku melangkah ke teras melihat cuaca langit sore ini. Langit terlihat sedikit mendung, mungkin akan turun hujan, aku kembali masuk dan mengunci pintu. Baru beberapa saat aku merebahkan tubuh, ketukan pintu membuatku terpaksa kembali ke ruang tamu.

"Assalamu'alaikum." Suara di luar sana terdengar tak asing.

"Wa'alaikumussalam." Aku membuka pintu, lalu terkejut ketika melihat siapa yang datang.

"Kusuma?"

"Ka ... Kamu?" Kusuma melotot dan ternganga. Dia hendak pergi, tetapi langsung aku tahan. Kutangkap pergelangan tangannya.

"Lepas, Bang! Apa yang kamu lakukan?" Kusuma mencoba berontak, tetapi entah kenapa aku justru menariknya ke dalam rumah. Tidak lupa aku mengunci pintu.

"Apa yang kamu lakukan!" Bibir Kusuma bergetar, tangannya berusaha meraih kenop pintu. Namun, segera aku tahan.

"Buka pintunya, Bang. Aku mau keluar," ucap Kusuma mulai menangis.

Aku masih diam, menatap wajahnya yang dibalut kerudung. Wajahnya membuat aku lupa diri, dia bak bidadari yang turun dari langit.

"Buka pintunya, atau aku berteriak!" ancam Kusuma dengan mata yang mulai basah.

"Teriaklah!" tantangku.

"To ...."

Byuuuuur! Hujan turun lebat menimpa atap rumah. Kusuma terlihat semakin ketakutan, memang jarak di antara kami hanya beberapa sentimeter saja.

"Kamu semakin cantik," ucapku memuji Kusuma.

"Sadarlah, Bang. Ini tidak semestinya," ucapnya membalikkan tubuh.

"Apakah kamu sudah menikah?"

"Kenapa kamu menanyakan itu?"

"Apakah kamu sudah menikah?"

"Menurut kamu?" Kusuma membalikkan tubuhnya menghadapku.

"Wanita secantik kamu, pasti banyak yang datang melamar."

"Setelah apa yang kamu lakukan dulu?" Kusuma menatap tajam.

"Itu ... Bukankah kamu juga membiarkannya?"

Aku maju selangkah, mengikis jarak.

"Kamu mau apa, Bang?" Kusuma langsung siaga.

"Menurutmu? Jika kita ulangi kenangan itu, bagaimana?"

"Jangan macam-macam, Bang. Tolong, buka pintunya!"

"Baiklah, tetapi setelah aku menciummu."

Kusuma semakin melotot, aku menjadi semakin ingin mencium pipinya. Perlahan aku dekatkan wajah ini ke wajahnya. Tangan Kusuma langsung menahan tubuhku agar tidak menempel dengan tubuhnya. Kekuatannya tidak mengalahkan keinginan di hati ini. Kedua tanganku membatas tubuh Kusuma, agar tidak bisa kemana-mana. Kusuma memejamkan matanya, bahkan tidak ada sepatah kata pun, yang keluar dari bibirnya.

Apakah dia menginginkannya? Atau semuanya hanya bukti ketidakberdayaannya?

Aku masih menikmati momen menatap wajah cantiknya. Napas yang mulai memburu ini, terus berembus menerpa wajahnya.

-------

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Cinta Berkalung Noda

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra mengalami tragedi memilukan saat kesuciannya dirampas di hadapan kekasihnya sendiri akibat rencana keji kakek sang pria. Alih-alih membela, kekasihnya justru memilih menikahi wanita lain. Di tengah kehancuran, Lula ditemukan oleh orang tua kandungnya yang merupakan konglomerat kuat. Bersama mereka, ia merancang pembalasan dendam untuk menghancurkan pria itu beserta keluarganya. Namun, akankah kepuasan batin ia temukan setelah semua hancur?
Sampul Novel En-PD153
8.9
Mantan kekasihku yang kukira telah tiada tiba-tiba muncul membawa wanita hamil yang disebut penyelamatnya. Dia secara tak masuk akal memintaku tinggal bersama mereka dan menawarkan upacara pernikahan sebagai kompensasi sementara ia menikahi wanita itu. Sebagai putri bangsawan dan menantu keluarga konglomerat, aku tak sudi dijadikan selingkuhan. Jika dia menolak hidup mewah, aku akan memastikan dia kehilangan segalanya hingga menjadi pengemis.
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela mengambil risiko besar dengan mengandung anak Jeremy secara rahasia, meski ia tahu dirinya hanya dimanfaatkan. Sadar akan kekejaman Jeremy, Angela sengaja memancing amarah pria itu agar ia dilepaskan. Namun, pelariannya berakhir saat Jeremy berhasil melacak posisinya. Di ambang keputusasaan, Angela memohon kebebasan. Tak disangka, kehadiran sang buah hati justru mengubah segalanya. Jeremy yang dulu dingin kini menawarkan diri untuk melayani Angela dan bayi mereka.
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
8.6
Hari pernikahan yang seharusnya indah berubah menjadi mimpi buruk. Secara sepihak, orang tua dan tunanganku memutuskan untuk mengganti posisi mempelai wanita dengan kakak kandungku yang sedang sakit keras. Karena aku menolak mentah-mentah keputusan tidak adil ini, mereka tega mengikatku di dalam rumah agar pernikahan tetap berjalan tanpa hambatan. Namun, kemalangan tidak berhenti di situ. Saat mereka pergi merayakan pesta, seorang penjahat menyusup dan menghabisi nyawaku dengan kejam. Ketika keluargaku akhirnya kembali untuk melepaskanku, mereka hanya mendapati jasadku yang telah membusuk.
Sampul Novel PRIME MINISTRE'S DAUGHTER
8.2
Ken terobsesi menikahi Eleanore, putri perdana menteri yang dingin, hingga nekat memakai cara licik. Namun, setelah resmi menikah, Ken mengungkap rahasia kelam masa lalu istrinya yang memicu kebencian mendalam. Eleanore yang awalnya merasa bahagia karena cinta keponakan raja itu, kini harus menderita akibat perubahan sikap Ken yang drastis. Meski hatinya hancur disakiti sang suami, Eleanore tetap bertahan dalam cinta di tengah konflik masa lalu yang sulit dimaafkan.
Sampul Novel SETETES DARAH SUCI
8.6
Ramalan kuno mengungkap eksistensi gadis berdarah suci yang mampu memberikan keabadian dan kekuatan luar biasa. Setetes darahnya sanggup mencegah kepunahan klan serta menjamin kemudaan abadi bagi siapa pun yang memilikinya. Kelahirannya disambut pesta pora seluruh makhluk di alam semesta, ditandai awan gelap saat bulan purnama dan hawa dingin yang mencekam. Kini, nyawa dan darah sucinya menjadi incaran utama karena semua entitas mendambakan mukjizat yang ada dalam dirinya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan