Sampul Novel WANITA SIMPANAN MILIK SUAMIKU

WANITA SIMPANAN MILIK SUAMIKU

8.4 / 10.0
Dalam WANITA SIMPANAN MILIK SUAMIKU, Anna Karenina berjuang memenangkan hati Alex Tjandra di tengah pengkhianatan. Romance novel ini mengungkap upaya Anna bertahan dalam pernikahan tanpa cinta. Baca kisah lengkapnya di web novel modern ini untuk melihat akhir dari mimpi buruknya.
Ringkasan WANITA SIMPANAN MILIK SUAMIKU
Anna Karenina nekat menikahi Alex Tjandra meski sadar hati sahabatnya itu milik wanita lain. Ia berharap cinta tulusnya mampu memicu keajaiban seiring waktu. Namun, realita pernikahan mereka justru dipenuhi kebencian dan pengkhianatan yang menyakitkan. Anna terjebak dalam hubungan dingin tanpa perhatian dari suaminya sendiri. Akankah Alex akhirnya luluh dan belajar mencintai Anna, ataukah pernikahan ini selamanya menjadi mimpi buruk yang tak berujung?
Baca Selengkapnya

WANITA SIMPANAN MILIK SUAMIKU Bab 1

Anna's point a view

"Selamat datang!"

Sambutan ceria si pelayan cantik dan senyum manisnya seketika menambah suasana hangat restoran yang sudah menjadi langgananku selama lima tahun ini.

Masih dengan senyum manisnya, yang seakan-akan tak pernah pudar, si pelayan mengantarkanku ke meja yang sudah aku pesan beberapa hari sebelumnya.

Walaupun sudah lima tahun berlalu, tetapi tempat ini, designnya dan suasana di dalam dan di luar ruangannya masih saja sama seperti dahulu. Dan sama seperti lima tahun yang lalu, meja kedua disudut ruangan dekat jendela inilah yang selalu menjadi favoritku sejak dulu. Alasannya sebenarnya sederhana. Hanya dari tempat duduk inilah, pemandangan taman di luar restoran bisa dilihat dengan lebih jelas. Alhasil, duduk sampai berjam-jam pun, aku bisa tahan di sini.

Sama seperti kebiasaanku yang sudah-sudah, setiap kali datang ke tempat ini, aku selalu melongokkan kepalaku keluar jendela begitu sampai di tempat duduk ini. Angin bertiup kencang menerpa wajah dan rambutku. Kesejukkannya seakan mengangkat semua beban dan rasa khawatirku seketika. Ditambah lagi keharuman bunga mawar yang ikut berhembus ke arahku benar-benar membuatku rileks.

Satu hiburan kecil memang, tapi efeknya selalu membuatku merasa lebih baik. Apalagi, aku tidak harus membayar lebih untuk mendapatkan semua ini. Hanya tinggal melonggokkan kepalaku saja, aku sudah dapat menikmati semua keindahan ini.

"Permisi, mbak! Mau pesan apa?" suara si pelayan seketika mengagetkanku. Tak mau terlihat seperti orang aneh, aku cepat-cepat menjauh dari jendela dan kembali mengubah posisi dudukku.

"Saya masih nunggu teman, mbak. Nanti saja pesannya kalau orangnya sudah datang." Mendengar itu si mbak pelayan mengangguk mengerti dan meninggalkanku dengan sopan.

Setelah si pelayan pergi, tanganku langsung merogoh hand phone dari tasku dan secepat kilat mengetikkan pesan 'supaya cepat datang' pada temanku, yang kemarin berjanji akan datang setengah jam lebih awal tersebut. Dengan wajahnya yang super serius kemarin, dia membuatku percaya kalau kali ini tidak akan sama seperti lima tahun belakangan ini. Kali ini dia yang akan datang lebih dulu dan tidak akan membiarkanku menunggu lagi.

Kenyataanya... cuma aku sendirian di sini. Padahal sudah lima belas menit berlalu dari perjanjian, tapi temanku itu tak kunjung datang juga.

"OTW" pesan balasan yang super singkat itu membuatku tersenyum. Sama seperti tempat ini, kebiasaan temanku yang satu ini juga tidak sedikitpun berubah. Selalu saja terlambat kalau diajak ke tempat ini. Aku juga heran kenapa, padahal dia yang mengenalkanku ke tempat ini dari pertama.

Masih jelas sebenarnya di ingatanku hari itu. Dia berkata akan mentraktir aku ke tempat makan yang enak, murah, dan nyaman tempatnya. Mendengar kata 'traktiran', aku langsung mengiyakan saja. Waktu itu adalah hari seminggu setelah kelulusan kami dari SMA. Untuk merayakannya, aku mengira dia akan mengajakku ke tempat spesial dan membuatku bahagia.

Dia memang membawaku ke tempat yang menyenangkan, tempat seperti yang di janjikannya; enak, murah, dan nyaman tempatnya. Namun betapa tak kusangka di hari pertama itu dia sudah membiarkanku menunggu selama empat puluh lima menit dan berhasil membuatku panik, karena sebenarnya di dompetku saat itu cuma ada uang lima ribu rupiah dan kalau dia benar-benar tidak datang, pastinya aku akan malu karena harus keluar dari tempat ini tanpa membeli apa-apa.

Ingin rasanya mencubit lengannya sampai biru saat dia datang empat puluh lima menit kemudian. Tapi karena begitu datang dia langsung tersenyum dan mengucapkan kata "sorry" berkali-kali, mau tak mau aku akhirnya menelan kemarahanku dan memaafkannya.

Sekarang pun tak ada bedanya, tetap saja dia membiarkanku menunggu. Tapi entah sampai berapa lama kali ini aku harus menunggu.

Kesejukan angin yang berhembus dari luar jendela, membuat kepalaku menoleh ke arah luar restoran. Alunan musik yang mengalun dengan indah pun membuat pikiranku terbang ke masa lalu. Ke masa dimana pertama kali aku bertemu dengan sahabatku itu.

Si tukang telat itu sebenarnya kukenal di SMA, di kelas dua SMA tepatnya. Namanya Alex. Alex Tjandra.

Pertemuan pertamaku dengan Alex sebenarnya bisa di bilang memalukan. Kalau diingat lagi, aku terkadang masih merasa malu. Semua di awali karena 'kebiasaan anehku' hingga jodoh pertemanan kami pun di mulai.

Saat duduk di SMA, aku sebenarnya sudah di masukkan dalam golongan anak-anak aneh di sekolahku. Perpustakaan berjalan adalah sebutanku saat itu. Kebiasaanku yang selalu membawa dan membaca buku kemana-mana, membuatku di anugerahi julukan seperti itu.

Mencintai dan membawa buku kemana-mana sebenarnya bukan suatu dosa atau kesalahan fatal yang tidak bisa diampuni atau bahkan dianggap aneh. Hanya saja kebiasaanku membaca buku tanpa peduli waktu dan tempatlah yang membuatku pantas di sebut seperti ini.

Sebenarnya kebiasaan anehku ini tidaklah muncul begitu saja. Memang sih sejak kecil aku sudah di biasakan membaca buku oleh kedua orang tuaku. Mama papaku yang keduanya berprofesi sebagai dosen sastra Inggris, sebenarnya mempunyai hobi yang sama, yaitu membaca dan mengkoleksi buku, terutama novel-novel klasik.

Saking banyaknya koleksi buku mereka hingga satu ruangan belajar di penuhi buku semua. Kecintaan mereka pada novel klasik pulalah yang membuatku di namai seperti novel kesayangan mereka, Anna Karenina, karangan penulis novel Rusia yang terkenal, Leo Tolstoy.

Mungkin karena terbiasa hidup dengan orang tua pencinta buku, hobi itu akhirnya menular juga padaku, anak semata wayang mereka. Tapi kebiasaanku tetap dalam batas normal dan tidak pernah sampai membuatku mendapat masalah karenanya.

Hanya saja kebiasaan itu berubah menjadi 'aneh' saat aku duduk di bangku SMP. Duniaku yang menyenangkan waktu di Sekolah Dasar seakan sirna dan menjadi seperti hidup di dunia yang tidak aku kenal ketika di SMP.

Sampai saat ini pun aku masih bingung dan tak tahu alasannya tapi entah mengapa saat di SMP aku selalu SENDIRI. Mereka memperlakukanku seperti 'Makhluk Kasat Mata'. Seakan-akan mereka tak melihatku, tak perlu berbicara denganku dan sama sekali tak menganggapku ada.

Diperlakukan seperti itu berbulan-bulan membuatku malu dan minder. Ingin rasanya kabur dan menghindar dari sekolah. Tapi di sisi lain, aku sadar jika sampai orang tuaku tahu, pasti akan menambah beban pikiran mereka. Maka seberapa malu dan sulitnya pun hari-hariku saat itu, aku tetap bertahan.

Lama-kelamaan aku mulai terbiasa dengan kesendirianku dan mulai cuek walaupun banyak yang menganggapku aneh dan menggosipkanku sana sini. Aku tak menganggap mereka penting, toh mereka juga tak pernah menganggapku.

Maka di saat aku tak mendapat hiburan dari seorang teman pun, bukulah yang menjadi sahabatku dan juga tamengku, yang dapat mengalihkanku dari apa saja yang terjadi di sekitarku. Penghiburan yang aku dapatkan dari sebuah buku membuatku melupakan kesendirianku dan malah jadi semakin nyaman dengannya.

Hal ini lah yang membuatku terobsesi sampai bisa membuatku panik jika sehari saja tanpa sebuah buku di tanganku. Jadi, walaupun kebiasaan ini dianggap aneh, membuatku makin di jauhin, dan bahkan juga membuatku terkena masalah berkali-kali, aku tetap tak menghiraukannya dan tetap melanjutkan kebiasaanku tersebut.

Salah masuk kelas, nabrak-nabrak orang karna keasyikan membaca, diomeli orang tua dan guru, hingga salah naik angkot sepulang sekolah dan akhirnya baru sampai di rumah jam tujuh malam, adalah beberapa masalah yang timbul sebagai efek dari kebiasaan membaca tak kenal tempat, tak kenal waktu tersebut.

Tapi lucunya... kebiasaan yang awalnya lahir dari kondisiku di SMP yang tak mempunyai teman, di SMA justru kebiasaan buruk inilah yang membawaku bertemu kedua sahabat yang membuat kehidupan SMA ku berbeda dan jauh lebih menyenangkan.

Sahabat pertama yang aku kenal sebenarnya bukanlah Alex. Sebelum bertemu Alex, suatu hari tanpa di sangka dan tak direncanakan, aku bertemu sahabat istimewaku, Erna Dharmawan.

Hari itu, aku yang biasanya lebih memilih tinggal di kelas sambil membaca novel sewaktu istirahat, tiba-tiba merasa sumpek dan memutuskan untuk beli es di kantin.

Sesampainya di sana, aku langsung memesan es kopyor dan berniat mencari tempat duduk yang sepi agar aku bisa menikmati es kopyorku dan melanjutkan membaca novelku dengan nyaman tanpa gangguan.

Sayangnya... kebetulan siang itu antriannya cukup panjang dan aku terpaksa harus berdiri lama di antrian sebelum mendapatkan pesananku. Sambil terus mengeluh dalam hati karena malas menunggu, aku membuka dan membaca novelku kembali sambil berdiri mengantri.

Setelah beberapa menit, akhirnya aku lupa dengan perasaan kesalku dan seketika tersihir dengan alur cerita romantis dari novel yang aku baca. Kebetulan bagian yang aku baca adalah bagian di mana si tokoh utama pria dalam cerita tersebut sedang berusaha memeluk dan mengecup kekasihnya.

Tak ayal, setiap kata yang terpapar di bagian itu, yang diisi dengan penuh hasrat dan keromantisan, berhasil membuatku berdebar tak karuan dengan mata yang bagaikan menempel kuat dengan novel yang aku baca. Seakan-akan jika sedetik saja mataku beranjak dari kata-kata yang aku baca, fantasi yang terbentuk di kepalaku bisa buyar. Dan tentunya, aku tidak mau itu terjadi.

Itulah sebabnya, saat pesanan es kopyorku jadi, aku langsung cepat-cepat membayar dan menyambar begitu saja es yang aku pesan dengan mata yang beranjak satu menit saja dari novel di tanganku. Dengan terburu-buru, aku berbalik hendak menuju tempat duduk yang sudah aku incar sebelumnya.

Tapi tak kusangka saat berbalik, aku menubruk cewek yang berdiri mengantri di belakangku dan yang memperparah keadaan adalah es yang aku bawa tumpah dengan tak karuan mengenai kemeja putihnya.

Karena terkejut, aku terdiam dan memandangi korban 'es kopyorku' dengan mulut menganga. Jujur aku tidak tahu harus berkata apa saat itu.

Melihatku diam dan berdiri saja di sana, membuat cewek tersebut menggerutu dan langsung lari begitu saja dari kantin.

Sadar aku sudah berbuat kesalahan lagi, dengan cepat aku meletakkan es kopyorku dan berlari mengejar cewek itu untuk meminta maaf.

***

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi WANITA SIMPANAN MILIK SUAMIKU

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Jatuh Sakit, Dia Menemani Wanita Lain
9.1
Di Hari Valentine, Betsy divonis menderita kanker lambung dan hanya punya sebulan untuk hidup. Di tengah duka, Sebastian Nash justru mengaku jatuh cinta pada wanita lain meski berjanji tetap setia sebagai suami. Walau hancur, Betsy memilih melepaskan Sebastian tanpa keributan demi sisa usianya yang singkat. Meski Sebastian memohon agar ia tidak pergi, Betsy yang sekarat hanya bisa tersenyum pahit, menyadari bahwa tak ada gunanya lagi menangisi pengkhianatan itu.
Sampul Novel DICERAI SUAMI, DIPINANG CEO
9.0
Felicia Hera, dokter kesuburan yang dituduh mandul, dikhianati suaminya hingga bercerai. Saat mulai meniti karier kembali, ia terlibat satu malam dengan pasiennya demi membuktikan kesuburan dirinya. Felicia menghilang dan kembali lima tahun kemudian membawa seorang putri. Namun, ia terkejut saat mengetahui direktur rumah sakit barunya adalah ayah sang anak. Kini ia harus bersembunyi dari pria dingin yang telah memburunya selama bertahun-tahun.
Sampul Novel DINIKAHI CEO TAMPAN
9.6
Luna adalah gadis desa sederhana yang mendadak beruntung saat dipertemukan dengan Damar, seorang CEO tampan nan kaya raya. Demi mengamankan takhta sebagai pewaris tunggal harta ayahnya, Damar terikat syarat mutlak untuk menikahi putri dari sahabat lama sang ayah semasa sekolah. Takdir pun menunjuk Luna sebagai calon pengantinnya. Akankah Damar bersedia menerima perjodohan ini demi harta, atau justru menolak Luna yang datang dari latar belakang berbeda?
Sampul Novel Menikah Kilat: Suamiku Ternyata Seorang Miliarder
7.8
Scarlett terkejut saat Dixon, suami yang dinikahinya secara kilat, ingin menjalani hubungan pernikahan sungguhan. Padahal, awalnya dia mengira ini hanya kontrak formal. Meski mencoba menjaga jarak, Scarlett justru kian terpikat pada sosok suaminya. Siapa sangka, pria yang tampak biasa itu ternyata seorang miliarder. Di sisi lain, Scarlett juga kesulitan menutupi identitasnya sebagai murid desainer ternama. Kini, hidupnya berubah penuh kejutan manis.
Sampul Novel Merelakan Suamiku Untuk Adik Tiriku
9.8
Mayra mencintai Gavin selama 15 tahun, namun hati pria itu hanya milik adik tirinya, June. Sebelum pernikahan resmi mereka, Gavin justru menggelar upacara adat untuk menikahi June yang sakit kanker, bahkan menyebut Mayra hanya selir rendahan. Tanpa keributan, Mayra memilih melakukan aborsi dan menandatangani surat cerai. Ia lalu pergi jauh bergabung dengan tim riset geologi di Antartika yang terisolasi. Kepergian Mayra meninggalkan penyesalan hebat hingga membuat rambut Gavin memutih dalam semalam.
Sampul Novel Siswiku Canduku
8.1
Pelarian Chandra ke kelab malam setelah bertengkar dengan istrinya berujung pada kesalahan fatal. Ia terlibat cinta satu malam dengan wanita asing yang ternyata adalah siswinya sendiri, Mishall Afifah. Kini, Chandra terjebak dalam dilema antara kesetiaan pada istrinya, Rashila Ghana, yang sangat membenci pengkhianatan karena gangguan jiwanya, atau mengikuti obsesi barunya terhadap Mishall. Akankah ia bertahan demi Shila atau menyerah pada candu terlarang ini?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan