Sampul Novel PERNIKAHAN PAKSA : Menikah Tanpa Cinta

PERNIKAHAN PAKSA : Menikah Tanpa Cinta

9.6 / 10.0
Dalam PERNIKAHAN PAKSA : Menikah Tanpa Cinta, Baskara pewaris billionaire Adiputra Group terjebak perjodohan dengan Hanna. Di tengah konflik modern novel ini, Baskara harus memilih antara kekasihnya atau komitmen baru. Baca romance novel ini untuk melihat takdir mereka.
Ringkasan PERNIKAHAN PAKSA : Menikah Tanpa Cinta
Baskara, pewaris Adiputra Group, terpaksa menghadapi perjodohan orang tuanya saat ia masih menjalin kasih dengan Viona. Ia terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan Hanna, gadis ceria yang patuh pada keputusan ayahnya. Di tengah dilema besar, Hanna harus menerima kenyataan bahwa suaminya masih mencintai wanita lain. Akankah pengorbanan mereka berujung pada kebahagiaan tak terduga, atau justru luka yang semakin mendalam bagi keduanya?
Baca Selengkapnya

PERNIKAHAN PAKSA : Menikah Tanpa Cinta Bab 1

Baskara memeluknya, membuat wanita berambut cokelat itu semakin erat di dekapannya. Wajah rupawan pria itu sengaja ia benamkan ke leher jenjang sang kekasih yang juga telah melingkarkan tangan di pinggang Baskara, membalas pelukannya.

Setelah berbagi kehangatan selama beberapa saat, perlahan ia memundurkan wajah untuk kembali menatapnya yang terlihat sedih. Suasana di antara mereka sedang runyam kini.

Apalagi kalau bukan tentang masalah perjodohan yang akan memisahkan hubungan mereka berdua.

Mata hazel milik wanita itu berkaca-kaca, menatap lurus obsidian sekelam malam yang juga menatapnya.

"Bas, apa kamu bisa memegang semua janjimu padaku?"

"Aku berjanji, Sayang." Pria berkulit putih itu mengangguk pelan. "Sudah kukatakan berapa kali padamu?" Ia memberi jeda. Nadanya serius. "Aku tidak akan pernah menyentuhnya walaupun sudah terikat hubungan sakral seperti pernikahan."

Jujur, perasaan lega menjalar di dada Viona ketika mendengar pernyataan tadi. Namun ia tetap merasakan ada sebuah hal yang mengganjal.

"Tapi tidak mungkin kau tetap enggan menyentuhnya, Sayang. Dia akan menjadi istri sah yang selalu ada di sisimu," Lirihnya sambil menunduk menyembunyikan kesedihan yang mendalam. "Lagi pula untuk saat ini, aku memang kekasihmu. Tapi setelah kau benar-benar menikahinya, dengan otomatis statusku akan berubah juga sebagai kekasih gelap, kan?"

Baskara terdiam, perkataan Viona membuat dadanya terasa sesak.

"Aku tidak ingin dianggap sebagai pihak ketiga dari hubungan kalian."

Tiba-tiba saja jemari Baskara meraih dagu Viona, memaksanya untuk mempertemukan tatapan mata mereka. "Kau salah, Sayang. Dialah pihak ketiga dari hubungan kita."

Lalu secara perlahan ia pun mengeliminasi jarak dengan mempertemukan bibir tipisnya ke bibir Viona.

"Kuharap kamu akan terus seperti ini ...."

"Pasti." ucapnya meyakinkan Viona pun hatinya.

***

Di saat jarum jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam, pintu rumah besar itu dibuka oleh seorang pria. Setelah masuk, ia menutup pintu dan mulai mencari saklar lampu yang berada di dinding.

Tapi sewaktu sinar cahaya sudah menerangi ruangan, tampaklah sebuah sosok berwajah tegas, persis sepertinya, namun lebih dewasa. Itu ayahnya. Dia duduk di sofa ruang tengah. Alisnya bertaut dan kedua tangannya terlipat rapi di dada.

Dia marah, dan Baskara tahu apa sebabnya.

"Dari mana saja kau?" suaranya berat seakan menggema ke seluruh ruangan, tapi Baskara Tidak menganggap suara itu ada.

"Sampai kapan kau akan bersamanya?"

"Ini bukan urusanmu." Ia kembali berjalan, tidak peduli dengan pertanyaan omong kosong yang terlontar. Sampai akhirnya ia terpaksa berhenti karena sudah ada lima orang berbadan tegap dan besar yang serentak menutupi jalannya menuju kamar.

Tentu saja mereka berani menghalangi Baskara, secara itu adalah sebuah perintah dari tuan rumah.

"Tentu saja itu ada hubungannya denganku, Baskara Adiputra!" Hardiknya keras.

Baskara mendengus kesal. Dengan terpaksa ia berbalik untuk menatap wajah Ayahnya.

"Ayah mau apa lagi?"

"Kuharap kau bisa mengakhiri hubunganmu bersama wanita itu ...." Ia memberi jeda untuk lebih menekankan kalimat selanjutnya. "Kau sudah dijodohkan."

Mendengar kalimat tadi, ia tertawa sinis. "Ayah menjualku bukan menjodohkanku."

"Apa?" Teno menggeram.

"Memangnya ada alasan lain? Aku tahu Ayah mau menjodohkanku dengan putri keluarga Soemarno hanya untuk meningkatkan kerja sama bisnis, kan?" Baskara tersenyum mengejek. "Dari pada aku yang dinikahkan, kenapa tidak Ayah saja yang menikahi putri dari sahabatmu itu?"

"Baskara! Dasar anak kurang ajar!" Mata Teno membulat, emosinya mulai naik ketika Baskara membalasnya dengan sebuah kalimat yang merupakan pukulan telak baginya, semua yang dikatakan oleh Baskara itu benar. Perjodohan ini bertujuan sebagai langkah awal dari kerja sama perusahaan Adiputra Group dan Soemarno Company yang akan menutupi kebangkrutan keluarga besarnya.

Pria yang sudah berumur setengah abad itu berdiri. Ia menghampiri putranya dengan telapak tangan yang siap melemparkan tamparan kencang, namun sebelum kejadian itu terjadi ke pipi Baskara, istrinya sudah keburu muncul dan menengahi. Ia menahan langkah Teno dan mengelus pelan bahu suaminya agar kembali tenang.

"Sayang ... tenanglah sedikit." Pintanya memohon, berusaha mencairkan suasana yang tegang itu.

Dan untungnya usaha tersebut berhasil, walaupun wajah Teno masih terlihat merah menahan amarahnya.

Lalu dengan lembut ia pindahkan pandangannya. "Baskara, ibu mohon, untuk sekali ini saja turuti saja permintaan Ayahmu. "

Baskara membuang muka. Ia tidak bisa melawan. Baginya tidak sepantasnya ia sergah kalimat Ibunya. Jadi dengan terpaksa ia juga menurunkan tingkat amarahnya.

"Kalian menjodohkanku dengan orang asing yang sama sekali aku tidak kenal." Ucapnya setengah membentak. "Lebih parahnya lagi, besok ia akan kunikahi." Baskara mendengus kesal. Kepalan tangannya mengerat.

***

Kedua mata Hanna mengerjap pelan. Ia menganga, tapi sebagian mulutnya yang terbuka telah ia tutupi oleh jemari lentiknya. Tatapannya terus tertuju pada sebuah foto yang baru diberikan padanya. Tubuh Hanna melemas. Orang di foto itulah yang besok akan menikahinya.

"Bagaimana Hanna, apa sekarang kamu sudah mengetahui calon suamimu nanti?"

Masih dengan posisi tadi, perlahan Hanna mengalihkan pandangannya ke mata sang Ayah.

"Ini ... calon suamiku nanti?" Tanyanya dengan berbisik.

Sang Ayah mengangukkan kepalanya. Perlahan Hanna mengigit bibir bawahnya, Dia sama sekali tidak mengenal calon suaminya kelak. Sebenarnya Hanna ingin protes tentang pernikahan yang tiba-tiba ini, dirinya tidak yakin esok akan berjalan mulus. Tapi mengingat Hanya tinggal Ayahnya yang Hanna punya sebisa mungkin gadis itu tidak ingin menyakiti perasaan orang yang dicintainya itu.

***

Hari ini adalah hari yang berbahagia. Bahagia menurut keluarga Adiputra dan Soemarno tapi tidak untuk Baskata ataupun Hanna yang mungkin akan mengetahui kebenaran yang sengaja disembunyikan oleh pihak keluarganya.

Dekorasi Ballroom hotel itu serba putih. Bukan hanya itu, ratusan hiasan berwarna putih gading merajai dekorasi yang terpajang. Mereka memang memilih putih sebagai warna tema karena bagi kedua keluarga mempelai, putih memancarkan sinar yang elegan dan suci.

Di ruang rias, Hanna masih saja tersenyum sendiri sampai kedua pipinya memerah membuat orang lain yang melihatnya langsung ikutan tersenyum. Bayangkan, wajah Hanna yang belum memakai riasan saja sudah cantik dan manis seperti ini.

"Nona, Anda tampak sedikit gugup." Seorang penata rambut memandangnya melalui cermin tata rias.

Sebenarnya, Hanna kalut sekali. Bahkan sejak semalam ia tidak bisa memejamkan mata. Dirinya merasakan firasat yang tidak menyenangkan.

Perasaan yang otomatis menyuruhnya untuk mencari waktu sendiri.

"Aku mau cari angin sebentar." Hanna bangkit, dirinya ingin segera pergi meninggalkan tempat itu.

"Baik, Nona. tolong jangan ke lantai atas agar tamu undangan tidak dapat melihat wajah Anda yang belum di poles."

"Iya, terima kasih," ucap Hanna cepat. Langkah kakinya setengah berlari pergi meninggalkan ruangan itu.

***

Sedangkan di ruang rias pengantin pria, Baskara duduk di kursinya dengan wajah tertekuk dan kedua tangan yang menyilang di dada. Tak ada satu pun yang berani mengatakan kalau hari ini dia lagi bahagia. Lihat saja dari aura gelap yang dipancarkannya.

Tapi kenapa?

Itulah yang menjadi pertanyaan semua penata rias Baskara.

Kursi yang diduduki Baskara berdecit. "Dimana calon istriku?"

"Hm ... kau sudah tidak sabar, ya? Padahal tinggal beberapa jam lagi kalian bertemu." Jawaban yang berasal dari seseorang di arah pintu masuk sontak membuat sosoknya menjadi perhatian.

Melihat siapa yang ada di sana, Baskara memasang wajah kesal. "Kak, untuk apa kau ke sini?"

Wanita yang dipanggil Kak itu merapikan kebaya yang di kenakan, lalu tersenyum kecil. "Untuk melihat pernikahan adikku, memangnya apa lagi?"

"Aku tidak butuh kau melihatku!" bentaknya pada sang Kakak.

"Sudahlah, ributnya nanti saja. Hari ini seharusnya kau menghabiskan waktu untuk tersenyum."

"Jangan bercanda." Baskara berjalan cepat mendekati pintu keluar. "Kau tau di mana dia?"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi PERNIKAHAN PAKSA : Menikah Tanpa Cinta

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Antara Takdir dan Cinta
9.3
Daren memaksa Azra Guzel Nawala untuk menikahinya tanpa memberi ruang untuk menolak. Bagi Azra, pria egois itu tidak memahami cinta suci dan hanya memberikan perintah mutlak. Meski Azra sangat mencintai Bima, sosok yang terasa mustahil ia gapai, takdir justru menyeretnya ke pelukan orang asing yang terobsesi memilikinya. Kini, Azra terjebak dalam dilema antara perasaan tulusnya pada Bima dan pernikahan paksa yang menghancurkan harapannya akan kebahagiaan sejati.
Sampul Novel Benci Jatuh Cinta
9.6
Panji, anak yatim asuhan Terryn dan Deva, tumbuh tangguh meski dibenci Sheira akibat hasutan Imelda. Sebagai menantu keluarga Danuarta, ia tetap sabar menjaga martabat Deva walau terus dizalimi istrinya sendiri. Konflik memuncak saat rahasia kematian calon istri Panji yang melibatkan Sheira terungkap. Di tengah duka wafatnya ibu angkat dan kemunculan ibu kandungnya, Panji terjepit dilema batin antara luka masa lalu dan harapan masa depan yang penuh rintangan.
Sampul Novel Keangkuhan dan Kesombongan
9.2
Berlatar Jawa abad ke-19, Anisa adalah gadis cerdas yang beradu prinsip dengan Raditya, pemuda kota yang angkuh. Awalnya Raditya meremehkan Anisa, sementara Anisa memandangnya sombong. Di tengah tekanan perjodohan keluarga dan perbedaan kelas sosial, benih cinta mulai tumbuh. Keduanya harus melawan ego dan tradisi demi menyatu. Kisah ini mengikuti perjuangan mereka melampaui prasangka demi menemukan cinta sejati yang tulus tanpa sekat kasta.
Sampul Novel Mr. Devil
8.1
Kehidupan Ellena berubah menjadi mimpi buruk saat ayah kandungnya sendiri menjualnya demi ambisi bisnis gelap. Kini, ia terperangkap di sebuah mansion mewah milik Hogue, pria kejam dengan hasrat seksual menyimpang yang tidak segan menyiksa fisiknya. Di tengah kekejaman sang vampir yang menganggapnya tak lebih dari sekadar budak, Ellena harus menghadapi penderitaan tanpa henti. Sanggupkah ia bertahan hidup di bawah kendali pria sadis tersebut?
Sampul Novel Ratu di Istana yang Retak
9.6
Umi Tatu geram melihat gaya hidup bebas Attar di Jerman yang tinggal bersama kekasihnya, padahal ia lulusan pesantren. Demi memperbaiki akhlak putranya, Attar dipaksa pulang dan dijodohkan dengan Nadhera, seorang hafidzah bersahaja. Tanpa mengetahui niat tersembunyi ibu mertuanya, Nadhera terjebak dalam pernikahan dingin penuh perlakuan buruk dari Attar. Mampukah kesabaran dan kasih sayang Nadhera memulihkan keretakan rumah tangga yang penuh luka ini?
Sampul Novel Stepbrother, I need You
8.1
Apa jadinya jika kekasih tercinta mendadak menjadi saudara tiri? Brighid Natanaella terpukul saat pertemuan keluarga mengungkap bahwa ayahnya dan ibu Rheino Devgantara akan menikah. Meski berat, keduanya sepakat mengakhiri asmara demi kebahagiaan orang tua. Namun, melupakan perasaan tidaklah mudah, apalagi mereka menyimpan rahasia besar tentang hubungan terlarang yang telah terjadi. Mampukah mereka benar-benar ikhlas saat harus tinggal dalam satu atap yang sama?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan