Sampul Novel Gadis Pengantar Tidur

Gadis Pengantar Tidur

8.5 / 10.0
Dalam romance novel Gadis Pengantar Tidur, Maria terjebak pengkhianatan Richard yang menjualnya kepada Mark. Sebagai gadis pengantar tidur bagi pria penderita insomnia tersebut, Maria harus menghadapi realita baru dalam modern novel ini demi bertahan hidup di tengah situasi yang rumit.
Ringkasan Gadis Pengantar Tidur
Richard tersenyum puas setelah berhasil menjual seorang wanita demi uang. Maria, wanita malang yang menjadi korban penipuannya, kini terjebak dalam situasi pelik di kamar dua kosong satu. Ia terpaksa mengemban peran sebagai gadis pengantar tidur bagi seorang pria bernama Mark. Di balik kemewahan yang ada, Mark ternyata menderita gangguan insomnia parah. Maria kini harus menghadapi takdir baru melayani pria tersebut akibat pengkhianatan Richard.
Baca Selengkapnya

Gadis Pengantar Tidur Bab 1

“Kau benar-benar payah, Mark! Dua malam kau tidur di samping gadis itu, tapi tidak sedikit pun menyentuhnya. Kau ini normal atau tidak?”

Lelaki yang bernama Mark itu tak mengambil pusing cemoohan yang dikeluarkan oleh Richard, lelaki satunya yang berprofesi sebagai germo itu.

"Aku bukan dirimu! Lagi pula aku bukan pecinta anak remaja!" sanggah Mark dengan santainya. Namun, sukses membuat lelaki itu tersindir.

Tak lama, Mark dan lelaki germo itu melangkah menuju sebuah kamar, di mana terdapat gadis yang sedari tadi jadi topik perbincangan mereka.

Dialah Maria, gadis berusia sembilan belas tahun yang terperangkap ke dalam tipu daya mucikari tersebut.

Maria yang semula diimingi pekerjaan di kota, tidak tahu kalau dia sedang ditipu. Bukan bekerja kantoran, atau jadi ART … dia justru berakhir disekap, juga disiksa karena terus memberontak saat tahu nasibnya yang hanya akan berakhir di ranjang lelaki hidung belang.

Langkah kedua lelaki itu kian mendekat. Sementara Maria semakin ketakutan dan merapatkan tubuhnya di tempat persembunyian, terlebih tatkala pintu kamarnya terbuka.

‘Tuhan, tolong selamatkan aku,’ batin Maria ketakutan sembari membekap mulutnya sendiri.

Langkah Mark semakin dekat, aroma parfum pun kian menyengat. Baunya sungguh wangi, tetapi Maria tidak peduli. Benak gadis malang itu dipenuhi ketakutan. 

Bug!

Maria hendak menghantam bahu lelaki tersebut. Naas, kaki jenjangnya harus terbentur nakas. Hingga kehilangan keseimbangan.

Tubuh ramping Maria menindih Mark. Bersamaan dengan itu, lampu kamar pun menyala. Hingga keduanya saling menatap satu sama lain.

Sesaat, Maria terpana menatap wajah tampan lelaki yang berada di bawahnya. Wajah Mark memang jauh dari seram untuk dikatakan sebagai orang jahat. Begitu pula yang dipikirkan Maria.

Namun, tak lama … dia langsung mengenyahkan pikiran bodoh itu saat teringat posisinya yang sedang dalam bahaya.

"Apa kau sudah puas menatapku?" ucap lelaki itu.

"Ha?" Maria hanya bisa tercengang bagai orang bodoh. Tangannya menempel tepat di depan dada lelaki bertubuh kekar tersebut.

"Menyingkirlah, aku tidak suka anak bau kencur."

Seketika Maria menarik diri. Menundukan kepala sembari meremas jemari. Perasaan gadis itu berkecamuk. Ada rasa takut dan juga kesal.

"Apa kau tidak sekolah? Mengapa menjadi gundik di tempat ini?” Mark beranjak, merapikan kemeja hitamnya.  “Anak seusiamu seharusnya masih menempuh pendidikan. Kau malah menjual tubuh!"

Pertanyaan itu membuat Maria merasa terhina, hingga sukses menghujam jantung. Bukan keinginan Maria hidup dalam kemelaratan. Bukan pula kehendaknya menjadi gadis malam yang diperjual belikan. Melainkan takdir kejam yang tak dapat ia ubah. Richard telah menipu dirinya.

"Mungkin di rumah Anda tidak tersedia roti tawar murahan. Sehingga menganggap semua manusia mempunyai nasib yang sama!" seru Maria dengan mata berkaca-kaca.

Harga diri gadis itu kian terluka. Kalimat hina itu kerap ditujukan kepadanya. Namun, entah mengapa kali ini ia merasa sangat terluka hingga berdarah.

"Ehem!" Lelaki itu berdehem sembari membenarkan posisi jas. Lantas kembali berucap, "Itu karena kau dan keluargamu sangat malas untuk berusaha!"

Belum kering luka yang ditorehkan Richard, kini muncul lelaki lain menghina dirinya.

"Siapa namamu?" tanya lelaki itu kemudian.

“….”

Namun, Maria tidak menyahut. Ia terlalu sakit hati.

"Dengar, belajarlah untuk menghormati yang lebih tua. Jangan diam saja, bukankah kau masih punya mulut untuk bicara?!" Mark mulai sinis. Namun, masih menjaga intonasi.

"Maafkan saya, Tuan," jawab Maria.

"Katakan siapa namamu? Dan mengapa kau bisa berakhir  sampai di sini? Apakah ada yang memaksamu untuk menjajakan tubuh?"

Maria pikir, mungkin lelaki itu bisa menolongnya untuk keluar dari sini. Untuk itu, gadis itu tak takut untuk menjawab pertanyaan tersebut, meski kata-kata yang diucapkannya terdengar begitu pahit.

"Iya, lelaki bernama Richard yang telah memaksaku. Dia menipu kami." Maria mulai memberitahu. "Om, tolong bantu aku. Keluarkan aku dari sini. Aku ingin pulang. Aku tidak mau menjadi pelacur."

Maria mendekat, memohon pada lelaki itu.

"Apakah menurutmu wajahku layak dipanggil Om?"

“M-maaf.” Maria melepas lengan lelaki itu. Hatinya melemah. Seolah kehilangan harapan. Disangkanya dia akan mendapat pertolongan. Setidaknya lelaki itu tidak menodai harga dirinya.

"Panggil aku Mark. Aku tidak setua itu untuk menjadi Walimu!"

Maria semakin ketakutan. Dia telah melakukan kesalahan besar.

"Dengar, jika kau ingin keluar dalam keadaan utuh dari tempat ini. Minimal kau harus bekerja padaku." Mark duduk di kursi, menyilangkan kaki sembari mengisap cerutu.

"Aku akan melakukan apa saja. Asal aku bisa keluar dari sini." Ibarat mendapat angin segar, Maria kembali mendekat. Menarik tipis kedua sudut bibirnya. Ada setitik harapan di dalam sana untuk selamat.

"Kau jangan terlalu bersemangat. Pekerjaan ini tidak akan mudah bagimu," ucap Mark, memupus harapan Maria.

"Tidak masalah, asal Anda bersedia menepati janji." Tak ada lagi yang diinginkan Maria selain keluar dari tempat itu.

"Baiklah, sepertinya kau memang tidak menginginkan tempat ini," balas Mark.

"Katakan apa yang harus aku lakukan?"

"Kau terlalu terburu-buru, Nona. Apa kau tidak takut padaku?" Lagi-lagi Mark membuat nyali Maria menciut.

Tadinya wanita itu merasa lega, karena akhirnya dia bertemu seseorang yang bisa diandalkan.

"Aku bahkan lebih berbahaya dari Richard. Apa kau yakin ingin bekerja padaku? Kau tidak takut kesucianmu kurenggut? Atau bisa jadi aku menjual organ tubuhmu pada salah satu pemilik bank skin." Lihatlah betapa menakutkannya itu. "Pikirkan baik-baik keputusanmu. Sebab, begitu kau setuju, tidak akan ada jalan untuk kembali," imbuh Mark.

Maria terdiam lesu, dan berpikir. Apakah jika dia bersedia mengikuti perkataan lelaki itu, dia bisa kembali pada orang tuanya, atau justru berakhir semakin parah.

Namun jelas, pilihannya tak mungkin dia berdiam diri di tempat itu, di mana Richard bisa saja menjualnya pada lelaki hidung belang setiap saat.

Setelah melalui pemikiran panjang lagi matang, kini Maria mengangkat kepala. Membulatkan tekad dalam memilih.

"Baiklah, aku bersedia." Tidak ada jalan untuk kembali di dunia ini. Yang dijanjikan Tuhan adalah melangkah maju, agar tidak terjebak dalam rotasi yang sama.

"Pilihan yang bijak." Mark tersenyum menyeringai. Seolah rencananya telah berhasil.

Mark berdiri, merapikan jasnya yang kusut. Lantas memasukan kedua tangan kedalam saku celana. Lalu ia pun berkata, "Jadilah pelayanku, maka aku akan menjamin hidupmu."

Mata Maria membeliak sempurnah. Pilihan yang baru saja diambil, seolah menghantarnya pada kegelapan. Harapan perihal hidup normal dengan impiannya telah sirna seiring dengan tawaran Mark yang begitu misterius.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Gadis Pengantar Tidur

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Ambillah , dik !
8.3
Dokter Charlotte Swift Sterling diizinkan Kylen Brown menempuh spesialis kandungan di Jepang dengan janji pernikahan saat kembali. Namun, rencana indah itu hancur seketika saat adiknya, Jessamine, mengaku telah mengandung anak Kylen akibat hubungan terlarang. Di tengah pengkhianatan ini, Charlotte terjebak dalam dilema besar. Haruskah ia tetap menikahi tunangannya atau merelakan pria itu demi masa depan adik kandung yang sangat ia sayangi?
Sampul Novel Cinta Yang Tak Pernah Padam
8.3
Dua tahun Nayara terkurung dalam pernikahan tanpa cinta akibat paksaan ibu Ravian. Sebagai pemimpin perusahaan yang dingin, Ravian Aditya Maheswara hanya menganggap hubungan ini kewajiban belaka. Namun, saat Nayara menyerah dan meminta cerai, sikap Ravian berubah drastis. Alih-alih setuju, ia justru mulai mempermainkan perasaan Nayara, menjebaknya dalam teka-teki hati yang membingungkan tepat saat ia ingin pergi menjauh dari bayang-bayang pria itu.
Sampul Novel Istri Kedua Om Tampan
9.2
Samuel penasaran dengan kehidupan Annabelle yang bekerja sebagai biduan orgen tunggal hingga penari striptis. Meski ditawari posisi tetap di sebuah karaoke mewah agar lebih stabil, Annabelle menolak karena enggan terikat jadwal rutin. Dia lebih memilih kebebasan meski hanya tampil sesekali. Ketertarikan Samuel memuncak saat ia mulai menanyakan tarif layanan Annabelle. Samuel pun mengajukan tawaran khusus untuk menyewa jasa Annabelle selama dua belas jam penuh.
Sampul Novel ISTRI KESAYANGAN PRESDIR
8.3
Pasca dikhianati suaminya, Jessica melarikan diri ke klub malam demi mencari pelampiasan. Namun, ia justru nyaris dilecehkan hingga harus meminta pertolongan pada seorang pria asing untuk membawanya pergi. Tanpa diduga, malam itu berakhir dengan keduanya berbagi ranjang yang sama. Akankah Jessica menyesali keputusan impulsifnya, atau justru ia akan terus terjerat dalam hubungan tak terduga dengan penyelamatnya? Simak kelanjutan kisah rumit mereka.
Sampul Novel Ketika Suamiku Tak Mencintaiku Lagi
8.2
Setelah empat tahun terperangkap dalam kegelapan akibat kecelakaan tragis, Bella akhirnya menjalani prosedur pembukaan perban matanya. Di usia dua puluh tujuh tahun, harapan untuk kembali melihat dunia kini berada di depan mata. Sosok yang paling ingin ia temui adalah Galas, suami tercintanya. Namun, sukacita Bella seketika berubah menjadi tanda tanya besar saat menyadari bahwa sang suami justru menghilang secara misterius tepat di saat ia kembali melihat.
Sampul Novel To My Dear Mr. Huo
8.8
Yun Shang diam-diam tersenyum saat anjing liar mengacaukan halaman istana, menyerang Permaisuri dan melukai Hua Jing. Di balik kepura-puraan cemasnya, Yun Shang sengaja memperparah rasa sakit kakaknya itu sebagai pembalasan. Setelah mengusir pendeta gadungan, ia merencanakan langkah berikutnya melalui pelayan setianya, Qin Yi. Mengingat pengkhianatan masa lalu terkait upacara kedewasaannya, Yun Shang kini bertekad membalikkan keadaan demi menghancurkan musuh-musuhnya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan