Sampul Novel Ngaku-ngaku Jadi Istri Konglomerat

Ngaku-ngaku Jadi Istri Konglomerat

9.5 / 10.0
Dalam Ngaku-ngaku Jadi Istri Konglomerat, Kejora terjebak tuntutan sosial hingga nekat mengambil jalan pintas demi status. Romance novel ini mengikuti perjuangannya mencari dukungan di tengah tekanan karier. Temukan kisah billionaire romance novels ini hanya di web novel kami.
Ringkasan Ngaku-ngaku Jadi Istri Konglomerat
Kejora Salsabila, wanita karier berusia 27 tahun, merasa tertekan oleh tuntutan sosial untuk memiliki pasangan. Terlalu fokus pada pekerjaan membuatnya mengabaikan sisi pribadinya hingga terjebak dalam masalah pelik. Putus asa menghadapi tekanan hidup, ia mengambil langkah nekat demi solusi instan. Kejora kini berjuang mencari sosok yang mampu membebaskannya dari keterpurukan. Di tengah pahitnya kenyataan, mampukah ia bertahan dan menemukan kembali cahaya hidupnya?
Baca Selengkapnya

Ngaku-ngaku Jadi Istri Konglomerat Bab 1

“Ketika seorang gadis menginjak usia 27 tahun, bertambahlah bebannya.” Kalimat ini terdengar sangat horor bagi seorang gadis berparas cantik, namun sedikit ugal-ugalan bernama Kejora. 

Ya ... diusianya yang sebentar lagi menginjak 30 tahun, gadis itu sangat banyak menerima cacian juga pertanyaan-pertanyaan, yang membuatnya ingin enyah dari kehidupan dunia yang menyeramkan ini. Setidaknya ... ia pernah berpikir ingin menetap di bulan, begitulah kegilaan pikirannya.

“Kapan sih anak gadis yang sudah hampir kepala tiga ini menikah?”

“Apa kamu nggak punya keinginan buat punya pasangan Kejora?”

“Atau ... kamu nunggu dunia runtuh dulu, baru nyari yang sempurna?”

“Kasihan, anak gadis kok malah sibuk sama karir bukannya menikah. Apalagi umurnya sudah akan masuk usia kepala tiga!” 

Setidaknya semua kalimat itu selalu dan bahkan hampir setiap saat Kejora dengarkan dari orang yang tidak mengenalnya dengan baik.

Dan, menutup telinga serta pergi, kemudian memilih menyibukkan diri dengan dunianya adalah hal yang sering Kejora lakukan untuk megurangi beban pikiran dan juga mentalnya.

Namun, semua prinsip dan juga masa bodonya seketika hilang, ketika tidak sengaja bertemu dengan teman masa sekolahnya dulu.

“Jor ... Jor!” teriak salah satu manusia yang paling membuat Kejora cukup naik pital selama ini.

Eh ... emang bosen hidup itu nenek lampir! Gue sumpahin, kepalanya sengklek, biar tahu rasa. Nama sebagus Kejora, seenak jidat manggilnya Jor, emang aku Jorok? – gerutu gadis berpakaian kantor itu dalam hati, sambil membalikkan badannya.

“Iya ... Keli cantik.” jawabnya dengan sudut bibir yang terpaksa di gerakkan ke atas. Kecantikanya kini bahkan mengalahkan senyum manis seekor kuda. Meringis tanpa ada rasa ikhlas di dalamnya.

Mulutku rasanya ternoda nyebut dia begitu, ya Allah. Maafkan hamba-Mu ini – batin Kejora sambil menepuk pelan bibir tipis miliknya itu.

“Long time no see,” ucap wanita yang Kejora sapa Keli itu, sambil mencium pipi kanan dan kiri Kejora.

Sok enggres banget, dasar  Keli! – batin Kejora lagi, sambil mencaci teman SMA-nya itu. Agaknya membual adalah salah satu kebiasaan gadis berpawakan mungil, dengan rambut hitam yang dikuncir itu.

Dengan segera, Kejora mengurai pelukannya dan menepuk-nepuk bajunya untuk membuang debu kotor yang Keli bawa. Keli yang tahu maksud Kejora, langsung merasa sedikit kesal. 

Mereka berdua, sebenarnya bukanlah teman karib atau pun sahabat. Bahkan, mereka cenderung seperti musuh di sekolah dulu. Keli dengan kesombongannya dan Kejora dengan apa adanya dia. Jika ada yang salah, gadis itu pasti akan menegurnya, termasuk dan terutama Keli.

Di SMA mereka dulu, ayah Keli adalah ketua komite. Mana ada yang berani membantah ataupun mengkritiknya, kecuali Kejora. Luar biasa! Bahkan mereka pernah hampir terlibat adu jotos. Apa nggak takut Kejora dengan ayah Keli? Jawabannya, sama sekali tidak. Bahkan, ayah Keli sendiri yang memintanya untuk mengawasi putri manjanya itu. Dan, setelah tamat SMA keluarga Keli pindah ke Ibu Kota. Sekitar beberapa tahun tak berjumpa, hari ini mereka akhirnya kembali bertemu.

“Aku bawa ini, nih,” ucap Keli dengan wajah yang tampak bahagia. Bahkan sungut iblisnya seketika hilang, dengan sebuah undangan yang ada di tangan kanannya. Dengan kecepatan, Keli menyerahkan undangan itu dan mengibaskannya di wajah ayu Kejora.

“Datang ya, makhluk jomblo. Kasihan! Nggak masa remajanya, nggak sekarang, status itu nggak pernah berganti ya Jor?!” ucap Keli yang membuat Kejora mengepalkan tangannya.

Siap-siap dengan tenaga yang ekstra ia tampak akan mendaratkan tonjokan manja ke wajah Keli, tapi urung sebab Kejora tidaklah seburuk itu.

“Gue udah nikah, ya!” ucap Kejora, dengan memamerkan cincin hadiah jajan yang ia beli pagi tadi. Setidaknya, cincin mainan itu menyelamatkan harga dirinya kali ini.

Keli kaget bukan main. Setelah lama tidak bertemu dan ia pindah ke luar kota, kemudian bertemu lagi di Jakarta, berita pernikahan Kejora yang mengejutkan itu terdengar merdu di telinganya. 

“Serius? Kapan Lo nikah? Perasaan makhluk kesepian kayak Elo bakalan susah, deh dapetin suami. Dulu aja, waktu sekolah Lo di selingkuhin! Makanya jangan sibuk dengan karir. Jomblo karatan, ‘kan, jadinya.”

“Kapan pun itu, emang kalau kami gelar resepsi lagi, mau dateng? Terus ... entar jantung Elo lagi yang copot. Sorry ya Keli ... suami gue itu tajir melintir, tujuh turunan tambah tanjakan, belok kanan, belok kiri. Nggak ada ujungnya!” ucap Kejora dengan wajah yang tanpa dosa, karena apa? Dia sangat lihai berakting dan menipu mangsanya, yang tampak terkejut dengan pernyataan yang ia lontarkan.

“Oh iya? Calon suami gue juga pengusaha, batu bara malahan. Yah ... masalah duwit mah, tinggal petik, beres!”

“Yah ... perkara petik! Suami gue tinggal gesek! Srreeett ... mati kutu Lo entar!” ucap Kejora sambil memperagakan bagaimana ketika seseorang yang memiliki banyak uang. 

Inilah puncak emosi yang selalu Kejora redam. Perasaannya tidak sekuat dulu, waktu masih muda. Di usianya yang hampir kepala tiga ini, dirinya terpaksa berbohong dan menghayalkan seorang pangeran dari negeri seberang, kapanpun ia butuhkan, seperti saat ini.

“Gue harap, itu bukan imajinasi dan mimpi di siang bolong Lo, Kejora. Siapa namanya?” tanya Keli yang masih penasaran dengan kebenaran cerita Kejora. Agaknya, Keli memang memiliki insting yang kuat dan tidak akan mudah untuk ditipu.

“Namanya, emm ....” ucap Kejora dengan pikiran yang keras menyebutkan nama yang cocok dan cukup gagah untuk di pamerkan di depan Keli. 

“Iya .... namanya siapa? Bambang, atau ---" ucap Keli dengan kekehan. Di dalam kepala gadis itu kini sedang berputar rencana licik untuk membuktikan kebohongan Kejora. 

Gue tahu, itu pasti cuma akal-akalan Lo, Kejora. Dan siap-siap aja, gue bakal bikin Lo malu di pernikahan Gue nanti. Semua teman SMA yang sudah berkeluarga dan bahagia akan datang. Sedangkan Elo, akan merana di pojokan. Good job, Keli – batin Keli yang tampak puas dengan gelagat gugup gadis di depannya itu.

“Namanya ... Al! Iya, itu panggilan kesayangan gue ke doi,” sambar Kejora asal menyebutkan nama.

Siapa Al? Bahkan Kejora pun berpikir keras tentang nama yang spontan ia sebutkan itu. Gadis itu bahkan sama sekali tidak pernah melihat bentuk dari pria yang ia sebut Al itu. 

Berbeda dengan Kejora, Keli malah tampak tercengang dengan mulut yang terbuka lebar. Melihat wanita di depannya yang seperti itu, Kejora langsung menangkupkan mulut Keli dengan kedua tangannya.

“Biasa aja! Nggak usah mangap gitu, kayak dugong aja!”

“Jor! Al! Maksud Lo, Albirru Elfathan?” ucap keli terjeda, ia kemudian mengguncang tubuh Kejora. Bahkan, gadis itu tampak histeris dan membuat Kejora heran bukan kepalang.

Emang ada manusianya? Keli terlalu berlebihan! – batin Kejora lagi.

“Jor. Bilang ke gue, beneran suami Lo Albirru Elfathan?” tanya Keli lagi, sebab tadi Kejora belum memberikannya jawaban.

Albirru Elfathan?! Bahkan nama itu juga asing ditelingaku. – batin Kejora yang malah bingung akan menjawab Keli bagaimana.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Ngaku-ngaku Jadi Istri Konglomerat

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel DESTINY OF LOVE
9.7
Setiap wanita memimpikan pernikahan abadi, namun Reyna justru terjebak dalam takdir kelam. Gadis desa yang polos ini harus mengalami dua kali kegagalan rumah tangga dari total tiga kali pernikahannya. Penderitaannya bermula saat ia salah mencintai Riko sewaktu kuliah hingga hamil di luar nikah. Meski dipaksa menggugurkan kandungan, Reyna bertahan demi buah hatinya. Walau akhirnya menikah sah, hubungan itu hancur dan menyisakan trauma mendalam bagi Reyna terhadap laki-laki.
Sampul Novel Gadis Muda untuk Tuan Duda
8.3
Rayyan, duda berusia 32 tahun, menghadapi tekanan dari sang ibu untuk menikahi Mayra, gadis muda berumur 19 tahun. Mayra sendiri merupakan pengasuh sekaligus guru PAUD yang berhasil meluluhkan hati putri Rayyan, Asyifa. Sebelumnya, bocah empat tahun itu selalu menolak belajar dengan siapa pun. Melihat ikatan kuat di antara mereka, ibu Rayyan mendesak pernikahan ini demi masa depan Asyifa. Akankah Rayyan bersedia menjadikan Mayra sebagai ibu sambung bagi anaknya?
Sampul Novel Menantu Bodoh
8.4
Novel modern Menantu Bodoh mengisahkan rahasia mendebarkan antara seorang ibu dan Jose, menantunya. Meski mulutnya menolak sentuhan Jose, reaksi tubuhnya justru tidak bisa berdusta saat menghadapi godaan tersebut. Di saat yang sama, suara tawa sang putri bersama sahabatnya terdengar jelas dari ruang tamu. Melakukan tindakan intim yang begitu berisiko tepat di dekat mereka justru memicu ketegangan dan gairah terlarang yang luar biasa bagi dirinya.
Sampul Novel SUARA
9.6
Pasca perceraian orang tuanya, Suara yang berusia 12 tahun terpaksa menghuni rumah tua kosong karena ibunya harus bekerja. Di sana, ia menjadi sasaran serangan gaib ayah tirinya serta gangguan makhluk halus setiap malam. Namun, saat mengadu, ia justru terancam dianggap gila oleh ibunya sendiri. Diikuti lelembut sejak kecil, Suara harus berjuang sendirian atau mengandalkan sosok pendamping tak kasat mata yang selama ini melindunginya tanpa ia sadari.
Sampul Novel Terlambat untuk Menyesal
9.1
Setelah delapan tahun mengejar Charles Watson, Lynda Bennett akhirnya menikah karena hamil. Namun, tragedi menimpa saat Eleanor, keponakan Charles, menewaskan ibu Lynda. Bukannya membela, Charles justru mengancam Lynda demi melindungi Eleanor, sosok yang sebenarnya ia cintai. Penderitaan Lynda memuncak saat Eleanor mencabut nyawa ayahnya. Akhirnya, Lynda memilih pergi membawa putrinya dan menikahi rival Charles. Kini, Charles bersujud memohon maaf, namun penyesalannya sudah terlambat.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan