Sampul Novel Mendadak Dinikahi CEO

Mendadak Dinikahi CEO

9.7 / 10.0
Dalam Mendadak Dinikahi CEO, Chayana ditarik paksa ke altar oleh Ray saat hendak memergoki perselingkuhan kekasihnya. Terjebak dalam takdir tak terduga, ia harus menghadapi realita hidup baru bersama sang miliarder. Baca kisah romance novel ini di platform web novel terbaik sekarang.
Ringkasan Mendadak Dinikahi CEO
Niat Chayana mendatangi pesta pernikahan Ray, CEO di kantornya, hanyalah untuk membuktikan perselingkuhan Damian. Namun, hatinya hancur saat melihat kekasihnya bermesraan dengan wanita hamil. Di tengah kekacauan itu, Ray justru menarik paksa Chayana ke altar untuk menikahinya. Kehidupan Chayana berubah total dalam sekejap setelah ijab kabul selesai. Kini ia terikat dengan suami yang tak pernah ia duga, tanpa menyadari sisi gila yang tersembunyi di balik sosok Ray.
Baca Selengkapnya

Mendadak Dinikahi CEO Bab 1

Awalnya, kehidupan sehari-hari Chayana berjalan dengan baik seperti biasanya. Namun, sejak kehadiran Ray di kampus, membuat wanita itu benar-benar muak.

Kemana pun ia pergi, telinganya selalu mendengar nama pria itu. Pelajar pindahan yang merenggut hati semua wanita di kampus. Chayana tak tertarik dengan hal semacam itu. Semuanya bermula sejak si playboy itu melakukan hal tak senonoh di kamar sebelahnya.

Setiap malam, Chayana tak bisa tidur karena suara Cantika sang permaisuri kampus selalu mengganggu telinganya. Suaranya yang tengah beradu dengan pria yang ia panggil Ray.

Selama seminggu, Chayana menahan semuanya. Titik kesabarannya serasa sudah berada di puncak teratas. Wanita itu akhirnya memilih menemui Ray dan mengajaknya mengobrol empat mata saja.

"Ngapain lo ajak gue ke sini? Mau bilang suka sama gue?"

Chayana memejamkan matanya sejenak mendengar perkataan Ray yang amat percaya diri. Tangannya gatal ingin memukul pria itu tetapi ia tahan.

"Bisa ngak lo jangan ke kamarnya Cantika? Risih gue dengar suara kalian."

"Kalau gue ngak mau, lo mau apa?" Ray berjalan lebih dekat dengan Chayana.

Biasanya perempuan yang ia dekati akan mundur dengan malu-malu dengan tatapan kagumnya. Namun, Chayana berbeda. Wanita itu bahkan tak bergeming. Kepalanya mendongak. Matanya tepat menatap Ray dengan tatapan kesal, marah serta jijik.

"Gue enggak ada pilihan berarti, selain laporin tindakan lo itu!" Jari wanita itu mendorong pelan dada Ray. Ia kemudian pergi dari sana meninggalkannya.

Ray berbalik menatap kepergian Chayana. Ia cukup tertarik pada wanita yang sama sekali tak menyukainya itu.

***

Laporan yang diberikan Chayana benar-benar berdampak buruk pada Ray dan Cantika. Walaupun sudah melakukan pembelaan bahwa ia tak pernah sekali pun ke kamar asrama wanita itu, Ray tetap saja harus dikembalikan ke kampusnya.

Ini karena seseorang melihatnya keluar pada malam hari. Ditambah dengan rekaman suara Cantika yang terus berteriak tak senonoh sembari memanggil namanya. Seakan mendukung itu, CCTV pun menampilkan seorang pria yang mengenakan jaket miliknya tengah memasuki kamar Cantika.

Ray sangat kesal. Pasti ada orang yang mencoba menjebaknya. Setelah dikeluarkan dari kampus itu, Ray mencari informasi tentang fitnah yang didapatkannya. Semuanya mengarah pada Chayana sebagai pelaku utamanya.

Wanita itu sengaja menjebak Ray agar bisa disingkirkan dari kampus. Chayana tak akan pernah tahu bahwa ia telah mengusik orang yang salah.

***

"Chayana! Woy!"

"Chayana?!"

"Iya, Maemun! Apaan, sih, teriak mulu!"

Chayana mendelik kesal menatap Mauren. Jika undang-undang memperbolehkan seseorang untuk mencekik, wanita itu pasti sudah mencekik.

"Lo tuh, yah! Kalau enggak ditegur pas melamun, ntar lo kesambet dedemit. Gue kan enggak sombong dan rajin menabung, makanya sadarin lo yang Astagfirullah!" Mauren melayangkan pukulan dengan menggunakan dokumen di tangannya ke kepala Chayana.

Wanita itu berusaha menghindari pukulannya. Namun, pada dasarnya tangan mungil Mauren yang gesit, Chayana terpaksa menerima pukulan itu.

Dering telepon yang berasal dari smartphone di atas meja kubikel milik Chayana terdengar nyaring. Wanita itu refleks melotot dan berdiri.

"Diii, bisa enggak sih, lo enggak usah melotot gitu?"

"Emang kenapa?" Chayana menatap Mauren.

"Lo kayak hantu Momo, sumpeek!"

Chayana yang tadinya melotot, kini menyipitkan mata. Ia kembali tersadar dengan panggilan telepon itu. "Gue balas lo nanti. Pulang lewat mana lo?" Ujung jari telunjuk dan jari tengah wanita itu menunjuk ke arah matanya kemudian beralih ke mata Mauren seakan memperlihatkan bahwa ia akan mengawasi Mauren.

Mauren hanya menatapnya jijik. Mimpi apa gue bisa akrab ama nih, orang?

"Ha--halo, Sayang? Gimana? Kamu bisa temenin aku ke pestanya, enggak?"

Tingkah laku Chayana berubah 180 derajat saat menjawab telepon. Mauren mangap-mangap tak percaya. Ia lalu memasang wajah terjeleknya sembari mengikuti ucapan Chayana.

"Maaf, Sayang. Aku ada kerjaan di jam segitu."

Senyum Chayana perlahan memudar. Ia menatap sepatunya. Bahu yang semula bersemangat, turun perlahan.

"Enggak bisa kamu luangin waktu sebentar buat aku? Kita udah enggak ketemu hampir tiga minggu, loh."

Hening sebentar, sebelum pria di seberang sana kembali menjawab. "Sorry, Honey. Waktu rapatku udah dekat. Aku tutup, yah. Love you."

"Dami, tunggu sebentar aku---"

Chayana menatap lesu layar smartphone-nya. Wanita itu mendesis dan menghela napas panjang.

"Kalau gue enggak cinta ama lo, lo udah gue mutilasi, Ka*pret!"

Gila! Beneran gila kekasihnya itu. Chayana meredam amarahnya. Jika saja bukan karena cinta, ia sudah menghajar habis Damian. Asal tahu saja, jiwa preman sekolahnya sudah lama tak ia lampiaskan. Pria itu sepertinya cocok dijadikan pelampiasan. Namun, lagi-lagi Chayana hanya mampu menyusun rencana itu tanpa mampu mempraktekkannya.

Ia terlalu cinta pada Damian. Pria yang dulunya mengejar Chayana. Tergila-gila padanya. Bahkan saat ditolak pun Damian tetap mengatakan cinta kepada Chayana.

"Hmmm, ini kali, yah, setelah manisnya diambil, sepetnya dibuang."

Chayana menghela napas dan menipiskan bibir. Sabar. (1)

"Dulu dia yang ngejar, sekarang lo yang ngejar. Miris, sih."

Abaikan! (2)

"Mana dighosting sampe menahun lagi. Itu pacar atau pajangan?"

Sialan! (3)

"Mauren!"

"Duh, Diii. Lepasin hidung gue. Lo bar-bar amat! Sakiit, B*go!"

"Ada apa ini?"

Chayana menghentikan gerakannya. Ia yang tengah menarik lubang hidung Mauren ke atas, seketika mematung seperti manekin.

Buuuk!

Satu pukulan buku tebal, tepat mendarat di kepalanya. Ringisan kesakitan refleks keluar saat Pak Damar---Manajer Produksi, memukulnya.

"Lepasin hidung istri saya. Kamu mau saya hukum?"

Chayana menggeram. Selalu saja pria itu menggunakan keuntungannya sebagai atasan. Di lain sisi, Mauren tersenyum senang dan beralih ke samping Damar. Menggandeng mesra lengan suaminya.

"Gue juga bisa ngancam kali. Untung di sini cuman kita bertiga aja. Jadi, gue masih punya kartu AS." Senyum devil Chayana perlahan muncul. Ia melirik sekitar mencari sasaran yang pas untuk memberitukan sebuah rahasia.

Siluet matanya menangkap Alyar. Ia tersenyum. Saat akan memanggil Alyar---tukang gosip di divisinya, mulut Chayana dibungkam.

"Lo jangan mulai, deh. Surat resign gue belum selesai. Kalau ketahuan gue sama Damar udah nikah, bisa berabe."

Yah, di perusahaan properti bombastis ini memang tidak diizinkan menjalin hubungan sesama karyawannya. Namun, si Kudet Mauren pasti tidak tahu jika sekarang peraturan itu ditiadakan.

Hal itu karena sang pemegang saham tertinggi dikabarkan akan menikah dengan salah satu karyawan di sini.

Chayana menganggukkan kepalanya. Tentu saja ia tak akan memberitahukan pengumuman terbaru itu pada Mauren.

"Pa ... gi? Kalian ngapain? Eh, ada Pak Damar juga." Rendra lantas membungkuk singkat sebagai tanda hormat pada Pak Damar.

Pria berkacamata itu melirik sekilas pada Chayana dan Mauren. Sadar akan itu, Mauren lantas melepaskan bekapannya dan berdiri tegak.

"Pak Damar sedang apa di sini?"

"Hanya ingin melihat-lihat. Saya permisi dulu." Setelah mengatakan itu, ia pergi dari sana. Rendra hanya mampu mengernyit bingung. Ia kemudian menatap Chayana dan Mauren yang kompak menggelengkan kepala.

***

"Oke, Doi. Saatnya lampiasin kekesalan lo lewat makanan pesta."

Mata Chayana menatap satu persatu gaun yang berada di dalam lemarinya. Mencari-cari pakaian mana yang akan ia pakai di pesta pernikahan CEO perusahannya.

Entah sekaya apa orang itu hingga mengundang seluruh karyawan di perusahaan pusat. Belum lagi dengan rekan bisnisnya. Chayana tidak mau memikirkan hal itu.

Gaun biru navy dengan punggung lebar terbuka dengan lengan berenda simple, serta kerah leher sebatas bahu, menjadi pilihannya kali ini. Ia lalu memadukannya dengan kalung dan anting silver yang mengkilat.

"Nice fashion," ungkap Chayana saat melihat tampilan dirinya di cermin kamar. Kulit kuning langsatnya sangat cocok dipadukan dengan pakaiannya saat ini.

Sembari menggumamkan sebuah lagu, Chayana meraih tas tangan simple lalu keluar dari kamar.

"Mas, liat anak kamu, nih." Mamah Jihan memperhatikan Chayana dari atas hingga bawah. Chayana mengerjabkan mata dan tersenyum singkat.

"Wajah? Cantik pake banget. Tinggi badan? 168 cm, enggak tinggi amat, enggak pendek juga. Body? Dada gede, pinggul ramping, yang di belakang juga montok. Karir? Beuhh! Apalagi. Tapi sayang banget, enggak bisa bawa calon suami ke depan mamahnya."

Tatapan Mamah Jihan berubah. Ia menggeleng miris. Senyum Chayana luntur sedetik setelah sang mamah mengatakan itu. "Udah turun berapa harga kamu?"

Astagfirullah, mulut mamahnya. Dikira Chayana cabe kali. Main minta turun harga!

"Mah, mulutnya bisa di-filter, enggak? Ini aku loh, Mah. Anak Mamah."

"Percuma anak mamah kalau kamu enggak bisa bawa calon suami kamu ke sini."

Chayana memutar matanya ke atas. Ia mendekat dan menyalami tangan Mamah Jihan. Wanita itu berjalan mendekati sang papa yang tengah duduk di ruang tamu sembari mengisi TTS. Chayana menyalami tangan pria itu.

"Jam berapa pulangnya?" tanyanya sambil melepaskan kacamata yang sedari tadi dipakainya.

"Emmm ... yang pasti habis makanlah, Pah," kata Chayana dengan cengiran khasnya. Papah Morgan tersenyum singkat.

"Jangan lama-lama di sana, yah. Kamu ditemani sama siapa ke sana?"

Pertanyaan ini membuat Chayana menelan ludah. Bingung harus menjawab apa. Namun, ia tidak mungkin berbohong pada sang papah.

"Sendiri, Pah." Morgan tampak tertegun. Ia lantas meraih telepon di atas meja dekat sofa. Chayana hanya mampu menghela napas pasrah.

Sudah ia duga hal ini akan terjadi. Papahnya mana bisa membiarkan dirinya pergi sendirian saja di malam hari?

"Iqbal, pulang cepat. Temani adik kamu ke pesta."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Mendadak Dinikahi CEO

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel GADIS PENARI TUAN MUDA
8.2
Benni Handoko, pria dari keluarga terpandang, rela menyamar jadi pelayan toko demi mencari cinta sejati. Hidupnya berubah saat ia menemukan seorang gadis penari di ranjangnya usai jamuan keluarga. Tak disangka, gadis bernama Mulan itu adalah cucu sahabat neneknya yang hilang. Meski ditakdirkan menjadi istri Benni, perjalanan asmara mereka penuh rintangan berat. Mampukah Mulan dan Benni mempertahankan perasaan mereka di tengah segala konflik yang menghadang?
Sampul Novel Pelakor Itu Sahabatku
9.7
Dikhianati oleh suami sendiri membuat Senja terpuruk dalam luka perceraian yang mendalam. Pengalaman pahit itu memaksanya menutup rapat pintu hati bagi pria mana pun. Namun, kehadiran seorang CEO muda yang gigih berusaha meruntuhkan tembok pertahanannya mulai mengubah segalanya. Akankah Senja memberikan kesempatan bagi cinta baru yang datang, atau justru memilih berdamai dan kembali ke pelukan masa lalunya yang penuh luka?
Sampul Novel Pelarian Manisnya dari Kekacauan
9.2
Hidup Adelia Putri sebagai istri sempurna Baskara Wijoyo hancur saat memergoki suaminya bermesraan dengan Jovita, anak mantan ART mereka. Meski dikhianati, Adelia justru dituduh emosional dan dipaksa tinggal bersama selingkuhannya. Puncaknya, Jovita menghina Adelia di tengah pesta hingga memicu tamparan keras. Murka, Baskara mengusir Adelia, namun ia memilih pergi selamanya. Bersama sahabatnya, Alex, Adelia menggugat cerai dan meninggalkan kekacauan itu.
Sampul Novel Satu Jantung Dua Hati
8.0
Dua hari sebelum akad, Salwa mengalami kecelakaan tragis hingga Salma terpaksa menggantikan posisi kembarannya untuk menikah dengan Farhan. Salma terjebak dalam identitas palsu demi bersembunyi dari masa lalu kelamnya. Saat rahasia terbongkar, kebencian Farhan meledak. Salma pun meminta waktu tiga bulan sebelum pergi selamanya. Namun, interaksi harian perlahan menumbuhkan benih cinta yang tak terduga. Akankah Farhan menerima Salma apa adanya?
Sampul Novel The Love Triangle
9.3
Clara, pegawai kontrak yang rupawan, lama memendam perasaan pada Rio, bosnya yang perfeksionis dan keras kepala. Namun, cintanya selalu diabaikan hingga Brian, sahabat Rio, kembali dari luar negeri. Pertemuan itu menumbuhkan benih cinta baru, membuat Clara berpaling dari Rio demi Brian. Melihat kemesraan mereka, kecemburuan hebat mulai membakar hati Rio. Akankah Rio menyadari perasaannya sebelum terlambat, atau persahabatannya dengan Brian akan hancur?
Sampul Novel Wrong Marriage
9.3
Angel Matthew tak pernah menduga bahwa keputusannya menyerahkan kesucian pada Erick Cullen, siswa baru di kampusnya, akan mengubah hidupnya selamanya. Pasca malam itu, terungkap fakta bahwa Erick adalah vampir. Kehadiran Jack Wild, seorang werewolf yang juga mengejarnya, kian menegaskan realitas mistis tersebut. Kini Angel terjebak dalam pusaran konflik antar klan karena statusnya sebagai Gadis Suci yang diperebutkan, membuatnya mustahil untuk melarikan diri.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan