Sampul Novel Istriku Cacat, Istriku Malang

Istriku Cacat, Istriku Malang

9.7 / 10.0
Dendam membara menyelimuti hati Ellard Willard setelah kecelakaan tragis merenggut nyawa tunangannya. Ia meluapkan amarah kepada Emily Laura, sosok yang dituding sebagai dalang di balik tragedi tersebut. Terjebak dalam jerat kebencian, keduanya terikat dalam hubungan kompleks yang penuh penderitaan. Namun, di tengah konflik yang kian memanas, Ellard justru tersesat dalam keintiman yang membingungkan, membuat batas antara benci dan obsesi menjadi kian kabur.

Istriku Cacat, Istriku Malang Bab 1

“Sayang, Edward akan datang menjemputmu. Ibumu sudah sampai, kenapa kau lama sekali. Semua tamu sudah tidak sabar untuk melihatmu.” Sesungguhnya Ellard lah yang tidak sabar untuk melihat calon istrinya itu, dan ya juga tidak kuat menunggu lebih lama untuk mengikrarkan janji suci yang sudah ia hafal sejak satu minggu terakhir ini.

Terdengar gelak tawa manja dari seberang telepon, “Aku akan datang sendiri. Bersabarlah, kau akan terkejut dengan penampilanku,”

“Bagiku kau tetap cantik,”

“Ya, aku tahu. Baiklah, panggilannya kututup, aku akan segera berangkat.”

***

Buuarr..Ciiiitttt...Prak..Prak....Prang!!

Mobil itu pun berguling tak terkendali masuk ke dalam jurang. Mobil lainnya menabrak pembatas jalan. Kecelakaan yang begitu sangat mengerikan membuat jalanan kota mengalami kemacetan dalam seketika.

Ledakan, decitan ban mobil, pecahan kaca semua berbaur jadi satu. Jeritan, teriakan dan tangisan juga tidak luput dari kepanikan yang terjadi. Kecekalaan beruntun yang memakan banyak korban. Korban luka, bukan korban jiwa.

Polisi dan tenaga medis segera meluncur ke TKP. Bukan hanya itu, para pemburu berita pun segera meramaikan tempat itu, pasalnya salah satu yang menjadi korban dari kecelakaan naas tersebut adalah tunangan yang tidak lain adalah calon istri seorang Ellard Willard, sang pebisnis hebat yang sangat terkenal di negara itu.

Hari ini, harusnya menjadi hari kebahagiaannya, di mana ia bersama Naura-tunangannya akan melangsungkan pernikahan.

Mimpi indahnya berubah menjadi mimpi buruk, begitu ponselnya berdering dan mengabarkan kecelakaan yang dialami oleh Naura.

Ellard segera mendatangi tempat kejadian. Wajahnya pucat melihat mobil sport merah pemberiannya yang berguling dan jatuh ke dalam jurang. Ellard tanpa berfikir panjang segera berlari, menuruni terjal dan mengabaikan larangan polisi dan orang-orang yang ada di sana. Yang ada di dalam fikirannya hanya ingin segera sampai ke mobil yang ditumpangi Naura. Ia hanya ingin menyalamatkan wanita pujaan hatinya itu.

Naas, baru beberapa langkah, mobil itu meledak, kobaran api yang begitu dahsyat membuat semuanya terpekik dan terkejut. Mustahil orang yang berada di dalamnya selamat.

Ellard tertegun di tempatnya, menatap nanar kobaran api tersebut. Mendadak ia merasakan waktu serasa berhenti berputar. Dunianya runtuh seiring dengan kepergiaan Naura.

***

Ellard dengan pakaian serba hitam menghadiri pemakaman Naura di kediaman wanita itu. Ibunya Naura meraung, menangis memeluk Ellard. Pria itu hanya diam sembari memeluk tubuh rapuh calon ibu mertuanya itu.

Masih sulit bagi Ellard untuk mempercayai bahwa Naura akan pergi secepat itu, terlebih ia tidak melihat mayat wanita itu secara langsung. Ia menolak untuk percaya bahwa Naura sudah tiada, namun ia juga tidak bisa menghentikan keluarga Naura yang melakukan prosesi pemakaman tanpa adanya mayat dari wanita itu dengan alasan mereka ingin Naura tenang di alamnya.

Seminggu berkabung, masih sulit bagi Ellard untuk mempercayai kenyatan yang terjadi. ia masih tidak bisa menerima kepergian Naura. Batinnya menolak bahwa wanita itu pergi begitu saja tanpa kata permisi.

Ellard ditemani sahabatnya Edward, mendatangi sebuah klub malam, upaya yang dilakukannya untuk menghilangkan kesedihan mendalam yang ia rasakan. Semua masih terasa seperti mimpi. Ia ingin marah, namun ia tidak mempunyai tenaga untuk itu.

Hidupnya mendadak kacau, Ellard kehilangan gairah hidup. Pekerjaannya terbengkalai dan terabaikan. Ia tidak peduli dengan kerugian yang terjadi. ia sibuk menata hati yang mendadak kosong karena kehilangan sang pujaan hati.

Ellard masih mengingat dengan jelas perbincangan terakhir mereka 30 menit sebelum kecelakaan terjadi. Ellard memberi tahu bahwa Edward yang akan menjemputnya namun wanita itu menolak dengan alasan ia ingin bahwa Ellard lah yang boleh melihat dandannya untuk pertama kalinya, bukan sahabatnya.

Ellard yang dari dulu tidak bisa menolak permintaan wanita itu apalagi dengan alasan yang begitu sangat manis, akhirnya mengalah dan menyetujuinya.

“Andai kau yang menjemputnya,” gumaman itu terlontar seperti lirihan yang masih bisa di dengar jelas oleh telinga Edward.

“Itu tidak akan merubah apa pun jika takdir sudah berkehendak,” sahut pria tampan itu dengan bijak namun tidak cukup ampuh untuk membuat hati Ellard menjadi tenang apalagi terhibur.

Ellard mengangkat kepalanya dari gelas kristal yang ia mainkan dengan jemarinya. Menatap Edward dengan tatapan kosong, “Kau tidak membantu sama sekali,” dengkusnya lalu mengangkat gelasnya, membawanya ke mulutnya. Dahinya mengernyit,  menahan rasa asam dan panas yang berbaur jadi satu. Minuman haram yang justru membuatnya semakin kacau.

“Minunam haram ini juga tak membantu sama sekali,” Ellard melempar gelasnya yang otomatis menimbulkan bunyi akibat pecahannya.

Edward menarik napas panjang, pria itu segera mengedarkan pandanganya dan benar saja beberapa pasang mata sedang menoleh ke arah mereka.

“Pecahkan saja gelasnya biar ramai. Itu tidak berlaku, dude. Klub ini sudah cukup ramai dan lihatlah, beberapa pasang mata sedang menoleh ke arah kita.”

“Kosongkan klubnya,” perintahnya dengan enteng sembari beranjak dari kursinya.

“Kau mau ke mana?” Edward menahan tangannya.

Ellard melalui sorot matanya meminta Edward untuk melepaskan tangannya. Dengan enggan, Edward pun segera melepaskannya. “Kau mau ke mana? Aku akan menemanimu, bukankah aku sahabat yang sangat baik dan pengertian,”

“Enyahlah!” Ellard mengibaskan sebelah tangannya dengan malas. Ia butuh pelampiasan untuk meluapkan kesedihannya.

“Selamat malam, Tuan Willard,” sapaan itu membuat Ellard dan Edward menoleh ke sumber suara.

Seorang pria dengan perut buncit mengenakan seragam polisi berjalan lebih dekat menghampiri keduanya.

“Mr. Smith,” sapa Edward sembari mengulurkan tangan untuk menyalam pria itu. Polisi yang memang diminta Edward untuk menyelidiki kasus kecelakan yang dalami Naura, tentu saja itu atas perintah Ellard. Ia tidak yakin kecelakaan yang dialami Naura murni kecelakaan lalu lintas.

Ellard tahu betapa Naura sangat penuh hati-hati dalam mengendarai mobil. Wanita itu sangat memperhatikan keselamatannya.

“Ada informasi apa sehingga kau repot-repot mendatangi kami,” tukas Edward dengan mempersilakan Tuan Smith untuk duduk.

“Ini mengenai kecelakaan yang dialami oleh tunangan Anda. Kami menemukan sebuah cincin, apa benar ini milik tunangan Anda?” polisi tersebut segera mengeluarkan cincin dari kantongnya yang sudah ditaruh dalam plastik kaca kecil.

Ellard kembali merasakan jantungnya berhenti berdetak. Ya, benar, cincin itu adalah cincin pemberiannya di hari pertunangan mereka. Cincin yang hanya ada satu di dunia dan sudah pasti harganya selangit.

“Dan kami sudah mendapatkan cctv yang berhasil menangkap kecelakaan tersebut. Dari cctv yang terlihat terjadi aksi kejar mengejar antar mobil tunangan Anda dengan mobil Nona Emily.”

Ellard tersentak kaget, ia menoleh cepat ke arah pria tersebut, “ Emily?”

“Ya, pengendara lain yang terlibat kecelakaan dengan tunangan Anda. Dan sekarang wanita muda itu sudah sadarkan diri setelah terbaring koma selama 5 hari.”

“Jadi dia masih hidup?” rahang Ellard tampak mengeras, kedua manik tajamnya memancarkan kemarahan dan aura gelap.

“Ya, sekarang sedang dalam perawatan,”

Ellard menyunggingkan senyum sinis, “Bagaimana bisa ia tetap hidup setelah melenyapkan nyawa kekasihku,” ucapnya penuh ancaman.

Kemarahannya semakin menjadi begitu melihat rekaman cctv. Dua mobil sport yang melaju dengan ugal-ugalan dan saling mengejar. Mobil sport hitam yang di duga milik Emily melaju kencang dan berusaha menghentikan mobil milik Naura. Ada apa dengan keduanya? Apa mereka saling kenal? Lalu kenapa Ellard tidak pernah mendengar nama Emily ke luar dari mulut Naura selama mereka bersama dua tahun terkahir ini.

Ia mengenal dengan baik semua sahabat dan kenalan wanitanya. Lalu siapa Emily?

Persetan dengan siapa pun itu si Emily, bagi Ellard wanita itu harus bertanggung jawab.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Istriku Cacat, Istriku Malang

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Hidup Kayra hancur setelah suaminya menghilang tanpa jejak pasca panggilan video terakhir mereka. Kini, ia berjuang sendirian membesarkan dua anaknya. Di tengah kesulitan, ia bertemu Damar, ipar yang membencinya karena skandal masa lalu terkait rahasia saudari kembarnya. Meski awalnya Damar menolak mengakui anak hasil hubungan tersebut, kemiripan sang bayi meluluhkan hatinya. Akankah pertemuan ini membawa Kayra menuju kebahagiaan yang selama ini hilang?
Sampul Novel En-PD154
9.0
Setelah memenangkan sepuluh laga beruntun di arena, aku justru dikhianati Roderick. Tunanganku itu malah bermesraan dengan cinta pertamanya dan membiarkan wanita itu menghinaku sebagai sosok kasar yang tak berkelas. Kelembutannya kemarin sirna, berganti pengakuan cinta untuk wanita lain di hadapanku. Dengan hati yang mendingin, aku menghubungi ayahku sang bos mafia. Aku meminta pernikahan dibatalkan karena aku ingin mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Duniaku runtuh saat menangani pasien VIP bernama Evelyn Santoso. Tunangan yang ia tangisi adalah suamiku, Bima. Namun di foto itu, dia adalah Brama Wijaya, taipan kejam, bukan pria konstruksi yang kurawat saat amnesia. Brama masuk tanpa mengenaliku, lalu memeluk Evelyn dan membisikkan janji setia yang sering ia ucapkan padaku. Melalui tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami adalah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Istri Untuk Suamiku
8.6
Fatma menghadapi cobaan berat saat divonis menderita kanker rahim stadium lanjut yang memupus harapannya memiliki anak. Demi kebahagiaan Satria, ia rela meminta suaminya menikah lagi. Namun, kenyataan pahit terungkap bahwa Satria selama ini tidak pernah mencintainya. Meski Satria sempat menolak karena enggan menyakiti hatinya, Fatma tetap memohon dengan penuh air mata agar permintaan terakhirnya dipenuhi sebagai bentuk pengorbanan cinta yang tulus.
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Bramantyo dan Bima terobsesi menyiksaku dengan kehadiran Sandra demi menguji cintaku. Puncaknya, saat kecelakaan terjadi, mereka membiarkan tanganku hancur demi menyelamatkan Sandra. Karier musikku pun sirna. Mereka menantikan amarahku, namun aku hanya diam membisu, bahkan saat liontin ibuku dihancurkan Sandra. Di ranjang rumah sakit, pengabdianku mati. Ini bukan cinta, melainkan sangkar kejam. Kini aku bersiap melarikan diri dan membalas kehancuran ini.
Sampul Novel My Bad Boss
8.6
Xavier Narendra Maximilian pernah bersumpah takkan menikah karena menganggap wanita hanya teman tidur. Namun, prinsip itu goyah sejak ia bertemu sekretarisnya, Adeeva Adelia Albert, yang sama sekali tidak tertarik menggodanya. Xavier merasa pertemuan ini adalah anugerah terindah, sementara Adeeva sempat menganggap Xavier sebagai hal terburuk dalam hidupnya. Kini, kebencian itu berubah menjadi hari-hari penuh keindahan bagi mereka berdua.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan