Sampul Novel Satu-PD178

Satu-PD178

8.2 / 10.0
Janna mengakhiri hubungannya setelah Dion terus mengabaikannya demi wanita lain. Ia pindah kota untuk memulai karier dan cinta baru. Saat Dion sadar hanya mencintai Janna, ia mengejarnya namun ditolak karena luka hati yang dalam. Dion akhirnya tewas saat menyelamatkan anak Janna. Sebelum ajal menjemput, Janna mengaku tak menyesal pernah mencintai maupun meninggalkannya. Dion pun pergi dengan tenang setelah dimaafkan oleh wanita yang pernah ia sia-siakan.

Satu-PD178 Bab 1

Stefan Palmer pernah memberikan Verena Oliver sebuah toples kaca.

Dia berkata padanya, "Setiap kali kamu membuatku bahagia, aku akan menandainya dengan sebuah tanda cinta. Ketika toples ini penuh, aku akan menikahimu."

Namun, ketika Stefan sekali lagi meninggalkan Verena sendirian demi wanita lain, Verena merasa sangat kecewa.

Dia menuangkan semua kacang merah itu dan membuat sup kacang merah.

Setelah menghabiskan sup kacang merah tersebut, dia harus dirawat di rumah sakit selama tiga hari karena sakit perut parah.

Saat itulah dia menyadari sesuatu yang penting.

Sama seperti makanan busuk yang tidak boleh disimpan, cinta yang busuk juga tidak boleh dipertahankan.

Dia tahu waktunya telah tiba untuk mengakhiri hubungannya dengan Stefan.

Verena berdiri di aula kedatangan bandara. Bahkan sebelum melangkah keluar, dia sudah bisa merasakan angin dingin yang menggigit masuk melalui celah-celah pintu.

Minggu lalu, ketika dia pergi untuk perjalanan kerja, suhu di sana masih sekitar dua puluhan derajat.

Namun, ketika dia kembali hari itu, seluruh kota sudah berselimut salju.

Sebelum naik pesawat, Verena telah menelepon Stefan dan memberitahunya waktu kedatangannya. Dia memintanya untuk membawa pakaian tebal dan menjemputnya di terminal bandara.

Stefan telah berjanji padanya, berkata, "Aku akan datang tepat waktu. Aku tidak ingin sayangku kedinginan."

Janji itu masih terngiang di telinganya, namun sekarang, ketika semua penumpang lain dari penerbangan yang sama sudah bubar, dia tetap tidak terlihat.

Dia meneleponnya, tetapi tidak bisa dihubungi. Dia mengirim pesan di WhatsApp, tetapi tidak ada balasan.

Ketika malam semakin larut, bandara semakin sepi.

Tidak mau menyerah, Verena mengeluarkan ponselnya sekali lagi dan menemukan nama Stefan di daftar kontak.

Suara wanita otomatis yang sama menjawab, "Nomor yang Anda hubungi tidak dapat dihubungi sekarang. Silakan coba beberapa saat lagi. .."

Ini bukan pertama kalinya hal seperti ini terjadi. Alasannya selalu sama.

Meski enggan mempercayainya, Verena mencari nama yang sangat dikenalnya—Noreen Patel.

Noreen adalah "komplikasi" yang tak terhindarkan yang selalu ada dalam hubungannya dengan Stefan.

Panggilan itu dijawab hampir seketika. Suara Noreen yang sengaja dilembutkan terdengar. "Kamu mencari Stefan, kan? Dia memang ada di sini bersamaku. Di cuaca bersalju ini, pemanas kami tiba-tiba rusak, dan aku kedinginan. Stefan khawatir padaku dan bersikeras menemani."

Verena menarik napas dalam-dalam dan mencoba menenangkan diri. "Biar aku bicara dengan Stefan," katanya.

Tak lama kemudian, suara Stefan terdengar. "Aku di tempat Noreen. Ada bagian pemanas yang rusak, dan perbaikannya rumit. Aku takut tidak bisa menjemputmu. Kamu harus naik taksi sendiri."

Verena membalas dengan marah, "Bukankah itu tugas tukang reparasi? Kamu tidak bisa memperbaiki pemanas, jadi kenapa kamu ada di sana?"

Stefan menjawab dengan nada benar, "Aku tidak nyaman meninggalkan Noreen dengan pria lain. Terlalu berisiko.

" "Aku hanya memakai rok. Suara Verena kering, seperti kertas amplas.

"Bertahanlah," kata Stefan dengan acuh tak acuh. "Hanya beberapa ratus meter dari pintu keluar ke tempat taksi. Begitu kamu di dalam taksi, kamu akan hangat."

Di latar belakang, suara Noreen terdengar samar, "Kalau terlalu merepotkan, sebaiknya kamu pergi dan jemput pacarmu. Aku tidak bisa terus merepotkanmu untuk segalanya."

Stefan menenangkannya dengan lembut, berkata, "Jangan bilang begitu padaku. Kalau terjadi sesuatu padamu, aku akan merasa bersalah selamanya."

Verena menutup mata, dan kenangan yang terlupakan, seperti membuka luka lama, kembali menyengat hatinya.

Pada hari ulang tahunnya, Stefan telah berjanji untuk menemaninya makan malam dengan lilin.

Namun, begitu hidangan pembuka pertama disajikan, Noreen meneleponnya. Dia mengatakan bahwa dia terjebak di kamar mandinya karena kunci pintunya rusak.

Stefan langsung mengambil mantelnya dan pergi, meninggalkan Verena untuk menyaksikan hidangan yang disiapkan dengan teliti menjadi dingin.

Musim dingin lalu, Noreen memiliki penerbangan pagi, dan Stefan khawatir sulit mendapatkan taksi pada waktu itu. Jadi dia bangun tidur pukul tiga pagi.

Ketika Verena bertanya ke mana dia pergi, dia bahkan tidak sempat menjawab sebelum keluar pintu.

Dia terjaga sampai fajar, merasakan kekosongan di dalam.

Pintu tertutup itu seolah menutup kehangatan terakhir di antara dia dan Stefan.

Pada Hari Tahun Baru yang lalu, Stefan telah berjanji untuk menemani Verena pulang ke kampung halamannya.

Dalam perjalanan, dia menerima telepon dari Noreen. Dia mengatakan bahwa dia melukai tangannya saat memotong sayuran.

Stefan meninggalkan Verena di tempat perhentian jalan raya dan melaju kembali.

Verena berdiri dalam angin dingin dan melihat mobilnya menghilang. Dia merasa seperti anak yatim tanpa rumah.

Berkali-kali, Noreen selalu memiliki alasan sepele, dan Stefan tanpa ragu meninggalkan Verena untuk Noreen.

Verena telah berjuang, berteriak, dan meratap, tetapi Stefan selalu berkata, "Noreen memiliki masa lalu yang sulit. Dia mengalami kekerasan dalam rumah tangga ketika bersama mantan suaminya. Sebagai teman, aku harus membantunya kapan pun aku bisa."

Stefan tampaknya tidak menyadari bahwa kunci pintu yang rusak bisa diperbaiki oleh pengelola properti, penerbangan pagi bisa diatur dengan layanan antar jemput, dan jari yang terluka bisa dibalut atau ditangani dengan menelepon layanan darurat.

Namun, Noreen selalu mencari Stefan, dan dia selalu meninggalkan Verena untuk Noreen.

Verena tidak naif. Dia sangat mengerti bahwa Noreen menggunakan masalah sepele itu untuk mengisyaratkan sesuatu.

Noreen mengingatkan Verena, "Kamu akan selalu menjadi yang kedua bagiku."

Verena menarik napas dalam-dalam dan menekan kepahitan dan kemarahan di hatinya.

Dia menyeret kopernya dan melangkah keluar dari aula kedatangan.

Pintu kaca terbuka, dan angin dingin, yang membawa serpihan salju, menerpa tubuhnya, membuatnya menggigil.

Serpihan salju mendarat padanya dan segera mencair menjadi tetesan dingin.

Angin membuat giginya gemeretak. Setiap langkah terasa seperti berjalan di atas es yang licin.

Namun Verena merasa hatinya lebih dingin daripada yang bisa dirasakan secara fisik.

Ketika akhirnya dia mendapatkan taksi, sopir melihatnya berpakaian tipis dan bertanya dengan heran, "Hari ini dingin. Kenapa tidak ada anggota keluarga atau teman yang membawakanmu pakaian?"

Verena hanya tersenyum dan menoleh ke jendela.

Salju turun semakin deras dan mengaburkan lampu neon kota serta sisa-sisa harapan di hatinya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Satu-PD178

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly adalah siswi berprestasi yang mengidap galaktorea, sebuah kondisi hormon yang membuatnya memproduksi ASI meski belum pernah hamil. Suatu hari, rasa sakit akibat penumpukan cairan itu tak tertahankan hingga ia terpaksa meminta bantuan gurunya di sekolah. Kejadian tak terduga di ruang guru tersebut lantas mengubah segalanya. Berawal dari rahasia medis yang memalukan, hubungan mereka berkembang menjadi jalinan asmara yang rumit dan penuh risiko.
Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Kisah romansa modern ini menyoroti perjalanan emosional antara David dan Arina saat mereka menemukan kebahagiaan sejati. Di tengah mekarnya bunga musim semi yang sangat berharga, keduanya belajar untuk saling memahami dan mengisi kekosongan hati satu sama lain. Hubungan mereka berkembang dengan indah seiring berjalannya waktu, membuktikan bahwa satu musim yang singkat mampu menyatukan dua jiwa dalam ikatan cinta yang tulus dan sangat mendalam bagi mereka.
Sampul Novel Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
9.5
Delapan tahun membina rumah tangga, Jessica selalu percaya pada alasan pekerjaan suaminya, Rio Aditya, setiap hari ulang tahun pernikahan mereka. Namun, sebuah rahasia kelam terungkap saat Jessica mendengar pengakuan Rio yang berselingkuh dengan Nadia dan berniat menceraikannya karena kehilangan rasa cinta pasca-keguguran. Di hari yang sama, Jessica justru divonis mengidap kanker ovarium stadium akhir. Tanpa dendam, ia pun memutuskan untuk pergi selamanya demi kedamaiannya sendiri.
Sampul Novel Dinodai keluarga suami
9.6
Anisa Rahma memulai hidup baru sebagai istri Seno Bagaskara, pria kaya raya yang membawanya tinggal di kediaman besar keluarga. Namun, situasi menjadi rumit karena mereka harus berbagi atap dengan saudara ipar lainnya. Di balik kemewahan tersebut, Anisa tidak menyadari bahwa adik laki-laki Seno dan suami dari iparnya menyimpan hasrat terlarang kepadanya. Kini, Anisa terjebak dalam ancaman nafsu mereka di rumah itu. Sanggupkah ia bertahan?
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Dua tahun menikah, Nadia Antika bertahan menghadapi hinaan ibu mertuanya karena cinta tulus Askara Brahma. Namun, kebahagiaan itu sirna saat suaminya berubah menjadi tertutup dan dingin. Nadia mulai mencium rahasia besar yang disembunyikan sang suami di balik perubahan sikapnya. Mampukah ia mengungkap kebenaran yang menyakitkan? Bagaimana reaksi Nadia saat mengetahui Askara ternyata menjalin hubungan terlarang dengan adik iparnya sendiri di rumah mereka?
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Pasca kehilangan Rizal, Sonia pindah ke apartemen kecil bersama dua anaknya, Alif dan Hana, demi lari dari duka. Di sana, ia bertemu Yudha, seorang duda karismatik yang membesarkan putrinya, Mira, sendirian setelah tragedi serupa. Meski sama-sama terluka, pertemuan di lorong apartemen itu memicu percikan emosi. Kini, mereka harus memilih: tetap terbelenggu kenangan pahit masa lalu atau meruntuhkan dinding ketakutan demi menyambut cinta baru yang hadir di depan mata.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan