Sampul Novel Pembalasan Janda Talak Tiga

Pembalasan Janda Talak Tiga

7.8 / 10.0
Ditalak tiga sesaat setelah ijab kabul, seorang wanita bangkit menuntut keadilan. Pembalasan Janda Talak Tiga menyajikan kisah romance modern penuh aksi tentang perjuangan sang istri membalas pengkhianatan. Temukan ketegangan dalam web novel ini bagi pecinta fiction books.
Ringkasan Pembalasan Janda Talak Tiga
Hanya beberapa menit usai ijab kabul, seorang pengantin wanita harus menelan pil pahit saat suaminya menjatuhkan talak tiga secara mendadak. Di tengah riuh tamu dan hidangan yang belum tersentuh, riasan serta henna di tangannya seolah menjadi saksi bisu kehancuran martabatnya. Rasa sakit yang mendalam seketika berubah menjadi api dendam kesumat. Tak mau terus terpuruk, sang janda kini bangkit dan bertekad membalas perbuatan keji yang telah menghancurkan hidupnya.
Baca Selengkapnya

Pembalasan Janda Talak Tiga Bab 1

"Zafira Hanan! Hari ini, Aku talak kamu, Aku talak kamu, aku talak kamu.!" Kata-kata dari Mas Dion terdengar nyaring di telingaku.

Apakah ini mimpi?

Bukankah baru beberapa menit ini ijab kabul dilaksanakan?

Bukankah riasan pengantin masih belum pudar, bahkan henna di tangan masih tergambar jelas.

Hidangan untuk tamu undangan belum tersentuh.

Ada apa?

Riuh terdengar orang bersautan atas talak tiga yang di ucapkan oleh lelaki yang sebentar ini bergelar suamiku.

Aku?

Bumi ini seperti berputar lebih cepat, tak ada pegangan membuatku seperti terombang-ambing.

"Ada apa, Dion?" Jelas getar suara Bapak yang sebentar ini menjabat tangan untuk pemindahan tanggung jawabku.

"Maaf, Pak. Saya tidak bisa melanjutkan pernikahan ini. Saya tidak mencintai Zafi, Pak. Wanita yang saya cintai ada di sini. Sekali lagi maaf, Pak!"

Plak!

Sekarang tamparan keras mendarat di pipi Mas Dion.

"Kamu mau buat malu Bapak dan Ibu, Dion?" Sekarang mertuaku mengambil alih. Sedangkan Bapak sudah terduduk di kursi.

"Maaf, Pak. Ini semua karena Bapak dan Ibu yang terus memaksa Dion untuk segera menikah, padahal Bapak tau aku hanya mencintai Sherly, Pak!"

"Apa? Sherly? Wanita yang sudah mencampakkan mu? Dia pergi bersama laki-laki lain yang lebih kaya dari mu, sekarang setelah kamu sukses seperti ini dia ingin kembali. Tidak, Nak! Tidak! Ibu tidak setuju!" Ibu mertuaku menangis histeris.

Mas Dion tak menghiraukan sama sekali, setelah talak tiga yang dia jatuhkan padaku. Dia pergi, menggenggam tangan wanita lain didepan ku, di depan tamu undangan. Tidak memperdulikan Ibu mertua yang menangis meraung-raung memanggil namanya.

Melihat langkah kaki Mas Dion yang semakin menjauh, membuat tubuhku terasa lemas, sulit sekali untuk bernafas, air mataku luruh.

Kenapa Mas Dion mencorengkan malu untuk keluargaku. Bahkan sekarang dia menyematkan status janda padaku, janda talak tiga.

Apa salahku?

Tubuh ini seketika luruh ke lantai, air mata yang sedari tadi ku tahan kini berjatuhan. Berkali-kali ku pukul dada ini agar rasa sesak hilang.

"Sudah, Nak! Sudah" terdengar suara Ibu di telingaku. Ibu pun tak kalah sedih, air mata yang jarang keluar kini menganak bak sungai.

"Apa salah Zafi, Bu? Apa? Kemana malu ini akan kita bawa, Bu? Zafi menjadi janda saat pernikahan Zafi sendiri!" isakku pada Ibu. Tak ku pedulikan lagi kebaya putih yang kini membalut tubuhku. Bahkan mahkota yang tadi nya terletak di atas kepala, ku buang ke sembarang tempat.

Tiba-tiba di tengah sahut-sahutan kehebohan yang terjadi.

"Bapak!" Ibu histeris saat melihat Bapak jatuh tersungkur. Ibu langsung menghampiri Bapak.

"Pak! Bangun, Pak! Jangan tinggalkan Ibu dan Zafi, Pak!" Ibu menggoyang-goyang badan Bapak, Bapak hanya diam. Melihat itu, aku langsung merangkak ke arah Bapak. Tak ada lagi kekuatan untuk berdiri.

"Pak, Bapak!" aku terus menangis sebelum tubuh ini menggapai Bapak. Semua tamu undangan mengerubungi kami. Seorang ustadz yang tadi menjadi saksi pernikahan ku ikut menghampiri Bapak.

"Innalilahi wa innailaihi rojiun!" seru Ustadz yang berhasil merobohkan semua tiang kekuatan yang tadi ku kumpulkan.

"Tidak, tidak mungkin! Tidakk!" aku meraung. Aku peluk tubuh Bapak. Sedangkan Ibu sudah tak sadarkan diri.

"Pak! Mungkin Bapak salah, tolong di cek lagi pak. Bapak saya masih hidup, Pak!" aku memohon pada Pak Ustadz.

"Paman, ayo bawa Bapak ke Rumah Sakit Paman. Cepat tolong Bapak, Paman!" Paman Surya adik Bapak hanya diam di samping Bapak. Hanya air mata yang menggambarkan suasana hatinya saat ini.

"Siapa saja tolong Bapakku! Tolong! Tolong!" teriakku histeris. Hingga tak ada lagi kekuatan dan seketika semuanya gelap.

Aroma kayu putih tercium jelas olehku. Mencoba membuka mata perlahan. Rupanya aku sedang di kamarku, kamar yang sudah di dekor seindah mungkin. Bahkan beberapa bunga juga di taburkan di atas tempat tidur. Terngiang-ngiang sahut-sahutan orang membaca Yasin.

"Zafi, kamu sudah enakkan, Nak?" rupanya Bi Asih istri Paman yang menemani ku sedari tadi.

Kembali air mata ini mengalir, mengingat semua kejadian yang baru terjadi.

Mengapa semua ini harus terjadi padaku?

Mas Dion, kenapa kau begitu kejam?

Bukan malu saja yang kau toreh pada keluargaku, bahkan aku harus kehilangan Bapak atas sikap ke tidak dewasaanmu.

"Bi, kenapa semua ini harus terjadi pada Zafi, Bi?"

"Sudah, Nak. Lebih baik begini. Allah tunjukkan siapa sebenarnya Dion kepadamu, meskipun sedikit terlambat. Sekarang kamu harus kuat dan sabar ya. Ingat Ibumu, Nak." Bibi terus mengelus punggung tanganku. Mata Bibi memerah dan sembab.

Benar kata Bibi, meskipun sedikit terlambat. Aku bisa mengetahui semuanya, meskipun aku harus kehilangan Bapak.

"Mari, Bi. Kita temani Ibu!" aku berdiri dari pembaringan diikuti Bibi.

Saat keluar kamar, aku melihat Ibu yang masih duduk di samping Bapak. Bahkan baju kebaya yang dikenakan Ibu belum lagi terganti. Melihat ini semua, seketika perih kembali menghujam hati. Aku menghapus air mata dan menghampiri Ibu.

"Bu..!" aku duduk di samping Ibu.

"Zafi, Bapak Nak Bapak!" Ibu kembali menangis, aku memeluk Ibu.

"Ibu kuat, Bu. Zafi ada bersama Ibu!" aku hanya mampu berucap, sedangkan aku tak memiliki kekuatan seperti yang aku ucapkan pada Ibu.

"Mbak, jenazah Mas Hanan mau segera dimandikan Mbak." terdengar lirih suara Paman yang meminta izin pada Ibu.

"Biar gak kesorean Mbak, karena lebih cepat lebih baik". Lagi Paman hanya mampu berbisik sambil merunduk. Paman Surya adik Bapak satu-satunya, mereka hanya dua orang kakak-beradik. Nenek dan Kakek sudah lama berpulang.

"Baiklah, Sur. Selenggarakan lah!" perintah Ibu.

Para tetangga mulai mengangkat jenazah Bapak, tadinya mereka membantu untuk kelancaran acara pernikahan dalam sekejap mata berubah menjadi acara pemakaman.

"Apa Ibu mau ikut memandikan, Bu?" tanyaku pada Ibu.

"Ibu tak sanggup, Nak!"

"Kalau begitu Ibu duduk di sini saja ya. Zafi mau ikut memandikan Bapak!" Ibu hanya mengangguk.

Aku berjalan menuju tempat Bapak di mandikan, hanya ini kesempatan terakhir yang aku miliki.

"Jangan sampai air mata mengenai jenazah ya, Nak!" titah seorang ustadz.

"Insya Allah, Pak." aku mulai ikut menyiram tubuh Bapak dengan perlahan. Aku bersihkan semua bagian tubuh Bapak dengan lembut, sesekali menjauh agar air mata tak mengenai Bapak. Masih teringat jelas percakapan kami tadi malam

******

"Kamu jadi istri orang harus nurut ya, Nak! Jangan membantah suamimu. Ridho suami adalah surga bagimu!" nasehat Bapak sebelum aku tidur malam.

"Insyaallah, Pak." jawabku sambil merunduk.

"Kamu satu-satunya anak Bapak dan Ibu, jika sesuatu yang buruk menimpamu, Nak. Kembali lah pada kami. Kami akan selalu menerima bagaimanapun keadaanmu, Nak!"

******

Sekarang semua hanya tinggal kenangan. Jika saja ku tahu pernikahan ini membuatku kehilangan Bapak, seumur hidup tak akan ku jalani.

"Hati-hati bajumu, Nak!" ucap Paman saat melihat beberapa percikan air mengenai baju yang awalnya di gunakan untuk pernikahanku.

"Biar saja Paman. Baju ini sudah tidak ada gunanya.!"

Iya, baju yang ku design jauh-jauh hari sudah tidak ada gunanya.

Setelah proses memandikan selesai, langsung di kafani dan di sholat kan.

Hari ini hari yang sangat berat, dimana hari ini Bapak mengantarkan ku ke pelaminan dan aku mengantar Bapak kepemakaman.

Bersambung...

Jangan lupa Subscribe ya…

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pembalasan Janda Talak Tiga

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Adhiti
9.6
Adhiti menjalani keseharian tanpa menyadari bahwa sang ayah menyembunyikan tragedi kelam dari masa lalunya. Takdir kemudian membawanya bertemu seorang pria penuh luka dan kebencian yang ternyata terikat erat dengan rahasia hidupnya. Saat tabir kebenaran mulai tersingkap, Adhiti dipaksa menghadapi kenyataan pahit. Cinta yang tumbuh di antara mereka kini terancam hancur oleh beban masa lalu yang tak pernah ia pilih, namun harus ia tanggung sendiri.
Sampul Novel Lima Tahun yang Tiada Artinya
8.6
Pernikahan yang dibina selama lima tahun seketika runtuh saat Derrick kembali dari dinas luar kota. Bukannya membawa kebahagiaan, dia justru memboyong Syifa, cinta pertamanya yang tengah hamil tiga bulan, untuk tinggal di vila mas kawin milik istrinya. Alih-alih merasa bersalah, Derrick malah bersikap kasar saat permintaannya ditolak. Sadar bahwa selama ini suami dan keluarganya hanya menumpang hidup dari kekayaannya, sang istri akhirnya mengambil langkah tegas. Dia menghentikan seluruh bantuan keuangan dan segera menyiapkan surat cerai untuk mengakhiri hubungan beracun ini.
Sampul Novel Misteri Cinta
9.4
Oceania Samudra hancur saat Banyu Siliwangi gagal hadir di pernikahan mereka. Tak hanya menanggung malu, gedung acara pun meledak secara tragis. Kini Ochi terjebak dalam investigasi polisi yang dipimpin Badai Putra Alam, perwira bermulut pedas yang menguji kesabarannya. Di tengah ancaman teror yang mengintai nyawanya, Badai hadir sebagai pelindung meski ia berusaha profesional. Namun, satu pelukan tak sengaja mengubah segalanya, membuat Badai tak ingin melepaskan Ochi.
Sampul Novel Moonstruck
9.2
Beryl merasa tertantang saat orang lain meragukan kemampuannya mendekati Simfoni, gadis yang dikenal sangat sulit digapai. Berawal dari ego yang tersentil, Beryl pun memulai misi untuk memenangkan hati Simfoni dengan berbagai cara. Dari strategi wajar hingga aksi nekat yang menguras emosi, ia melakukan segalanya demi menarik perhatian sang gadis. Meski penuh rintangan yang membuat stres, Beryl yakin pesonanya takkan gagal. Akankah kegigihan Beryl sanggup meluluhkan hati Simfoni?
Sampul Novel Pernikahan tanpa cinta.
7.9
Intan, seorang anak tunggal, terpaksa hidup bagaikan boneka di bawah kendali orang tuanya. Ia dipaksa menjalani perjodohan yang hanya mendatangkan penderitaan serta luka batin mendalam. Diangkat dari kisah nyata, novel ini mengikuti perjuangan emosional Intan dalam menghadapi pernikahan tanpa rasa cinta. Akankah ia berhasil menemukan kebahagiaan dan cinta sejatinya? Ikuti terus perjalanan hidupnya yang penuh haru hingga akhir dalam narasi yang menyentuh hati.
Sampul Novel Taruhan Nasib: Suamiku yang Tak Terduga
9.8
Kirani dipaksa menikahi Devon, pria yang dicap preman berbahaya. Meski dihina sebagai anak angkat yang malang, hidupnya justru penuh berkah hingga memenangkan rumah mewah. Ternyata, Devon bukanlah orang biasa, melainkan miliarder terkaya di dunia yang menyembunyikan identitasnya. Saat rahasia besar ini terungkap dan Kirani merasa terintimidasi hingga meminta cerai, Devon menolak tegas. Ia justru menyerahkan seluruh hartanya demi mempertahankan sang istri.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan