Sampul Novel Pewaris Dari Rahim Yang Disewa

Pewaris Dari Rahim Yang Disewa

9.6 / 10.0
Elara kehilangan pekerjaan akibat fitnah, padahal ia adalah tulang punggung keluarga. Di sisi lain, Adrian sang pewaris kaya ditekan untuk segera memiliki keturunan demi warisan. Menolak perjodohan licik ibu tirinya, Adrian menawarkan kontrak kontroversial kepada Elara: menyewakan rahimnya dengan imbalan besar. Meski awalnya transaksional, benih cinta mulai tumbuh saat mereka saling mengenal. Akankah Elara menerima tawaran ini demi keluarga dan menemukan cinta sejati?

Pewaris Dari Rahim Yang Disewa Bab 1

Elara menatap layar komputernya yang kini kosong. Semua file kerja yang semula tertata rapi tiba-tiba terasa sia-sia. Sejak pagi tadi, ia duduk di kursi yang biasa ia gunakan, menatap laporan-laporan yang seharusnya menjadi bukti kinerjanya. Namun kenyataan pahit datang dari satu email: "Dengan berat hati, kami memutuskan hubungan kerja Anda efektif hari ini."

Tangannya gemetar saat mematikan komputer. Pikirannya kacau, jantungnya berdebar, dan matanya terasa panas. Ia tahu, di balik email itu, ada tangan-tangan yang ingin menjatuhkannya. Rekan kerjanya, Maya, dengan senyum manis tapi penuh kebencian, berhasil menanam fitnah yang cukup untuk membuat manajemen percaya padanya.

"Ini... ini tidak mungkin terjadi," gumam Elara pada dirinya sendiri. "Aku sudah bekerja keras... seharusnya ini tidak terjadi."

Di luar jendela kantor, hujan mulai turun deras. Tetesannya menimpa kaca jendela, membentuk garis-garis yang seolah ikut menangis bersamanya. Elara menghela napas panjang. Ia harus kuat. Ibunya sakit, adiknya masih kuliah, dan satu-satunya yang bisa menopang keluarga kini ia sendiri. Ia tidak boleh menyerah.

Beberapa jam kemudian, Elara pulang ke rumah kontrakannya yang sempit. Langkahnya berat, tubuhnya lelah, dan hatinya hampa. Namun sesampainya di rumah, ia disambut oleh senyuman tipis adiknya, Dita, yang tampak khawatir.

"Lara, kau... bagaimana di kantor?" Dita bertanya, menatap kakaknya dengan mata yang cemas.

Elara hanya tersenyum lemah. "Hanya masalah kecil... nanti aku ceritakan. Sekarang, makan dulu."

Namun, di dalam hatinya, kekhawatiran membuncah. Bagaimana ia bisa membayar sewa rumah bulan ini? Bagaimana ia bisa membeli obat ibu yang kian mahal? Pikirannya dipenuhi rasa takut, tapi ia tahu satu hal: ia harus bertindak.

Keesokan harinya, Elara berjalan menelusuri jalanan kota, mengantarkan lamaran kerja dari satu tempat ke tempat lain. Namun setiap pintu yang diketuk, setiap HRD yang ditemui, selalu berakhir sama: penolakan. Rasanya dunia menutup semua jalannya.

"Tidak ada yang mau menerima pekerjaanku," gumamnya saat duduk di bangku taman, menatap anak-anak bermain, merasakan hidup mereka begitu ringan sementara ia menanggung beban dunia.

Saat itulah, sebuah mobil hitam mewah melambat di depannya. Jendela mobil terbuka, dan seorang pria berpakaian rapi menatapnya dengan penuh ketertarikan.

"Kau Elara, bukan?" suaranya dalam dan tegas, namun ada sesuatu yang menenangkan di dalamnya.

Elara menatapnya, sedikit terkejut. "Eh... ya, saya Elara. Maaf, siapa Anda?"

"Saya Adrian," jawab pria itu sambil tersenyum tipis. "Saya punya tawaran pekerjaan untukmu. Tapi bukan pekerjaan biasa. Ini... berbeda."

Elara menatapnya curiga. Dalam hidupnya yang penuh kesulitan, tawaran pekerjaan tiba-tiba dari orang asing terasa aneh. Namun ada sesuatu di matanya Adrian yang membuatnya merasa aman, atau setidaknya penasaran.

"Pekerjaan apa maksud Anda?" tanyanya hati-hati.

Adrian menurunkan kaca mobil sepenuhnya. "Bayaran tinggi. Sangat tinggi. Cukup untuk melunasi semua hutang keluargamu, bahkan lebih."

Elara terperangah. "Bayaran tinggi... tapi... pekerjaan seperti apa?"

Adrian menghela napas panjang. "Aku akan jujur. Pekerjaan ini... tidak mudah diterima hati nurani banyak orang. Aku ingin kau menjadi... surrogatku."

Elara menatapnya kosong. "Apa maksud Anda...?"

"Surrogat. Aku ingin kau melahirkan anak untukku," jawab Adrian dengan tenang. "Aku pewaris terakhir keluargaku, dan aku dituntut untuk memiliki keturunan. Dijodohkan dengan wanita lain... aku menolak karena aku tahu niat sebenarnya. Aku butuh cara lain untuk meneruskan garis keturunan. Kau... bisa membantuku."

Elara merasa dunia di sekelilingnya berputar. Bayangan-bayangan masa depan yang membebani hidupnya kini berpadu dengan tawaran yang begitu kontroversial. Ia menunduk, merasakan denyut jantungnya meningkat.

"Maaf... saya... saya tidak mengerti... mengapa Anda memilih saya?" suara Elara bergetar.

Adrian menatapnya tajam, namun penuh kelembutan. "Karena aku melihatmu. Bukan hanya sebagai wanita biasa yang membutuhkan uang. Aku melihat keberanianmu, ketangguhanmu. Kau mampu menghadapi dunia yang kejam ini."

Elara menarik napas panjang. Tawaran itu menggoda-cukup untuk menutupi semua kebutuhan keluarganya. Namun harga yang harus dibayarkan... ia merasakan ketakutan yang begitu dalam. Tubuhnya, hidupnya, semuanya harus ia pertaruhkan.

"Berikan waktu... aku harus memikirkan ini," kata Elara akhirnya.

Adrian tersenyum. "Tentu. Tapi ingat... waktu sangat berharga. Jangan terlalu lama, karena ini kesempatan yang tidak datang dua kali."

Setelah mobil itu pergi, Elara duduk di bangku taman, menatap hujan yang mulai reda. Ia merasakan campuran takut, penasaran, dan harapan. Jika ia menolak, keluarga mungkin tetap kelaparan. Jika ia menerima... hidupnya akan berubah selamanya.

Malam itu, Elara duduk di samping ibu yang sedang tidur, menatap wajahnya yang lelah. Ia menggenggam tangan ibu dengan lembut. "Aku akan melakukan apa pun... demi Ibu, demi Dita," bisiknya.

Hari-hari berikutnya, Elara mulai menyelidiki tawaran Adrian lebih dalam. Ia bertemu pengacara, membaca kontrak, mencari tahu konsekuensi medis dan hukum dari menjadi surrogat. Semakin ia menggali, semakin besar dilema yang ia rasakan.

Di sisi lain, Adrian juga tidak bisa berhenti memikirkan Elara. Ia terpikat pada keteguhan hatinya, keberaniannya menghadapi dunia yang kejam. Namun ia tetap tegas, menjaga jarak emosional, karena tawaran itu awalnya hanya masalah bisnis dan garis keturunan.

Pertemuan mereka semakin sering terjadi. Setiap kali Elara ragu, Adrian hadir dengan ketenangan yang membingungkan hatinya. Setiap kali Adrian mencoba menjaga jarak, Elara merasa ada rasa penasaran yang menuntunnya lebih dekat.

Suatu sore, ketika hujan mulai turun lagi, Elara berdiri di depan kantor Adrian, menatap gedung tinggi yang tampak dingin dan tidak ramah. Namun kali ini, ia merasa harus melangkah masuk. Ia tidak hanya melangkah untuk kontrak, tapi juga untuk masa depan keluarganya.

Adrian menunggu di ruang kerjanya, duduk dengan sikap tenang namun waspada. "Jadi... kau datang," katanya tanpa senyum.

Elara mengangguk. "Aku ingin tahu semua risiko. Semua konsekuensi. Jika aku melakukannya... aku harus siap sepenuhnya."

Adrian tersenyum tipis. "Aku menghargai keberanianmu. Tidak banyak orang yang bisa menghadapi kenyataan seperti ini."

Percakapan itu berlangsung berjam-jam, membahas segala kemungkinan, dari risiko kesehatan hingga hukum. Elara merasa lelah, namun juga lega-setidaknya ia memiliki kendali, dan bukan sekadar pion dalam permainan orang lain.

Ketika malam semakin larut, Adrian akhirnya berdiri. "Aku tidak akan memaksa. Tapi pikirkan ini sebagai awal dari sesuatu yang besar... untukmu dan untuk keluargamu."

Elara menatapnya, merasakan campuran takut dan harapan. Dunia di luar jendela malam itu terasa dingin, namun di dalam hatinya, ada percikan tekad yang menyala. Ia tahu keputusan yang akan diambilnya bukanlah hal sepele. Namun demi keluarganya, ia siap menghadapi dunia-apa pun risikonya.

Dan begitulah, benih-benih sebuah hubungan yang kompleks mulai tumbuh. Tidak dari cinta, tapi dari kebutuhan dan keteguhan hati. Namun di balik kontrak, bayangan perasaan yang lebih dalam mulai mengintai, menunggu saat yang tepat untuk muncul.

Elara menutup mata sejenak malam itu, merasakan beratnya masa depan yang menantinya. Apakah ia benar-benar siap? Apakah pilihan ini akan menjadi berkah atau malapetaka? Hanya waktu yang akan menjawab, dan satu hal yang pasti: hidupnya kini tidak akan pernah sama lagi.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pewaris Dari Rahim Yang Disewa

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel ISTRI RASA SIMPANAN
9.5
Demi menyelamatkan kekasih Anthony Smith, Alicia Huang bersedia mendonorkan sumsum tulang belakangnya. Sebagai imbalan, ia memaksa Anthony menikahinya. Anthony setuju, namun dengan syarat identitas Alicia sebagai istrinya harus dirahasiakan dari publik. Menjalani peran sebagai istri yang disembunyikan layaknya simpanan, akankah ikatan kontrak ini bersemi menjadi cinta sejati atau justru berakhir dengan luka mendalam bagi keduanya?
Sampul Novel My Bad Boss
8.6
Xavier Narendra Maximilian pernah bersumpah takkan menikah karena menganggap wanita hanya teman tidur. Namun, prinsip itu goyah sejak ia bertemu sekretarisnya, Adeeva Adelia Albert, yang sama sekali tidak tertarik menggodanya. Xavier merasa pertemuan ini adalah anugerah terindah, sementara Adeeva sempat menganggap Xavier sebagai hal terburuk dalam hidupnya. Kini, kebencian itu berubah menjadi hari-hari penuh keindahan bagi mereka berdua.
Sampul Novel P. S. I LOVE YOU
8.5
Cyra Alesha, mahasiswi cantik berusia dua puluh tahun, harus berjuang di kota besar dengan bekerja paruh waktu. Namun, hidupnya berubah menjadi mimpi buruk saat ia terjebak kesalahpahaman dengan Felix Domil. CEO muda yang kejam itu tega menginjak harga diri Cyra dan menyeretnya ke dalam penderitaan. Meski disiksa oleh kekejaman sang pewaris tunggal, Cyra justru terjebak dalam pesonanya. Mampukah ia bertahan atau justru memilih berontak demi membebaskan diri?
Sampul Novel PRIME MINISTRE'S DAUGHTER
8.2
Ken terobsesi menikahi Eleanore, putri perdana menteri yang dingin, hingga nekat memakai cara licik. Namun, setelah resmi menikah, Ken mengungkap rahasia kelam masa lalu istrinya yang memicu kebencian mendalam. Eleanore yang awalnya merasa bahagia karena cinta keponakan raja itu, kini harus menderita akibat perubahan sikap Ken yang drastis. Meski hatinya hancur disakiti sang suami, Eleanore tetap bertahan dalam cinta di tengah konflik masa lalu yang sulit dimaafkan.
Sampul Novel SEPENGGAL KISAH TANPA JUDUL
8.9
Jeany, gadis Minang yang pendiam, terjebak dalam pusaran luka mendalam. Setelah diselingkuhi kekasihnya, ia harus menyaksikan kehancuran keluarganya. Sang papa pergi demi wanita lain, bahkan selingkuhannya tega mengirimkan video asusila yang membuat mama Jeany depresi berat. Trauma pernikahan kini menghantui Jeany. Bersama Jeje, saudara perempuannya, ia berjuang menghadapi teror pelakor dan cobaan hidup yang seolah tak kunjung usai. Sanggupkah Jeany bertahan?
Sampul Novel Song For Luna
8.9
Pertemuan singkat di Bandung menjadi awal mula hubungan antara Luna dan Alvino. Bermula dari pertukaran nomor telepon dan tawaran menjadi pemandu wisata, Luna tidak menyangka bahwa perkenalan sederhana itu akan mengubah hidupnya secara drastis. Kehadiran Vino membawa dinamika emosional yang penuh gejolak layaknya roller coaster. Kini, Luna harus menghadapi berbagai badai persoalan yang datang silih berganti dan menentukan apakah ia akan menyerah atau terus berjuang.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan