Sampul Novel Istri Di Atas Kertas Sang CEO

Istri Di Atas Kertas Sang CEO

8.1 / 10.0
Demi kesembuhan ibunya, Shania yang baru berusia 19 tahun terpaksa menjadi istri kontrak Steven, seorang CEO perusahaan limbah kimia yang dingin. Steven sebenarnya enggan berurusan dengan wanita, namun ia tak kuasa menolak tuntutan adiknya. Ia pun menawarkan satu miliar rupiah kepada Shania dengan syarat sang gadis bersedia diperbudak melalui perjanjian tertulis. Kini, Shania harus bertahan menghadapi berbagai taktik kejam Steven dalam pernikahan formalitas mereka.

Istri Di Atas Kertas Sang CEO Bab 1

"Kamu harus melunasi biaya pengobatan dan rawat berjalan, kalau tidak kami tidak bisa merawat ibumu di rumah sakit ini dan dengan terpaksa kami harus mengeluarkan ibu kamu dari sini!" ucap Mahen.

"Tapi, Dok. Aku belum mendapatkan uang sebanyak itu. Tidak bisakah, biarkan ibuku di sini dulu dan beri aku waktu untuk mencari uang?!" pinta Shania dengan tatapan memohon.

Air mata Shania tidak berhenti mengalir karena khawatir akan nasib sang ibu jika harus dikeluarkan dari rumah sakit ini. Dia belum sanggup kehilangan wanita yang satu-satunya dia miliki itu.

'Tapi aku harus ke mana? Leonard saja tidak bisa membantuku,' batin Shania.

"Secepatnya ya, agar kami bisa melanjutkan perawatan seperti biasa," ucap Carl menatap gadis malang itu.

Shania mengangguk lalu meninggalkan ruangan Carl dengan cepat. Dia mencoba memikirkan cara agar bisa mendapatkan uang ratusan dolar dengan cepat.

Shania Zeeburgh, gadis berumur 19 tahun. Saat ini sedang menjaga ibunya yang telah didiagnosa mengidapi kanker pankreas stadium 3.

Sejak sang ibu ditahan di rumah sakit, Shania tidak punya waktu untuk diri sendiri. Padahal pada awalnya, dia merupakan seorang anak gadis kaya dan manja. Dia tidak pernah melakukan pekerjaan apa pun hingga saat ayahnya meninggal dunia dan sang ibu berbaring di rumah sakit, merubah segala yang dia miliki.

"Secepatnya, aku harus secepatnya mendapatkan uang!" tekad Shania menggebu-gebu.

Shania mulai terpikir untuk mendatangi Johnsen - Adik dari mendiang ayahnya. Walaupun, Shania yakin pria tua itu tidak akan memberinya uang seperti yang dia harapkan.

"Tidak ada salahnya mencoba, lagi pula ke mana aku harus mencari uang sebanyak itu dalam waktu yang cepat? ujar Shania lirih seraya menghembuskan napasnya kasar. Mengingat wajah sang ibu, dadanya kembali seperti dihantam ribuan ton batu.

Sebelum Shania hendak pergi menemui sang paman, dia menyempatkan diri berpamitan dengan ibunya. Walaupun, wanita paruh baya itu masih tidak sadarkan diri di atas ranjang rumah sakit.

Shania berjalan kaki sambil memikirkan cara lain selain menemui sang paman. Entah kenapa rasanya sangat berat untuk bertemu dengan adik dari mendiang ayahnya itu?

Tiba-tiba Shania berhenti melangkah dan matanya menatap ke sebuah klub dan kasino yang sangat terkenal di kota itu.

"Mungkin aku sudah gila! Kenapa otakku mengatakan bahwa di dalam sana aku bisa mendapatkan uang yang banyak? Hah! Sudahlah lupakan saja." Gadis itu menggelengkan kepala, berusaha mengenyahkan semua pikiran yang ada di kepalanya.

Beberapa menit kemudian, kaki Shania tetap membawanya masuk ke dalam bangunan yang mewah itu.

Jujur saja, Shania merasa ingin muntah ketika masuk ke dalam bangunan itu karena dari bagian luar saja, bau aroma nikotin sangat kuat hingga menusuk ke dalam indera penciumannya.

'Tolong, seseorang beritahu aku, apa yang aku lakukan ini salah, tetapi mau ke rumah paman juga pasti sia-sia. Ck!' batin Shania sambil berdecak.

Tiba-tiba seorang pria bertubuh gempal dan berkumis tebal menyenggol pundak Shania.

"Eh, maaf, Adik. Paman tidak sengaja," ucap pria itu dengan nada yang lembut.

"Ah, tidak apa-apa. Salah aku juga tidak melihat jalan," sahut Shania memaksakan senyum dan sedikit menjauh dari lelaki itu.

"Oh ya ...," pria itu menelisik penampilan Shania. "Adik mau ke mana? Tempat ini tidak cocok untuk gadis secantik Adik," lanjut pria itu.

"Eh, er ... aku, aku mau mencari kerja di sini paman," jawab Shania dengan polos.

Pria itu langsung membulatkan matanya lalu menatap Shania dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Ikuti Paman." Pria itu menarik tangan Shania lalu membawanya ke ruangan yang terdapat banyak gadis cantik.

"Kau bertemu dengan orang yang tepat!" ucap pria itu.

Kini, Shania berada di dalam ruangan yang dipenuhi oleh gadis cantik dengan pakaian yang sangat-sangat terbuka. Shania menelan saliva dengan susah payah, merasa bahwa kini dirinya benar-benar tak memiliki jalan keluar.

'Aku pasti sudah gila!' batin Shania.

* * *

"Sean, aku ingin menemui temanku. Kau bisa langsung pulang setelah selesai," ucap Steven.

"Baik, Tuan," sahut Sean

Steven berlalu pergi meninggalkan Sean yang masih menyelesaikan beberapa pekerjaan lagi. Dia sudah berjanji bersama teman-temannya untuk bertemu di klub ternama di kota ini.

Steven Kent pria dewasa berumur 34 tahun merupakan seorang pengusaha dalam bidang limbah kimia. Setelah beberapa bulan sibuk di meja kerjanya, Steven sengaja mengosongkan jadwal hari ini untuk meluangkan waktu sembari bertemu teman-teman lama.

Singkatnya, kini Steven berada di ruang vip duduk bersama ke tiga teman lamanya. Mereka berbagi cerita seperti para pria lajang pada umumnya.

"Eh, kalian tahu tidak? Paman Max punya anak buah baru dan dia sangat-sangat cantik!" ujar teman Steven yang bernama Gerald.

"Kau kalau hal-hal seperti itu selalu dapat informasi yang cepat," sindir pria bernama Bernard pula seraya memutar bola matanya malas.

"Aku penasaran," sahut Steven tersenyum miring.

"Wah, cepat, Ger! Kau harus menyuruh paman Max untuk mengirim anak buahnya yang baru itu ke sini karena Stev sudah mulai penasaran," ujar pria terakhir yang bernama Carry dengan nada sindiran.

"Ok baik!" Gerald langsung membuat panggilan ke nomor paman Max yang merupakan pemilik klub dan kasino itu.

Pintu ruang vvip mereka diketuk, dengan cepat Gerald membuka pintu ruangan mereka dan terlihat paman Max lebih dulu masuk dan di susuli dengan seorang gadis yang terlihat begitu cantik.

Steven tersentak, dia mengerutkan dahinya karena dia mengenali gadis yang bersama paman Max itu.

'Shania? Kenapa dia bisa di sini? Kenapa aku tidak mengetahui tentang hal ini,' batin Steven menatap Shania tak berkedip.

"Silakan, Nia!" ucap Max lalu meninggalkan gadis itu di dalam ruangan VIP.

"Selamat malam, sebelum saya mulai menemani tuan-tuan sekalian, saya harus beritahu bahwa siapa pun pelanggan saya, akan saya kenakan bayaran yang tinggi. Apakah Anda mampu tuan-tuan?" ucap Shania yang dipanggil Nia oleh Max.

"Wow, baru kali ini wanita klub yang menawar harga dirinya sendiri dengan tinggi. Hebat!" ejek Bernard dengan menepuk tangan.

"Apakah kau masih tersegel?" tanya Gerald seraya tersenyum mengejek.

"Iya, Tuan," jawab Shania percaya diri, tetapi jari-jari tangan yang saling meremas satu sama lain dengan keringat dingin mengucur. Menandakan bahwa gadis muda itu sedang gugup

"Buktinya?" timpal Bernard ikut menyambung.

"Apa kau ingin tidur denganku?" Shania kembali melontarkan pertanyaan dengan raut wajah yang serius.

Pertanyaan Shania membuat Steven dan Carry kompak terbatuk-batuk. Steven langsung menatap tajam ke arah Shania.

"Kau sungguh berani gadis kecil!" ujar Carry geleng-geleng kepala.

"Kenapa tidak?" tantang Shania serius.

"Baiklah, aku sanggup membayarmu. Jika kau mau tidur denganku," ucap Steven.

Ucapan Steven tadi membuat ketiga temannya kompak menoleh ke arah lelaki itu. Baru kali ini mereka mendengar ucapan pria hidung belang keluar dari mulut Steven.

"Stev, kau serius?" tanya Carry.

"Baiklah, tetapi aku mau menegaskan bahwa harga diriku sama sekali tidak cocok dengan dirimu," sahut Shania.

'Sepertinya, aku pernah melihat pria ini, tetapi di mana?' ucap Shania dalam hati.

Steven tersenyum miring lalu berdiri dan berjalan mendekati Shania. Tanpa banyak berkata lagi, Steven langsung menarik tangan Shania untuk membawanya keluar dari dalam ruangan itu.

"Kau hendak membawaku ke mana?! tanya Shania kesal karena lelaki itu menariknya dengan kasar.

"Menidurimu!" sahut Steven dengan serius, tetapi ekspresi wajah santai.

'Sial! Aku gali lobang untuk diriku sendiri. Habislah aku kali ini!'

Bersambung ..

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Istri Di Atas Kertas Sang CEO

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Menikahi pria yang pernah ditolak di masa lalu membawa dilema besar dalam sebuah perjodohan. Apakah dia bertahan karena cinta yang tersisa, atau justru merencanakan balas dendam atas luka lama? Sebagai pasutri, mereka dipaksa menjalani komitmen di tengah bayang-bayang masa lalu yang kembali mengusik ketenangan. Di dunia Chronophile, di mana waktu sangat dihargai, rahasia dan konflik mulai menguji kesetiaan mereka dalam mempertahankan rumah tangga ini.
Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali menuntut cerai untuk ke-99 kalinya. Namun, Laurence Andrews justru mengusirnya dari mobil demi mengangkat telepon mantan kekasihnya, Rosalie Harris. Laurence terus merendahkan Josie dan yakin istrinya takkan sanggup pergi. Dia tidak menyadari bahwa pengabaian berulang ini telah mencapai batasnya. Di balik layar, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie untuk segera berpisah dan meninggalkan negara ini selamanya.
Sampul Novel Diselingkuhi Suami Dibucinin Berondong
8.9
Dunia Ratih Apsari runtuh usai memergoki pengkhianatan suaminya. Di tengah kesedihan pasca perceraian, sebuah kesalahan fatal membawanya masuk ke mobil Derryl Dariawan hingga mereka menghabiskan malam bersama. Ternyata, Derryl adalah CEO baru di kantornya. Meski sempat menuduh Derryl menjebaknya, kedekatan mereka justru menumbuhkan rasa cinta. Ratih bimbang karena perbedaan status dan usia Derryl yang tujuh tahun lebih muda. Akankah ia membuka hati atau kembali pada sang mantan?
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menyelamatkan adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari terpaksa menjual kesuciannya kepada Keyko Khayang Gumelar senilai 100 juta rupiah. Namun, takdir mempertemukannya dengan Damian, seorang duda tampan, di sebuah supermarket secara tidak sengaja. Kini, Daiva terjebak dalam dilema cinta ketika kedua pria tersebut mulai mengejar hatinya. Siapakah yang akhirnya akan dipilih Daiva sebagai pendamping hidup di tengah bayang-bayang masa lalunya?
Sampul Novel Istri Untuk Suamiku
8.6
Fatma menghadapi cobaan berat saat divonis menderita kanker rahim stadium lanjut yang memupus harapannya memiliki anak. Demi kebahagiaan Satria, ia rela meminta suaminya menikah lagi. Namun, kenyataan pahit terungkap bahwa Satria selama ini tidak pernah mencintainya. Meski Satria sempat menolak karena enggan menyakiti hatinya, Fatma tetap memohon dengan penuh air mata agar permintaan terakhirnya dipenuhi sebagai bentuk pengorbanan cinta yang tulus.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Dikhianati oleh tunangan dan saudara angkatnya setelah kembali dari desa, Sabrina membalas dendam dengan mendekati paman sang mantan, Charles. Meski awalnya Charles menolak ikatan emosional setelah malam penuh gairah, Sabrina justru memancing harga dirinya hingga mereka terikat selamanya. Kini sebagai bibi mantan kekasihnya, Sabrina yang dianggap remeh ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan bahwa dia bukan sekadar pemburu harta, melainkan pemilik takhta sesungguhnya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan