Sampul Novel Pernikahan Penuh Rahasia

Pernikahan Penuh Rahasia

8.2 / 10.0
Nara terjebak dalam pernikahan kontrak 90 hari dengan Kieran, pewaris kaya raya, demi melunasi utang mendiang ayahnya. Meski Nara menyimpan rasa, Kieran justru bersikap dingin dan menegaskan bahwa penyatuan ini hanyalah tuntutan sang ayah. Bagi Kieran, Nara hanyalah putri petani yang memalukan. Di tengah kebencian dan rahasia yang menyelimuti rumah mereka, Nara harus bertahan menghadapi kehancuran hati sambil mencari tahu apakah ada harapan dalam sisa waktu mereka.

Pernikahan Penuh Rahasia Bab 1

Matahari terbenam dengan sinar jingga yang memancar lewat celah-celah jendela rumah tua itu, menebarkan warna keemasan pada lantai kayu yang sudah lama tak tersentuh. Nara memandang dinding yang retak, dinding yang seakan menyimpan segala rahasia dan penderitaan. Sebuah rumah yang dulu dipenuhi tawa, kini hanya tinggal sepi dan sunyi, mirip dengan hatinya yang terluka.

Tiga bulan sudah berlalu sejak malam itu-malam di mana Kieran, pria yang tak pernah sekalipun memandangnya dengan penuh kasih, berdiri di hadapan altar dan mengucapkan janji yang kini terasa seperti kenangan pahit. Pernikahan mereka bukanlah pilihan, melainkan akibat dari keputusan yang diambil oleh ayahnya, yang terjerat utang pada keluarga Kieran. Utang yang kini bersemayam di antara mereka, seolah-olah menjadi bayangan gelap yang tak bisa dihindari.

Nara menghela napas panjang, merasakan perasaan terhimpit oleh ketidakpastian. Beberapa bulan terakhir, Kieran lebih sering menghilang, entah ke mana. Jika pun ia berada di rumah, mereka hanya berbagi ruang dalam keheningan yang mencekik. Nara tidak pernah berani untuk memulai percakapan. Setiap kali dia mencoba, tatapan tajam Kieran membuat lidahnya kelu, seolah kata-kata yang ingin diucapkannya dipatahkan oleh rasa takut.

"Apa yang harus kulakukan?" bisik Nara pada bayangannya yang terpantul di cermin retak di samping tempat tidurnya. Rambutnya yang panjang terurai, berkilau di bawah sinar temaram. Ia masih mengenakan gaun tidur lusuh yang semakin hari semakin tak layak dikenakan. Ia tahu, dalam sekejap, kebahagiaan yang pernah ia impikan seperti habis disapu angin.

Tiba-tiba, suara langkah kaki di luar pintu menarik perhatian Nara. Dengan jantung yang berdebar keras, ia melangkah menuju pintu. Pintu itu terbuka perlahan, menampilkan sosok Kieran dengan pakaian hitam yang rapi. Matanya yang gelap menatapnya sejenak, lalu kembali mengalihkan pandangan. Ia masuk tanpa sepatah kata pun, meninggalkan jejak aroma anggur dan parfum mahal yang masih menempel di jasnya.

"Selamat datang," kata Nara, suara yang dipaksakan ceria, meskipun di dalam hatinya hanya ada kehancuran. Kieran hanya mengangguk, lalu duduk di kursi kayu di dekat jendela. Ia menatap keluar, seolah-olah mencari sesuatu di luar sana yang tidak bisa dilihat oleh Nara.

Nara berdiri diam, mencuri pandang dari balik tirai. Melihat Kieran dalam diam membuatnya merasa seolah-olah ada dinding kaca yang memisahkan mereka. Kieran, pria yang penuh misteri dan keangkuhan, pria yang tidak pernah menunjukkan perasaan apapun. Satu-satunya bukti kasihnya adalah pernikahan ini, yang dilakukannya demi memenuhi kewajiban. Tapi cinta, cinta itu tidak pernah ada di antara mereka.

Malam itu, Nara memutuskan untuk tidak membiarkan kesunyian menghancurkannya. Ia mendekat dan duduk di kursi di seberang Kieran, mencoba untuk mengatur napasnya yang mulai tidak teratur. "Kieran," ia memulai, suaranya bergetar, "kenapa kau menikah denganku?"

Kieran menoleh, alisnya sedikit terangkat, seakan-akan pertanyaan itu adalah sesuatu yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Ia tertawa kecil, tapi tawanya itu lebih terdengar seperti gemerisik angin yang tidak menyenangkan. "Kau sudah tahu jawabannya, Nara. Aku tidak menikahimu karena ingin. Ini bukan tentang aku. Ini tentang kewajiban, tentang menepati janji yang telah dibuat ayah kita."

Tiga bulan pernikahan, dan itu adalah pertama kalinya Kieran mengakuinya. Kata-kata itu menyusup seperti racun, mengalir dalam pembuluh darahnya, membuat jantungnya berdegup lebih cepat, lebih nyeri. Perasaan terluka itu menahan napasnya. "Tapi, bagaimana dengan kita? Dengan hidup kita?"

Kieran mengalihkan pandangan, menatap bintang-bintang di luar sana. Sejenak, ada keheningan yang memadati ruang di antara mereka. Nara ingin sekali mendekat, tapi rasa takut yang mencekam membuatnya terhenti di tempat.

"Tidak ada 'kita', Nara," katanya, suara keras dan tegas, membuat Nara hampir terjatuh dari kursi. "Ini hanya perjanjian, sebuah kewajiban. Aku tidak akan pernah bisa mencintaimu."

Nara merasa duniannya runtuh, seolah-olah langit di atasnya terbelah, dan kegelapan merayap ke seluruh jiwanya. Namun, ia tetap bertahan, menggenggam harapan yang semakin menipis. "Tapi... jika kau terus seperti ini, bagaimana kita bisa bertahan? Aku tidak bisa terus hidup dalam kebencian ini."

Kieran menoleh ke arahnya, ekspresinya masih sama, tapi matanya menyimpan sesuatu-sesuatu yang sulit diungkapkan. "Itulah masalahnya, Nara. Kau terlalu berharap."

Nara tidak tahu harus berkata apa. Kieran benar, ia terlalu berharap. Harapan itu seperti api yang perlahan menyala, hanya untuk ditiup angin dan mati dalam sekejap. Semua kenangan tentang tawa dan impian yang pernah ia miliki seakan-akan lenyap begitu saja, ditelan oleh kegelapan yang menyelimuti hati mereka.

Namun, malam itu, Nara membuat keputusan. Ia tidak akan membiarkan harapan itu mati begitu saja. Jika Kieran tidak akan bertarung untuk mereka, maka ia sendiri yang harus mencari cara untuk memperbaiki semuanya.

Dalam keheningan yang mencekam, ia memandang Kieran yang masih tidak mengalihkan pandangan dari jendela, seolah-olah bintang-bintang di langit dapat memberi jawaban yang dia cari. Dan dalam kesendirian malam itu, Nara tahu, jalan yang harus ia tempuh tidak akan mudah. Tapi, untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir, ia merasa ada sesuatu yang harus diperjuangkan.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pernikahan Penuh Rahasia

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly adalah siswi berprestasi yang mengidap galaktorea, sebuah kondisi hormon yang membuatnya memproduksi ASI meski belum pernah hamil. Suatu hari, rasa sakit akibat penumpukan cairan itu tak tertahankan hingga ia terpaksa meminta bantuan gurunya di sekolah. Kejadian tak terduga di ruang guru tersebut lantas mengubah segalanya. Berawal dari rahasia medis yang memalukan, hubungan mereka berkembang menjadi jalinan asmara yang rumit dan penuh risiko.
Sampul Novel Istri Untuk Suamiku
8.6
Fatma menghadapi cobaan berat saat divonis menderita kanker rahim stadium lanjut yang memupus harapannya memiliki anak. Demi kebahagiaan Satria, ia rela meminta suaminya menikah lagi. Namun, kenyataan pahit terungkap bahwa Satria selama ini tidak pernah mencintainya. Meski Satria sempat menolak karena enggan menyakiti hatinya, Fatma tetap memohon dengan penuh air mata agar permintaan terakhirnya dipenuhi sebagai bentuk pengorbanan cinta yang tulus.
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota adalah pemuda dua puluh tahun yang sangat malas dan pengangguran. Meski cerdas dalam kelicikan, ia hanya menghabiskan waktu dengan gawainya. Hal ini memicu kekhawatiran mendalam bagi ibunya, Artisa. Sebagai wanita pekerja keras yang juga memiliki sisi licik, Artisa bertekad mengubah tabiat buruk putranya secara total. Ia menempuh metode ekstrem dengan mentransformasi fisik Sota. Berhasilkah rencana Artisa mengubah jati diri Sota melalui perubahan tubuh tersebut?
Sampul Novel Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
9.2
Niat hati memberi kejutan ulang tahun, aku justru menyaksikan pengkhianatan kekasihku dengan pria kaya. Dihina karena miskin, hidupku berubah saat pelayan keluarga terkaya mengungkap identitas asliku sebagai pewaris Grup Nelson. Kini dengan kekayaan tak terbatas, aku kembali untuk membalas dendam. Mantan kekasihku bersujud memohon ampun, namun aku hanya berlalu menuju kemewahan. Bagiku, uang hanyalah angka dan aku sangat menikmati cara menghabiskannya.
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Penyesalan mendalam menghantui setelah perpisahan yang tak terelakkan terjadi. Kesadaran yang datang terlambat hanya menyisakan duka, karena tangisan tak mampu mengubah kenyataan. Kehadiran sosokmu sebelumnya telah memberi warna dan mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski mengenalmu membawa rasa sakit dan kesedihan, di sana pula kutemukan kebahagiaan sejati. Kini, andai waktu bisa diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik bersamamu.
Sampul Novel Light Of Love
8.1
Kayla Pratama, seorang yatim piatu, terpaksa menjalani hidup sebagai istri kedua dari pengusaha sukses bernama Raga Dirgantara. Terjebak oleh beban hutang budi di masa lalu, Kayla tidak memiliki pilihan selain menerima nasibnya yang pahit. Kehadirannya dalam pernikahan itu hanyalah demi memberikan keturunan bagi sang miliarder. Ia harus berjuang menghadapi kenyataan bahwa dirinya cuma dianggap sebagai alat tanpa memiliki posisi yang sesungguhnya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan