Sampul Novel Kaisar Muda, Jangan Menggodaku!

Kaisar Muda, Jangan Menggodaku!

8.5 / 10.0
Dalam fantasy novel Kaisar Muda, Jangan Menggodaku!, Yun Xiaowen harus bertahan saat orang tuanya dibunuh oleh Kaisar Liuu Qiang Wen. Sang kaisar menikahinya demi ambisi menguasai tujuh dunia. Baca fiction fantasy romance books ini untuk melihat perjuangan Xiaowen di tengah intrik kekuasaan.
Ringkasan Kaisar Muda, Jangan Menggodaku!
Yun Xiaowen, calon ratu iblis, terjebak dalam nestapa usai bertemu Liuu Qiang Wen. Kaisar manusia berjuluk The Cyanide King itu membantai orang tua Xiaowen demi ambisi menguasai tujuh dunia. Tanpa cinta, ia menikahi Xiaowen hanya untuk memanfaatkan kelemahannya sebagai pion politik. Di tengah mimpi buruk yang seakan tak berakhir, Xiaowen meratapi nasibnya yang hancur sambil mempertanyakan apakah masih ada sisa kasih sayang di hati sang kaisar yang kejam.
Baca Selengkapnya

Kaisar Muda, Jangan Menggodaku! Bab 1

Karpet emas digelar seluas mungkin, bunga bertebaran dimana-mana. Semua rakyat Kerajaan Iblis nampak bersuka cita pada hari itu. Hari dimana bulan purnama bersinar dengan penuh dan terang.

Sorak sorai rakyat menghiasi malam itu, malam gemilang dimana sebentar lagi kerajaan mereka akan mencapai puncak kejayaannya. Beberapa jamuan gratis sengaja disediakan pihak kerajaan untuk menjamu kerabat dan rakyat tercinta yang ingin turut hadir dalam pesta nan megah itu.

Perlahan sorak sorai rakyat kembali membahana tatkala sesosok gadis cantik melangkahkan kakinya yang putih jenjang menapaki karpet emas. Semua tersenyum bahagia menyambut sang puteri dengan tatapan penuh takjub.

"Puteriku...." desis Raja Iblis dengan hati penuh rasa bangga.

Gadis itu tersenyum manis, diantara para tamu dan yang hadir di tempat itu hanya gadis itulah yang memiliki paras elok sesempurna wajah manusia.

Ya, hanya gadis itu.

Yun Xiaowen, gadis itu anak dari pasangan iblis namun berbeda dari wujud iblis yang biasanya. Ia berparas elok dan sempurna layaknya wajah anak manusia, ia memiliki tanduk, sayap dan kuku panjang namun semua itu bisa ia sembunyikan dan hanya bisa ia perlihatkan ketika dalam keadaan genting saja.

"Tak terasa kau sudah beranjak dewasa, puteriku." puji sang ratu sambil merentangkan tangannya pada sang puteri.

Nona Yun, panggilan akrab gadis itu hanya tersenyum dan balas merentangkan tangannya. Keduanya lantas berpelukan penuh sayang, semua rakyat hanya tersenyum melihat kehangatan sebuah keluarga di depan mata mereka.

"Ibu...." gumam Nona Yun lirih sambil melepaskan pelukan sang ibunda lalu kembali tersenyum.

"Selamat anakku, hari ini usiamu sudah genap ke-125. Kau beranjak dewasa dan untuk itulah kami akan mempercayakan kerajaan ini padamu." ucap sang raja dengan mata mulai berlinangan.

"Ayah... Apakah ini tidak terlalu berburu-buru? Aku masih kecil, aku masih ingin bersenang-senang." ucap Nona Yun lirih dengan nada manja.

"Kau sudah dewasa nak, kau bukan anak kecil lagi. Ayah dan Ibumu sudah cukup tua untuk memimpin kerajaan, sudah saatnya yang muda yang memimpin. Bukankah begitu, Yang Mulia Raja?" ucap Ratu sambil melirik ke arah Raja.

Raja hanya tersenyum lalu menganggukkan kepalanya dengan mantap. Ia lalu membelai rambut Nona Yun penuh sayang.

"Dulu aku sudah berjanji pada rakyatku pada hari kelahiranmu bahwa aku akan menobatkan dirimu sebagai penguasa kerajaan Iblis ketika usiamu genap 125. Dan saat inilah waktu yang tepat Yun Xiaowen. Terimalah mahkota ini sebagai tanda bahwa janji ayahmu sudah lunas dan kerajaan ini sah jadi kerajaanmu." ucap Raja penuh wibawa.

Semua bertepuk tangan atas ucapan sang raja yang begitu bijak. Perlahan sang raja meraih mahkota terbuat dari emas putih bertahtakan berlian merah sebagai lambang kerajaan iblis. Pria paruh baya itu tersenyum dan bersiap menaruh mahkota itu di kepala sang puteri namun....

Sreett..

Sebuah anak panah melayang ke arah mahkota itu dan membuatnya jatuh ke tanah. Semua yang hadir di pesta kerajaan yang megah itu segera menoleh, menatap siapa gerangan orang yang berani melakukan penghinaan di penobatan calon ratu mereka.

"Aarrrhh..." pekik sang raja ketika sebuah anak panah yang disulut api menancap sempurna di jantung sang raja.

"Ayah... Ayah...." panggil Nona Yun panik ketika melihat sang ayah jatuh tumbang ke tanah. Gadis itu meraih tubuh ayahnya dengan tangan bergetar.

"Aarghh...." kali ini ibunya yang gantian memekik ketika sebuah anak panah kembali menyerang. Leher sang ratu berhasil dilukai dengan sempurna.

"Ibu... Ayah... Kenapa? Ada apa ini?" tanya Nona Yun panik sambil meraih tangan Ibunya dan sesekali menoleh ke arah ayahnya yang terlihat menggapai-gapai tangannya.

"Y... Yun... Per... Pergilahh! Pergilah nak. Mu.. Musuh.. A.. Akan... Melu.. Lukai...muh. Per... Pergi... Pergill... Lah nak... Bawa mah.. Mah.. Kota itu ber... Samahmuh... " ucap sang ibu dengan susah payah sebelum ia benar-benar menghembuskan nafas terakhirnya.

"I... Ibu... Jelaskan padaku!! Ada apa? Ayah...." tangis Nona Yun tak mengerti sambil mendekati Ayahnya yang sudah terpejam namun masih ada sisa denyut nadi di tangannya.

"Ayah... Jangan tinggalkan aku... Ibu... Jangan pergi...." tangis Nona Yun pecah.

"Per... Pergilah Nak, musuh... Ak.. Akan membunuhmu... Per... Pergilah dan bawa... Mah... Mahkota itu bersamamuh... Jangan sampai... Ke... Kerajaan kita... Ja.. Jatuh ke... Tangan... Orang lain...anakku, la.. Larilah... Se.. Sebelum... Ter... Lambat." ucap sang raja lirih sambil menitikkan airmatanya yang terakhir.

"Ayah...." tangis Nona Yun makin pecah. Ia bingung harus berbuat apa sambil menatapi kedua orang tuanya yang sudah tiada.

Kejadian ini begitu cepat, beberapa menit lalu mereka masih berpelukan bersama namun sekarang......

"BAWA GADIS ITU!!" perintah seseorang sambil memerintahkan pasukannya untuk menangkap Nona Yun.

Gadis itu buru-buru menoleh, ia melihat beberapa pasukan manusia menyerbu dirinya. Dengan sigap ia meraih mahkota yang menggelundung di tanah dan membawanya lari menjauhi istana.

Gadis itu terus berlari, telinganya masih mendengar sayup-sayup peperangan yang terjadi di istananya antara pasukan iblis dengan pasukan manusia yang sama sekali tidak ia kenal. Sedang di belakangnya masih saja ada orang yang berusaha menangkapnya layaknya tikus yang mencuri makanan.

Nona Yun terus berlari sambil memeluk mahkotanya, ini adalah mahkota kebanggaan kerajaannya. Jika ia kehilangannya maka ia akan merasa bersalah pada nenek moyang dan leluhurnya.

Gadis itu terus berlari hingga kakinya berdarah-darah karena tersandung sana-sini. Percuma saja ia melawan karena ilmunya masihlah dangkal, kekuatannya belum sempurna dan jika ia mempergunakannya maka akan berakibat fatal itulah kenapa Ayah dan Ibunya menyuruhnya berlari daripada menghadapinya.

Sekali lagi gadis itu terjungkal membuat mahkotanya menggelinding dan berlian yang jadi hiasannya hampir lepas. Ia panik tapi ia tak punya pilihan selain melepas berlian itu dan menggenggamnya erat sambil membawanya lari.

Kaki gadis itu mulai melemah, ia sudah tak kuat lagi untuk berlari. Matanya seakan berkunang hingga akhirnya ia harus kembali tersungkur di tanah seraya menggenggam berlian merahnya.

"BERHENTI DI SITU ANAK IBLIS!!" perintahnya di belakang Nona Yun.

Gadis itu menoleh, ia menatap marah pada pria yang kini ada di hadapannya. Perlahan dengan kaki gemetar, ia berusaha berdiri dan menantang si pria yang terlihat sebaya dengannya.

"Kenapa kau mengejarku? Kenapa kau menghancurkan istanaku? Kenapa kau bunuh ayah ibuku? Kenapa?" tanya Nona Yun marah, kini manik matanya yang kelam berubah menjadi merah menyala.

Pria itu tertawa terbahak, tanpa berdosa ia melangkah maju membuat Nona Yun harus waspada dan memundurkan kakinya.

"Rajaku ingin menguasai kerajaanmu, maka dari itu serahkan berlian itu dan kau akan bebas." ucapnya penuh percaya diri.

Kini gantian Nona Yun yang tertawa, meski lirih dan bergetar sebenarnya ia juga merasa ketakutan.

"Kau kira kau bisa mendapatkannya?" tantang Nona Yun kesal. Gadis itu tak punya pilihan lain selain menelan berlian itu ke dalam mulutnya.

"Hei... Kau! Keluarkan itu dari mulutmu!" peringatnya marah tatkala Nona Yun dengan sigap menelan berlian itu dalam mulutnya.

Sesak. Sakit.

Itu adalah kesan pertama yang Nona Yun rasakan ketika menelan batu berlian warna merah sebesar buah langsat. Gadis itu tersengal seakan bertarung dengan nyawanya sendiri.

"PRAJURIT KELUARKAN BERLIAN ITU DARI MULUT ANAK IBLIS ITU!" perintahnya kejam sambil menunjuk ke arah Nona Yun yang memegangi lehernya.

Sontak beberapa prajurit menghampiri Nona Yun dan berusaha memegangnya namun mereka terpental karena tak kuat dengan suhu tubuh sang nona yang memanas maksimal.

Gadis itu bertaruh nyawa menelan berlian itu, saking sakitnya ia jatuh terguling dan akhirnya jatuh pingsan.

"Anakku... Kau memang bijak! Ayah dan Ibu bangga dengan pengorbananmu."

****

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kaisar Muda, Jangan Menggodaku!

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Kecanduan Manis: Istri Manja Tuan Wahid
9.4
Kehidupan Rossa hancur setelah hamil akibat cinta satu malam dengan orang asing. Di tengah kemelut itu, ia terpaksa menikahi tunangan masa kecilnya demi kesepakatan bisnis. Meski awalnya dingin, Rossa perlahan menyerahkan hatinya. Namun saat akan melahirkan, ia justru menerima surat cerai yang menghancurkan jiwanya. Setelah memilih pergi, takdir kembali mempertemukan mereka. Sang suami mengaku sangat mencintainya, tapi akankah Rossa bersedia membuka hatinya lagi?
Sampul Novel KESAKSIAN CINTA STEVI
8.1
Stevi terbayang pesan terakhir mendiang ibunya untuk giat bekerja sebelum wafat. Kini, setelah menikah dengan Aria, Stevi berjuang menjalani hidup barunya meski duka masih membekas. Ia berharap sang ibu tenang di sana karena Aria sangat membutuhkannya. Di sisi lain, Aria sibuk dengan profesinya di kampus. Saat memberikan bimbingan makalah kepada mahasiswi, ia menekankan pentingnya orisinalitas karya demi menghindari isu plagiarisme dalam seminar.
Sampul Novel Misteri Reagan Harvest
9.0
Clare Stewart, mahasiswi cerdas yang terikat perjodohan sejak lahir, mulanya enggan mengenal calon suaminya. Namun, pendiriannya goyah saat ia jatuh hati pada senior kampusnya, Reagan Harvest. Reagan yang kaya raya ternyata putra dari sahabat ayahnya sendiri. Meski saling mencintai, Clare bimbang antara mandat orang tua atau perasaannya. Reagan pun memohon agar mereka tetap menjalin kasih sebelum pernikahan terpaksa terjadi. Akankah Clare memilih cinta sejatinya?
Sampul Novel My Sugar Daddy is a Monster
8.4
Nasib malang memaksa Lylia Prozky, gadis polos yang penuh perjuangan, menjadi sugar baby bagi Dante Prime. Dante dikenal sebagai pengusaha kejam dan monster berdarah dingin di dunia bawah tanah. Di tengah pencarian cinta sejatinya, Lylia harus menghadapi obsesi serta sifat posesif Dante yang luar biasa, terutama saat pria lain mulai mendekatinya. Mampukah Lylia bertahan dari ancaman musuh dan jeratan hati sang monster yang begitu berbahaya?
Sampul Novel Somebody That You Loved
8.3
Bonita atau Boo mendambakan pernikahan setelah empat tahun memadu kasih dengan Benjamin alias Bee. Namun, impian itu hancur saat Bee ketahuan selingkuh dengan seorang model seksi. Meski dikhianati, Boo sulit melepaskan Bee karena trauma masa lalu. Di sisi lain, Bee terjebak antara komitmen suci dengan Boo atau mengejar kembali cinta pertamanya sejak kecil. Akankah hubungan ini bertahan menuju pelaminan, atau pengkhianatan Bee menjadi akhir bagi kisah mereka?
Sampul Novel THE BRIDAL SHOWER
9.6
Arsenio Malik Akbar adalah seorang prajurit tangguh yang tengah terjebak dalam obsesi asmara yang mendalam. Fokus utamanya kini hanyalah sosok Mitha, wanita yang telah memiliki suami. Meski terhalang status pernikahan, Arsenio bertekad bulat untuk mengejar dan memenangkan hati sang pujaan. Dia tidak peduli dengan segala rintangan yang menghadang, asalkan Mitha bisa menjadi miliknya seutuhnya. Inilah perjuangan nekat seorang tentara demi cinta terlarang.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan