Sampul Novel Saat adik-adikku sukses

Saat adik-adikku sukses

9.5 / 10.0
Dalam novel modern Saat adik-adikku sukses, seorang kakak berkorban demi masa depan saudaranya. Namun, pengkhianatan muncul saat mereka melupakan jasanya. Ikuti kisah penuh intrik ini di web novel kami, salah satu pilihan fiction books terbaik untuk dibaca online secara gratis.
Ringkasan Saat adik-adikku sukses
Kisah ini menyoroti perjuangan tanpa pamrih seorang kakak yang mengabdikan hidupnya demi masa depan ketiga adiknya. Berkat kerja keras dan pengorbanannya, mereka semua berhasil meraih puncak kesuksesan. Namun, setelah bergelimang harta, para adik justru menjadi angkuh. Mereka melupakan jasa besar sang kakak, bahkan tega menghina kondisinya yang sederhana. Sebuah drama menyentuh tentang pengkhianatan keluarga dan luka hati yang mendalam.
Baca Selengkapnya

Saat adik-adikku sukses Bab 1

Saat adik-adikku sukses

"Anak Teteh gak pernah makan enak ya, kayak orang kelaparan gitu," ucap Mala pada Nurma, kakaknya.

"Heh, Tedi. Gak boleh, kamu udah ngambil sepotong ayam goreng tadi, Ibumu ke sini gak bawa makanan apa-apa, cuma bawa perut," tegur Ratri pada cucunya sambil menangkis tangan Tedi yang hampir menyentuh piring berisi ayam goreng yang begitu banyak, rasanya tidak akan habis jika Tedi mengambilnya sepotong lagi.

"Teh, mending bawa anaknya makan di dapur, dari pada bikin recok di sini," Mala kembali berbicara.

Tanpa berkata apa-apa, Nurma langsung membawa Tedi ke dapur, meninggalkan Ibu, dan saudara-saudarnya yang sedang menikmati buka puasa terakhir di tahun ini.

Nurma sadar, dari banyaknya makanan, tidak ada satupun yang bisa dia akui. Semua makanan ini di beli oleh ketiga adiknya yang sedang kembali ke kampung halaman untuk merayakan hari raya idul fitri esok hari.

Mereka tidak sadar, jika bukan karena tangan Nurma, bahan mentah yang mereka bawa tidak akan menjadi makanan lezat yang sedang mereka nikmati sekarang ini.

Istilah uang tidak bersaudara itu memang ada dan nyata, seperti yang sedang Nurma alami. Nurma adalah sulung dari 4 saudara, dua adiknya perempuan dan satu lagi bungsu laki-laki.

Dari ketiga saudaranya, Nurma lah yang kini hidupnya paling memprihatinkan.

Diam-diam Nurma pulang, membawa Tedi yang menangis karena ingin ayam goreng.

"Udah pulang kamu Neng? emang udah selesai buka bersamanya?" tanya Hendi pada Nurma, istrinya.

"Udah," jawab Nurma, lirih.

"Tedi kenapa kok nangis?"

"Biasa anak kecil rewel, kayak gak ngerti aja."

"Ayam goreng, Tedi mau ayam goreng, Bapak." Bocah berusia 5 tahun itu mengadu pada Bapaknya sambil menangis.

Ada rada nyeri di hati Nurma, saat mendengar anak semata wayangnya merengek, hanya sapotong ayam goreng pun Nurma belum mampu membelikan untuk anaknya itu.

"Kata Nurma juga apa Kang, Nurma malas pergi ke sana."

"Maafin Akang ya, Akang gak tahu kalau kayak gini."

Awalnya Nurma menolak, saat Ratri, Ibunya. Menyuruh Nurma untuk datang ke rumahnya, namun Hendi memaksa Nurma untuk tetap menuruti permintaan Ratri. Meskipun Hendi sendiri di larang untuk datang.

"Kamu aja yang datang, si Hendi gak usah!" ucap Ratri pada Nurma.

Ketiga adiknya Nurma yaitu, Mala, Dewi, dan Lukman bisa di bilang hidupnya sudah berhasil, mereka memiliki pekerjaan dengan gaji yang cukup besar.

Nurma kurang mengerti apa pekerjaan adik-adiknya itu, yang jelas ketiga adiknya itu orang kantoran, Nurma hanya tahu pekerjaan Mala yang merupakan seorang pegawai bank.

Jika disadari, Nurma juga berperan dalam kesuksesan ketiga adiknya itu. Karena Nurma lah yang membiayai pendidikan mereka sampai mendapat gelar sarjana.

***

"Nurma, kamu gak usah lanjut sekolah ya, mending kerja aja bantu Ibu sama Bapak cari uang. Lihat! adik-adikmu juga masih kecil butuh biaya," ucap Ratri saat Nurma baru saja menerima surat kelulusan sekolah dasarnya.

"Tapi Bu, Nurma pengen tetap sekolah Bu."

"Kamu pikir biaya sekolah pake daun hah? pokoknya besok lusa Bu Darmi akan datang ke sini buat bawa kamu kerja di kota."

Impian Nurma untuk memakai seragam putih biru harus dia kubur dalam-dalam.

Disaat teman-teman sebayanya sedang mempersiapkan segala hal untuk masuk sekolah ke jenjang menengah pertama, Nurma justru sudah berjuang mencari pundi-pundi rupiah dengan menjadi asisten rumah tangga di Ibu kota.

Bahkan saat usia Nurma menginjak 18 tahun, Ratri meminta Nurma untuk menjadi TKW, karena Ratri merasa gaji Nurma di Jakarta tidak lagi cukup untuk membiayai ketiga adiknya, apalagi saat itu Mala sudah mau lulus SMP dan Mala ingin melanjutkan pendidikannya sampai memiliki gelar.

"Bu, kata guru aku itu pintar Bu, sayang kalau harus putus sekolah apalagi kalau jadi pembantu kayak Teh Nurma," ucap Mala yang membuat Ratri semakin mendesak Nurma untuk daftar menjadi TKW.

Nurma memang anak yang penurut, setelah melalui proses yang begitu panjang, akhirnya tiba hari di mana Nurma untuk terbang ke negeri orang, menggantungkan nasibnya di sana demi membahagiakan Ibu dan adik-adiknya.

***

Tok tok tok

Tok tok tok

"Nurma . . . ,"

"Nurma . . . ,"

Suara Ibunya yang memanggil namanya membuyarkan lamunan Nurma.

"Kamu ini gimana sih main pulang aja? kan di rumah belum beres. Ayo balik lagi, ruang tamu masih acak-acakan, piring gelas juga belum di cuciin," ucap Ratri saat Nurma baru saja membuka pintu.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Saat adik-adikku sukses

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Menikahi pria yang pernah ditolak di masa lalu membawa dilema besar dalam sebuah perjodohan. Apakah dia bertahan karena cinta yang tersisa, atau justru merencanakan balas dendam atas luka lama? Sebagai pasutri, mereka dipaksa menjalani komitmen di tengah bayang-bayang masa lalu yang kembali mengusik ketenangan. Di dunia Chronophile, di mana waktu sangat dihargai, rahasia dan konflik mulai menguji kesetiaan mereka dalam mempertahankan rumah tangga ini.
Sampul Novel Cinta & Pengorbanan Alya
8.5
Alya terjebak dalam keputusasaan saat ibunya, Kartika, butuh biaya medis besar dan donor organ langka. Di tengah krisis ini, Niko, pengusaha kaya yang mendambakan anak, menawarkan kesepakatan menjadi ibu pengganti demi kesembuhan Kartika. Meski ragu, Alya setuju demi nyawa ibunya. Namun, benih cinta tak terduga tumbuh di antara mereka, memicu dilema emosional. Saat rahasia besar terungkap, pandangan mereka tentang arti cinta dan keluarga pun berubah selamanya.
Sampul Novel Derita Menantu Jelita
8.2
Kecelakaan tragis yang melumpuhkan sang suami memaksa ayah mertua tinggal bersama mereka. Namun, situasi di rumah tangga dalam novel modern misteri Derita Menantu Jelita ini kian mencekam saat sang suami bertekad mendapatkan keturunan demi garis keluarga. Sebuah rencana nekat dijalankan; ia diam-diam mencampurkan obat ke dalam minuman istri dan ayahnya sendiri. Keputusan gelap tersebut seketika mengubah segalanya, menyeret kehidupan mereka ke dalam pusaran konflik yang tak lagi terkendali.
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan mobil, punggungku hancur oleh luka bakar. Selama empat tahun masa komanya, aku setia merawatnya. Namun setelah sadar, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat aku diserang preman. Baginya, aku hanyalah beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi dan meninggalkan segalanya menuju bandara.
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Penyesalan mendalam menghantui setelah perpisahan yang tak terelakkan terjadi. Kesadaran yang datang terlambat hanya menyisakan duka, karena tangisan tak mampu mengubah kenyataan. Kehadiran sosokmu sebelumnya telah memberi warna dan mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski mengenalmu membawa rasa sakit dan kesedihan, di sana pula kutemukan kebahagiaan sejati. Kini, andai waktu bisa diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik bersamamu.
Sampul Novel Pengorbanannya, Kebencian Butanya
8.0
Baskara memaksaku mendonorkan sumsum tulang demi tunangannya, Rania. Meski tumbuh bersama, dia kini membenciku. Rania menjebakku hingga Baskara menyiksaku dengan kejam, bahkan menculik orang tuaku akibat fitnah video asusila. Aku dipaksa menonton mereka jatuh dari gedung tinggi hingga tewas. Di tengah sakit parah yang kurahasiakan, Baskara justru menyuruhku mengakhiri hidup. Tanpa ragu, aku menyanggupi permintaannya dan melompat menuju kehampaan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan