Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Perjodohan Tidak Diinginkan

Perjodohan Tidak Diinginkan

Nadira, gadis 22 tahun, terperangkap dalam paksaan menikah dengan Adrian, pengusaha sukses yang ternyata sudah beristri. Kakek Adrian sengaja merancang perjodohan ini demi menyelamatkan martabat keluarga dari rahasia gelap yang dipendam Rania, istri pertamanya. Kini Nadira harus terjebak dalam kemelut rumah tangga yang rumit dan penuh tekanan. Akankah Adrian membuka hati untuknya, atau justru konflik dengan Rania akan menghancurkan segalanya?
Bab
Bagikan

Bab 1

Nadira duduk di ruang keluarga dengan gelisah. Kalimat yang baru saja keluar dari mulut ayahnya membuat kepalanya pening. Dia menatap kedua orang tuanya dengan ekspresi campuran antara marah dan tidak percaya.

"Ayah, tolong katakan ini lelucon," ucap Nadira dengan suara bergetar.

Ayahnya, seorang pria berusia lima puluhan dengan wajah penuh kerutan karena kerja keras, menghela napas panjang. "Nadira, ini keputusan terbaik untukmu. Keluarga Adrian memiliki pengaruh besar, dan Kakeknya meminta perjodohan ini secara langsung."

"Tapi dia sudah menikah, Yah! Bagaimana mungkin aku harus menikah dengan pria yang sudah punya istri?"

Ibunya, yang sejak tadi diam, mencoba menenangkan. "Nak, ini bukan pernikahan seperti yang kau bayangkan. Istri pertama Adrian, Rania, tidak bisa memberikan keturunan. Keluarga mereka membutuhkan seseorang yang bisa menjadi ibu dari anak-anak Adrian. Itulah kenapa mereka memilihmu."

Nadira merasa dikhianati. "Jadi aku hanya dianggap alat? Aku bukan manusia yang punya mimpi, perasaan?"

"Nadira!" Ayahnya menatapnya tajam. "Kakek Adrian sudah menyelamatkan usaha kita dari kebangkrutan. Kalau bukan karena dia, kau mungkin tidak akan punya tempat tinggal sekarang. Ini waktunya kita membalas budi."

Nadira berdiri, tangannya mengepal di sisi tubuhnya. "Tapi, Ayah, ini bukan caranya. Aku tidak ingin hidup dalam bayang-bayang wanita lain, menjadi istri kedua tanpa cinta."

"Kadang hidup tidak berjalan sesuai keinginan kita, Nak," jawab ibunya lembut, matanya penuh harap. "Tolong pikirkan ini baik-baik. Ini demi keluarga kita."

Nadira tidak menjawab. Dia berlari ke kamarnya, air mata mengalir deras di pipinya.

Hari pertemuan dengan Adrian tiba lebih cepat dari yang Nadira harapkan. Dia dipaksa mengenakan gaun formal dan dibawa ke sebuah restoran mewah tempat keluarga Adrian menunggu.

Ketika dia masuk, tatapan dingin seorang wanita cantik dengan pakaian elegan menyambutnya. Itu Rania, istri pertama Adrian. Di sebelahnya, seorang pria dengan wajah tegas dan postur tinggi berdiri. Itulah Adrian.

"Ini Nadira?" tanya Rania dengan nada sarkastik, matanya menelusuri Nadira dari ujung kepala hingga kaki. "Dia terlihat seperti anak-anak. Kau yakin dia cukup matang untuk peran ini, Kakek?"

"Kau jangan bicara begitu, Rania," Kakek Adrian menyela dengan nada tegas. "Aku tahu apa yang kulakukan. Nadira adalah pilihan yang tepat."

Adrian, yang sejak tadi diam, akhirnya berbicara. Suaranya berat dan penuh otoritas. "Kalau ini keinginan Kakek, aku akan melakukannya. Tapi jangan harap aku akan mencintaimu," katanya, tatapan matanya langsung menusuk ke arah Nadira.

Nadira menelan ludah, mencoba mengendalikan emosinya. "Percayalah, aku tidak ingin berada di sini lebih dari kau menginginkanku di sini."

Rania tertawa kecil, suaranya penuh sindiran. "Bagus. Setidaknya gadis ini tahu tempatnya."

Pernikahan dilangsungkan secara sederhana namun tetap megah sesuai standar keluarga Adrian. Nadira merasa seperti boneka, dipermainkan oleh situasi yang tidak pernah dia minta.

Di hari pertama setelah pernikahan, Nadira mencoba menghindari Adrian. Namun, malam itu, dia mendengar suara langkah kaki mendekat. Adrian berdiri di ambang pintu kamar mereka, wajahnya dingin seperti biasanya.

"Kau bisa tinggal di sini, tapi jangan harap aku akan memperlakukanmu lebih dari seorang tamu," ucap Adrian tajam.

Nadira, yang sedang duduk di tepi ranjang, menatapnya penuh luka. "Aku tidak ingin apa pun darimu, Adrian. Aku hanya menjalankan kewajibanku."

Adrian mendengus, lalu berjalan keluar tanpa sepatah kata lagi.

Hari-hari pertama pernikahan Nadira penuh ketegangan. Rania sering mengawasinya dengan tatapan tajam, seolah mencari celah untuk menyalahkannya.

Suatu hari, Nadira sedang duduk di taman belakang rumah besar mereka ketika Rania mendekatinya.

"Apa yang kau lakukan di sini? Berharap Adrian akan menemanimu?" Rania bertanya, nada suaranya penuh ejekan.

Nadira berdiri, mencoba menjaga ketenangannya. "Aku hanya butuh udara segar."

"Kau pikir aku tidak tahu apa rencanamu?" Rania mendekat, matanya menyala penuh amarah. "Kau ingin merebut Adrian dariku. Tapi dengar ini baik-baik, Nadira. Aku adalah istri pertama, dan aku yang memiliki semua cintanya. Kau tidak lebih dari alat untuk memberikan anak padanya."

Nadira menggeleng, mencoba membela diri. "Aku tidak punya niat seperti itu. Aku tidak pernah ingin berada di sini."

"Bagus. Kalau begitu, tetaplah di tempatmu, jauh dari suamiku!" Rania berkata sebelum pergi, meninggalkan Nadira yang berdiri kaku dengan perasaan hancur.

Konflik baru mulai. Nadira terjebak di antara kewajibannya sebagai istri kedua dan serangan dari Rania yang penuh kecemburuan. Sementara itu, Adrian tetap dingin, mengabaikan keberadaan Nadira meskipun perlahan-lahan mulai melihat ketulusan dalam dirinya. Bagaimana Nadira bertahan? Akankah cinta muncul di tengah kebencian?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Setelah Perceraian: Kasih Sayangnya yang Terlambat
9.8
Selama tiga tahun, pengabdian Giselle hanya dibalas kebencian oleh Lucian. Setelah menyerah pada pernikahan yang menyesakkan itu, Giselle bangkit menjadi CEO saingan dengan berbagai identitas rahasia sebagai peretas hingga desainer ternama. Lucian yang awalnya meremehkan justru terobsesi untuk mengejarnya kembali saat rahasia Giselle terungkap. Meski Lucian memohon kesempatan kedua dengan segala cara, bagi Giselle, penyesalan suaminya sudah sangat terlambat.
Sampul Novel Cinta Yang Kau Balas Dengan Surat Cerai!
9.1
Amara terkejut saat suaminya, Damien Crowhurst, meminta cerai tepat saat ia menyiapkan makan malam. Meski mencintai Damien sejak awal perjodohan mereka pasca kebangkrutan keluarganya, Amara setuju berpisah dan menerima kompensasi besar. Sikap tenangnya mengejutkan Damien serta Selene Marquette, wanita baru yang menghinanya. Setelah empat tahun terbelenggu dalam pernikahan dingin, Amara memilih pergi ke apartemen kecil demi menghirup udara kebebasan yang sesungguhnya.
Sampul Novel DANGEROUS MAN
9.8
Athur Paker adalah CEO ternama sekaligus mahasiswa dengan sisi gelap yang haus darah. Hidupnya yang dingin berubah saat ia terobsesi pada Shena, gadis ceria yang berani menolak ajakannya. Meski ditolak, Athur menggunakan paksaan demi mengklaim Shena sebagai miliknya. Kini, hidup tenang Shena hancur dalam jeratan sang psikopat yang tak bisa ia hindari. Namun, rahasia masa kecil mulai terungkap. Akankah identitas asli Athur membawa petaka baru bagi Shena?
Sampul Novel Hancur Karena Cinta yang Berkhianat
9.5
Tiga tahun menikah, Aluna siap membangun keluarga saat kariernya di puncak. Namun, kejutan kehamilan yang ia bawa justru berujung pilu. Di kantor, ia mendapati Raka bersama wanita lain dan seorang anak kecil. Tanpa rasa bersalah, Raka justru meminta cerai dengan dingin. Aluna hancur melihat suaminya lebih memilih anak orang lain. Akankah Raka menyesal saat menyadari bahwa ia telah membuang darah dagingnya sendiri demi mereka yang tak sedarah?
Sampul Novel Kehangatan selimut cinta
8.7
Sophia adalah wanita dengan daya tarik fisik yang unik dan gairah asmara yang meluap-luap. Suatu ketika, saat ia hendak melangkah keluar kamar, sebuah tangan tiba-tiba mencengkeram bahunya dengan kasar. Tubuh Sophia terdorong hingga menempel pada dinding di samping pintu. Ia nyaris berteriak karena terkejut, namun mulutnya segera dibungkam secara paksa. Ketegangan pun memuncak dalam pertemuan yang tidak terduga dan penuh desakan tersebut.
Sampul Novel Kemarau Kapan Berlalu?
9.0
Sam Rahardja nekat menjadi kurir narkoba demi biaya sekolah keponakannya, meski upahnya dipotong oleh Galih. Saat Galih memutuskan berhenti, Sam terdesak masalah finansial. Di tengah kebuntuan, sosok misterius bernama Sena muncul mengancam akan melaporkan masa lalu ilegal Sam ke polisi. Terpojok demi masa depan Renaldi, Sam terpaksa menerima tawaran kerja dari Sena. Namun, ia justru terjebak dalam penyesalan mendalam karena pekerjaan tersebut adalah menjual diri.