Sampul Novel ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO

8.0 / 10.0
Almaira, wanita cantik yang masih lajang, mengambil keputusan berisiko dengan menjadi istri simpanan Daffa, seorang CEO tambang yang sangat berpengaruh. Meski Daffa bergelimang harta, ia merasa hampa karena belum memiliki keturunan dari istri sahnya. Demi jaminan ekonomi, Almaira bersedia memenuhi keinginan Daffa. Namun, ia kini terjebak dalam dilema moral dan batin, mempertanyakan kebahagiaannya saat hanya dianggap sebagai pemuas hasrat pria beristri.

ISTRI SIMPANAN CEO Bab 1

Kala itu, gadis cantik yang bernama Almaira baru saja menginjak usia 29 tahun. Ia berasal dari keluarga yang jauh dari kata cukup. Dengan bermodal wajah cantik nan mulus, ia memberanikan diri pergi ke kota untuk bekerja disalah satu bar yang cukup ternama. Meskipun dirinya seorang tipe pemalu, namun kecantikannyalah yang menjadi alasan kuat untuk melangkah ke zona hitam demi memperbaiki perekonomiannya.

Sudah hampir setengah bulan, Alma bekerja di bar itu. Ia mulai bisa menyesuaikan diri dengan pekerjaannya. Tidak hanya itu, ia pun mendapatkan teman baru yang rata-rata usianya lebih tua dari dirinya. Meskipun Alma bekerja di bar, tapi ia tidak pernah melayani pria hidung belang, yang seperti layaknya wanita nakal. Justru tiap ada pria yang mendekatinya, ia selalu menolaknya dengan halus.

Saat itu, waktu sudah menunjukan pukul sembilan malam, Alma masih bergelut dengan pekerjaannya. Hanya ada dua orang rekan kerjanya yang menemani Alma di bar itu, mereka adalah Doni dan Ikhsan. Semakin malam, bar itu semakin ramai. Ketika Alma sedang membereskan gelas bekas alkohol, tiba-tiba saja seorang pria datang menghampirinya dengan muka yang begitu masam, seperti sedang dirundung kecewa dan bercampur amarah.

Pria itu langsung memesan minuman yang mengandung alkohol kepada Alma. Dan dengan gesitnya gadis itu langsung menyediakan minuman yang dipesannya. Awalnya Alma tidak begitu mempedulikan, namun karena pria itu terlihat sedih, apalagi meneteskan air mata, rasa simpati Alma tidak bisa tertahan lagi. Pikirannya pun bertanya-tanya, sebenarnya apa yang sedang terjadi pada pria tersebut. Bahkan rasa ingin tahunya kepada pria itu menjadi semakin penasaran.

Dengan rasa canggung dan malu, Alma pun memberanikan diri untuk bertanya kepada pria tersebut, "Apakah Anda baik-baik saja, Tuan?"

Pria itu hanya menoleh dan tersenyum kepada Alma dengan tatapan kosong. Ia tidak mengeluarkan sepatah kata pun karena menahan air mata yang hampir saja terberai.

"Sepertinya Anda memang sedang punya masalah. Apa Anda pikir dengan meminum banyak alkohol bisa menyelesaikan masalah Anda, Tuan?" tambah Alma menyunggingkan bibirnya. Ia semakin penasaran karena pria itu tidak juga menjawab pertanyaannya. Malahan minum lagi dan lagi.

"Daripada Anda melakukan hal yang tidak berfaedah, mendingan—" belum juga selesai bicara, pria itu langsung memotong pembicaraan Alma.

"Apa pedulimu? Kamu bahkan tidak tahu apa yang sedang aku rasakan saat ini!" sentak pria itu marah dan dengan sedikit agak mabuk. Air mata yang mulai mengalir dari pipinya pun tidak ia rasakan. Bahkan pria itu menambahkan minuman alkohol lagi ke dalam gelas hingga penuh.

Ya ampun, sepertinya orang ini sombong dan keras kepala. Lagipula, bagaimana aku tahu dengan perasaannya sekarang. Ah, betapa menyebalkannya dia.

"Ya, tidak tahu juga sih, tapi kasihan saja melihat Tuan menangis seperti itu," tambah Alma dengan polosnya.

"Apa? Menangis? Sok tahu kamu! Mana mungkin orang ganteng sepertiku menangis di depan umum," geram pria itu gelagapan dan sedikit malu.

"Oh, masa? Tapi kenapa pipinya basah ya?" kata Alma sedikit Mengernyitkan alisnya. "Ya sudah, tidak masalah, kalau begitu, saya permisi dulu, selamat menikmati Tuan, jangan lupa bayarnya di kasir," sahut Alma dengan senyuman manisnya. Ia berusaha tersenyum meski hatinya kesal kepada pria itu.

"Ya sudah, sana! Lagian siapa yang menyuruhmu ke sini. Orang ganteng sepertiku, tidak akan pernah mau mendekati perempuan seperti kamu!" cetus pria itu menyunggingkan bibirnya.

Alma hanya tersenyum geli, meski pria itu mengejeknya, tapi dia tidak peduli, ia hanya menyengir karena laki-laki itu membantah kalau dirinya tidak menangis. Padahal sudah terlihat jelas oleh Alma, kalau pria itu sedang menangis.

Terserah kamu saja, Tuan. Yang pasti saya orang yang tidak bisa kamu bohongi, sudah jelas-jelas nangis, masih saja berkilah!

Setelah Alma pergi dari hadapannya, pria itu langsung segera menyeka air mata di wajahnya dengan tisu sambil berkata, "Bisa-bisanya ada orang yang memperhatikanku seperti ini."

****

Sudah hampir larut malam, Pria itu masih terus saja meminum alkohol sampai mabuk berat. Bahkan suasana di bar sudah mulai sepi. Alma dan rekan kerjanya pun sudah membereskan tempat itu dan siap untuk segera ditutup.

"Gimana nih, kita sudah mau pulang, tapi orang itu masih ada di sini, kalau disuruh pulang, nanti dia tersinggung nggak ya?" ucap Ikhsan salah satu rekan kerja Alma.

"Dia sedang bersedih, tadi saya sudah menghampiri dia," ujar Alma.

"Oh ya? Ya sudah kalau begitu kamu saja yang ngasih tau kalau bar ini akan segera ditutup," suruh Doni kepada Alma.

"Tapi—dia sombong, nanti ngomel-ngomel lagi gimana?" kata Alma yang sedikit merasa enggan untuk menghampirinya lagi.

"Sudah tidak apa-apa, aku yakin dia gak bakalan marah. Percaya deh sama aku, orang lagi mabuk gitu juga," tutur Ikhsan sembari mendorong Alma supaya segera menghampiri pria itu.

Tanpa bisa mengelak lagi, Alma terpaksa menghampiri pria itu dengan sedikit ragu. Dalam benaknya, pasti pria ini akan marah. Mengingat tadi yang ia lakukan atas sikapnya, membuat Alma sungkan.

"Tuan, bar ini akan segera tutup, jadi aku harap—" Seperti biasa, pria itu langsung memotong pembicaraan Alma.

"Iya-iya, aku tahu," ucap pria itu yang sudah mabuk berat.

Untuk beranjak dari tempat duduk pun pria itu seperti kesulitan dan hampir saja terjatuh. Alma yang masih di hadapannya ikut prihatin dan tanpa berpikir panjang, ia langsung membantu pria itu berdiri.

"Hati-hati, Tuan. Anda sudah mabuk berat, bagaimana bisa pulang kalau Anda dalam keadaan seperti ini?" tutur Alma sembari memegang tangannya.

"Tidak apa-apa, karena aku memang tidak ingin pulang. Kamu tidak usah khawatir aku bisa sendiri," ucap pria itu sembari berusaha melepaskan tangan Alma. Dan akhirnya ia bisa lepas, namun ia jatuh tersungkur ke lantai.

"Ya ampun, Anda sudah mabuk berat begini, mana mungkin bisa sendiri. Ayo saya bantu. Di luar ada tempat duduk, Anda bisa duduk dulu di sana, sampai keluarga menjemput Anda," ucap Alma sembari berusaha mengangkat tubuh pria itu yang sudah tidak berdaya.

Melihat Alma dalam kesulitan, rekan kerjanya pun tidak tinggal diam, mereka berdua langsung segera membantu pria itu berjalan keluar dari bar.

"Sini biar kita saja yang membawa pria ini keluar, mendingan kamu bereskan dulu bekas minumannya, dan jangan lupa setelah itu matikan semua lampu, kecuali yang di luar," tutur Doni sambil menyodorkan kunci. "Oh iya, nih kuncinya!"

"Oke, Mas. Oh iya, dia sudah bayar belum?" tanya Alma.

"Ya ampun belum! Untung saja kamu ngingetin kita, jadi gimana dong?" tanya Ikhsan kepada Doni.

"Nanti kita bicarakan lagi di luar, berat nih, orangnya udah gak sadar," kata Doni yang sudah membopong Pria itu dengan sekuat tenaganya.

"Oke-oke."

Kedua rekan kerja Alma langsung membopong pria itu, sementara Alma membereskan semua yang ada di dalam bar sebelum tempat itu ia tutup. Selang beberapa menit kemudian, Alma pun keluar dari tempat itu dan langsung menguncinya.

"Mas, ini kuncinya, Oia, gimana? Apa sudah ada pihak keluarganya yang mau jemput dia?" tanya Alma sembari memberikan kunci kepada Doni.

Bersambung ..

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi ISTRI SIMPANAN CEO

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menyelamatkan adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari terpaksa menjual kesuciannya kepada Keyko Khayang Gumelar senilai 100 juta rupiah. Namun, takdir mempertemukannya dengan Damian, seorang duda tampan, di sebuah supermarket secara tidak sengaja. Kini, Daiva terjebak dalam dilema cinta ketika kedua pria tersebut mulai mengejar hatinya. Siapakah yang akhirnya akan dipilih Daiva sebagai pendamping hidup di tengah bayang-bayang masa lalunya?
Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan yang hancur karena dikhianati calon istrinya nekat memaksa Zahra menikahinya demi melampiaskan rasa kecewa. Zahra pun terkejut dan menolak mentah-mentah tawaran gila tersebut. Namun, Rayhan tak menyerah dan menjanjikan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra mau menggantikan posisi mempelai wanita yang kabur. Akankah Zahra menerima kesepakatan ini dan sanggup menjalani kehidupan sebagai istri pengganti bagi pria dingin seperti Rayhan?
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Bramantyo dan Bima terobsesi menyiksaku dengan kehadiran Sandra demi menguji cintaku. Puncaknya, saat kecelakaan terjadi, mereka membiarkan tanganku hancur demi menyelamatkan Sandra. Karier musikku pun sirna. Mereka menantikan amarahku, namun aku hanya diam membisu, bahkan saat liontin ibuku dihancurkan Sandra. Di ranjang rumah sakit, pengabdianku mati. Ini bukan cinta, melainkan sangkar kejam. Kini aku bersiap melarikan diri dan membalas kehancuran ini.
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Penyesalan mendalam menghantui setelah perpisahan yang tak terelakkan terjadi. Kesadaran yang datang terlambat hanya menyisakan duka, karena tangisan tak mampu mengubah kenyataan. Kehadiran sosokmu sebelumnya telah memberi warna dan mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski mengenalmu membawa rasa sakit dan kesedihan, di sana pula kutemukan kebahagiaan sejati. Kini, andai waktu bisa diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik bersamamu.
Sampul Novel Song For Luna
8.9
Pertemuan singkat di Bandung menjadi awal mula hubungan antara Luna dan Alvino. Bermula dari pertukaran nomor telepon dan tawaran menjadi pemandu wisata, Luna tidak menyangka bahwa perkenalan sederhana itu akan mengubah hidupnya secara drastis. Kehadiran Vino membawa dinamika emosional yang penuh gejolak layaknya roller coaster. Kini, Luna harus menghadapi berbagai badai persoalan yang datang silih berganti dan menentukan apakah ia akan menyerah atau terus berjuang.
Sampul Novel SRTJC
7.9
Selamat datang dalam kumpulan kisah unik yang merangkum dinamika kehidupan remaja masa kini. Di sini, logika seolah dikesampingkan demi aksi-aksi spontan yang tak terduga dan penuh kejutan. Setiap bab menyajikan potret autentik tentang perilaku absurd serta kelakuan nyeleneh anak muda di era modern. Ikuti perjalanan seru mereka yang penuh tawa dan kegilaan dalam menghadapi keseharian. Temukan bagaimana momen-momen paling mustahil menjadi nyata di cerita ini.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan