Sampul Novel Aku Tak Mau Penebusan yang Terlambat

Aku Tak Mau Penebusan yang Terlambat

9.7 / 10.0
Kembali ke keluarga konglomerat sebagai putri kandung mempertemukan aku dengan Julian Jetarsa. Pembelaannya sekali saja membuatku mengejarnya selama lima tahun hingga kami bertunangan. Namun, Julian selalu merendahkan sikapku yang dianggap tidak anggun. Saat kakek yang membesarkanku sekarat dan aku butuh bantuannya, Julian sengaja mengabaikanku demi memberi pelajaran. Kematian kakek membuatku tersadar. Kini, aku telah belajar menjadi sosok yang dia inginkan, sekaligus berhenti mencintainya.

Aku Tak Mau Penebusan yang Terlambat Bab 1

Saat aku kembali ke keluarga konglomerat sebagai putri kandung yang sebenarnya, itulah pertama kalinya aku bertemu dengan Julian Jetarsa.

Karena sekali saja ia membelaku, aku jatuh cinta padanya selama lima tahun dan mengejarnya selama lima tahun.

Akhirnya, ia menjadi tunanganku.

Namun, ia justru merendahkanku, menganggapku tidak punya tata krama sejak kecil, tidak punya anggun dan wibawa seorang gadis dari keluarga terpandang.

Ketika kakek yang membesarkanku sakit parah dan sekarat di saat aku paling membutuhkan bantuannya, ia malah berkata ingin memberiku sebuah pelajaran agar aku “belajar menjadi lebih baik”.

Kakek pun meninggal dalam ketidakberdayaan.

Dan seperti yang dia harapkan, aku memang belajar menjadi “anak baik”.

Tentu saja, aku juga tak mencintainya lagi.

Saat aku kembali ke keluarga konglomerat sebagai putri kandung yang sebenarnya, itulah pertama kalinya aku bertemu dengan Julian Jetarsa.

Karena sekali saja ia membelaku, aku jatuh cinta padanya selama lima tahun dan mengejarnya selama lima tahun.

Akhirnya, ia menjadi tunanganku.

Namun, ia justru merendahkanku, menganggapku tidak punya tata krama sejak kecil, tidak punya anggun dan wibawa seorang gadis dari keluarga terpandang.

Ketika kakek yang membesarkanku sakit parah dan sekarat di saat aku paling membutuhkan bantuannya, ia malah berkata ingin memberiku sebuah pelajaran agar aku “belajar menjadi lebih baik.”

Kakek pun meninggal dalam ketidakberdayaan.

Dan seperti yang dia harapkan, aku memang belajar menjadi “anak baik”.

Tentu saja, aku juga tak mencintainya lagi.

Saat aku dibuang di pinggir jalan kota, aku menjadi bahan tertawaan di kalangan sosialita.

Putri kandung Keluarga Mentari yang sebenarnya, semua orang mengira aku bertengkar dengan putri palsu, lalu dihukum oleh orang tua, semua kartu dibekukan, dan akhirnya kabur dari rumah karena marah.

Di luar tampak keras kepala, tapi diam-diam malah meminjam uang dari rentenir. Karena tak mampu membayar, aku mengalami penyiksaan tak manusiawi.

Berita itu sudah menyebar ke mana-mana.

Entah dari mana mereka mendapat kabar, mereka berkumpul di tempat aku dibuang, tanpa malu-malu merekam kondisiku yang begitu menyedihkan.

Aku tidak lagi seperti dulu, berteriak histeris mengusir mereka demi menyelamatkan citraku.

Karena semua harga diriku sudah habis digerus oleh para penagih utang itu, sedikit demi sedikit.

Sejak aku dipaksa berlutut dan menampar diriku sendiri, hatiku tak pernah lagi terusik demi wajah atau gengsi.

Gadis bernama Mira Mentari yang dulu, angkuh, penuh masalah, dan tak pernah mau kalah, sudah mati.

Itu Keluarga Mentari dan Jetarsa yang perlahan-lahan menghancurkan harga diri dan kebanggaannya, hingga tak tersisa sedikit pun.

Tiba-tiba, beberapa mobil van hitam mewah melaju masuk tanpa peduli situasi, mengusir para sosialita yang sedang menonton dari pinggir jalan.

Mobil yang berada di barisan paling depan tampak rendah hati dan sederhana, tapi aku tahu persis siapa yang ada di dalamnya, Julian dari keluarga Jetarsa.

Dan juga tunanganku.

Aku memandangi mobil itu, menggigit bibir, lalu memalingkan wajah hendak mengambil jalan lain.

Pintu mobil terbuka.

Seorang pria dengan setelan jas turun dari dalam dan berjalan cepat ke arahku. Saat ia melihat jelas wajah dan penampilanku, sorot matanya sejenak menunjukkan keterkejutan.

Aku tahu betul betapa menyedihkannya diriku saat ini.

Masih mengenakan gaun putih yang kupakai saat pemakaman kakek, ternoda di sana-sini, dengan bercak hitam dan kuning.

Tangan kananku yang terlihat penuh memar, bekas diinjak dengan keras oleh para penagih utang menggunakan sol sepatu.

Tangan kiriku memakai sarung tangan kotor yang bahkan tak pantas disebut perlindungan.

Kakiku telanjang, jari-jari memerah dan bengkak.

Mereka pernah mencengkeram pergelangan kakiku, lalu menghantamkan jari-jariku ke anak tangga. Sangat sakit. Teramat sakit.

Pria itu menundukkan pandangan, ekspresinya seakan menunjukkan sedikit rasa iba. Dengan sopan, ia berkata.

“Nona Mira, Tuan Julian sedang menunggu Anda.”

Aku menundukkan kepala, tak menatap si sekretaris, hanya menjawab dengan suara serak.

“Nggak perlu, aku bisa jalan sendiri.”

Lalu berjalan melewatinya.

Si sekretaris tampak terkejut.

Dulu aku menganggap Julian sebagai penyelamat, mengikuti ke mana pun ia pergi selama lima tahun. Meski ia bersikap dingin dan mengabaikanku, aku selalu mencari-cari alasan untuk bisa mendekatinya.

Tapi kini, aku melihatnya seperti monster buas yang harus kuhindari.

Perubahan sikapku jelas membuat sekretaris yang terbiasa melihatku mati-matian menempel Julian itu keheranan.

“Mira!”

Suara pria dalam nada rendah dan tenang membuatku refleks berhenti melangkah.

Sekretaris melihat mataku yang memerah, terdiam sejenak, lalu tetap mengisyaratkan agar aku naik.

Aku melangkah perlahan, menyeret tubuh yang lelah, mengabaikan sorot mata si sekretaris yang tampak ingin berkata-kata, dan akhirnya naik ke dalam mobil.

Julian duduk di sana.

Melihat penampilanku yang kacau balau, ia tidak menunjukkan kepedulian apa pun. Sebaliknya, keningnya berkerut dalam, dan suaranya penuh ketidakpuasan.

“Baru setengah bulan tak bertemu, kamu jadi pengemis?”

Kata-katanya tak lagi menusukku seperti dulu.

Aku juga tak merasa kecewa karena ia tak melihat luka-lukaku.

Aku hanya menunduk dan menjawab pelan:

“Maaf.”

Padahal, bukan aku yang ingin seperti ini.

Aku tak ingin ditipu agar meminjam uang ke rentenir.

Tak ingin dipukuli habis-habisan dan ditendang seperti binatang, tak ingin dipaksa menampar diri sendiri, tak ingin diikat dan ditinggalkan seperti anjing di sudut ruangan, dan aku sungguh tak ingin dipaksa menjilati makanan dari lantai seperti hewan.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Aku Tak Mau Penebusan yang Terlambat

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4 Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Menikahi pria yang pernah ditolak di masa lalu membawa dilema besar dalam sebuah perjodohan. Apakah dia bertahan karena cinta yang tersisa, atau justru merencanakan balas dendam atas luka lama? Sebagai pasutri, mereka dipaksa menjalani komitmen di tengah bayang-bayang masa lalu yang kembali mengusik ketenangan. Di dunia Chronophile, di mana waktu sangat dihargai, rahasia dan konflik mulai menguji kesetiaan mereka dalam mempertahankan rumah tangga ini.
Sampul Novel Derita Menantu Jelita
8.2
Kecelakaan tragis yang melumpuhkan sang suami memaksa ayah mertua tinggal bersama mereka. Namun, situasi di rumah tangga dalam novel modern misteri Derita Menantu Jelita ini kian mencekam saat sang suami bertekad mendapatkan keturunan demi garis keluarga. Sebuah rencana nekat dijalankan; ia diam-diam mencampurkan obat ke dalam minuman istri dan ayahnya sendiri. Keputusan gelap tersebut seketika mengubah segalanya, menyeret kehidupan mereka ke dalam pusaran konflik yang tak lagi terkendali.
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Demi melindungi nyawa buah hati yang tidak berdosa, Neva Zetrix terjebak dalam situasi yang sangat memilukan. Ia terpaksa menekan harga dirinya dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson setiap hari. Perjuangan hidup Neva ini didorong oleh kasih sayang seorang ibu yang rela melakukan apa pun demi sang anak. Di tengah tekanan dari sosok Brian yang dominan, Neva harus bertahan dalam dinamika hubungan yang penuh dengan pengorbanan batin.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Duniaku runtuh saat menangani pasien VIP bernama Evelyn Santoso. Tunangan yang ia tangisi adalah suamiku, Bima. Namun di foto itu, dia adalah Brama Wijaya, taipan kejam, bukan pria konstruksi yang kurawat saat amnesia. Brama masuk tanpa mengenaliku, lalu memeluk Evelyn dan membisikkan janji setia yang sering ia ucapkan padaku. Melalui tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami adalah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Gadis terpaksa menjadi pengantin pengganti demi menjaga martabat ibu angkatnya. Namun, kesalahpahaman besar membuat Alex membencinya hingga bersikap kasar. Gadis tidak tinggal diam menghadapi perlakuan tersebut, sambil tetap menyembunyikan rahasia besar mengenai jati diri aslinya. Akankah Alex berhasil mengungkap misteri yang tersimpan rapat itu? Ikuti kelanjutan kisah penuh ketegangan dan emosi mereka yang kini tersedia secara lengkap di Bakisah.
Sampul Novel Kurang dari tiga
9.2
Hubungan asmara Raka kini berada di ambang kehancuran akibat kehadiran Nadia. Sebagai kekasih, Raka merasa diabaikan karena Cherry selalu memprioritaskan sahabatnya yang berkacamata tebal itu. Amarahnya meledak saat ia menyadari posisinya hanya menjadi yang kedua bagi Cherry. Namun, kecemburuan buta ini justru membawa Raka menuju sebuah titik balik yang tak terduga dalam hidupnya. Akankah perasaan mereka bertahan saat prioritas Cherry terbagi?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan