Sampul Novel Kehangatan Cinta

Kehangatan Cinta

8.7 / 10.0
Pernikahan tujuh tahun dengan Hans hancur seketika saat Yeni, cinta pertamanya, kembali ke tanah air. Sadar hanya menjadi bayang-bayang, sang istri memutuskan bercerai. Ironisnya, putra mereka justru gembira menyambut Yeni sebagai ibu baru. Tanpa ragu, ia pergi membawa putrinya. Tiga bulan berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Saat sang putra menatapnya sambil menangis tersedu-sedu, ia memilih menggandeng putrinya dan melangkah pergi, berpura-pura tidak mengenali masa lalunya.

Kehangatan Cinta Bab 1

Tepat memasuki tahun ketujuh pernikahanku dengan Hans, cinta pertamanya, yaitu Yeni kembali dari luar negeri.

Kini aku baru sadar bahwa Hans hanya menganggapku sebagai pengganti selama ini.

Pada hari aku mengurus prosedur perceraian, aku juga memesan tiket kereta api.

Satu-satunya anak yang kukhawatirkan, justru bersorak kegirangan.

"Berarti Tante Yeni sekarang bisa menikah dengan ayah dan menjadi ibuku?"

Anak ini memiliki selera wanita yang sama dengan ayahnya.

Aku mengemasi barang-barang tanpa ragu, lalu pergi dari rumah.

Tiga bulan kemudian, aku dan putriku tidak sengaja bertemu lagi dengan ayah dan saudaranya.

Putriku bertanya dengan bingung, "Bu, kenapa anak laki-laki itu terus menatap ibu sambil menangis?"

Aku menggandeng putriku dan langsung berbalik pergi.

"Entahlah, ibu nggak kenal."

Tepat memasuki tahun ketujuh pernikahanku dengan Hans, cinta pertamanya, yaitu Yeni kembali dari luar negeri.

Kini aku baru sadar bahwa Hans hanya menganggapku sebagai pengganti selama ini.

Pada hari aku mengurus prosedur perceraian, aku juga memesan tiket kereta api.

Satu-satunya anak yang kukhawatirkan, justru bersorak kegirangan.

"Berarti Tante Yeni sekarang bisa menikah dengan ayah dan menjadi ibuku?"

Anak ini memiliki selera wanita yang sama dengan ayahnya.

Aku mengemasi barang-barang tanpa ragu, lalu pergi dari rumah.

Tiga bulan kemudian, aku dan putriku tidak sengaja bertemu lagi dengan ayah dan saudaranya.

Putriku bertanya dengan bingung, "Bu, kenapa anak laki-laki itu terus menatap ibu sambil menangis?"

Aku menggandeng putriku dan langsung berbalik pergi.

"Entahlah, ibu nggak kenal."

"Apa kamu pulang malam ini? Aku masak …." Sebelum aku selesai bicara, dia menyelaku.

"Yeni takut gelap, aku nggak bisa meninggalkannya." Sambungan telepon langsung terputus.

Aku sudah dua bulan tidak bertemu Hans dan putraku.

Dua bulan lalu, Yeni kembali dari luar negeri.

Hans mengajak putra kami tinggal di rumah Yeni.

"Yeni baru kembali dari luar negeri. Dia nggak punya kenalan di sini, selain aku. Jadi, dia meminta bantuan padaku."

Sambil mengernyit, putraku berkata, "Ibu jangan egois. Tante Yeni sendirian, dia pasti sedih."

Ekspresi serius putraku mirip sekali dengan ayahnya.

Aku terlihat seperti wanita yang kejam.

Aku tidak mau menghalangi mereka lagi. Aku naik ke lantai atas dan mengemasi barang-barangku.

Terdengar suara omelan putraku dari belakang.

"Bu, berhentilah pura-pura. Ayah pernah mengatakan bahwa ibu nggak punya kerabat lain, selain aku dan ayah. Ibu juga nggak punya tempat tinggal lain."

Hans juga datang ke atas. Dia berdiri di belakangku, lalu tersenyum sinis.

"Pakaian yang kamu punya selama ini nggak banyak, tapi masih sok bawa koper. Buat apa kamu melakukannya?"

Aku terhenyak.

Benar, aku nggak punya tempat tinggal lain.

Mereka mengetahui hal itu.

Oleh karena itu, mereka yakin apa pun yang terjadi, aku nggak akan pergi dari rumah.

"Berhentilah membuat masalah. Meskipun Yeni sudah kembali, kamu masih nyonya di rumah ini asal kamu patuh."

Hans bersikap sinis. Setelah itu, dia menggendong putra kami dan pergi.

Tubuhku terasa lemas dan terjatuh duduk di tempat tidur.

Aku mencoba beradaptasi selama dua bulan ini.

Tidak ada yang menghubungiku dan aku menjadi mengerti banyak hal.

Aku kembali mengemasi barang dan bersiap-siap pergi.

Tidak kusangka, aku berpapasan dengan Hans ketika turun ke bawah.

Aku tidak menyangka Hans pulang hari ini.

Hans tertegun melihatku.

Hans mengerutkan kening.

"Kamu mau bikin ulah apa lagi?"

"Kamu mau mencoba trik lama karena tahu aku akan pulang hari ini?"

Hans menatapku sinis. "Bukankah sebelumnya kamu bilang mau pergi? Kenapa kamu masih ada di rumah?"

"Jenifer, aku sudah muak dengan trikmu ini."

Hans mendekatiku dengan ekspresi kesal. Dia menaruh sekotak parfum di depanku.

"Yeni membelikanmu hadiah setelah mengetahui suasana hatimu sedang nggak baik belakangan ini."

"Lihat, dia sangat perhatian. Belajarlah darinya."

"Kamu sebaiknya berdandan dan bersihkan badanmu yang bau asap dan minyak itu."

Hans menatapku sinis.

"Satu lagi. Jenifer, kamu sudah bukan anak kecil lagi. Bisakah kamu pikir-pikir dulu sebelum bertindak? Sekarang kamu adalah ibu dari anak berumur empat tahun."

Hans mengulurkan ponselnya.

"Ucapkan terima kasih kepada Yeni."

Aku melihat foto profil di Whatsapp Hans adalah foto Yeni.

Senyuman Yeni mirip denganku.

Yeni juga memiliki tahi lalat di ujung mata, yang sangat mirip denganku.

Yeni, Jenifer!

Tiba-tiba aku tersadar.

Ternyata Hans hanya menganggapku sebagai pengganti Yeni selama ini.

Aku tidak menghiraukannya. Aku membawa koper, kemudian pergi meninggalkan rumah.

Hans menarik koperku, kemudian membuang koperku sambil berteriak, "Apa yang sedang kamu lakukan?"

Hans menarik koperku dengan kuat dan penuh amarah.

Tubuhku oleng dan membentur ujung meja samping.

Terdengar suara botol parfum yang pecah.

Seketika itu juga,

aku mencium aroma parfum itu.

Aroma parfum ini sama dengan aroma yang menempel di tubuh Hans.

Yeni memberiku … parfum ini untuk menantangku?

Yeni ingin aku memakai parfum yang sama dengannya? Apa dia ingin memperingatkanku bahwa aku hanyalah pengganti dia?

"Jenifer, tindakanmu sangat nggak masuk akal!" Hans marah.

Tiba-tiba Hans terkejut.

"Kamu … kamu terluka!"

Hans terlihat merasa bersalah. Dia segera menghampiriku dan memeriksa luka di lenganku.

Baru saat inilah, aku merasa sakit. Darah terus mengalir dari lukaku.

Luka baru ini menyebabkan bekas luka di lenganku terlihat mengerikan.

Bekas luka ini kualami waktu menyelamatkan Hans dari kebakaran beberapa tahun lalu.

Hans bergegas membawa kain kasa untuk membalut lukaku.

"Jangan banyak bergerak. Maaf, tadi aku nggak sengaja. Biarkan aku merawat lukamu agar pendarahannya berhenti."

"Nggak usah pura-pura baik, kamu …."

Sebelum aku selesai bicara, terdengar bunyi ponselnya. Aku melihat nama "Yeni" muncul di layar ponselnya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kehangatan Cinta

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Menikahi pria yang pernah ditolak di masa lalu membawa dilema besar dalam sebuah perjodohan. Apakah dia bertahan karena cinta yang tersisa, atau justru merencanakan balas dendam atas luka lama? Sebagai pasutri, mereka dipaksa menjalani komitmen di tengah bayang-bayang masa lalu yang kembali mengusik ketenangan. Di dunia Chronophile, di mana waktu sangat dihargai, rahasia dan konflik mulai menguji kesetiaan mereka dalam mempertahankan rumah tangga ini.
Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra mengalami tragedi memilukan saat kesuciannya dirampas di hadapan kekasihnya sendiri akibat rencana keji kakek sang pria. Alih-alih membela, kekasihnya justru memilih menikahi wanita lain. Di tengah kehancuran, Lula ditemukan oleh orang tua kandungnya yang merupakan konglomerat kuat. Bersama mereka, ia merancang pembalasan dendam untuk menghancurkan pria itu beserta keluarganya. Namun, akankah kepuasan batin ia temukan setelah semua hancur?
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Dua tahun menikah, Nadia Antika bertahan menghadapi hinaan ibu mertuanya karena cinta tulus Askara Brahma. Namun, kebahagiaan itu sirna saat suaminya berubah menjadi tertutup dan dingin. Nadia mulai mencium rahasia besar yang disembunyikan sang suami di balik perubahan sikapnya. Mampukah ia mengungkap kebenaran yang menyakitkan? Bagaimana reaksi Nadia saat mengetahui Askara ternyata menjalin hubungan terlarang dengan adik iparnya sendiri di rumah mereka?
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Pasca kehilangan Rizal, Sonia pindah ke apartemen kecil bersama dua anaknya, Alif dan Hana, demi lari dari duka. Di sana, ia bertemu Yudha, seorang duda karismatik yang membesarkan putrinya, Mira, sendirian setelah tragedi serupa. Meski sama-sama terluka, pertemuan di lorong apartemen itu memicu percikan emosi. Kini, mereka harus memilih: tetap terbelenggu kenangan pahit masa lalu atau meruntuhkan dinding ketakutan demi menyambut cinta baru yang hadir di depan mata.
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Penyesalan mendalam menghantui setelah perpisahan yang tak terelakkan terjadi. Kesadaran yang datang terlambat hanya menyisakan duka, karena tangisan tak mampu mengubah kenyataan. Kehadiran sosokmu sebelumnya telah memberi warna dan mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski mengenalmu membawa rasa sakit dan kesedihan, di sana pula kutemukan kebahagiaan sejati. Kini, andai waktu bisa diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik bersamamu.
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
El Zibrano Elemanus memberikan tawaran gila kepada Lea untuk menyusui putranya dengan imbalan kekayaan yang tak terbatas. Lea yang masih berstatus pelajar menolak keras karena merasa permintaan itu tidak masuk akal bagi gadis seusianya. Namun, El tidak menerima penolakan dan bersikeras bahwa ia bisa mewujudkannya melalui caranya sendiri. Di bawah tekanan sang bos mafia, Lea terjebak dalam situasi intim yang mengancam masa depan dan harga dirinya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan