Sampul Novel Kamu Milikku (Hasrat Gila bersamamu)

Kamu Milikku (Hasrat Gila bersamamu)

9.4 / 10.0
Dalam novel mafia Kamu Milikku (Hasrat Gila bersamamu), Thania terjebak menjadi tawanan setelah orang tuanya dibunuh. Ia harus menaklukkan hati sang mafia kejam demi mengungkap konspirasi keluarga. Baca romance novel penuh aksi ini di platform online novel kami sekarang.
Ringkasan Kamu Milikku (Hasrat Gila bersamamu)
Pesta ulang tahun Thania berubah menjadi petaka saat ia diculik dan menyaksikan kedua orang tuanya dihabisi. Kini, ia terperangkap sebagai tawanan pemuas nafsu seorang bos mafia yang sangat sadis. Di tengah penderitaannya, Thania harus memutar otak untuk menaklukkan hati pria kejam tersebut. Akankah ia berhasil memikat sang mafia agar membantunya mengungkap konspirasi besar di balik kehancuran keluarganya, atau justru terjebak selamanya?
Baca Selengkapnya

Kamu Milikku (Hasrat Gila bersamamu) Bab 1

"Tidak! Aku tidak mau!" jerit Thania saat dirinya diseret paksa ke hadapan seorang laki-laki dewasa penuh aura kepemimpinan yang kini berada di dalam sebuah ruangan serupa kamar.

"Kamu tidak punya hak untuk menolak, Nona!" tegur salah seorang lelaki berpakaian serba hitam yang membawanya ke sana.

"Aku berhak! Karena aku-"

"Karena kamu adalah anak dari seseorang yang berkuasa," potong si lelaki yang sedari tadi mendengarkan perdebatan antara Thania dengan anak buahnya, membuat wanita itu menoleh padanya dengan cepat.

Sementara si pengawal segera membungkuk hormat, lalu meninggalkan tempat itu dengan cepat, menyisakan keduanya.

Lelaki bernetra hitam legam dengan rambut pendek sebahu model hair bun itu segera mengalihkan tatapannya ke atas meja, lalu meraih sebuah katana yang tergeletak di sana dengan sedikit bercak merah menghiasi bagian yang tajam.

Dipegangnya erat sembari mengacungkan ke depan bersama raut datar cenderung dingin nan angkuh kala menatap ujung lancip yang tampak berkilau terkena cahaya lampu, lalu kembali menatap lurus ke arah gadis berpenampilan kusut di depannya, hanya untuk melihat Thania berdiri dengan kedua tangan terbelenggu tali pengikat, sambil balas menatapnya dengan penuh emosi, marah, takut, dendam, dan gelisah, serta tubuhnya yang bergetar.

Rambut merah sepinggangnya yang semula rapi kini sudah berantakan. Gaunnya juga tampak penuh dengan koyakan dan wajahnya sembab dengan hidung yang memerah.

***

Beberapa jam sebelum kejadian

"Thania ... Putriku!" seru Samuel, menyambut kedatangan putrinya yang tampak terpana saat turun dari atas tangga.

"Daddy!" pekik Thania dengan senang hati, seolah melupakan sejenak rasa terkejutnya. Dengan langkah yang diiringi keanggunan dan semangat, ia berjalan menuruni tangga.

Di benak Thania, ia tak bisa menyembunyikan rasa bahagia dan haru atas kejutan ulang tahun yang diselenggarakan kedua orang tuanya. Setiap detail dalam pesta ulang tahunnya terasa begitu sempurna, seakan menjadikannya seorang putri sejati.

"Terima kasih, Daddy, Mommy. Kalian benar-benar telah menyempurnakan hari istimewa ini," gumam Thania dalam hati, sambil bersyukur dan berjanji akan menjadi anak yang lebih baik lagi.

Samuel segera menyambut sang putri, Thania, dengan kedua tangan terentang lebar. Thania meringsek masuk ke pelukan ayahnya dengan senyum lebar menghiasi wajah.

Ia merasa begitu bahagia. Bahkan suaranya terdengar gembira, "Bagaimana kejutan ulang tahun dari Daddy? Apa kamu senang, Sweetheart?" Ia melepaskan pelukan, kemudian menghela Thania agar segera bergabung ke dalam acara.

"Aku senang, Daddy," ungkap Thania sembari melangkah beriringan bersama sang ayah menuju ke arah Thalia. 

Samuel bahkan sempat menggumam, "Akhirnya, aku bisa membuat Thania bahagia. Setelah sekian lama berjuang, aku merasa lega melihat senyum bahagianya di hari ulang tahunnya."

"Happy birthday, Sweetie!" ucap Thalia senang sembari merentangkan kedua tangannya, meminta sang putri tunggal memeluknya erat.

Samuel menatap mereka dengan mata berkaca-kaca juga batin berkecamuk senang, "Ini adalah momen yang indah, sebuah keluarga yang utuh dan penuh cinta. Semoga kebahagiaan ini bisa terus berlanjut dan kami bisa menjadi keluarga yang lebih baik."

"Terima kasih, Mommy!" sahut Thania senang sembari memeluk ibunya dengan erat. Aroma lavender yang menyegarkan tercium dari tubuh sang ibu membuat Thania tersenyum tulus, "Mommy wangi banget sih!"

Thalia tersenyum dan mengelus kepala Thania. "Seperti yang kamu tahu, Sayang. Ini aroma kesukaan Daddymu. Jadi sebagai istri yang baik, Mommy hanya bisa meluluskan keinginannya."

"Ya ... kalian memang pasangan spektakuler versiku!" puji Thania, balas menatap sayang pada ibunya.

"Itulah sebabnya aku berharap bisa menemukan pangeranku yang persis seperti Daddy, karena aku akan bersikap seanggun Mommy."

"No ... no ... no! Kamu lebih anggun daripada Mommy, Sweetheart. Jadi, kamu pasti akan mendapatkan calon suami yang lebih dari Daddymu," kikik Thalia, seraya menggoyangkan jari telunjuknya. senyum manis turut menghiasi wajah yang terlihat masih segar di usianya yang telah menginjak 45 tahun. 

"I hope soo, Mom."

Thania menoleh ke arah kanan saat mendengar seseorang memanggilnya. "Aku ke sana dulu," tukasnya, lalu segera berlalu setelah keduanya mengangguk kecil. 

"Hai, Pretty Boy! What's wrong?!" 

"Demi apapun, Thania! Jangan panggil aku Pretty Boy lagi! Aku tidak merasa secantik itu, sehingga pantas dipanggil laki-laki cantik!" gerutu Gerald dengan rasa jengkel sembari mengikuti langkah Thania dari belakang. Keduanya berjalan memutari ruangan, kembali ke area tengah. 

Para tamu undangan reflek memberikan ruang. 

"Of course! Bahkan Elizabeth tidak secantik dirimu!" puji Thania dengan tulus, mengabaikan protes Gerald.

"Elizabeth, siapa itu?" tanya Gerald, kebingungan yang meliputi wajahnya menciptakan kerutan di dahi. Dia mulai merasa bahwa apa yang diperbincangkan oleh Thania sudah keluar jalur dari tujuan utama mereka saat ini.

"Ketua photography," ungkap Thania tanpa menoleh, seolah mencoba untuk menyembunyikan rasa gugupnya saat melihat kue raksasa di hadapannya terlihat menjulang tinggi. 

Thania menerima pisau panjang dari tangan salah seorang pelayan yang membawakannya, menyiapkan diri untuk memotong kue tersebut bersama Gerald.

"What?! A nerd girl! Seriously?!" pekik Gerald tidak terima, karena setahunya Elizabeth itu berkacamata bulat layaknya kutu buku, memakai behel di giginya, juga selalu menggunakan pakaian jadul hingga membuat ilfeel semua orang yang melihatnya.

"Dia cantik, kalau kamu ingin tahu. Aku pernah melihatnya tanpa kacamata, juga tanpa kuncir kuda yang ... argh!" Thania tiba-tiba berhenti berbicara dan memekik keras, seperti yang dialami semua orang di sana.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kamu Milikku (Hasrat Gila bersamamu)

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Balas Dendam Sang Mantan Kekasih yang Dikhianati
8.4
Aryan Adhitama, CEO berhati dingin, terpaksa menikahi Alana Shafira setelah sebuah jebakan obat perangsang membuatnya merenggut kesucian perawat kakeknya itu. Pernikahan ini digelar demi tanggung jawab dan nama baik keluarga, meski Aryan hanya menganggap Alana sebagai beban. Alana pun terjebak dalam penderitaan batin bersama pria yang membencinya. Di tengah perbedaan status dan rahasia kelam, mampukah cinta tumbuh dari paksaan dan kesalahpahaman?
Sampul Novel Cinta Pengantin Buta
9.4
Pramudya dan Mentari resmi menjadi suami istri setelah saksi mengucap kata sah. Dalam kegelapan karena kebutaannya, Mentari meraba sekitar untuk mencari tangan suaminya. Pramudya yang peka segera menyambut jemari Mentari dan membimbingnya. Dengan penuh takzim, Mentari mencium punggung tangan Pramudya. Sang suami pun mengecup kening istrinya sembari merapalkan doa tulus. Akankah pernikahan sebagai pengantin pengganti ini membawa kebahagiaan bagi mereka?
Sampul Novel Dua Sisi
8.1
Revan Aditama Perkasa, CEO ADITAMA Group, merasa apatis terhadap pernikahan setelah berulang kali gagal dalam asmara. Mulai dari mencintai gurunya hingga jatuh hati pada kekasih orang lain, ia tak lagi percaya pada cinta. Namun, ayahnya justru memintanya menikahi wanita dari Suku Anak Dalam yang dianggap primitif. Revan pun terkejut dan menolak keras ide menikahi wanita yang sangat kontras dengan dunianya yang modern serta intelektual tersebut.
Sampul Novel Malam Untuk Danira
9.8
Danira hanyalah gadis desa yang merantau demi mengadu nasib di kota. Sialnya, keadaan menyeretnya ke dalam pekerjaan kelam yang tak pernah ia inginkan. Danira terjebak tanpa jalan keluar, seolah tenggelam dalam jurang yang begitu dalam. Namun, sebuah malam tak terduga datang dan menjungkirbalikkan garis hidupnya secara drastis. Takdir baru ini membawa perubahan besar yang tak terbayangkan bagi siapa pun, memberikan pelajaran hidup yang sangat berharga.
Sampul Novel PELUKAN UNTUK LANIA
8.4
Amara hanya ingin membahagiakan keluarganya, namun hidup justru menghadirkan luka baru. Kemunculan ayah kandung yang pernah membuangnya kembali membuka trauma masa lalu. Di tengah kepedihan itu, hadir Angkasa, pria memesona yang gigih mendekatinya hingga Amara jatuh hati. Sialnya, Angkasa justru menjadikannya orang ketiga dalam hubungannya. Terjebak sebagai perusak hubungan orang, Amara kini meragukan apakah masih ada secercah cahaya bagi masa depannya.
Sampul Novel Sebatas Harapan
8.9
Bagi saya, hidup adalah perayaan kebebasan tanpa batas. Di usia dua puluh satu, saya merangkul kesenangan murni tanpa mempedulikan status, usia, atau gender pasangan saya. Meski gaya hidup bebas ini sering dipandang sebelah mata, bagi saya inilah cara terbaik mencintai diri sendiri. Setiap detak kepuasan duniawi yang saya rasakan bukan sekadar pemuas nafsu, melainkan energi yang meremajakan jiwa. Inilah kisah perjalanan saya dalam mengejar kebahagiaan yang hakiki.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan